
Cih, dasar budak cinta!
"Iya, iya deh jika begitu mau kakak. Aku tidak akan memaksa kakak untuk memberitahu identitas kakak ipar lagi walau sebenarnya aku masih penasaran sih..."Ucap Hendry menyerah.
"Dia bukan kakak iparmu! Daripada itu, apa ada informasi penting yang ingin kau sampaikan? Kuharap kau membawa berita bagus."Tanya Daniel. Dia sungguh berharap Hendry mempunyai petunjuk lain untuk membalas dendam Ratu Lilian.
"Aku memiliki berita baik dan buruk. Yang mana dulu yang ingin kakak dengar?"
"Kalau begitu berita buruknya saja dulu."
"Berita buruknya, Ibuku lagi-lagi membunuh orang. Dia seorang pelayan baru yang bekerja di istana. Dia baru saja beberapa hari bekerja, tapi ibuku merasa murka hanya karena dia melakukan kesalahan yang tidak disengaja."
"Memangnya apa yang sudah dia perbuat?"
"Waktu itu pelayan itu membereskan berkas-berkas yang ada di meja ibu. Dia membuang semua berkasnya karena menurutnya berkas-berkas itu terlihat lusuh dan tulisannya juga tidak jelas. Jadi dia membakarnya..."
"Hmm, mencurigakan. Tampaknya berkas yang sudah dibakar pelayan itu bukanlah sembarang berkas."
"Aku juga berpikir seperti itu. Aku pernah mengintip meja ibu, dan melihat berkas-berkas itu. Memang benar tulisannya tidak jelas. Aku bahkan bisa sakit mata jika memaksa untuk membacanya."Ucap Hendry.
"Lalu berita baiknya?"
"Berita baiknya, akhirnya setelah bertahun-tahun aku dapat melihat peliharaan ibu itu!"Ucap Hendry.
"Maksudmu..."
"Benar! Makhluk iblis! Kakak pasti sangat penasaran kan bagaimana rupa makhluk iblis itu?"
Hendry mulai menceritakan gambaran makhluk iblis yang sudah berhasil dilihatnya setelah sekian lama. Makhluk iblis itu bermata dan bertubuh hitam legam. Tubuhnya kecil dan memiliki sayap mirip seperti sayap naga sehingga dia mudah bersembunyi. Namun sudah dipastikan jika makhluk iblis itu pasti bisa berubah wujud.
"Jadi makhluk iblis itu bertubuh kecil? Aku kira selama ini makhluk itu bertubuh besar dan menyeramkan."Ucap Daniel.
"Haha, aku juga berpikir yang sama. Tapi yakinlah kak, jika makhluk iblis itu pasti bisa berubah wujud. Dia hanya melakukan samaran supaya dirinya bisa tersembunyi."
"Heh, kau benar. Jadi apa selanjutnya?"
"Kak, Apa kakak sudah dengar kalau aku diam-diam berpacaran dengan Nona Crystal?"Tanya Hendry.
"Uh, iya...."Daniel sedikit terkejut dengan Hendry yang tiba-tiba membicarakan kakak iparnya. Tadinya dia mau bertanya tapi dia tidak sangka jika Hendry tiba-tiba membahasnya duluan.
"Apa kakak tidak penasaran kenapa aku bisa berpacaran dengan Nona Crystal? Padahal kakak sudah tahu kan jika aku tidak suka memiliki pasangan yang lebih tua dariku."Ucap Hendry sengaja memancing.
"Kalau begitu katakanlah apa alasanmu berpacaran dengan Nona itu!"Ucap Daniel jadi kesal.
"Hehe, aku berpacaran dengannya hanya untuk mencari informasi darinya. Waktu itu aku sempat bertemu dengan seorang peramal. Peramal itu terlihat meyakinkan walaupun awalnya aku tidak percaya. Tapi saat dia membaca pikiranku, dia langsung tahu jika aku ingin melakukan balas dendam. Dan aku terkejut saat dia langsung mengatakan, 'Coba temui keluarga Martinez. Salah satu dari mereka memiliki kekuatan spesial. Kau bisa meminta bantuan mereka untuk melakukan balas dendam."Ucap Hendry.
Daniel terkejut dan terdiam sesaat. Sepertinya Hendry mengira jika Crystal memiliki kekuatan spesial, tapi menurutnya, Cynthia lah yang sepertinya memiliki kekuatan spesial itu. Dia sudah curiga sejak awal mengapa Cynthia tidak melihatnya yang buruk rupa.
"Jadi itu alasanmu mengapa kau berpacaran dengan Nona Crystal? Kurasa dia tidak berguna."Ucap Daniel.
"Hah? Mengapa begitu? Jadi bagaimana aku harus--"
"Kurasa kau terlalu bodoh untuk mempercayai hal begituan. Kau sudah melakukan kesalahan besar karena sudah berpacaran dengan orang lain yang bukan seorang bangsawan. Jika ibumu mengetahuinya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu."Ucap Daniel.
"Tapi kak, aku benar-benar merasa yakin dengan ucapan peramal itu!"
Daniel kemudian beranjak dari tempat duduknya. Dia mengenakan jubahnya kembali.
"Kau tidak lihat sudah jam berapa sekarang? Aku sudah memiliki istri di rumah dan aku harus pulang secepatnya. Kau juga kembalilah ke istana. Kita bicarakan lagi besok saja."Ucap Daniel.
Hendry akhirnya membiarkan Daniel pergi.
Hmm, jadi apakah aku harus segera memutuskan Nona Crystal saja?
Daniel cepat-cepat ingin pulang ke rumah. Sesungguhnya dia sudah terlambat karena tidak pulang sesuai jadwal. Dia yakin jika Cynthia pasti sudah tidur.
Sesampai di kastil, sesuai dugaan, Cynthia benar-benar sudah tidur. Dia merasa senang karena Cynthia tidur di kamarnya. Cynthia mengenakan gaun tidur yang polos berwarna putih sehingga lekukan tubuhnya cukup terlihat.
Aduh, dasar Cynthia. Kenapa dia tidur tidak pakai selimut? Padahal di luar dingin sekali...
Daniel dengan perlahan menarik selimut ke tubuh Cynthia. Dia kemudian mendekat dan mencium kening Cynthia. Setelah itu dia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah siap membersihkan diri dia mengenakan piyamanya dan langsung naik ke atas tempat tidur. Dia tidur sambil memeluk istrinya.
Keesokan paginya, Cynthia terbangun duluan. Dia mengucek matanya dan merasakan ada sesuatu yang berat di bagian perutnya. Ternyata tangan Daniel yang saat ini memeluknya. Cynthia memiringkan kepalanya dan melihat Daniel yang masih tidur.
Ah, rupanya Daniel. Tumben dia belum bangun? Biasanya kan dia selalu bangun lebih dulu dariku. Kurasa dia benar-benar kelelahan....
Cynthia tanpa sadar terus memandangi wajah Daniel. Sampai sekarang dia masih terpesona dan belum bisa percaya bahwa dia memiliki seorang suami yang sangat tampan, baik hati dan tajir. Dia sungguh sangat beruntung. Cynthia merasa ingin menyentuh wajah Daniel untuk merabanya. Baru saja dia menyentuh pipi Daniel, Daniel sudah memegang tangannya.
"Kyaaa!!"Teriak Cynthia merasa kaget.
"Cynthia? Kenapa berteriak? Haha, kau kaget ya?"
"Ish, tentu saja aku sangat kaget! Aku pikir anda masih tidur! Dasar curang!"Ucap Cynthia langsung mengomel.
"Hehe, maaf ya istriku. Aku sebenarnya sudah bangun tapi aku malas untuk beranjak dari tempat tidur. Rasanya aku hanya ingin memelukmu seharian...."
Cynthia tersipu saat Daniel berkata begitu.
"Me-memangnya anda tidak bekerja hari ini?"
"Hmm, bekerja sih. Tapi aku benar-benar malas sekali...huh!"
Cup. Cynthia kemudian memberikan kecupan di pipi Daniel.
"Ini adalah hadiah semangat dariku supaya anda semangat untuk bekerja."Ucap Cynthia tersipu.
Daniel ikut tersipu dengan apa yang dilakukan Cynthia barusan.
"Itu bukan hadiah namanya Cynthia. Itu namanya hanya kecupan selamat pagi. Aku masih merasa belum cukup."
"Apa?"
Daniel kemudian menarik Cynthia untuk tidur bersamanya lagi. Mereka akhirnya melakukannya lagi untuk yang kedua kalinya.
Setelahnya Daniel segera bersiap-siap untuk pergi bekerja. Cynthia merasa kesal karena Daniel lagi-lagi menyerang tubuhnya dengan ganas sehingga kiss mark menyebar di sekujur tubuhnya.
"Cynthia, nanti jika Dayang Kyle datang memberikanmu obat kontrasepsi, kau harus meminunmnya lagi ya. Aku akan katakan padanya sebelum aku pergi."Ucap Daniel
"Baik, Daniel..."Cynthia sedikit kecewa saat Daniel mengatakan dirinya harus meminum obat kontrasepsi lagi.
Sepertinya Daniel masih belum ingin memiliki anak. Cynthia pun cuma bisa memaklumi hal itu.
Next....