
Cynthia merasa semakin tercekik dan dia hampir tidak bisa bernapas. Kekuatan Ratu Lilian cukup besar juga sehingga Cynthia tidak sempat untuk melepaskan diri dan membalasnya.
"Sekarang juga kau harus mati."Ucap Ratu Lilian kemudian membawanya ke lantai paling atas.
Cynthia berusaha memberontak namun dia sendiri sudah hampir kehilangan kekuatannya dan melemah.
Aku mohon dewa...aku tidak boleh sampai kalah...aku harus menyelamatkan semua orang...
Ratu Lilian membawa Cynthia ke lantai paling atas karena berniat untuk membunuh secara lebih cepat. Tercekik dan terlempar dari tempat yang tinggi adalah cara untuk memuaskan dendamnya.
Sementara Cynthia sibuk berdoa dan memohon di dalam batinnya. Darah segar tak lama keluar dari mulutnya.
Di samping itu, Daniel ternyata diam-diam sudah mengikuti Cynthia dan Ratu Lilian naik sampai ke lantai atas. Dia begitu terkejut saat melihat Ratu Lilian hendak membunuh wanita tercintanya bahkan saat ini kondisi Cynthia sudah kritis.
"Heh, tadi kau membangga-banggakan dirimu. Tapi lihat sekarang, aku hanya mencekikmu saja kau sudah tidak berdaya, hahaha...."
Daniel sangat ingin menyelamatkan Cynthia dan ikut membunuh Ratu Lilian. Namun dia bingung harus melakukan apa.
Ck, seharusnya tadi kutukanku tidak perlu dilepaskan dulu...sial!
"Hei nak, apa kau tahu? Suamimu itu sudah kujadikan tumbal lho. Kau pikir peliharaanku cuma satu? Salah satu peliharaanku sudah ada yang lapar. Kemungkinan besar suamimu akan jadi bahan makanan selanjutnya hari ini."
Daniel lebih terkejut dengan apa yang dikatakan Ratu Lilian barusan. Dia tidak pernah menyadari jika Ratu Lilian sudah menjadikannya tumbal.
"Biar kuberi tahu satu hal. Kami sekeluarga sudah turun-temurun setia dengan makhluk iblis dan sihir hitam. Kami tentunya memiliki banyak relasi untuk menghabisimu dalam sekejap. Jadi sebaiknya mulai sekarang kau menyerah saja."Ucap Ratu Lilian tersenyum puas.
"T...tidak...aku tidak...akan...menyerah...!"Ucap Cynthia berusaha bicara.
Ratu Lilian yang mendengarnya semakin emosi.
"Dasar keras kepala. Tapi kau tetap tidak punya pilihan selain mati."Ucap Ratu Lilian.
Ratu Lilian pun mulai melakukan aksinya.
Tiba-tiba Prang! Daniel memukul bagian kepala Ratu Lilian dengan botol wine sampai botol itu pecah dan pecahan kaca itu mengenai wajah Ratu Lilian dan berdarah. Wajahnya menjadi rusak dan menyeramkan.
Cynthia mendengarnya dan dia kaget saat melihat suaminya ada disitu.
"D..daniel...!"Teriak Cynthia dengan suara pelan.
"Cynthia! Bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu!"Teriak Daniel sambil menangis. Dia sangat tidak bisa melihat keadaan wanita tercintanya terluka seperti itu.
Ratu Lilian yang sejak tadi diam tiba-tiba tertawa.
"Hahahaha!!! Kalian benar-benar pasangan hidup dan semati hahaha! Dia bahkan memukulku dengan botol wine sampai wajahku menjdi rusak. Benar-benar luar biasa, aku akan menyiksa dan membunuh kalian berdua!"Teriak Ratu Lilian begitu murka.
Ratu Lilian menggunakan kekuatannya dengan mendorong tubuh Daniel dengan sangat kuat sampai menabrak dinding.
"Aaakh!"Ringis Daniel merasakan kepala dan tulang punggungnya yang sepertinya retak.
"Daniel!"Cynthia benar-benar sudah tidak tahan. Kemarahannya sudah diambang batas karena tidak menerima suaminya terluka seperti itu.
Tiba-tiba ada cahaya yang menyinari seluruh tubuh Cynthia. Kedua bola matanya juga berubah menjadi keemasan dan dia begitu bersinar seperti matahari. Ratu Lilian yang melihatnya terheran dan menjadi penasaran apa yang bakal ditunjukkan oleh Cynthia.
"Apa yang terjadi? Mengapa anginnya kencang sekali?"Tanya Hendry. Dia menjadi kesulitan menghadapi kudanya yang panik yang saat ini dia tunggangi.
"Nona Cynthia pasti sedang melakukan sesuatu di dalam sana. Dia menggunakan kekuatannya yang besar. Kurasa Ratu Lilian benar-benar sudah membuat wanita itu marah."Ucap Elizabeth memprediksi.
"Aku pernah baca satu mantra yang lumayan panjang dan tersulit untuk dihapal. Isinya tentang separuh dunia yang bergetar. Kemungkinan besar Nona Cynthia membaca mantra itu untuk mengerahkan seluruh kekuatannya. Dia cukup hebat untuk menghapalnya dalam waktu singkat. Itu sebabnya angin bisa menjadi sangat kencang seperti ini."Sambung Eden.
"Lalu jika begitu, apa yang akan terjadi?"Tanya Hendry.
"Kita harus lari! Istananya pasti akan segera hancur karena kekuatan sihir milik Nona Cynthia. Kita harus bersembunyi di tempat yang aman dan peringatkan setiap warga sekitar!"Teriak Elizabeth.
"Semuanya! Ayo kita segera pergi dari sini! Beritahu setiap warga yang kalian temui untuk segera menjauh dari wilayah istana!"Tegas Hendry memberitahu setiap pasukannya.
Mereka semua menuruti perintah Raja mereka dan bergegas keluar dari gerbang istana.
"Ngomong-ngomong dimana Daniel? Kenapa aku baru menyadari ketidakberadaannya bersama kita sekarang?!"Tanya Hendry menjadi cemas.
"Tuan Daniel pasti sedang ikut menyelamatkan istrinya. Kita tidak ada yang bisa membantunya dan hanya bisa berdoa. Kita selamatkan hal-hal yang kita bisa saja dulu untuk saat ini!"Ucap Eden.
Hendry tidak punya pilihan lain. Dia sendiri juga memiliki seorang wanita yang harus dilindunginya dan juga para rakyatnya meskipun dia sangat khawatir dengan kakaknya dan juga kakak iparnya.
Kak...maafkan aku! Aku harap kakak tidak menyerah!
Setelah mereka semua keluar dari wilayah istana, Cynthia menggunakan kekuatannya membuat seluruh tubuh Ratu Lilian membeku dan tidak bisa bergerak. Cynthia melihat Daniel yang tidak sadarkan diri dan dia mengangkatnya perlahan mendekat kearah sisinya.
Ratu Lilian akhirnya menjadi panik. Dia tidak bisa menggunakan kekuatannya sama sekali. Tiba-tiba dinding pertahanan pada bangunan istana mulai retak secara perlahan dan hancur.
Semuanya hancur dan tidak ada yang bersisa.
"Ratu Lilian Adore, anda harus mendapatkan karma dengan apa yang sudah anda perbuat selama ini. Anda juga sudah menghilangkan banyak nyawa dan korban demi kepuasan pribadi. Saya tahu bagaimana untuk membuat anda mati dengan tenang tanpa merasa sakit..."Ucap Cynthia tersenyum seperti malaikat.
Ratu Lilian menatapnya dengan tajam karena tidak terima. Dia tetap merasa hidupnya tidak adil dan paling menderita. Dia menjadi panik karena tidak bisa melakukan apa-apa bahkan bicara sekalipun.
"Maafkan saya Ratu Lilian...tapi hidup anda harus berakhir sampai disini..."Ucap lagi Cynthia kemudian menyentuh jantung milik Ratu Lilian menggunakan sihirnya. Jantung Ratu Lilian pun tiba-tiba berhenti.
Kedua mata Ratu Lilian terpejam dan nyawanya sudah tidak ada lagi. Sementara Cynthia, perlahan-lahan sinar cahaya di tubuhnya memudar. Warna bola matanya sudah kembali semula. Dia lalu membaringkan Daniel di atas tanah. Tak lama Cynthia merasa lemah dan dia tidak sadarkan diri.
*****
Kedua mata Cynthia terbuka dan dia menyadari dirinya berada di atas tempat tidur. Dia memegang kepalanya masih merasa sakit dan berdenyut.
"Dimana...ini? Dan dimana Daniel?! Bukankah waktu itu dia terluka?"Cynthia menjadi panik setelah mengingat semuanya. Pelan-pelan Cynthia kemudian duduk dan dia berusaha mengenali tempat dia sedang berada.
Ini...di kamar mana? Tempat tidurnya dan semua dekorasinya sangat mewah.
Cklek, tak lama ada seseorang yang membuka pintu. Cynthia merasa waspada dan sempat menyembunyikan wajahnya di balik selimut.
"Cynthia? Kau sudah bangun?"Ucap suara seorang pria yang Cynthia kenali.
Cynthia pun segera menoleh dari balik selimut dan ternyata yang datang adalah Daniel. Daniel berlari mengejarnya dan segera memeluknya dengan erat.
Next....