
"Dan di saat itulah aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama!"Ucap Elizabeth membuat Cynthia tersentak.
"Aku harap kau tidak tersinggung dengan ucapanku barusan. Aku hanya ingin mengutarakan isi hatiku saja. Sebentar lagi aku akan bertunangan dengan Putra Mahkota Hendry. Kau tahu jika dia pernah diam-diam pacaran dibelakangku tapi aku tidak merasakan sakit hati karena aku sendiri tidak memiliki perasaan apapun padanya."Ucap Elizabeth lagi.
"Lalu...apa tujuan anda memberitahukan hal ini pada saya?"Tanya Cynthia.
"Aku hanya ingin memberitahu jika tunanganku sejak beberapa hari lalu mendapat masalah dengan ibunya. Biasanya kami akan bertemu setiap hari tapi dalam beberapa waktu ini aku tidak bisa melihatnya. Aku tahu jika kalian dekat dengan Pangeran Hendry karena Daniel adalah saudara tirinya dan aku sudah tahu tentang itu."Ucap Elizabeth.
"Mengapa Anda bisa tahu segalanya tentang kerajaan Timur? Apa anda memang sedekat itu dengan Kerajaan Timur? Lalu apa yang terjadi dengan Yang mulia pangeran Hendry?"Tanya Cynthia penuh curiga.
"Baginda Ratu Lilian itu adalah adik ipar ibuku. Itu sebabnya aku banyak tahu tentang Kerajaan Timur. Aku tidak begitu tahu masalah apa yang sudah diperbuat pangeran Hendry kepada ibunya. Mereka berdua sama-sama menutupinya. Aku penasaran, dari mana Daniel bisa menemukan wanita seperti dirimu. Kau tahu, sejak aku kecil aku sudah mengaguminya. Sejak dia mendapatkan kutukan itu, tidak ada lagi yang berani mendekatinya. Tapi aku tidak sangka ternyata kau bisa menerima dia lalu menikah dengannya. Dan sampai sekarang aku benar-benar penasaran akan wajahmu seperti apa. Aku kira kau akan melepas topengmu sewaktu di dalam rumah, tapi ternyata aku salah."
"Saya sengaja karena saya hanya ingin mengikuti suami saya. Bukankah waktu itu saya sudah menjawabnya sewaktu di taman kota? Wajah saya ini tidak penting dan saya benar-benar tulus mencintai suami saya apa adanya. Apakah salah jika saya menyukai lalu menikahi orang seperti Daniel?"Jawab Cynthia.
"Tidak sih....aku hanya penasaran saja. Maaf aku telah membuatmu tidak nyaman Nona Cynthia. Kalau begitu terima kasih sudah mau mengobrol denganku. Sayang sekali, padahal aku kemari karena ingin melihat wajahmu, tapi sepertinya aku tidak mungkin bisa memaksamu. Jangan lupa kalian berdua menghadiri pesta pernikahanku."Ucap Elizabeth langsung beranjak dari duduknya.
Cynthia pun ikut berdiri. "Tunggu, jika saya tanya, mengapa Anda tetap setuju untuk menikah dengan yang mulia pangeran Hendry? Padahal anda kan tidak mencintainya."
"Pernikahan politik tetap tidak bisa dibatalkan. Kedua orang tua kami memang sungguh menyebalkan. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka ingin kami bersatu agar tujuan mereka bisa tercapai."Jawab Elizabeth.
"Memangnya...tujuan apa yang mereka inginkan?"Tanya Cynthia.
"Aku juga tidak tahu. Mereka tidak ingin memberitahunya. Berdoa sajalah yang terbaik. Aku pamit dulu, Nona Cynthia. Terima kasih atas waktu yang sudah kau berikan padaku."Ucap Elizabeth.
"Ah, iya dengan senang hati yang mulia putri..."Balas Cynthia.
Malamnya, Daniel pulang dan langsung menemui Cynthia di kamarnya.
"Cynthia! Aku baru teringat sesuatu!"Ucap Daniel membuat Cynthia sedikit kaget.
"Eh? Teringat apa?"
"Aku teringat tentang sebuah dokumen yang pernah dibahas pangeran Hendry. Duh, akhir-akhir ini aku sering melupakan sesuatu dan bisa-bisanya aku mengingatnya sekarang. Dia pernah mengatakan jika dokumen yang dilihatnya itu memiliki tulisan yang aneh dan tidak dapat dimengerti. Kurasa tulisan itu sama seperti dibuku yang pernah kau baca."Jawab Daniel.
"Memangnya dokumen apa? Kenapa aku belum tahu tentang itu?"
"Dokumen yang disimpan oleh Baginda Ratu. Beberapa minggu yang lalu Pangeran Hendry menyampaikan padaku jika ibunya lagi-lagi membunuh seorang pelayan..."
"Apa? Membunuh?!"Cynthia begitu kaget.
"Benar. Kau sekarang mungkin boleh kaget Cynthia, tapi untuk seterusnya kau tidak boleh begitu. Sejak ibuku meninggal, Baginda Ratu sering membunuh orang-orang. Aku saja heran bagaimana manusia seperti dia bisa tetap bertahan menjadi seorang Ratu, padahal dirinya sudah membunuh banyak orang. Sejak saat itu tidak ada yang berani mengangkat bicara. Ibarat semuanya bersujud kepadanya seperti seekor anjing yang begitu setia."
"Ah, apakah anda tahu jika Yang mulia putri Elizabeth tadi datang mengunjungi kastil?"Tanya Cynthia.
"Iya, aku tahu. Ada perlu apa dia datang berkunjung?"Tanya balik Daniel.
"Dia mengobrol panjang lebar denganku. Tapi dia juga ada mengatakan jika dirinya sendiri akhir-akhir ini juga tidak melihat pangeran Hendry. Dia tahu sedikit jika yang mulia Pangeran Hendry memiliki masalah dengan ibunya. Aku takut jika yang mulia pangeran Hendry mengalami hal seperti yang aku bayangkan...."Ucap Cynthia langsung pucat.
"Begitu ya...jika sesuai bayanganmu, kurasa Pangeran Hendry tidak mungkin dibunuh, paling dia hanya disiksa. Ratu Lilian tidak mungkin membunuhnya karena yang mulia pangeran Hendry sendiri harus menikah"Ucap Daniel.
"Apa?! Meskipun begitu tetap saja tidak boleh! Apa seorang ibu sepertinya akan setega itu kepada anaknya? Benar-benar kejam!"Ucap Cynthia.
"Dengarkan aku baik-baik Cynthia. Dunia ini memang kejam. Apalagi jika ditambahi dengan adanya sihir hitam. Kita hidup serasa di neraka karena selalu di tindas dan dikuasai. Aku harap kau jangan terlalu polos dan terlalu baik, istriku. Semuanya harus seimbang. Dan satu lagi, sebenarnya Baginda Ratu Lilian tidak menyayangi anaknya sama sekali. Pangeran Hendry hanya dijadikan tumbal. Hal yang paling disukai Baginda Ratu Lilian adalah berkuasa dan diakui yang paling kuat. Dia bahkan tidak peduli tentang adanya dewa."
"Ah, aku mengerti....oh ya, Yang mulia putri Elizabeth juga mengatakan jika ibunya adalah kakak ipar Baginda Ratu Lilian.
"Begitu? Wah, aku benar-benar tidak menduganya. Haah...Jika aku bisa menemui pangeran Hendry, aku ingin memanggilnya dan memberitahu tentang tulisan yang dibacanya dan juga dibuku sihir putih."Ucap Daniel tertunduk.
Cynthia jadi ikut terdiam. Mereka berdua sama-sama tenggelam akan kebingungan.
"Ini salahku. Jika aku lebih cepat mengingat, kita pasti akan segera mengetahui jawabannya..."Ucap Daniel jadi menangis.
Cynthia terkejut melihat Daniel tiba-tiba mengeluarkan air mata. Dia jadi lebih tidak sanggup saat melihat ekspresi suaminya yang seperti itu.
"Padahal aku hanya ingin balas dendam demi ibuku..."Ucap Daniel lagi.
"Ssstt...sudah Daniel, tidak apa-apa. Aku yakin kita bisa melakukannya. Jangan menyerah, aku juga ikut membantu Anda! Jadi bersemangatlah oke?"Ucap Cynthia menenangkan Daniel. Dia memeluk tubuh Daniel dan mengusap-usap kepala suaminya.
"Jika kita tidak bisa menemui Yang mulia pangeran Hendry saat ini, berarti kita harus menunggu sampai minggu depan, acara pernikahan mereka. Kuharap di saat itu, kita bisa menemuinya."Ucap Cynthia lagi.
"Hmm, baiklah. Terima kasih Cynthia. Berkatmu sekarang aku sudah sedikit lebih baik."Ucap Daniel.
Cynthia hanya membalasnya dengan senyuman.
Kasihan sekali Daniel...sejak kecil dia sudah menjalani kehidupan yang berat. Seandainya saja jika kekuatan yang kumiliki ini bisa memusnahkan sihir hitam...
Seminggu kemudian, acara pernikahan yang dinanti-nanti seluruh dunia itu telah tiba.
Next....