
Tibalah saat hari pernikahan kedua Raja Heinrich dan Charlotte dilaksanakan. Charlotte di resmikan menjadi selir sang raja dan dia merelakan hal tersebut demi pria yang sudah amat dicintainya.
Di samping hari yang membahagiakan itu, Lilian benar-benar sudah diambang batas tidak tahan dengan senyuman kedua pasangan yang sudah menyakiti perasaannya. Dia sungguh ingin balas dendam.
Di kamar dia merenungkan amarahnya penuh dendam sambil menatap tajam ke luar jendela menyaksikan acara yang sangat menyakitkan baginya. Tiba-tiba tanpa dia sadari, ada aura hitam di sekeliling tubuhnya. Aura hitam itu semakin membesar saat Lilian menatap Charlotte. Dia berpikir untuk menyiksa dan membunuh wanita itu dengan sadis.
PRANG! Tak lama ada satu makhluk seperti iblis yang muncul dari sisi tubuh Lilian. Lilian kemudian tersenyum.
Dia tadinya sudah sepakat untuk menjadi orang baik. Namun orang-orang terkasihnya justru berkhianat padanya. Lilian memiliki makhluk seperti iblis itu dari sihir gelap yang terlarang. Entah sejak kapan dia sudah memilikinya, sekarang makhluk itu sudah menjadi peliharaan kesayangannya.
Saat Lilian berpikiran untuk balas dendam kepada seseorang, makhluk itu akan datang merasa terpanggil untuk melaksanakan tugasnya.
Namun Lilian berubah pikiran lagi, jika dia ketahuan memiliki makhluk iblis dan menyakiti Charlotte, dirinya pasti akan langsung dihukum mati. Dia tidak mau mati dengan sia-sia begitu saja hanya karena ingin balas dendam.
Akhirnya dia memilih sabar sampai dia punya kesempatan untuk mencelakai Charlotte.
Beberapa bulan kemudian, sebuah kabar baik muncul. Charlotte saat ini tengah hamil dan semua orang serta Sang Raja begitu bahagia mendengar kabar menggembirakan itu. Terkecuali Lilian. Dia semakin geram karena Charlotte telah berhasil memiliki anak di dalam perutnya.
Kini kesempatannya untuk menyakiti Charlotte semakin kecil. Sang Raja jadi lebih sering menemani Charlotte. Tak hanya itu, Orang-orang istana juga lebih sering mengunjungi Charlotte dan memberikannya banyak cinta. Mereka sangat menjaga Charlotte dan sempat mengawasi Lilian seolah mereka sudah tahu jika Lilian suatu saat pasti akan memiliki kesempatan untuk menyakiti Wanita kesayangan mereka.
Sementara Lilian jadi semakin dihina dan tidak dianggap. Dia merasa orang-orang sudah tidak ada lagi yang menghargainya. Padahal dirinya adalah seorang ratu, namun dia malah diperlakukan sebaliknya.
Setahun kemudian, calon penerus telah lahir. Sang Raja mengadakan pesta besar-besaran selama 3 hari atas lahirnya calon pangeran. Anak laki-laki itu begitu mirip dengan ibunya yang berparas cantik sehingga orang-orang jadi semakin kagum dengan rupa bayi yang cantik itu.
Selama 7 tahun kebahagiaan Sang Raja dan keluarga barunya terus berlanjut. Lilian pun cuma bisa bertahan selama 7 tahun itu menyaksikan keluarga yang begitu bahagia.
Suatu hari Daniel, si pangeran kecil begitu penasaran dengan sosok wanita yang selama ini hanya berdiam diri di dalam kamarnya. Terkadang dia melihat Wanita itu dari atas menara. Wanita itu hanya diam sambil memandang ke bawah dengan ekspresi yang tidak dapat dipahaminya. Namun saat wanita itu menoleh kearahnya, Daniel tiba-tiba membuang muka merasa tidak berani untuk menatap balik wanita itu. Jujur saja dia merasa jika wanita itu sedikit menyeramkan.
Dia sempat bertanya pada ibunya namun Ibunya tidak pernah ingin menjawab pertanyaannya. Ibunya terlihat ketakutan dan melarang Daniel untuk tidak mendekati wanita itu.
"Ibu, kenapa aku tidak boleh mendekati wanita itu? Setiap hari aku selalu melihatnya sendirian dari atas menara. Aku jadi merasa sedikit kasihan kepadanya."Tanya Daniel.
"Yah...Kau tahu kalau dia adalah Ratunya, jadi dia pasti akan baik-baik saja. Dan kau tetap tidak boleh mendekati wanita itu sekalipun. Ini perintah ibu! Sementara ibu hanyalah seorang selir. Seharusnya kau mengerti situasinya, ah tapi karena kau masih anak kecil...ah lupakan!daripada itu, ibu merasa lega jika dimasa mendatang nanti kau akan menjadi penerus ayahmu."
"Penerus ayah? Kenapa? Aku...tidak mau menjadi raja. Rasanya tidak bebas."Ucap Daniel.
"Tapi..."
Tiba-tiba Charlotte memegang erat kedua bahu Daniel hingga Daniel merasa sedikit terkejut. Tatapannya membuat Daniel menjadi takut.
"Danielku sayang, dengarkan ibu baik-baik. Ibu akan merasa sangat bahagia jika kau bersedia mengabulkan permintaan ibu yang satu ini. Ibu akan merasa terselamatkan jika kau sudah menjadi raja. Kau bersedia kan demi ibumu?"Ucap Charlotte begitu berharap.
Daniel akhirnya mengangguk. Saat Daniel menatap ekspresi ibunya barusan, tidak seperti ibunya yang biasa dia kenal.
Semenjak itu, Daniel benar-benar menuruti perintah ibunya. Dia tidak lagi mendongak ke atas untuk melihat wanita yang ada di atas menara. Kini dia menjadi lebih fokus menjalankan tugasnya menjadi seorang pangeran.
Lilian yang bertahun-tahun di dalam kamarnya akhirnya berharap kembali untuk memiliki anak. Dia meminta kepada Makhluk iblis itu agar dirinya bisa hamil meskipun itu hal yang sangat terlarang. Resiko yang harus diambil Lilian adalah dirinya akan dipertaruhkan menjadi makanan makhluk iblis itu.
Makhluk iblis itu pun akhirnya mengabulkan permintaannya. Setelah itu Lilian datang menemui Sang Raja dengan memohon bahwa dia begitu merindukan Sang Raja dan mencoba memberikan harapan kepada Sang Raja.
Sang Raja pun terpaksa menurutinya karena menurutnya dia masih harus menghargai istri pertamanya yang berstatus sebagai Ratu.
Dan benar sesuai dugaan, dalam beberapa minggu, Lilian langsung hamil. Orang-orang istana tentunya tidak dapat mempercayai berita yang tidak masuk akal itu. Mereka sudah meyakini bahwa Lilian itu mandul. Tapi mereka justru mendapat berita bahwa Lilian telah berhasil mengandung.
Heinrich sendiri tidak tahu apakah dia harus senang dengan berita yang sangat tiba-tiba, karena dirinya sendiri sudah yakin akan perasaannya bahwa dia lebih menyayangi Charlotte dan putranya, Daniel.
Kini semenjak Lilian hamil, dirinya langsung diperlakukan berbeda. Charlotte sendiri juga sudah mulai diabaikan. Lilian benar-benar diperlakukan istimewa bahkan lebih dari Charlotte sendiri. Tapi Charlotte tidak mempermasalahkan itu sebab dirinya sudah cukup senang dengan kehadiran Heinrich yang lebih memperhatikannya.
Setengah tahun kemudian, anak Lilian telah lahir yang juga laki-laki. Dia lalu dinamakan Hendry Lewis. Anak itu wajahnya sangat mirip dengan Heinrich namun warna bola matanya tidak mirip dengan Heinrich maupun Lilian. Warna bola matanya hitam jernih. Sementara Heinrich memiliki bola mata berwarna hijau dan Lilian berwarna silver.
Orang-orang istana sempat heran dengan warna bola mata Hendry yang lain sendiri. Lilian merasa murka karena orang-orang menganggap putranya aneh. Akhirnya orang-orang istana tidak ada lagi yang berani mengusik rupa Sang pangeran.
Saat Hendry beranjak 5 tahun, dia pun mulai mendekati Daniel yang sering suka berlatih pedang saat sore hari. Dia baru bisa bertemu dengan Daniel karena dia jarang bertemu dengan Daniel sewaktu di istana.
Charlotte sempat melarang Daniel agar tidak berteman dengan Hendry. Dia pun menuruti perintah ibunya namun tidak sesuai ekspetasinya, anak kecil itu malah mendatanginya sendiri dan mengajaknya bermain dengan begitu polos.
Next....