
Saat ini pasangan suami istri itu sedang tidur di satu ranjang dengan perasaan yang begitu gugup.
Cynthia tidak menyangka jika malam ini Daniel benaran tidur di kamarnya bersamanya. Hatinya begitu senang saat pria itu berada di sampingnya.
Selama beberapa menit mereka terus saling diam karena merasa begitu canggung.
Sementara Daniel, dia pada akhirnya tidak bisa tidur karena jantungnya terus berdebar dengan keras.
"Um, Cynthia. Kau belum tidur?"Tanya Daniel akhirnya membuka suara. Dia belum berani untuk melihat Cynthia yang sedang tiduran di sampingnya.
"Belum. Anda juga belum tidur?"
"Belum. Sepertinya aku tidak bisa tidur."Jawab Daniel.
"Aku juga sama..."
"Haha, aneh ya? Padahal kita kan sudah menjadi pasangan suami istri, tapi kita malah malu-malu seperti ini...."Ucap Daniel.
"Haha iya...itu karena kita baru pertama kali seperti ini. Aku sendiri tidak menduga bahwa anda tiba-tiba mau tidur disini...."Ucap Cynthia.
Daniel tidak menjawab dan malah diam saja. Dia sendiri tidak tahu kenapa dia ingin tidur di kamar Cynthia.
Mereka berdua akhirnya pun kembali diam.
"Anu...Daniel, besok rencana apa saja yang akan anda lakukan?"Tanya Cynthia akhirnya.
Tidak sahutan dari Daniel.
"Daniel?"Cynthia akhirnya memiringkan kepalanya dan melihat Daniel yang ternyata sudah memejamkan matanya.
Hei, tadi katanya kau tidak bisa tidur! Kenapa sekarang kau malah tidur?!
"Anda...sudah tidur rupanya? Haa...baiklah selamat malam, Daniel."Ucap Cynthia jadi sedikit kesal.
Ah, malam ini sungguh sangat mendebarkan! Yah, walaupun akhirnya kami berdua tidak melakukan apa-apa...
Cynthia memandang Daniel sebentar memastikan jika pria itu benar-benar sudah tidur. Karena sudah dipastikan tidur, Cynthia akhirnya memindahkan posisinya ke samping.
Cynthia menguap mulai merasa ngantuk. Matanya pun terpejam untuk mulai tidur.
Tiba-tiba Cynthia merasa ada yang bergerak di belakangnya dan sebuah tangan tiba-tiba memeluk tubuhnya.
Tentu saja Cynthia merasa terkejut karena Daniel tiba-tiba bergerak untuk merubah posisinya dan memeluk Cynthia dari belakang.
Cynthia hampir mau berteriak karena dikejutkan dengan pelukan mendadak dari suaminya.
Tenang, tenang Cynthia! Kau tidak boleh sampai membangunkan suamimu yang tampan ini. Ayo, ayo kau harus tidur juga!
Cynthia mencoba berusaha untuk tidur dan memejamkan matanya rapat-rapat.
Keesokan harinya, Daniel terbangun. Dia merasa lebih segar daripada biasanya. Daniel baru teringat jika dirinya tadi malam tidur di kamar Cynthia.
Dia melihat dirinya yang memeluk Cynthia dari posisi belakang. Daniel pun tersenyum lalu mengecup kening Cynthia. Dia ingin membiasakan hal itu kepada istrinya mulai sekarang.
"Selamat pagi, istriku!"Ucap Daniel dengan semangat.
"Selamat...pagi...Daniel..."Ucap Cynthia terdengar lemas.
"Eh? Cynthia kau sudah bangun kan? Ada apa denganmu? Apa kau sakit?"Tanya Daniel jadi khawatir.
Dia pun segera melihat wajah istrinya. Dia terkejut karena kedua mata Cynthia yang hitam bergelanggang.
"Ha ha ha, Anda sepertinya tadi malam tidurnya sangat nyenyak? Baguslah..."Ucap Cynthia malah nyengir dengan suara paraunya.
"Iya, aku semalam entah kenapa bisa tidur nyenyak lebih awal. Bagaimana denganmu? Apa kau tidak bisa tidur?"
Cynthia pun menggeleng. "Tidak. Aku tidak bisa tidur tadi malam..."
"Kenapa? Apa aku tidur disini membuatmu jadi tidak nyaman?"Tanya Daniel.
"Bukan! Aku senang sekali kok anda bisa tidur disini...aku tidak bisa tidur karena..."Cynthia malu-malu untuk memberitahunya.
"Karena apa? Katakan padaku!"
"Karena anda tadi malam memelukku...tapi anda salah memeluk karena yang anda peluk itu adalah dadaku...sampai pagi. Jadi itu sebabnya aku...tidak bisa tidur."Ucap Cynthia dengan wajah yang sudah merah padam.
Daniel terdiam sejenak saat mendengar jawaban dari Cynthia.
"A-aku begitu?! Ah maaf! Aku tidak sadar! Tolong maafkan aku, Cynthia!"Ucap Daniel jadi panik karena merasa sudah melakukan hal yang bodoh.
"Ka-kalau begitu aku pergi dulu. Kita akan bertemu lagi saat sarapan..."Ucap Daniel lalu segera pergi seperti orang linglung.
"Ah iya..."
Wah, tidak kusangka ternyata Daniel orang yang sepemalu ini...tapi dia tetap imut hehe.
Daniel pun dengan cepat keluar dari kamar Cynthia. Dia kemudian merasa kesal sendiri karena telah melakukan tindakan yang bodoh.
Apa yang sudah kulakukan?! Kenapa tadi malam aku begitu kepadanya?! Dia pasti menganggapku pria cabul kan! Argh sungguh menjengkelkan!
Tak lama setelah Daniel keluar dari kamar Cynthia, gantian Dayang Kyle yang datang dan mengetuk pintu.
"Nyonya, ini saya Kyle."
"Iya, masuklah Kyle."Jawab Cynthia.
Kyle kemudian masuk dan mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan Cynthia seperti biasa.
Setengah jam kemudian, Cynthia akhirnya sudah siap. Dia turun tangga untuk menuju ruang makan.
Dia melihat Daniel dan Cynthia sudah duduk di kursi makan seperti hari-hari kemarin.
Kyle membantu menarik kursi seperti biasa agar Cynthia bisa duduk.
"Selamat pagi Daniel. Selamat pagi Celina..."Ucap Cynthia seperti biasa.
"Selamat pagi Cynthia..."Ucap Daniel.
Celina tidak menjawab sambutan kakaknya.
Duh, anak itu lama-lama tidak sopan ya?
Cynthia jadi kesal karena Celina tidak menjawab sambutan kakaknya. Sejujurnya dia masih merasa canggung untuk duduk bersama dengan dua orang di meja makan itu. Pada akhirnya meja itu menjadi hening tanpa adanya obrolan biasa setiap pagi.
Dayang Kyle, pelayan Risa, Kepala pelayan Felix dan bahkan pekerja yang lainnya merasa aneh dengan ketiga majikan mereka. Mereka menyadari ketiga orang itu yang cuma diam selama sarapan. Mereka begitu penasaran kepada ketiga majikan mereka, namun mereka tidak berani untuk menanyakannya.
Setelah selesai sarapan...
"Cynthia, hari ini aku ada pekerjaan yang harus ku kerjakan. Aku akan kembali petang nanti."Ucap Daniel.
"Oh, baiklah. Selamat bekerja Daniel..."Ucap Cynthia.
Cup. Daniel mencium kening Cynthia. "Kalau begitu aku pergi dulu."
"Eh, i-iya..."Cynthia jadi gagap karena Daniel tiba-tiba mencium keningnya.
Celina yang sempat melihat jadi merasa lucu dengan kedua pasangan itu.
Wah, kak Daniel sudah mulai berani rupanya...
Akhirnya Daniel pergi. Sejujurnya Daniel masih merasa malu dengan Cynthia karena mengingat perkataan Cynthia tadi pagi.
Celina juga ikutan beranjak dari kursinya.
"Risa, ayo temani aku bermain di luar."Ucap Celina kepada Risa.
"Celina, tunggu."Panggil Cynthia.
"Tadi saat aku menyambutmu, kenapa kau tidak ikut menyapa? Sekarang kau berubah jadi anak yang tidak sopan begini? Apa kau masih marah kepada kakak? Memangnya kakak salah apa?"Tanya Cynthia akhirnya.
"Kakak tidak salah apa-apa..."Jawab Celina singkat.
"Begitukah? Tapi kenapa kau jadi menghindariku dan memasang wajah dingin seperti itu kepada kakak?
"Aku tidak menghindari kakak kok...aku hanya sedang di suasana hati yang buruk saja. Sudah ya kak, aku mau main dulu sama Kak Risa..."
"Ayo, Kak Risa."Panggil Celina.
Cynthia menjadi sedih dengan perlakuan Celina pagi ini.
"Nyonya...apakah anda...mau ikut bersama kami?"Tanya Risa bermaksud mengajak Cynthia.
Dia tidak tega saat melihat raut wajah Cynthia yang muram. Celina sedikit kaget dengan Risa yang ingin mengajak kakaknya juga.
Next....