I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 27



"Ah jadi begitu ya..."Cynthia seketika merasa malu. Belum lagi ditambah dengan menipu seorang pangeran yang sudah mengetahui identitas suaminya lebih dulu.


"Bagaimana ini....? Aku benar-benar menyesal telah berbohong waktu itu, akh!"Gumam Cynthia sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Hey, ada apa? Jangan tarik rambutmu seperti itu! Nanti rambutmu yang indah itu bisa rusak."


"Daniel, bukankah aku sudah berbohong kepada Putra Mahkota? Dia pasti sudah mengetahui Identitasku kan?"


"Jadi kau mengkhwatirkan itu? Tenanglah Cynthia. Aku kan sudah bilang sebelumnya bahwa tidak akan ada yang mengetahui identitasmu termasuk putra mahkota sekalipun. Kau sendiri yang minta identitasmu dirahasiakan kan? Putra mahkota tidak akan bisa memaksaku jika aku melarangnya. Dia memang terlihat jahil, namun sebenarnya dia tidak begitu."


"Ah, b-begitu ya....syukurlah kalau begitu. "Cynthia menjadi canggung.


"Kalau begitu ayo kita segera makan siang. Kau kan sudah mendengar aku berbicara cukup lama, jadi kau pasti lelah dan lapar."Ucap Daniel beranjak dari tempat tidur.


"Oh benar juga ya, tapi aku sangat senang akhirnya bisa mendengar kisah anda. Terima kasih ya Daniel, anda sudah mau menceritakan kisah hidup anda kepadaku dan percaya padaku."Ucap Cynthia sambil tersenyum.


"Kalau begitu sebagai gantinya, kau harus menceritakan kisahmu selanjutnya."Ucap Daniel tiba-tiba mendekat ke arah telinga Cynthia.


Psshh....seketika Cynthia merasa panas saat napas pria itu berhembus di daun telinganya. Jantungnya juga menjadi berdegup tidak karuan.


Tenang, tenang Cynthia....kau harus mulai membiasakan apa yang suamimu ini lakukan terhadapmu...


Cynthia mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya merasa panas.


"Kau kenapa Cynthia?"


"Ah, aku merasa agak kepanasan? Apa cuacanya sepanas ini?"Ucap Cynthia beralasan.


"Hmm, mungkin? Sudahlah, ayo kita segera ke ruang makan. Adikmu pasti sudah menunggu kita."


Mereka berdua pun berjalan ke ruang makan. Benar apa yang dikatakan Daniel, Celina sudah duduk lebih dulu dan dia menatap sebal ke arah kedua pasangan itu.


"Kenapa kalian lama sekali? Aku sangat kelaparan gara-gara menunggu kalian, tahu!"


"Celina, bersikap sopanlah kepada Kakak iparmu!"Ucap Cynthia ikut kesal.


"Sudahlah Cynthia. Kami terlalu lama ya? Maaf ya....ayo sekarang kita mulai makan..."


Cih, kenapa Daniel selalu memanjakan anak itu sih? Kalau begitu terus lama-lama dia pasti akan jadi anak yang sangat manja!


Sore harinya, sesuai rencana mereka bertiga berjalan-jalan di pinggir pantai saat cuacanya sudah sedikit meredup. Celina terlihat begitu senang karena baru ini selama seumur hidupnya bisa merasakan liburan ke pantai yang ada di luar negeri saat musim panas.


"Celina, kau main bersama Pelayan Risa saja ya. Ada hal yang harus Kakak lakukan dengan kakakmu."Ucap Daniel.


Cynthia sempat melirik terkejut.


"Ah, baiklah. Kak Risa! Ayo temani aku bermain!"Panggil Celina kepada Risa yang jaraknya tak begitu jauh dari mereka.


"Baik, Nona!"


Sementara Daniel segera menarik tangan Cynthia untuk segera pergi meninggalkan pinggir pantai.


"D-daniel? Kita mau pergi kemana?"Tanya Cynthia sedikit bingung.


"Tutup matamu. Ada hal yang ingin aku tunjukkan kepadamu sebagai kejutan."


"Oh, benarkah?"Cynthia pun menutup matanya sambil tersenyum malu. Daniel menggenggam tangannya dengan sangat erat dan membawa wanita itu ke tujuan.


Sesampai disana, Daniel sudah menyiapkan dua kursi dengan meja berisi makanan penutup dan lilin di tengah-tengahnya. Tak lupa dengan beberapa bunga berwarna-warni yang mengelilingi di bawah kursi seperti taman. Terlihat romantis untuk pasangan yang sedang kasmaran.


"Nah, sekarang kau boleh membuka matamu."Ucap Daniel.


"Ah, cantik sekali...! I-ini untukku?"Tanya Cynthia merasa kagum.


Daniel mengangguk. "Ini adalah hadiah dariku atas pernikahan dan bulan madu kita. Maaf aku baru bisa memberikannya sekarang. Apa kau mau aku bantu memakaikannya?"


Cynthia mengangguk. Lagi-lagi jantungnya berdegup kencang. Daniel mulai membantu memasangkan kalung itu di leher Cynthia. Cynthia segera meminggirkan rambut panjangnya ke depan agar Daniel lebih mudah memasangkan kalungnya.


Daniel sempat menelan salivanya saat melihat pundak belakang Cynthia yang terlihat sangat mulus dan putih. Cynthia juga memakai gaun dengan bahu yang sedikit lebar, sehingga bagian punggungnya terlihat terbuka.


Cup! Daniel sempat-sempatnya mencium bagian pundak belakang Cynthia setelah berhasil memasangkan kalungnya. Tentu saja Cynthia merasa kaget dan sedikit geli saat bibir Daniel menempel di pundaknya.


"Maaf aku tiba-tiba mencium, tidak apa-apa kan?"Tanya Daniel menjadi malu.


Cynthia hanya membalas dengan gelengan.


"Wah, kalungnya benar-benar cocok untukmu sesuai dengan harapanku. Aku sengaja memilih warna biru karena warna itu mirip dengan warna mataku. Jadi, kau juga akan bisa selalu mengingatku saat melihat kalung itu."Ucap Daniel.


"Ah, benar. Terima kasih banyak Daniel. Hadiah anda benar-benar sangat berharga. Aku berjanji akan menjaganya dengan baik."


"Iya, dan ingatlah satu hal lagi bahwa kalung itu sudah menjadi tanda kepemilikan."Ucap Daniel lagi.


"Hah? Apa maksud anda?"Tanya Cynthia bingung.


"Maksudnya, kau itu adalah milikku Cynthia. Kalung itu sebagai buktinya. Jadi orang lain tidak akan bisa merebutmu dariku sembarangan."


Ah apasih? Kupikir apa sampai seserius itu! Dia suka sekali membuat wanita berbunga-bunga ya!


"Ah, j-jadi begitu...."Cynthia sudah tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat.


Daniel pun sedikit membungkuk dan mendekat ke arah wajah Cynthia. Wajah mereka begitu dekat hingga kedua hidung mereka saling bersentuhan.


"Tapi, Aku tahu kalau kau belum sepenuhnya milikku Cynthia. Kau tahu maksudku kan? Aku ingin di acara bulan madu kita ini menjadi acara paling berharga yang tidak akan mudah bisa dilupakan. Aku ingin kau benar-benar menjadi milikku seutuhnya. Bolehkah aku?"


Cynthia lagi-lagi terdiam. Dirinya sudah di ambang batas karena prilaku Daniel yang sejak tadi sudah membuat jantungnya melompat-lompat. Dengan cepat Cynthia hanya mengangguk sambil memejamkan mata.


Daniel tersenyum puas dengan jawaban Cynthia. Tanpa menunggu, Daniel membuka topengnya dan langsung menyerang bibir Cynthia. Untung saja di tempat itu tidak ada orang karena sebelumnya Daniel menyuruh kepala pelayan Felix untuk melarang orang-orang datang ke tempat itu.


Daniel menggendong tubuh Cynthia dan semakin mempererat ciuman mereka.


"T-tunggu Daniel....!"Ucap Cynthia melepaskan ciuman Daniel.


"Kenapa?"Tanya Daniel. Terlihat dari wajahnya dia sudah sangat memburu.


Apa ini? Apakah sifat asli dari pria ini memang seperti ini? Kenapa tiba-tiba dia menjadi buas?!


"Uhm....bagaimana dengan makanannya? Bukankah kita harus menyantapnya dulu?"Ucap Cynthia malah mengingat makanan yang masih terletak di atas meja.


"Hah, kamu ini ya, masih sempat-sempatnya memikirkan makanan? Kita bisa memakannya nanti. Sekarang aku boleh melanjutkannya kan?"Ucap Daniel merasa tidak bisa menebak apa yang dipikirkan istrinya itu.


"Eh...i-iya....maaf...."


Daniel tidak mendengar ocehan istrinya lagi. Dia pun mencium bibir Cynthia lagi dan segera membawanya masuk ke dalam Villa.


Di sela-sela momen panas itu, Cynthia masih sempat-sempatnya berpikir....


Apa Daniel benar-benar serius ingin membuat keponakan untuk adikku?!


Next....