I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 18



Mendengar perkataan Daniel barusan membuat pipi Cynthia langsung merona.


"Cih, itu juga aku sudah tahu kok!"Ucap Cynthia jadi malu.


Daniel hanya tertawa merasa imut dengan sikap istrinya.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita segera istirahat? Aku merasa sedikit lelah..."Ucap Daniel.


"Ah...apa anda sudah makan malam?"Tanya Cynthia.


"Belum. Aku sedang tidak berselera makan. Malam ini aku boleh tidur disini lagi kan?"


"Eh, anda boleh tidur disini kapanpun yang anda inginkan, tapi sebaiknya anda harus makan malam dulu...anda kan sudah bekerja keras seharian ini..."


"Iya, tapi aku lagi tidak mau makan apapun...aku ingin langsung tidur saja. Ayo kita segera tidur..."Ucap Daniel sambil menarik tangan Cynthia untuk segera naik ke atas tempat tidur.


Cynthia cuma bisa terbawa arus di dalam pelukan Daniel. Pria itu bahkan tidak sempat mengganti pakaiannya. Cynthia merasa heran dengan sikap Daniel yang terlihat begitu lelah daripada hari biasanya.


Apa dia sengantuk itu? Tidak biasanya dia seperti ini...


Tadinya Cynthia belum merasa mengantuk. Tapi lama-kelamaan tanpa sadar dia sudah terbawa dalam mimpi.


Keesokan paginya, Cynthia terbangun dan melihat ke samping bahwa Daniel sudah tidak. lagi berada di sampingnya.


"Kau sudah bangun?"Tanya suara seseorang yang tak lain adalah Daniel.


Cynthia langsung mengalihkan perhatiannya ke arah sumber suara.


"Apa...tadi malam kau bisa tidur nyenyak?"Tanya Daniel sedikit malu-malu. Dia berusaha memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Uhm...iya aku bisa tidur nyenyak..."Ucap Cynthia ikut malu karena jadi mengingat kejadian kemarin.


"Huft, baguslah. Kalau begitu aku akan keluar dulu. Kau mandilah lalu nanti segera turun untuk sarapan. Hari ini aku akan di rumah seharian."Ucap Daniel.


Cynthia hampir tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Sudah lama dia memang menantikan Daniel untuk bersamanya dalam seharian penuh.


"Eh? Sungguh? Anda tidak akan bekerja hari ini?"


Daniel mengangguk. "Masalah pekerjaan sudah beres, hari ini aku ingin menghabiskan waktu bersamamu seharian."Ucap Daniel sambil tersenyum lembut.


Cynthia cuma manggut-manggut dengan pipi merona. Pagi-pagi dia sudah disambut yang manis-manis.


Setelah Daniel pergi, tak lama Dayang Kyle datang untuk menyiapkan keperluan Cynthia seperti biasa. Satu jam kemudian Cynthia segera turun untuk sarapan bersama adiknya dan juga suaminya.


Selesai makan, Celina dengan cepat beranjak dari kursinya.


"Kau mau kemana Celina?"Tanya Cynthia.


"Aku...mau pergi bermain di luar."Ucap Celina sedikit gugup.


"Aduh, dasar kau ini. Jangan hanya tahu main saja dong, kau ini tetap harus mempelajari kegiatan kebangsawanan!"Ucap Cynthia protes.


"Ck, aku juga sekarang sedang mempelajarinya kok! Kakak tidak perlu mengajariku!"Ucap Celina jadi sewot. Dia pun pergi begitu saja meninggalkan meja makan. Risa yang ada disana cuma bisa mengikuti dengan panik.


"Dasar anak itu!"Cynthia jadi ikut kesal melihat sikap adiknya.


"Sudahlah Cynthia. Dia itu sudah berumur 10 tahun. Untuk saat ini biarkan saja dia dulu. Daripada itu, ayo ikut denganku. Ada hal yang perlu kita bicarakan."Ucap Daniel.


"Eh, baiklah..."Cynthia sempat menghela napas kemudian berjalan mengikuti punggung suaminya ke suatu tempat.


"Wah, cantik sekali...!"Ucap Cynthia terpesona dengan apa yang dilihatnya.


"Syukurlah kau menyukainya. Aku sengaja menanam bunga mawar disini karena aku menyukainya."Ucap Daniel.


"Anda sesuka itu ya dengan bunga mawar? Aku lihat di setiap kamar diletakkan vas dengan bunga mawar di atas meja. Pasti ada alasannya kan kenapa anda suka sekali dengan bunga mawar?"Tanya Cynthia jadi penasaran kembali.


"Heh, kau ini serba penasaran ya? Aku menyukainya karena itu jadi sebuah kenangan untukku. 15 tahun sebelum aku dikutuk, aku memiliki banyak kenangan bersama dengan bunga ini. Kalau di ceritakan lumayan panjang juga..."Ucap Daniel. Tatapannya seketika menjadi kosong memandang ke arah bunga-bunga mawar yang terbawa terpaan angin.


"Aku bersedia untuk mendengar seluruh cerita anda, Daniel. Aku ingin anda bisa terbuka denganku. Aku tahu kalau aku tidak akan bisa membantu banyak, tetapi setidaknya aku ini adalah seorang pendengar yang baik! Anda bisa percaya kepadaku! Aku bersumpah tidak akan pernah berkhianat karena anda juga sudah sangat baik kepadaku selama ini..."Ucap Cynthia.


Daniel terdiam. Ada perasaan terharu saat Cynthia berkata begitu. Hatinya jadi sedikit lebih tenang karena sepertinya Cynthia benar-benar bisa dipercaya.


"Sebelum itu...aku minta maaf."Ucap Daniel kembali sedih.


"Eh? Minta maaf untuk apa?"


"Maaf karena aku belum menyempatkan waktuku bersamamu. Aku sibuk dengan pekerjaanku dan membiarkanmu sendirian disini. Sejujurnya aku sangat kepikiran denganmu selama aku tidak berada disini. Aku benar-benar sangat mengkhawatirkanmu, Cynthia...maaf ya..."


"Eh, aku tidak apa-apa kok Daniel! Orang-orang disini cukup ramah dan sangat baik kepadaku! Aku benar-benar sangat senang dan berterima kasih banyak denganmu dan juga yang lainnya!"


"Benarkah begitu? Syukurlah. Tapi aku melewatkan satu hal."Ucap Daniel. Ekspresinya langsung berubah.


"Huh? Apa itu?"Cynthia merasa bingung.


"Semalam kakakmu datang kemari kan? Maaf, seharusnya aku melarang para pengawal supaya tidak membiarkan dia masuk. Kau pasti kesal sekali semalam kan?"Tanya Daniel merasa bersalah.


"Ah, anda sudah tahu ya? Tidak masalah kok. Lagipula kak Crystal cuma mengancamku hal yang tidak penting seperti jangan sok kenal dengannya, tapi aku sudah katakan padanya kalau aku sendiri juga tidak peduli. Kalau pun anda melarang dia untuk datang kemari, sepertinya tidak akan bisa karena katanya dia akan mengancam dengan menggunakan Putra Mahkota Hendry!"


"Heh, aku bisa membereskannya dengan mudah. Kau tahu, putra mahkota Hendry itu pasti akan menurut denganku."Ucap Daniel sambil tersenyum.


"Hee?! kok bisa??"


"Akan aku ceritakan nanti. Kau juga pasti penasaran hubunganku dengannya kan? Intinya mulai sekarang keluargamu tidak akan kuizinkan untuk datang kemari. Mereka seharusnya bertemu langsung denganku."Ucap Daniel dengan ekspresi dingin.


Glek. Cynthia cuma bisa menelan salivanya. Dia sudah bisa menebak bahwa Daniel ketika marah pasti akan sangat menyeramkan.


"Selain itu, aku juga berencana untuk mengajakmu berbulan madu di suatu tempat. Aku benar-benar bodoh karena melupakan hal itu di hari pernikahan kita."Ucap Daniel.


"Berbulan madu? Oh, aku juga...tidak kepikiran kesitu karena disini saja aku sudah lebih dari cukup..."Balas Cynthia.


"Tidak bisa. Kita tetap harus berbulan madu. Aku juga sudah lama tidak jalan-jalan. Aku akan memberitahumu harinya saat sudah kuputuskan nanti."


"Baiklah..."


"Uhm, Daniel. Ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan dengan anda."


"Tanyakan saja."Balas Daniel.


"Kenapa anda mau menikah denganku? Padahal kita belum pernah bertemu sebelumnya dan aku juga belum tahu apa-apa tentang diri anda. Aku ini tidak punya kelebihan apa-apa...seharusnya anda kan waktu itu menola--"


"Shh..."Daniel dengan cepat menutup bibir Cynthia dengan jarinya.


"Aku sendiri juga tidak tahu. Waktu itu aku juga ingin merasakan yang namanya menikah. Kurasa ini memang sudah takdir kita dipertemukan seperti ini."


Next....