I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 9



Setelah gadis yang tersedak Wine tadi pergi, orang-orang melanjutkan berdansa dan musik juga kembali dimainkan.


"Daniel, dimana Yang mulia raja dan yang mulia ratu?"Tanya Cynthia yang tidak ada melihat sang raja dan ratu.


"Kau lihat disana? Itu mereka. Yang sedang duduk di singgasana di ujung sana."Ucap Daniel sambil menunjuk.


"Ah, iya aku melihatnya. Kenapa mereka diam saja disitu? Mereka tidak ikut berdansa?"Tanya Cynthia lagi.


"Tidak."


"Kenapa?"


"Aku juga tidak tahu."Ucap Daniel sambil menaikkan bahunya.


Mereka berdua pun masih melanjutkan tarian mereka dan Cynthia sudah tidak begitu gugup lagi saat sepatunya memijak sepatu Daniel. Dia malah jadi leluasa untuk mengikuti gerakan Daniel.


Setelah musik sudah berhenti, orang-orang yang menari juga ikut berhenti.


"Apa kau mau minum wine, Cynthia?"Tawar Daniel.


"Uhm, boleh..."Jawab Cynthia.


"Baik. Tunggu sebentar, akan aku ambilkan."Daniel berjalan menuju meja untuk mengambil dua gelas wine.


Saat Daniel pergi, Hendry langsung menggantikan posisinya. Dia mendekat kearah Cynthia karena begitu penasaran dengan gadis itu.


"Halo, Cynthia."Sapanya.


"Eh, salam yang mulai putra mahkota..."Ucap Cynthia sedikit kaget.


Duh, kenapa putra mahkota harus kemari?!


"Aku ingin bertanya sedikit tentangmu. Aku dan Daniel cukup dekat, jadi tidak masalah kan jika aku penasaran dengan sosok istrinya?"Tanya Hendry.


"Ah haha, kenapa anda begitu penasaran dengan saya? Saya hanya wanita yang biasa-biasa saja kok, yang mulia putra mahkota..." Jawab Cynthia seadanya.


"Hm, begitu ya? Kalau begitu Cynthia, apa nama belakangmu?"Tanya Hendry.


Deg, Cynthia sejenak terdiam. Dia tidak ingin Hendry mengetahui nama belakangnya yang merupakan Martinez karena itu akan jadi masalah besar. Kemungkinan saja Hendry akan mencari latar belakangnya yang sebenarnya sampai pernikahannya dengan Daniel. Lebih parahnya lagi, sepertinya Hendry sudah berkenalan baik dengan Crystal.


Bagaimana ini? Apa aku berbohong saja?


"Oh, nama belakang saya adalah Louis, Yang mulia..."Jawab Cynthia akhirnya berbohong.


"Huh? Louis? Ternyata begitu..."


Tak lama Daniel kembali dengan dua gelas wine di kedua tangannya.


Ck, kenapa dia mendekati istriku lagi? Mau apa dia sebenarnya?!


Daniel kembali dengan aura dingin. Hendry langsung dapat merasakannya.


"Uh, kak Daniel aku hanya ingin berkenalan dengan istrimu. Katanya istrimu ini nama belakangnya Louis?"


Daniel tadinya sedikit bingung dan memandang ke arah Cynthia. Cynthia cuma bisa mengangguk bahwa dia meminta tolong kepada Daniel untuk mengiyakannya.


"Oh, itu benar. Nama belakangnya adalah Louis."Ucap Daniel akhirnya mengerti.


"Aku pernah dengar jika marga Louis itu berasal dari keluarga bangsawan yang ada di kota A. Jadi kalian bertemu disana?"Tanya lagi Hendry.


"Iya itu benar."Jawab Daniel singkat.


"Ini Wine untukmu, Cynthia. Cepat diminum. Setelah ini kita harus segera pergi."Ucap Daniel seraya memberikan gelas itu kepada Cynthia.


"Hei, kenapa harus buru-buru? Acaranya masih panjang dan masih banyak juga yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua."Ucap Hendry.


"Maaf, yang mulia putra mahkota. Setelah ini aku masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan."Ucap Daniel.


"Oh, baiklah...."Ucap Hendry akhirnya menyerah.


"Sebelum itu, Cynthia apa kau tidak penasaran dengan gadis yang tiba-tiba tersedak Wine tadi? Dia bahkan sampai muntah. Bukankah itu terlihat mencurigakan?"Ucap Hendry lagi.


Daniel langsung memandang Hendry.


Kenapa dia membahas itu? Apa dia sengaja?!


Cynthia sempat berpikir apa yang dikatakan Hendry tentang gadis tadi juga sedikit mencurigakan. Tapi dia tidak mau terlalu memikirkannya.


Bagus, Cynthia!


Daniel merasa lega dengan pemikiran Cynthia yang cukup positif.


"Ah, iya...bisa jadi sih..."Ucap Hendry akhirnya menjadi canggung.


Cynthia dan Daniel sudah menghabiskan Wine mereka.


"Kalau begitu ayo kita pulang, Cynthia."Ajak Daniel sambil menggenggam tangan istrinya.


"Baik...."


Mereka berdua pun berpamitan dengan Hendry.


"Uhm, Daniel apa kita sebaiknya meminta izin juga kepada yang mulia raja dan ratu?"Tanya Cynthia.


"Tidak perlu. Yang berulang tahun adalah Putra Mahkota, jadi kita tidak perlu meminta izin kepada mereka."Jawab Daniel.


"Oh...begitu."Cynthia sempat menduga apakah Daniel memiliki hubungan yang tidak bagus dengan keluarga kerajaan.


Jika Daniel tidak terlalu akrab dengan keluarga kerajaan, lalu mengapa dia tetap datang ke acara pesta?


Setelah kedua pasangan itu pergi, sang baginda ratu menghampiri Hendry.


"Sayang, kenapa mereka berdua cepat sekali pulang?"Tanyanya.


"Huh? Ah ibu....katanya kak Daniel memiliki pekerjaan yang harus dilakukannya."Jawab Hendry. Entah kenapa saat dia selalu bersama dengan ibunya, dia merasa tegang dan tidak nyaman.


"Oh begitu. Jadi dia benar-benar sudah menikah ya?"


"Itu benar ibu..."


"Hendry, apa kamu lupa? Ibu lihat Kau tidak ada menemui tunanganmu. Dia sudah berdiri disana sejak tadi lho."Ucap Baginda ratu sambil menunjuk ke arah seorang gadis dengan rambut pirang yang terurai panjang. Gadis itu mengenakan gaun berwarna biru tua sehingga dirinya tidak begitu mencolok.


"Ah, maafkan aku bu! A-aku akan segera menyusulnya..."


Hendry cepat-cepat berjalan menemui gadis yang merupakan tunangannya itu dan meninggalkan Baginda Ratu.


Sementara itu di kereta kuda, Cynthia mulai ingin membicarakan tentang hal di pesta tadi kepada Daniel.


"Daniel, aku tadi tidak memberitahu nama belakang asliku karena aku takut Yang mulia putra mahkota Hendry mencari latar belakangku....maaf..."


"Kenapa kau meminta maaf?"


"Ya, karena aku sudah berbohong. Aku sendiri juga tidak yakin apakah Yang mulia mahkota Hendry percaya. Tapi dia pasti akan mencari tahu kan?"Cynthia terus merasa gelisah.


"Ada kemungkinan sih, jika dia memang begitu penasaran denganmu. Tapi aku akan membantumu supaya dia tidak bisa menemukan identitas aslimu."Jawab Daniel.


"Benarkah? Bagaimana caranya?"


"Ada lah. Pokoknya kau harus percaya padaku Cynthia."


"Oh, baiklah...terima kasih Daniel..."


"Dari pada itu, gadis dengan dandanan menor tadi itu kakakmu ya?"Tanya Daniel mengingat Crystal.


Huh? Gadis dengan dandanan menor?


"Pfft, itu benar. Dia lah kakakku, Crystal. Si gadis yang dikenal kembang desa karena dia paling cantik di desa kami. Anda tahu, ayahku sempat menjodohkannya dengan anda sebelum diriku, tapi dia menolaknya mentah-mentah dan kabur dari rumah."Ucap Cynthia.


"Oh jadi, begitu? Pantas ayahmu waktu itu menjawab dengan ragu-ragu tentang putri sulungnya. Jadi ternyata itu alasannya ya?"


Yah...aku sendiri juga sempat menolak anda sih Daniel, karena aku takut dan belum ada pikiran untuk menikah.


"Lalu bagaimana denganmu?"Akhirnya pertanyaan ini ditanya oleh Daniel.


"Uh, sejujurnya aku sempat menolak karena aku belum ada pikiran untuk menikah. Tapi aku takut dengan ancaman ayah dan juga aku memikirkan nasib adikku, Celina. Waktu itu aku ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi karena anda sudah mau mengizinkan adikku tinggal di kastil anda. Jika Celina tetap tinggal bersama ayah, aku tidak tahu apa yang akan ayah lakukan kepadanya. Takut dia jadi menderita..."Ucap Cynthia.


Daniel merasa terharu dengan Cynthia yang berkata jujur kepadanya. Belum lagi Cynthia dengan mudahnya mulai menceritakan tentang kehidupannya dan keluarganya.


"Kau sangat menyayangi adikmu ya..."


Next....