I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 49



Keesokan paginya, kedua pasutri itu sudah mulai bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan. Mereka berdua tidak bisa tidur dengan nyenyak tadi malam karena kondisi kamar yang mereka tempati tidak nyaman.


"Cynthia, maafkan aku...kau jadi tidak bisa tidur nyenyak karena kondisi kamarnya yang seperti ini. Padahal aku sudah minta pada pemiliknya agar diberikan tempat yang nyaman, tapi katanya hanya kamar ini yang terbaik."Ucap Daniel.


"Haha, tidak apa-apa Daniel. Kita tidak punya pilihan lain lagi, toh kita akan segera pergi dari sini."Ucap Cynthia terlihat santai.


Daniel hanya membalas dengan tersenyum dan mengelus kepala Cynthia dengan lembut.


"Ngomong-ngomong kita akan pergi kemana selanjutnya, Daniel? Apa kita akan benar-benar pergi ke kerajaan dan kembali?"Tanya Cynthia.


"Ya, kita tidak memiliki cukup waktu. Kita harus secepatnya pergi ke wilayah kerajaan Timur dan menyelamatkan pangeran Hendry."Jawab Daniel.


"Heh, ternyata anda diam-diam sangat peduli dengan Yang mulia pangeran Hendry ya?"Ucap Cynthia menggoda Daniel.


"Bukan, aku hanya tidak tega karena nyawanya sedang terancam. Aku hanya memikirkannya sebagai rasa kemanusiaan."Ucap Daniel memberi alasan.


"Haha, baiklah terserah anda saja..."


Setelah mereka keluar dari penginapan, mereka sempat bertemu dengan si pemilik penginapan. Anehnya si pemilik penginapan itu tetap terlihat ketakutan saat melihat Daniel.


"Anu, mengapa Anda terlihat ketakutan begitu dengan kami, Tuan? Kami tidak akan melakukan hal buruk kepada Anda kok, Tuan..."Ucap Eden yang menyadari raut wajah si pemilik penginapan.


"Ah, haha maafkan saya...bolehkah saya tanya sesuatu pada anda, Tuan?"Tanya si pemilik penginapan itu canggung.


"Ya, boleh. Anda bisa tanya beberapa hal kepada kami. Kami akan jawab sebisa kami."Jawab Eden lagi.


"Kalau begitu...apakah benar Tuan ini adalah Tuan Daniel Auberon?"Tanya si pemilik penginapan itu sambil menunjuk ke arah Daniel.


"Ah, ya benar, ini aku. Kenapa? Apa Tuan takut kepadaku?"Tanya Daniel.


Si pemilik penginapan itu dengan cepat menggeleng. "Tidak-tidak! Maafkan saya! Saya hanya kaget jika yang datang mengunjungi tempat penginapan saya adalah Tuan Auberon...maafkan saya karena sudah terlihat bersikap tidak sopan!"Ucap si pemilik penginapan itu membungkuk.


"Begitu ya? Ah, aku tahu kenapa Anda bisa kaget. Anda sudah tahu jika diriku ini dikenal seorang rentenir kaya yang terkenal kejam di kota kami, dan seorang pria yang dikutuk buruk rupa. Itu sebabnya anda menjadi sedikit takut kepadaku kan? Tenang saja, kami semua disini murni hanya ingin menginap sementara di tempat ini, yah meskipun tempatnya kurang nyaman. Tapi aku tetap akan membayarnya dengan harga yang pantas. Jadi anda tidak perlu merasa terancam karena kedatangan kami."Ucap Daniel sambil tersenyum.


Si pemilik penginapan hanya canggung dan dia tidak bisa berkata-kata lagi.


"Kalau begitu ini bayarannya. Semoga tempat penginapan anda bisa ramai pengunjung."Ucap Daniel kemudian memberikan sekantung uang kepada si pemilik penginapan.


"Ah, T-tuan ini terlalu banyak! Saya tidak pantas menerima uang sebanyak ini!"Ucap Si pemilik penginapan merasa segan.


"Tidak apa, kau gunakan saja uangnya untuk merenovasi tempat penginapannya dan rekrut orang-orang untuk bekerja di tempat penginapanmu. Semoga sukses, dan selamat tinggal!"Ucap Daniel lalu mereka semua pergi.


"T-terima kasih banyak Tuan! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan anda ini!" Semoga hidup anda menyenangkan Tuan-tuan dan Nyonya!"Teriak si pemilik penginapan merasa begitu terharu.


Cynthia yang sedari tadi hanya menyaksikan hanya bisa terkesima dengan apa yang dilakukan suaminya.


Hihi...suamiku benar-benar luar biasa ya. Dia dihadapan orang lain bersikap dingin, namun sekalinya menolong orang, dia tidak tanggung-tanggung...


Tujuan mereka selanjutnya kini pergi menuju wilayah kerajaan Timur. Setelah setengah hari sampai kemudian, mereka tiba di sebuah pasar kecil. Daniel sempat mengernyit merasa heran karena pasarnya sangat sepi dan tidak ada orang yang berjualan. Semua tokonya rata-rata tutup padahal biasanya tidak pernah sekalipun akhir pekan.


Tidak hanya Daniel yang merasa aneh, tetapi Eden dan Cynthia juga sama.


"Permisi, bolehkah aku berbicara sebentar dengan anda?"Tanya Daniel sopan.


"Oh, A-anda bukankah Tuan Daniel?!"Tanya orang itu kaget langsung mengenali.


"Iya benar, aku Daniel. Bolehkah aku tahu mengapa pasar disini tutup? Lalu kenapa anda memakai baju serba hitam? Apa telah terjadi sesuatu disini?"Tanya Daniel beruntun merasa tidak sabar. Perasaannya kini menjadi tidak enak.


"Jadi anda belum tahu Tuan? Pasar ditutup karena Yang mulia baginda Raja meninggal, Tuan. Beliau baru saja meninggal tadi malam karena mengidap sakit stroke."Jawab orang itu.


Seketika Daniel merasakan ada yang menancap pisau di dadanya. Dia langsung mematung saat mendengar berita kematian ayahnya dan dia hampir tidak percaya dengan berita yang sangat tiba-tiba menurutnya itu.


Tak lama Cynthia menghampiri Daniel dan melihat reaksi Daniel yang aneh. Dia tidak bisa melihat ekspresi Daniel karena saat ini Daniel masih menutupnya dengan topeng.


"Daniel, ada apa?"Tanya Cynthia menjadi khawatir.


Tiba-tiba Daniel terduduk lemas dan membuat Cynthia kaget. Tak lama Eden juga berlari menghampiri karena melihat situasi yang terjadi.


"Tuan...!"


"Daniel...?! Apa yang terjadi? Katakan padaku!"Tanya Cynthia sangat khawatir.


"Anu, Nyonya. Anda istrinya Tuan Daniel bukan?"Tanya orang yang masih berada disitu.


"Iya benar..."Jawab Cynthia jujur.


"Apa anda sudah dengar jika Yang mulia baginda Raja meninggal? Beliau meninggal tadi malam dan baru di makamkan pagi tadi."Ucap orang itu lagi.


"APA? Ya Tuhan..."Cynthia pun reflek menutup mulutnya tidak percaya. Dia jadi ikutan lemas saat mendengar kematian sang baginda raja. Begitu juga Eden yang sama terkejutnya namun dia tidak bisa berkata-kata.


Daniel mengepal tangannya merasa begitu dendam. Di balik topengnya kedua matanya sudah memerah dan rahang wajahnya yang sudah mengeras merasa begitu murka. Rasanya dia ingin memotong-motong tubuh Ratu Lilian sekarang juga lalu membakarnya hidup-hidup.


Tapi walau begitu, dia tetap tidak mengeluarkan setetes air mata pun di kedua matanya yang memerah itu.


Tak lama Daniel bangkit kembali dan dia tiba-tiba berlari menuju istana yang tidak begitu jauh dari pasar.


"Daniel..! Anda mau pergi kemana Daniel! Tunggu Daniel!"Cynthia menjadi panik dan dia ikut mengejar Daniel yang berlari pergi meninggalkannya. Sayangnya Daniel berlari terlalu cepat dan tidak bisa terkejar.


Eden dengan cepat menarik tangan Cynthia untuk menghentikannya.


"Nyonya, kita tidak mungkin bisa mengejarnya lagi. Ayo ikut dengan saya ke kereta kuda. Saya yakin jika Tuan Daniel pasti pergi menuju istana."Ucap Eden.


"Ba-baiklah..."Cynthia akhirnya mengikuti Eden masuk ke dalam kereta kuda.


Sesuai dugaan Eden, Daniel benar-benar masuk ke dalam gerbang istana. Namun anehnya Daniel tiba-tiba menghilang.


"Lho, kemana perginya Daniel? Tadi jelas-jelas aku melihatnya dia masih di depan! Kenapa tiba-tiba dia menghilang?!"Tanya Cynthia menjadi sangat panik.


Next....