
"Eh, sungguh?"
Risa mengangguk.
"Kalau begitu aku mau ikut!" Ucap Cynthia langsung girang.
Akhirnya mereka bertiga pergi menuju taman.
Selama Cynthia tinggal di kastil, dia belum menyempatkan dirinya untuk mengelilingi seluruh tempat yang ada di kastil. Pada akhirnya Cynthia mendapat kesempatan untuk berjalan-jalan di taman saat pagi hari.
"Wah, tamannya cantik sekali...! Bahkan jauh lebih cantik dari pada taman mini yang ada di desa kita, Celina. Benar tidak?"Ucap Cynthia merasa kagum dengan pemandangan taman yang ada di halaman kastil itu.
"Tentu saja! Namanya juga kita tinggal di kastil. Sudah pasti taman yang ada di sini jauh lebih indah!"Jawab Celina.
"Tuan Daniel sangat suka dengan bunga, Nyonya. Sejak kecil beliau mengagumi bunga karena bentuknya yang indah dan unik. Itu sebabnya Tuan Daniel menanam banyak sekali jenis bunga dan membuat taman ini agar terlihat indah. Dia juga menghiasi beberapa ruangan dengan bunga berjenis mawar."Ucap Risa memberi penjelasan.
"Oh, jadi begitu ya? Aku tidak sangka ternyata pria juga ada yang menyukai bunga. Kukira hanya wanita saja..."
Cynthia sempat berpikir bahwa kastil yang dia tinggali sekarang ini sama sekali tidak menyeramkan. Justru sangat indah dan mempesona karena banyak tanaman yang cantik menghiasi tempat itu. Ada juga kolam air mancur berisi ikan-ikan lucu yang semakin memperindahnya.
Ini benar-benar sangat jauh dari ekspetasiku. Hmm mungkin aku terlalu banyak membaca buku dongeng...? Tapi aku percaya kalau sihir itu memang ada. Buktinya Daniel katanya dikutuk kan? Tapi kenapa aku tidak melihat dia yang buruk rupa seperti yang orang-orang katakan?!
Semakin dipikirkan, Cynthia semakin frustasi karena dia sama sekali tidak mengerti tentang dunia sihir ataupun kutukan. Rasanya dia ingin bertanya lagi, tetapi dia takut jika Daniel mengira dia seseorang yang tukang paksa.
Mereka bertiga sudah mengelilingi taman yang cukup luas itu sekitar 30 menit.
"Nyonya, apa anda mau beristirahat dulu? Kita sudah berjalan cukup lama."Tanya Risa.
"Oh, iya, benar juga. Aku jadi merasa sedikit lelah..."Ucap Cynthia.
"Kalau begitu mari ikut dengan saya. Ada bangku di sekitar sini yang bisa di duduki..."Ucap Risa.
Cynthia dan Celina pun mengikuti Risa. Mereka pun duduk di sebuah bangku yang ditunjuk oleh Risa.
"Haa...lelahnya."Ucap Cynthia.
"Kakak masa segitu saja sudah lelah? Lemah sekali..."Ucap Celina.
"Kakak bukan lemah, Celina. Kau dan kakak berbeda. Kau tahu, kakak itu sering terkena pukulan ayah. Belum lagi kakak harus mengurus rumah sendirian agar rumah kita tetap rapi dan bersih. Itu sebabnya kakak jadi mudah cepat lelah sekarang..."
Celina akhirnya terdiam lalu menunduk. Dia akhirnya menyesali ucapannya seolah lupa dengan penderitaan kakaknya selama ini.
"Maaf..."Ucap Celina pelan.
"Tidak apa Celina...sekarang kakak kan sudah tidak begitu lagi. Kakak benar-benar bahagia tinggal disini..."Ucap Cynthia tersenyum.
Risa yang ikut mendengar jadi tahu dengan masa lalu yang dialami Cynthia. Dia jadi semakin merasa kasihan dan ingin menyayangi majikannya dengan sepenuh hati.
Risa mendekati Cynthia dan memberikan sesuatu padanya.
"Anu...Nyonya, ini ada buku novel yang ingin saya rekomendasikan untuk anda."Ucap Risa.
"Eh? Wah, Kebetulan aku sedang bosan. Aku pasti akan membacanya nanti. Terima kasih Risa!"Ucap Cynthia terlihat begitu senang lalu dia menerima buku novel itu.
"Dengan senang hati Nyonya..."Ucap Risa ikut tersenyum.
"Oh ya, kak Risa, katanya kakak akan menunjukkan kandang kudanya? Dimana tempatnya?"Tanya Celina.
"Oh iya benar, Nona! Maaf saya hampir lupa!"Ucap Risa.
"Kandang kuda? Buat apa kamu mau kesana, Celina?"Tanya Cynthia.
"Tentu saja aku mau menunggangi kudanya! Dari dulu aku ingin sekali menunggangi kuda. Bukan hanya menumpang di keretanya saja! Kakak ini bagaimana sih?"Ucap Celina.
"Ah, begitu ya..."
"Kalau begitu mari ikut dengan saya. Saya akan menunjukkan dimana kandang kudanya..."
Sesampai disana, Celina berteriak kegirangan.
"Kyaaa! Kak Risa! Kuda-kudanya cantik-cantik dan gagah sekali! Bolehkah aku menunggangi nya..?"Ucap Celina langsung heboh.
"Aduh Celina, kau bisa tenang sedikit? Tidak perlu berteriak begitu!"Ucap Cynthia protes.
"Hehe, habisnya aku senang sekali karena akhirnya bisa melihat kuda yang keren seperti ini! Aku boleh menungganginya kan Kak Risa?"Ucap Celina.
"Tentu saja Nona. Anda juga boleh memilih kuda mana yang ingin anda tunggangi."Jawab Risa.
"Benarkah? Hore! Kalau begitu aku pilih dia!"Ucap Celina dengan cepat.
Dia memilih seekor kuda berwarna krim.
"Pilihan yang bagus, Nona! Kuda ini sangat lincah dan dia juga penurut. Anda boleh menungganginya."Ucap Risa.
Celina hanya kegirangan merasa tidak sabar untuk menunggangi kuda yang dipilihnya itu.
Tak lama Risa memanggil seseorang yang bertugas merawat dan menjaga kuda. Orang itu akan membantu menuntun Celina sewaktu Celina menunggangi kuda.
"Nyonya, Anda juga boleh menunggangi kuda. Anda bisa pilih kuda yang ada disini."Ucap Risa.
"Ah, kalau begitu apakah Tuan Daniel mengizinkan kami untuk menunggangi kuda disini?"Tanya Cynthia masih merasa segan.
"Tentu saja Nyonya. Beliau lah yang memerintahkan kami jika Nyonya dan Nona Celina mau menunggangi kuda."
"Sungguh? Kalau begitu aku akan--"
Tak lama Dayang Kyle datang menghampiri Cynthia.
"Nyonya, maaf menganggu waktu anda. Tapi anda kedatangan seorang tamu. Dia ingin sekali bertemu dengan anda, Nyonya."Ucap Kyle.
"Eh? Siapa?"Tanya Cynthia.
Entah kenapa firasatnya langsung tidak bagus karena yang dia tahu dia tidak punya kenalan siapapun selain keluarganya saja.
"Anu...Nona Crystal Martinez, Nyonya..."Ucap Kyle sedikit gelisah saat menyebutkan nama itu. Dia sudah tahu jika Cynthia tidak memiliki hubungan baik dengan kakak tertuanya karena Daniel sudah sempat memperingatinya untuk selalu mengawasi keluarga Cynthia.
"Apa? Mau apa dia datang kemari?!"Tanya Cynthia langsung di suasana hati yang buruk.
"Dia...tidak mau memberitahu alasannya kepada saya Nyonya. Dia akan beritahu sampai dia bisa bertemu dengan Nyonya."Ucap Kyle jadi takut.
"Kalau begitu kenapa tidak kau usir saja dia?!"Tanya Cynthia langsung merasa begitu kesal. Dia tahu jika kakaknya itu ingin mempermalukannya atau meminta uang padanya.
"Dia...sempat mengancam kalau dia berkenalan baik dengan yang mulia putra mahkota Hendry, Nyonya. Katanya dia akan mengadu jika kita berani mengusirnya."Jawab Kyle lagi. Rasanya dia sudah tidak sanggup untuk melanjutkan kata-katanya lagi saat menatap ekspresi Cynthia yang terlihat tegang.
Cynthia akhirnya cuma bisa diam. Baru saja dia merasa senang karena bisa melalui pagi yang menyenangkan, namun dia malah diinjak lagi dengan kedatangan kakaknya yang paling dia benci.
"Baiklah, kalau begitu antarkan aku kesana. Aku akan menemuinya."Ucap Cynthia.
"Ba-baik Nyonya, mari ikut dengan saya..."
Celina yang sedang menunggangi kuda sempat melihat kakaknya pergi jadi heran.
"Kak Cynthia! Kakak mau kemana?"Tanyanya dari kejauhan.
"Maaf Celina, kakak pergi sebentar. Ada hal yang harus diurus sedikit!"Jawab Cynthia. Dia tidak ingin memberitahu Celina bahwa kakak sulungnya datang mengunjungi mereka.
Setelah Kyle mengantar Cynthia menemui Crystal. Sesuai dugaan ekspresi Crystal tetap menyebalkan.
"Halo adikku. Apa kabar?"Ucapnya sambil tersenyum.
Next....