I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 10



"Hehe, itu benar. Aku sangat menyayangi Celina. Karena saudaraku satu-satunya yang paling peduli kepadaku cuma Celina."Ucap Cynthia.


"Dan, aku benar-benar beruntung karena sudah setuju untuk menikah dengan anda. Jika seandainya kak Crystal setuju untuk menikah dengan anda, aku mungkin akan tetap melalui hari-hariku yang berat seperti biasa..."


Daniel lalu membuka topengnya. Dia tiba-tiba mendekat dan memeluk Cynthia.


Eh?


Tentu saja Cynthia merasa kaget dengan perlakuan Daniel yang tiba-tiba memeluknya.


"Da-Daniel...?"


"Aku juga beruntung bisa menikahimu Cynthia. Untung saja kakakmu itu menolakku. Kau adalah gadis yang sangat baik dan sederhana. Kau juga yang pertama kali mengatakan diriku tampan. Aku sangat menghargai--"


"Tunggu sebentar Daniel. Kurasa jika Kak Crystal melihat wajah anda, mungkin dia juga melihat hal yang sama seperti diriku?"Ucap Cynthia.


Daniel jadi bingung dengan ucapan Cynthia. Mau dipikirkan berapa kali pun itu terdengar aneh jika Cynthia dapat melihat wajah aslinya yang tidak menyeramkan. Dia bahkan belum merasa jika kutukan pada dirinya sudah hilang.


"Apakah para pekerja yang ada di rumah anda sudah pernah melihat wajah anda?"Tanya Cynthia.


Daniel menggeleng. "Tidak. Mereka belum pernah melihatnya karena aku tidak mau memperlihatkan wajahku ini kepada siapapun."


"Benarkah? Lalu kenapa anda mau menunjukkan wajah anda kepadaku?"


"Itu karena....kau istriku."Ucap Daniel. Entah kenapa waktu itu Daniel merasa yakin bahwa Cynthia dapat dipercaya dan dia merasa lebih berani ketika bersama Cynthia.


Cynthia cuma diam sambil tersipu mendengar jawaban Daniel.


Jadi Daniel sudah mulai percaya padaku ya...


"Daniel, aku ingin sekali jika anda menceritakan tentang diri anda. Aku akan mendengarkan seluruh cerita anda. Aku tahu jika anda selama ini sudah menjalani kehidupan yang begitu berat...."Ucap Cynthia dengan ekspresi sendu.


Daniel pun tersenyum. "Baiklah. Aku akan menceritannya padamu saat aku sudah siap. Bersabar sedikit lagi ya, Cynthia..."


Cynthia balas tersenyum dengan sedikit kecewa. "Baiklah..."


Sepertinya Daniel masih enggan untuk menceritakannya kepadaku. Apakah masa lalunya sangat kelam sehingga dia sendiri juga tidak mau membahasnya? Kalau begitu aku memang harus menunggu sampai dia mengatakan semuanya kepadaku...


Di sepanjang perjalanan, Cynthia terus berceloteh tentang kehidupannya. Mulai dari masa kecil, keluarga bahkan pengalaman pahit yang selama ini dia jalani di desanya. Kini Daniel jadi dapat kesempatan untuk bisa lebih mengenal sosok Cynthia yang sebenarnya. Dia benar-benar takjub dengan seorang Cynthia yang mau terbuka dengannya.


Dia sebenarnya anak yang ceria dan sangat terbuka. Tidak seperti aku yang suka bersembunyi dalam kegelapan...


Sesampai di kastil, mereka berdua turun dan langsung disambut oleh Celina.


"Kak Cynthia! Kak Daniel! Selamat datang!"Teriaknya.


"Hei, Celina. Kau sudah pulang dari jalan-jalannya?"Tanya Daniel.


"Iya sudah. Baru saja. Kak Risa mengajakku ke banyak tempat yang sangat menyenangkan seperti pasar tradisional, mengelilingi taman kota, bla...bla...bla..."Celina terus berceloteh tentang perjalanannya hari ini.


"Dan kakak tahu? Aku juga dapat teman baru lho!"Ucapnya kegirangan.


"Benarkah? Siapa?"Tanya Cynthia penasaran.


"Namanya Steven Hubert! Dia lebih tua setahun dariku. Kami bertemu di taman kota. Aku lihat dirinya sedang menyendiri dengan wajah murung jadi aku mendekatinya. Dan aku akhirnya jadi punya teman deh!"


Whaa, adikku lebih cepat dari dugaanku.


"Ehem, apakah temanmu itu tampan Celina?"Goda Cynthia.


"Ih, kakak ngomong apa sih?! Tentu saja dia tampan! Eh, mak-maksudku..."Celina jadi salah tingkah sendiri dengan pipi yang sudah semerah tomat.


"Hahaha! Adikku ini lucu sekali!"


"Berhenti meledekku! Daripada itu bagaimana dengan pestanya tadi? Apa menyenangkan?"Tanya Celina segera mengganti topik.


"Eh...itu..."


"Menyenangkan kok. Ya, tapi tidak semenyenangkan apa yang Celina lakukan hari ini. Pesta orang dewasa sangat membosankan."Jawab Daniel.


"Begitukah? Kenapa membosankan?"


"Kau akan tahu setelah menjadi dewasa, Celina."Ucap Daniel.


"Ayo, mari kita masuk. Kalian berdua pasti lelah kan? Ayo pergi beristirahat."Ucap Daniel lagi.


Kedua kakak adik itu pun mengikuti perintahnya dan masuk ke dalam kastil. Sementara Daniel pergi ke arah yang berlawanan untuk melanjutkan pekerjaannya.


Cynthia berbalik untuk melihat kepergian Daniel.


Aku sebenarnya penasaran pekerjaan apa yang dilakukan Daniel. Kuharap aku bisa segera mengetahuinya...masih banyak hal yang ditutupinya dariku!


Tak lama Kyle datang menghampiri Cynthia.


"Selamat datang, Nyonya."Ucap Kyle.


"Ah iya..."


"Apa anda mau mandi setelah ini?"Tanya Kyle.


"Oh, benar juga. Aku ingin mandi."Ucap Cynthia.


"Baik, saya akan segera menyiapkan air mandi anda."Ucap Kyle segera melaksanakan tugasnya.


"Kak Risa! Aku juga ingin mandi!"Ucap Celina.


"Oh, baik Nona. Saya akan segera mempersiapkan air mandinya."Ucap Risa juga segera melaksanakan tugasnya.


Sementara itu di sebuah ruangan yang rahasia, Daniel sedang melakukan eksperimen dengan beberapa botol ramuan. Dia mencoba meneliti tentang keanehan pada tubuhnya. Sepertinya salah satu ramuan yang dia ciptakan sudah mendapat hasil bahwa kemungkinan dia akan segera terlepas dari kutukannya.


Tapi dia sendiri juga tidak yakin karena dia masih melihat dirinya di cermin yang buruk rupa dengan penuh bulu di wajahnya seperti hewan buas.


"Felix, kemarilah."Panggil Daniel kepada Felix yang berada di depan pintu.


Felix pun segera menghampiri tuannya. Daniel ingin memperlihatkan sosoknya tanpa topeng kepada Felix untuk memastikan apa yang dikatakan Cynthia benar.


"Felix, bagaimana dengan rupaku? Apakah ada perubahan?"Tanya Daniel.


Felix sedikit ragu-ragu untuk menjawabnya. "Maaf Tuan, tapi saya belum ada melihat perubahan pada wajah anda...."


"Begitu ya? Sial...!"Daniel tiba-tiba menjadi emosi. Dia melemparkan botol-botol ramuan itu sampai pecah berkeping-keping. Dia benar-benar tidak mengerti kenapa Cynthia bisa-bisanya mengatakan dirinya tampan, padahal dirinya sendiri dan orang lain masih melihatnya buruk rupa.


Sementara Felix sudah biasa tetap tenang dengan sikap Tuan Mudanya. Dia juga merasa kasihan dengan Daniel karena dia yang paling tahu tentang masa lalu Daniel.


Cynthia, sebenarnya kau itu siapa? Kenapa kau tidak melihat diriku yang buruk rupa?!


Daniel jadi teringat masa lalu. Masa dimana bagaimana dulu seseorang telah memperlakukannya dengan buruk. Orang itu begitu iri padanya dan memiliki dendam sampai mengutuknya menjadi si buruk rupa. Akhirnya dia dibawa ke tempat lain untuk mendapat perlindungan diri.


Semua orang jadi memperlakukannya seperti sampah. Sudah tidak ada seorang pun yang menghargainya kecuali pekerja setianya si Felix. Daniel bahkan sudah menganggap Felix seperti ayah kandungnya sendiri.


Ketika dia dibuang, Felix lah yang tetap setia menemaninya sampai dia memilih untuk menjadi seorang duke.


Sampai sekarang dia masih begitu dendam dengan seseorang yang telah mengutuknya.


Lihat saja seberapa lama kau akan bahagia, Lilian. Aku akan buktikan kepada semua orang perbuatan busukmu selama ini!


Sementara itu di bak mandi, Cynthia sedang merendamkan tubuhnya di sana. Dia terus memikirkan perlakuan Daniel yang begitu romantis dan terbayang akan wajah Daniel yang begitu tampan.


Next....