I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 35



Duh, ini semua salahku!


Cynthia seketika menyesali dirinya tentang permintaannya mengenai Celina yang ingin melihat wajah Daniel.


"Celina! Seharusnya kau jangan bilang begitu kepada Kakak iparmu!"Ucap Cynthia tiba-tiba marah.


"Apa? Tapi kan kakak menyuruhku untuk memberikan pendapatku! Aku hanya mengatakan faktanya saja!"Balas Celina.


"Iya, kakak tahu. Tapi kau juga harus pikirkan perasaan kakak iparmu!"Bentak lagi Cynthia.


"Ma-maafkan aku..."Ucap Celina hampir menangis. Dia belum pernah dibentak oleh kakaknya seperti ini sebelumnya.


"Sekarang kembalilah ke kamarmu."


Celina menurut dan dia berlari masuk ke dalam kamarnya. Sepertinya dia menangis kali ini.


Cynthia langsung memegang tengkuknya merasa frustasi. Dia tidak tahu bagaimana cara untuk membujuk Daniel. Pikiran jahat mulai menghantui Cynthia dan takut jika malam ini Daniel tidak pulang.


Dan firasatnya benar, malamnya Cynthia menunggu suaminya itu untuk kembali namun tidak kunjung kembali. Jam sudah menunjukkan setengah dua belas malam. Dia bahkan sampai menangis karena terus menyalahkan dirinya.


Tiba-tiba Cklek, pintu kamar terbuka dan Cynthia sedikit kaget dengan suaranya. Dia menoleh dan melihat sosok yang masuk ke dalam kamar. Ternyata Daniel yang baru kembali pulang.


Dia melihat Cynthia yang meringkuk di atas ranjang sambil menangis.


"Cynthia? Ada apa? Kenapa kau menangis?"Tanya Daniel panik langsung mendekati Cynthia.


Cynthia lalu berlari ke arah Daniel dan memeluk pria itu dengan erat.


"Cynthia...? Sudah tidak apa-apa. Aku sudah kembali. Maaf aku pulangnya terlalu malam...kau pasti takut ya?"Ucap Daniel berusaha menenangkan Cynthia. Dia juga mengelus kepala Cynthia dengan lembut.


"Hiks....Daniel, kupikir anda benar-benar tidak akan kembali...aku sangat takut...maafkan aku karena sudah mengajukan permintaan aneh kepada anda...hiks..."


"Kenapa harus minta maaf? Kau tidak salah apa-apa Cynthia. Aku tidak marah soal itu kok. Justru jawabannya semakin jelas jika kau yang sepertinya memiliki kekuatan sihir putih."Ucap Daniel.


"Benarkah? Tapi anda tadi sepertinya sedih saat Celina mengatakan pendapatnya..."


"Iya, sedikit. Itu makanya aku sengaja pulang sedikit larut malam agar adikmu tidak takut saat melihatku..."Ucap Daniel tersenyum pahit.


Cynthia jadi semakin merasakan perih dihatinya.


"Anda tidak perlu memikirkan perasaan adikku. Dia baik-baik saja. Dia sama sekali tidak mempermasalahkannya, percayalah kepadaku Daniel!"


"Haha, aku percaya kok Cynthia..."Ucap Daniel sambil mengecup kening Cynthia.


"Sebenarnya ada banyak sekali yang ingin kubicarakan denganmu. Tapi aku terlambat karena sudah terlalu malam."Ucap Daniel.


"Apa anda...sudah mengantuk?"Tanya Cynthia.


"Hmm, sedikit. Aku pergi membersihkan diri dulu. Setelah itu kita tidur oke?"


"Hmm, baiklah."Cynthia sudah merasa sedikit tenang setelah Daniel kembali.


Keesokan paginya, Cynthia terbangun dan dia melihat Daniel yang masih tidur di sampingnya.


"Daniel...anda tidak pergi bekerja?"Tanya Cynthia membangunkan suaminya.


Daniel membuka matanya sedikit kemudian memejamkannya kembali. "Tidak. Hari ini aku ingin dirumah saja. Aku sudah katakan pada para bawahanku biar mereka mengurusnya."


"Begitu? Aku penasaran, jika anda sudah memiliki bawahan, mengapa anda masih pergi bekerja?"Tanya Cynthia heran.


"Itu karena aku atasan mereka. Aku hanya bertugas untuk mengawasi mereka dan mengurus para pelanggan yang ingin menempah permata kami."Jawab Daniel.


"Ah, jadi begitu rupanya...ngomong-ngomong tadi malam anda bilang ingin membicarakan banyak hal kepadaku?"


"Oh ya benar. Semalam ketika aku pergi, aku bertemu dengan pangeran Hendry. Dia mendatangiku dengan ekspresi tegang. Katanya dia baru saja memutuskan Nona Crystal karena Nona Crystal sudah berani menipunya."


"Menipu?"


"Apa? Jadi aku harus bagaimana?"Tanya Cynthia seketika panik.


"Tidak apa-apa. Kau tenang saja. Katanya dia akan menjaga rahasiamu dan dia sampai sekarang belum tahu wajahmu seperti apa. Dia hanya tahu jika kau adalah adik Crystal dari keluarga Martinez."


"Lalu apa alasan Pangeran Hendry marah?"Tanya Cynthia.


"Katanya dia marah karena Nona Crystal sudah berani menipu dengan mengatakan dia cuma memiliki dua saudara yakni Celina dan Carl. Dia jadi begitu membenci Nona Crystal karena sudah mengetahui sifat aslinya."Jawab Daniel.


"Bwahahaha! Akhirnya dia dapat karmanya! Aku puas sekali kakak akhirnya diputuskan juga oleh pangeran Hendry. Anda tahu, dia terlihat sangat menyebalkan saat membanggakan dirinya berpacaran dengan yang mulia pangeran Hendry sewaktu berkunjung kemari. Rasanya aku ingin muntah di hadapannya langsung!"


"Hahaha aku juga setuju! Lalu...masalah memiliki anak. Apa kau tahu alasanku untuk tidak ingin memiliki anak untuk saat ini?"Tanya Daniel langsung mengganti topik.


Deg, seketika Cynthia merasa gugup saat Daniel membahas anak.


"Tidak...aku tidak tahu."


"Alasannya karena diriku masih dikutuk. Aku takut jika anak kita terkena kutukan ini. Jadi aku berpikir jika kutukanku sembuh, baru kita bisa memiliki anak. Aku baru bisa merasa yakin jika kutukan ini dihilangkan dan membalas dendam perbuatan Ratu Lilian."


"Oh, begitu ternyata...aku tidak apa-apa Daniel. Waktu kita masih panjang untuk memiliki anak, benar kan?"


"Untukmu yang masih berusia 22 tahun mungkin masih panjang, tetapi tidak untukku yang sudah memasuki usia 30 tahun..."Ucap lagi Daniel merasa tidak percaya diri.


"Jadi usia anda sudah 30 tahun?! Aku tidak percaya!"Ucap Cynthia kaget.


"Jadi kau baru tahu usiaku sekarang?"


"Hehe, maaf aku lupa menanyakannya. Aku pikir anda hanya beda setahun saja denganku...soalnya wajah anda benar-benar awet muda layaknya seorang remaja yang tampan."Ucap Cynthia sambil nyengir.


"Sungguh? Haha, kalau begitu terima kasih."


"Menurutku tidak masalah jika anda memiliki anak di usia 30 tahun karena usia segitu masih belum terlalu tua."Ucap Cynthia.


Daniel tersenyum. "Kau ingin sekali ya memiliki anak?"


Cynthia tersenyum sejenak. "Kurasa iya...aku membayangkan jika anak kita mirip dengan ayahnya yang tampan..."


Tok, tok, tok seseorang dari luar mengetuk pintu.


"Tuan Daniel dan Nyonya Cynthia, apakah anda berdua sudah bangun? Maaf mengganggu waktunya, tetapi Ini sudah waktunya untuk sarapan Tuan dan Nyonya..."Panggil Kepala pelayan Felix dari balik pintu.


"Oh, baik Felix. Kami sudah bangun. Kami akan turun untuk sarapan sebentar lagi."Jawab Daniel.


"Baik Tuan."


"Daniel, apakah hari ini anda mau sarapan dengan kami, maksudku bersama dengan Celina juga?"Tanya Cynthia merasa sedikit khawatir.


"Iya. Aku sudah tidak khawatir soal pendapat Celina lagi mengenai diriku karena aku percaya padamu."Ucap Daniel.


"Benarkah? Anda yakin?"


Cup. Daniel memberi kecupan di bibir Cynthia. "Aku benar-benar yakin. Ayo kita segera bersiap untuk sarapan. Celina juga pasti sudah menunggu kita."Ucap Daniel segera beranjak dari tempat tidur.


Setengah jam kemudian, mereka berdua turun untuk sarapan. Celina tampan canggung saat makan bersama mereka.


Setelah siap makan, Celina beranjak dari kursinya lalu berjalan menghampiri Daniel.


"Kakak ipar...aku...minta maaf soal semalam...aku.."Ucap Celina merasa bersalah.


"Hm? Sudah tidak apa-apa Celina. Aku tahu. Aku tidak mempermasalahkannya. Justru aku berterima kasih karena kau sudah berani mengatakannya dengan jujur."Ucap Daniel santai.


"S-sungguh?"Tanya Celina kaget.


Daniel menjawab dengan anggukan.


Next....