I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 59



"Huaaa!! Kakak!"Teriak Celina menangis sambil mengejar kakaknya.


"Celina? Kenapa kau ada disini?"Tanya Cynthia yang kaget. Dia juga melihat Dayang Kyle, Pelayan Risa dan juga kepala pelayan Felix yang baru tiba.


Celina memeluk Cynthia dengan sangat erat. Terlihat dia begitu ketakutan.


"Nyonya, kami sebenarnya sudah tiba sejak tadi malam. Tapi yang mulia Raja menyampaikan jika kondisi Nyonya saat itu tidak memungkinkan untuk dijenguk. Jadi kami terpaksa menemui anda sekarang. Syukurlah jika anda sudah bangun dan baik-baik saja."Ucap Felix.


"Oh begitu ya? Iya, aku baik-baik saja semuanya. Maafkan kami, kalian pasti sangat mengkhawatirkan kami. Kami sendiri juga tidak mengabari kalian selama berhari-hari."Ucap Cynthia merasa terharu.


"Berhari-hari apanya! Kalian berdua sudah pergi seminggu lebih! Kalian jahat sekali meninggalkanku berlama-lama sendirian...aku sangat takut kakak meninggalkanku..huaaa..!" Ucap Celina meluapkan amarahnya sambil menangis.


"Ma-maafkan kami Celina...kami tadinya ingin mengabari kalian, tapi kami tidak memiliki cukup waktu dan situasinya saat itu tidak memungkinkan..."Ucap Daniel menjadi panik.


"Tetap saja...!"


"Ya sudah, sekarang kami kan disini. Kami tadinya juga mau pulang sebentar lagi kok. Lain kali kami berjanji tidak akan lupa mengabari Celina lagi, oke?"Bujuk Cynthia.


"Daripada itu, lebih baik kalian jangan sering-sering pergi meninggalkanku. Aku sangat mencemaskan keadaan kakak apalagi kemarin itu aku mengetahui kalau kakak sedang melawan makhluk iblis. Suara teriakan makhluk iblis itu sampai membuatku sangat takut."


"Iya, iya janji."Jawab Cynthia lagi.


"Kakak harus menjelaskan semuanya padaku. Jangan sampai aku berpikiran kalau kakak membohongiku atau menyimpan rahasia selama ini dibelakangku!"Ucap Celina marah panjang lebar.


"Celina..."


"Aku tadi bahkan hampir tidak mengenali kalian berdua karena kalian jauh berbeda. Kalian berdua...seperti orang lain."Ucap Celina setelah melihat perubahan fisik pada kakaknya dan kakak iparnya.


Cynthia hanya diam dan dia begitu pusing. Kondisinya juga belum pulih total dan dia juga sedang tidak bersemangat apapun.


"Uhm, Celina, kami janji akan menceritakan semuanya kepadamu, tapi setelah sampai di rumah ya? Kita pulang sekarang. Kakakmu juga masih belum sembuh total. Dia baru bangun beberapa jam yang lalu."Bujuk Daniel.


"Hmm, baiklah."Celina akhirnya menurut.


Setelah perdebatan panjang lebar itu, mereka semua pun pamit dengan Sang Raja dan Ratu.


"Nona Cynthia, tunggu sebentar!"Panggil Elizabeth.


"Ya, yang mulia...?"


"Kau harus selalu waspada. Kemungkinan saat ini keluarga Adore sedang mengawasi kita. Hampir setiap dari mereka memiliki peliharaan iblis, jadi kau harus tetap berhati-hati."Ucap Elizabeth memberi peringatan.


"Baik! Akan saya ingat. Terima kasih Yang mulia..."Balas Cynthia tersenyum.


Sesampai di kastil, pembicaraan serius pun dimulai karena Celina tampak tidak sabar untuk meminta penjelasan.


Cynthia mulai menarik napas dalam dan dia pun menceritakan semua yang mereka alami dan terjadi selama mereka tidak ada di kastil. Orang-orang yang mendengar penjelasan mereka berdua pun hanya bisa melongo antara percaya atau tidak percaya. Termasuk Celina yang sampai membuka mulutnya ketika mendengar kakaknya berbicara hal yang mustahil.


"Jadi begitulah ceritanya. Kami sendiri juga tidak percaya bahwa ada begitu banyak kejadian yang sudah kami alami dalam waktu beberapa hari. Sampai sekarang aku masih mengira diriku sedang bermimpi kalau aku mendapat anugerah sihir putih dan wajah secantik ini."Ucap Cynthia.


"Tapi kenapa hanya kakak yang memiliki kekuatan itu? Kenapa aku tidak punya?"Tanya Celina.


"Uhh, itu karena kakek memberikannya padaku. Kekuatan sihir putih hanya bisa diturunkan kepada salah satu penerusnya saja, itu pun sangat langka karena ayah dan ibu kita sendiri saja tidak memilikinya."Jawab Cynthia.


"Hmm, aku jadi iri. Tapi kakak tetap keren karena sudah menjadi pahlawan negara."Ucap Celina.


"Baguslah jika kau bangga. Sudah ya Celina, kami harus segera beristirahat. Kau juga ya."Ucap Cynthia.


"Tunggu, aku masih ada pertanyaan!"Ucap Celina.


"Aduh, apalagi sih Celina?!"Tanya Cynthia menjadi kesal.


Cynthia hanya melongo tidak percaya dengan ucapan adiknya. Sementara Daniel dan yang lainnya hanya tersenyum malu-malu.


Aduh, dasar anak ini!


"Saat ini situasinya sedang tidak memung--"


"Tunggulah sebentar lagi ya Celina. Kami janji akan segera memberimu adik keponakan. Kau hanya perlu bersabar sampai waktunya tiba."Daniel yang menjawab.


"Oh, baiklah! Aku akan bersabar."Ucap Celina tersenyum lebar.


"Kalau begitu kami kembali ke atas dulu ya Celina. Ayo Cynthia."Ucap Daniel menggandeng tangan Cynthia.


"Eh, baiklah..."Cynthia menjadi canggung.


Sesampai di kamar...


Cynthia menjadi malu sendiri dengan ucapan Daniel tentang memiliki seorang anak. Dia memang sangat menginginkannya, tapi dia sadar dengan situasi sekarang yang sedang tidak aman. Jika mereka memiliki anak sekarang, anak mereka pasti akan terancam dengan perbuatan balas dendam keluarga Adore yang memiliki kekuatan sihir hitam.


"D-daniel, anda serius ingin memiliki anak?"Tanya Cynthia.


"Tentu saja serius. Orang mana sih yang tidak mau punya anak setelah menikah? Tapi tidak untuk sekarang. Kau juga pasti tahu kan situasi saat ini sedang tidak memungkinkan?"Ucap Daniel.


Cynthia mengangguk. "Benar. Aku sendiri juga takut. Kuharap keluarga Adore tidak membuat masalah besar..."Ucap Cynthia menjadi murung.


Cup. Daniel mengecup kening Cynthia. "Daripada memikirkan itu, lebih baik kita lakukan itu."Ucap Daniel yang tatapan matanya menjadi intens.


"Hm? L-lakukan apa?"Tanya Cynthia dengan pipi yang langsung memerah. Entah kenapa Cynthia langsung mengerti tentang maksud perkataan suaminya.


"Tentu saja..."Daniel mendekatkan bibirnya kearah telinga Cynthia membisikkan sesuatu. Cynthia segera menjauhkan pendengarannya saat Daniel berbicara meminta haknya. Dia tidak tahan karena terlalu malu dengan ucapan mesum suaminya.


"Kenapa? Kau tidak mau?"Tanya Daniel. Tatapannya langsung menjadi anak kucing.


"T-tidak bukan begitu..."Cynthia menjadi gugup dan salah tingkah.


Daniel menjadi gemas. Dia pun segera mencium Cynthia dengan ciuman panas. Cynthia mulai terbuai dengan perlakuan Daniel yang begitu lembut dan mereka akhirnya melakukannya di saat masih siang.


Setelah berjam-jam melakukan itu, Cynthia dengan cepat langsung meminum pil kontrasepsi yang memang sudah disiapkan. Daniel yang memperhatikannya merasa tidak enak kepada Cynthia. Dia sendiri juga berharap untuk bisa segera memiliki anak yang lucu seperti mereka.


Tok, tok, tok...tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk kamar mereka berdua.


"Ada apa?"Tanya Daniel.


"Tuan, maaf mengganggu waktunya, tapi kita memiliki sedikit masalah di pertambangan. Anda harus secepatnya memeriksa pertambangan kita. Ada seseorang yang sudah berani menyusup ke area pertambangan kita."Ucap seorang bawahan Daniel.


"Apa? Baiklah, tunggu aku beberapa menit. Kita akan langsung pergi kesana."Ucap Daniel segera beranjak dari tempat tidur. Dia cepat-cepat mengenakan pakaiannya.


"Daniel, apa yang terjadi? Ada penyusup di pertambangan??"Tanya Cynthia yang ikut mendengar.


"Benar. Kau tunggulah disini sebentar. Kemungkinan aku akan pulang nanti malam. Kau jangan terlalu memikirkannya, oke? Aku mencintaimu."Ucap Daniel sambil mengecup kening Cynthia.


"Hati-hati Daniel, semoga baik-baik saja."


"Iya, Cynthia. Kalau begitu aku pergi ya..."


Cynthia mengangguk, namun suara hatinya bergemuruh tidak tenang.


Dewa, semoga semuanya baik-baik saja...


Next....