
Daniel berjalan terburu-buru menuju pertambangan miliknya. Hal seperti masuknya penyusup di pertambangan mereka belum pernah terjadi sebelumnya karena penjagaan disana sangat ketat.
Daniel yakin sekali bahwa hal ini pasti ada kaitannya dengan ulah Keluarga Adore.
"Darimana kalian bisa mengetahui kalau ada penyusup di pertambangan kita?"Tanya Daniel.
"Tadi malam saat kami hendak berpatroli, kami melihat ada seseorang yang telah melubangi gua pertambangan kita di bagian utara. Setelah kami periksa, Jalurnya menembus mengarah ke belakang pertambangan."Jawab salah satu seorang penjaga.
"Apa? Bagaimana hal itu bisa terjadi?! Apakah kalian sempat lalai melakukan tugas kalian?"Tanya Daniel tidak habis pikir.
"Tadi malam ada beberapa orang yang menjaga bagian sana, Hey kau! Jelaskan semuanya kepada Tuan dengan jujur!"Ucap penjaga itu menarik temannya yang merupakan penjaga yang ikut berpatroli tadi malam.
"Ampuni saya Tuan! Saya tidak bermaksud untuk lalai, mungkin hal ini juga memang kecerobohan saya karena saya tidak berhati-hati...tadi malam saya merasa begitu pusing dan dan bukan hanya saja saya yang mengalaminya tapi yang lainnya juga! Benar kan semuanya?!"Ucap penjaga itu.
"I-itu benar! Seolah ada yang sengaja melakukannya kepada kami. Setelah mengalami hal itu, kami jatuh pingsan..."Jawab yang lainnya.
Daniel menjadi ngeri mendengarnya. Dia sudah menebak siapa yang berani melakukan penyusupan, tak lain adalah keluarga Adore itu sendiri.
"Jadi kalian tidak ada yang tahu tentang bukti yang lain?"Tanya Daniel.
"Yang kami ketahui hanyalah jalur bagian utara sudah di gali, dan beberapa permata sudah diambil..."Jawab penjaga itu ketakutan.
"Haah...sepertinya aku tahu siapa yang melakukan hal ini. Pelakunya pasti dari suruhan keluarga Adore, belah pihak mendiang Ratu Lilian."Ucap Daniel.
"Jadi...apa yang harus kita lakukan Tuan?"Tanya penjaga itu.
"Kita tetap tidak boleh takut dan harus lebih waspada. Kalian semua tetap harus menjaga pertambangan ini dan beritahukan yang lain untuk ikut memperketat penjagaannya di setiap sudut."Ucap Daniel.
"Baik Tuan!"
Daniel bolak-balik menghela napasnya begitu lelah. Dia merasa masalah besar akan selalu datang menimpanya. Dia tidak ingin memberitahu istrinya mengenai permasalahan pertambangannya karena Cynthia baru masa pemulihan. Tapi dia tidak punya ide apapun mengenai hal itu.
Haah, bagaimana aku harus menghadapi keluarga Adore? Mereka semua pasti memiliki sihir. Aku tidak mungkin bisa mengalahkan mereka hanya dengan mengandalkan para pengawal dan Kerajaan Hendry.
Daniel lebih memilih untuk memeriksa setiap tanda-tanda si penyusup. Dia kaget saat melihat bagian utara sudah dilubangi sampai menuju jalan keluar. Terlihat sekali bahwa lubang itu pasti dilakukan tidak hanya dengan satu orang.
"Aku yakin sekali tadi malam ada beberapa orang yang sudah melubangi pertambangan kita. Dia tidak hanya satu dan mereka melakukannya secara berkelompok."Ucap Daniel saat memeriksanya.
"Kami semua juga berpikir hal yang sama, Tuan!"Jawab penjaga itu.
"Kalian teruskan penyelidikannya. Aku harus kembali ke rumah untuk mengurus sesuatu."Ucap Daniel.
"Tuan...maaf jika saya lancang, tapi saya memiliki usul kalau Nyonya Cynthia sepertinya bisa membantu kita...bukankah Nyonya Cynthia sudah memiliki sihir putih?"Tanya penjaga itu.
Daniel langsung menatap penjaga itu dengan tidak suka. "Jadi maksudmu kita harus memanfaatkannya, begitu?"Tanya balik Daniel.
"B-bukan begitu Tuan! Saya hanya memberi usulan...karena kita tidak memiliki kekuatan apapun untuk melawan pihak keluarga Adore jika memang mereka pelakunya..."Ucap pengawal itu bergetar.
"Aku tahu, tapi kalian juga tahu jika Nyonya kalian baru saja masa pemulihan. Ketika dia dalam keadaan emosi, dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya dan dia akan langsung menyerang dengan kekuatan besar. Jika hal itu terulang lagi, aku khawatir akan ada sesuatu yang buruk terjadi."Ucap Daniel.
"K-kami mengerti Tuan...maafkan kami..."Ucap penjaga itu seketika tertunduk.
Malam harinya setelah panjang lebar melakukan pemeriksaan, Daniel kembali dengan wajah lesu. Dia melihat istrinya yang sedang berbincang dengan dayang Kyle. Cynthia pun melihat suaminya yang baru saja tiba.
"Oh, Daniel! Anda sudah kembali! Selamat datang, suamiku."Sapa Cynthia dengan hangat dan senyuman mengembang di wajahnya.
"Iya, aku pulang, istriku."Ucap Daniel lalu mengecup kening Cynthia.
Sejujurnya dia pun terus kepikiran dengan pemberitahuan penjaga yang datang tadi siang.
"Haha, percuma saja aku berbohong padamu, akan tetap ketahuan ya..."Ucap Daniel.
"Tentu saja. Anda tidak akan bisa menyembunyikan apapun dariku, karena aku akan segera mengetahuinya."Jawab Cynthia.
"Haha, baiklah. Kalau begitu bisakah kita bicara?"Tanya Daniel.
"Bisa kok, tapi pertama-tama kita harus makan malam dulu. Aku tahu Anda belum sempat makan sejak tadi siang."Ucap Cynthia.
"Eh, baiklah. Kau sendiri apa sudah makan?"Tanya Daniel.
"Tadi siang sudah, hanya makan malamnya saja yang belum."
"Kenapa belum? Padahal sudah semalam ini..."Tanya Daniel khawatir.
"Aku menunggu Anda, suamiku."
"Hmm, baiklah. Tapi jika kau lapar, kau harus secepatnya makan ya, jangan menungguku. Nanti kau bisa sakit!"Ucap Daniel memberi nasihat.
"Baik suamiku..."Balas Cynthia tersenyum.
Beberapa saat setelah selesai makan, pasangan suami istri itu segera pergi ke kamar.
"Jadi, apa yang ingin anda bicarakan Daniel?"Tanya Cynthia.
"Seperti yang kau sudah dengar apa yang dikatakan penjaga tadi siang, ada terjadi penyusupan di pertambangan kita."Ucap Daniel akhirnya memberitahu Cynthia.
"Apa? Bagaimana bisa?! Bukankah biasanya tidak pernah terjadi sebelumnya?"Tanya Cynthia yang kaget.
"Aku sendiri juga tidak menyangka bahwa pertambangan kita yang terkenal dengan penjagaannya tetap bisa dimasuki penyusup. Aku yakin sekali pelakunya pasti bukan orang biasa."
"Daniel, apa jangan-jangan pelakunya...dari keluarga kerajaan Adore?! Pasti mereka kan?!"Tanya Cynthia.
"Aku juga ada berpikir jika pelakunya mereka, tapi kita belum memiliki bukti apapun. Saat aku periksa dengan teliti, tidak ada bukti lain yang tertinggal selain beberapa permata kita yang dicuri."Jawab Daniel.
Dia juga menjelaskan bahwa para penjaga tadi malam semuanya merasakan pusing dan tidak lama jatuh pingsan.
"Aku yakin sekali jika dalangnya adalah dari keluarga Adore! Siapa lagi jika bukan mereka yang satu-satunya memiliki kekuatan itu!"Ucap Cynthia marah.
"Tapi sebelum kita menuduh, kita harus cari bukti yang kuat. Kita juga butuh pendukung yang lebih banyak dan kekuatan yang lebih besar tentunya."Ucap Daniel.
"Haruskah kita beritahukan masalah ini kepada yang mulia Raja Hendry?"Tanya Cynthia.
"Iya, alangkah baiknya jika mereka mengetahuinya. Mereka memiliki banyak para bawahan yang cerdas dalam penyelidikan, termasuk Eden."Ucap Daniel.
"Kalau begitu panggil saja dia! Kita akan panggil Tuan Eden besok dan datang ke istana untuk memberitahu yang mulia Raja Hendry."Ucap Cynthia langsung bersemangat.
"Baiklah. Hari ini kita sebaiknya istirahat agar besok bisa menjalani hari dengan penuh energi."Ucap Daniel.
Cynthia mengangguk. "Anda jangan lupa suamiku, istri anda ini memiliki kekuatan sihir putih. Anda bisa memanfaatkanku untuk hal seperti ini demi masa depan kita dan juga semuanya."Ucap Cynthia.
"Hmm, iya aku tahu."
Next...