I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 24



Daniel yang sudah berada di dalam kamar, melihat sesuatu yang berjatuhan di luar jendela. Dia pun berjalan mendekat untuk melihat lebih jelas. Matanya melebar seketika saat melihat butiran salju turun dari langit yang menandakan musim dingin sudah tiba.


Daniel sangat menyukai musim salju sebab musim itu yang paling membuatnya bisa tenang apalagi saat kenangan bersama ibunya selama musim dingin.


Daniel pun segera keluar dari kamar. Dia berlari untuk menemui ibunya kalau dia ingin memberitahu jika salju sudah turun.


"Ibu!"


Sayangnya yang muncul malah paman Ruslan.


"Eh? D-daniel? Kenapa kau turun? Apa kau...butuh sesuatu?"Tanya Ruslan. Terlihat di ekspresinya bahwa dia gugup.


"A-aku mencari ibu...."Jawab Daniel.


"Oh, ah....ibumu baru saja kembali ke istana..., katanya dia tidak bisa menetap disini untuk sementara waktu karena ada hal yang harus dilakukannya...."Ruslan jadi semakin bingung untuk membuat alasan. Dia paling tidak bisa membohongi seorang anak kecil.


Daniel terdiam. Dia merasa sangat kecewa karena ibunya sudah pergi begitu saja tanpa memberitahunya. Tak lama air matanya keluar dengan sendirinya.


Tentu saja hal itu membuat Ruslan menjadi sangat panik.


"Ma-maafkan paman, Daniel....mungkin ibumu tadi benar-benar mendesak, jadi dia harus kembali secepatnya...!"Ruslan berusaha menenangkan Daniel.


"Tidak...ibu bohong. Dia berkata padaku bahwa dia akan menemaniku selama tinggal disini, Dia berkata bahwa kepalanya sedang sakit, Dia juga berkata bahwa dia sangat membenci Ratu Lilian...."


"Eh, b-benarkah?"


Daniel kemudian berlari masuk ke dalam kamarnya kembali.


"Daniel! Tunggu!"Kini Ruslan semakin bingung untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya. Dia lebih tidak tega saat mengatakan bahwa ibunya sudah berubah menjadi monster.


Selama beberapa hari Daniel terus berdiam diri di dalam kamar. Para pelayan yang mengurusnya sudah tidak tahu lagi bagaimana cara untuk membujuknya. Daniel selalu menunggu dan berharap jika ibunya akan datang menemuinya. Sampai saat musim panas sudah tiba....


Ruslan kini mencoba mendatangi kamar Daniel.


"Daniel, ada yang ingin paman tunjukkan kepadamu. Paman yakin jika kau pasti akan menyukainya."Ucap Ruslan.


"Apa itu?"


"Ayo ikut dengan paman."


Akhirnya Daniel mengikuti pamannya. Mereka berjalan ke rumah kaca dimana semua tanaman hias ada disana.


"Daniel, lihatlah beberapa bunga mawar yang berwarna-warni itu. Apa kau tahu kalau ibumu sangat menyukai bunga? Dan jenis bunga yang paling disukainya adalah mawar."


Daniel sempat terkejut. Dia tidak pernah terpikir hal apa yang disukai ibunya.


Kupikir selama ini aku sudah benar-benar mengenali ibuku. Ternyata tidak....


Tak lama tiba-tiba Ruslan menangis. Jujur saja dia merasa malu untuk memperlihatkan dirinya saat menangis di hadapan seorang anak kecil.


"P-paman??"


"Daniel....ada hal yang selama ini ingin paman beritahu padamu. Kau boleh membenci paman setelah ini dan paman tidak pantas mendapatkan maafmu....Sebenarnya ibumu sudah meninggal, Daniel...."


Seketika Daniel merasakan ada seseorang yang menancapkan pisau di jantungnya saat mendengar perkataan Pamannya barusan.


"Paman sendiri baru mengetahuinya saat orang-orang tidak sengaja melihat mayat Ibumu di bawah jurang. Mereka tidak ada yang mengenali Ibumu karena wujudnya sudah berubah. Sampai sekarang orang-orang masih membicarakannya karena terlalu aneh. Mereka percaya bahwa itu adalah kutukan."


"Sebelum ibumu pergi waktu itu, dia tiba-tiba berubah menjadi monster karena sakit kepala yang di deritanya itu. Ternyata selama ini dia berbohong. Dia tidak mengatakan akan mendapatkan tempat tinggal, tetapi justru bunuh diri! Hiks...Paman juga benar-benar bodoh karena mempercayai omongannya waktu itu...."


"Ke-kenapa ibu bunuh diri...?"


"Paman....juga tidak tahu...Daniel."


Kini Daniel pun menangis sejadi-jadinya.


Sementara di istana Timur, Orang-orang istana begitu sedih saat mendengar selir mereka sudah menghilang tanpa kabar begitu saja. Terutama Raja Heinrich yang begitu patah hati. Terkecuali Lilian yang sudah menang. Dia begitu senang karena musuhnya sudah pergi bahkan mati. Dia mengetahuinya dari mahkluk iblis yang memberitahunya.


Kini Hendry lama-lama semakin mengerti dengan sifat ibunya yang berubah belakangan ini. Ibunya jadi terlihat lebih ceria sejak kepergian Charlotte dan Daniel. Hendry masih berharap jika dirinya bisa bertemu lagi dengan Daniel.


Sejak meninggalnya Charlotte, Daniel sudah tidak mau tinggal di istana Timur lagi. Sang Raja sudah membujuk berkali-kali namun Daniel tetap kekeh dengan keputusannya. Akhirnya Sang Raja menyerah dan membiarkan Daniel tinggal bersama pamannya. Daniel pun dengan sendirinya mengganti statusnya dari seorang pangeran menjadi seorang Duke.


Ruslan sendiri sejak ditinggal istrinya karena meninggal, tidak kepikiran untuk menikah lagi sebab dirinya masih belum bisa melupakan sosok cinta sejatinya. Kini hatinya jadi semakin sedih karena adiknya juga meninggalkannya. Satu-satunya keluarga tersisa yang harus Ruslan lindungi adalah Daniel.


Di saat usia Daniel sudah memasuki 15 tahun, dia mencoba pergi ke kota. Tentu saja kedatangan dirinya membuat semua orang yang melihatnya terpana terutama para wanita. Di umur segitu saja, dirinya sudah begitu tampan. Daniel bahkan sempat menyesal sudah mampir ke kota. Hampir setiap hari ada saja yang mengirim surat kepadanya.


Sosok Daniel semakin dingin sejak kepergian ibunya. Dia sangat menutup dirinya namun ketampanannya tetap tidak pernah luntur dan justru semakin membuat para wanita penasaran.


Gosip tentang ketampanan Daniel semakin meluas sampai ke istana. Orang-orang istana juga ikutan membicarakannya.


"Tuan Daniel benar-benar sangat tampan ya...dia sungguh mirip dengan ibunya yang cantik itu."


"Iya benar, kalau seandainya Tuan Daniel tidak mencabut statusnya, mungkin dia yang akan menjadi Raja. Jika sudah menjadi Raja, para wanita pasti akan tergila-gila padanya."


"Sangat disayangkan. betapa kasihannya Tuan Daniel, mungkin sejak ditinggal ibunya dia jadi seperti itu...."


Sang Ratu mendengar percakapan orang-orang itu. Dirinya semakin murka karena mereka tetap membela anak dari wanita yang paling dibencinya seumur hidup. Dia lebih benci ketika orang-orang sempat membandingkan Daniel dengan putranya.


Akhirnya dia memutuskan untuk meminta bantuan lagi kepada makhluk iblis. Sang iblis pun mengabulkannya karena Sang Ratu juga sudah mengorbankan dirinya sebagai makanan.


Dia ingin menjadikan nasib Daniel seperti ibunya.


"Hendry sayang, kemarilah."Panggil Lilian.


Hendry selalu takut saat Lilian memanggil namanya. Dia berharap ingin kabur dari ibunya, namun itu terdengar mustahil.


"Y-ya ada apa ibu...?"


Hendry pun mendekat dan saat itu Lilian menyentuh kepala Hendry dengan tangannya. Tanpa Hendry rasakan, Lilian sudah memasukkan sihir hitam ke dalamnya.


"Ibu tahu kau pasti merindukan bocah lelaki itu. Ibu memberikanmu kesempatan untuk bertemu dengannya. Ibu hanya merasa kasihan karena kau selalu memasang tampang murung."


Tentu saja hal itu membuat Hendry begitu kaget. Dia sempat curiga mengapa ibunya tiba-tiba bersikap baik padanya. Padahal selama ini Ibunya hampir tidak pernah peduli padanya.


"A-aku benaran boleh bertemu dengan Kak Daniel?"


Lilian mengangguk. "Iya, tentu saja, sayang. Pergilah."


Apapun itu sejak Lilian mengizinkannya untuk bertemu dengan Daniel, Hendry begitu senang. Baginya hal itu seperti hadiah yang sangat berharga. Secepatnya dia pun pergi ke kediaman Auberon di kota A.


Next....