
"Hahaha, anda berdua sekaget itu ya? Memang banyak yang mengatakan jika perawakan saya tidak sesuai dengan umur saya. Malah banyak yang mengira jika saya ini masih remaja."Ucap Eden tertawa.
"Bagaimana anda bisa seawet itu? Apa anda memiliki ramuan atau semacamnya agar tetap awet muda seperti itu?"Tanya Cynthia mulai penasaran.
"Saya tidak memakai ramuan apapun kok, Nyonya. Hanya dari faktor keturunan."Jawab Eden.
"oh, kalau begitu apakah anda sudah menikah?"Tanya Cynthia lagi.
Eden tiba-tiba terdiam saat Cynthia menanyakan soal pernikahannya.
"Cynthia, sebaiknya kau jangan membicarakan hal pribadi orang lain seperti itu."Ucap Daniel yang peka.
"Eh? Ma-maafkan saya...!"Ucap Cynthia seketika menunduk merasa bersalah.
"Haha, tidak apa-apa Nyonya. Saya belum menikah tetapi, saya pernah sempat bertunangan beberapa kali dengan beberapa wanita. Namun sayangnya, setiap kali mendekati pernikahan, tunangan saya meninggal."Ucap Eden.
"Ah begitu ya..."Cynthia tertunduk merasa sangat menyesal karena sudah bertanya.
"Saya sendiri juga tidak tahu apa yang menyebabkan setiap tunangan saya meninggal. Saya pikir mungkin itu memang gara-gara saya. Ada saja kecelakaan yang menyebabkan setiap tunangan saya meninggal karenanya. Itu sebabnya saya jadi takut dan belum siap untuk menikah. Saya bahkan berpikir mungkin sebaiknya saya tidak perlu menikah."Ucap Eden tersenyum pahit.
Cynthia dan Daniel hanya bisa diam mendengarnya. Mereka sendiri tidak tahu harus menjawab apa. Tapi mereka yakin jika kemungkinan besar hal itu ada kaitannya dengan kutukan sihir hitam.
"Apa kau pernah berpikir jika hal yang kau alami ini ada kaitannya dengan kutukan?"Tanya Daniel.
"Tentu saja. Tapi saya tidak tahu kapan dan mengapa saya terkena kutukan ini."Ucap Eden.
"Baiklah, daripada pembicaraan ini semakin panjang, alangkah baiknya jika kau mengajarkan kami tentang tulisan-tulisan sihir itu mulai sekarang agar kita bisa lebih cepat mencari jalan keluar untuk selamat. Aku sendiri juga memikirkan kondisi Yang mulia putra mahkota Hendry dan istrinya karena mereka saat ini dijadikan tumbal. Jika kita tidak tepat waktu, mereka juga akan segera mati."Ucap Daniel.
"Ba-baiklah...maaf gara-gara saya pembicaraannya jadi semakin panjang...kita akan mulai dari sini..."
Beberapa jam, beberapa hari dan bahkan sampai berminggu-minggu mereka mempelajari mantra-mantra sihir. Tapi untunglah Cynthia cepat mempelajarinya.
"Akhirnya aku sudah bisa menghapalnya!"Sorak Cynthia gembira.
"Bagus! Sekarang yang perlu kita lakukan adalah pergi ke kolam suci yang ada di gunung Freesea."Ucap Eden membuat kedua pasutri itu terkejut.
"Kau bilang apa? Pergi ke kolam kematian itu? Apa hanya itu satu-satunya cara sebagai jalan keluarnya?"Tanya Daniel.
"Tentu saja. Jalan mana lagi? Saya sudah tahu jika Nyonya Cynthia memiliki kekuatan sihir putih. Dan saya juga tahu jika dia adalah cucunya Tuan George. Perawakan anda berdua hampir mirip walaupun saya belum bisa melihat wajah anda karena anda menutupinya dengan topeng. Saya tidak tahu apa alasannya tapi yang jelas, saya sangat bersyukur jika Nyonya Cynthia lah yang memiliki kekuatan sihir putih itu. Dan....anda berdua tidak perlu khawatir. Saya yakin Nyonya Cynthia selamat saat menyelam di kolam itu."Ucap Eden terlihat enteng.
"Bagaimana kau bisa mengatakannya dengan setenang itu?! Apa kau belum pernah dengar sudah banyak korban hilang ditelan kolam itu? Aku bahkan tidak sudi jika kolam itu dinamakan kolam suci! Jika terjadi sesuatu pada istriku, aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu bahkan diriku sendiri..."Ucap Daniel sambil menarik kerah baju Eden.
"Tuh dengar, istri anda sendiri mengatakan jika dia tidak takut. Kolam suci memang aslinya sangat mengerikan. Itu karena yang menyelam di kolam itu adalah orang-orang yang tidak memiliki kekuatan apapun. Tapi Nyonya Cynthia memilikinya dan dirinya akan dibuktikan dari pancar aura yang keluar dari dalam dirinya saat sudah menyelam di kolam itu. Dia juga akan langsung bisa menggunakan dan menguasai sihir yang dimilikinya."Ucap Eden lagi.
Daniel terdiam. Dirinya benar-benar terjepit oleh keputusan dan waktu.
"Daniel, percayalah. Kali ini saja ya...."Ucap Cynthia memohon. Dia sampai menggenggam tangan Daniel.
"Haah...membuatku hampir gila saja. Baiklah. Tapi tolong berikan aku waktu beberapa hari lagi untuk memikirkannya dengan matang."Ucap Daniel kemudian pergi. Dia sepertinya membutuhkan waktu untuk sendiri.
"Haah, dia sekhawatir itu padaku ya...."Ucap Cynthia.
"Pfft, itu berarti tuan Daniel sangat begitu mencintai anda, Nyonya. Anda sungguh beruntung. Biarkan saja dia dulu, dia butuh waktu untuk sendirian."Balas Eden.
Malamnya, Daniel masuk ke kamar dan tiba-tiba bergelayut manja dengan Cynthia. Dia memeluk Cynthia dari belakang dan mengangkat tubuh Cynthia kepangkuannya.
"Eh, Daniel? Ada apa...? Anda masih memikirkan ucapan Eden tadi ya?"Tanya Cynthia.
"Aku tidak rela...kau satu-satunya pendampingku. Aku tidak mau ada terjadi sesuatu padamu walau sekecil apapun. Kau tahu jika aku sudah kehilangan banyak hal...ibuku, pamanku, semuanya pergi meninggalkanku..."Ucap Daniel.
Cynthia terdiam merasa sangat kasihan. Dia bisa merasakan apa yang dirasakan pria itu. Dia jadi tahu bahwa ada yang jauh lebih menderita kehidupannya dari pada dirinya meskipun dirinya tidak mendapat cinta dari keluarganya.
"Daniel, takdir kita sepertinya hampir serupa ya? Itu mungkin sebabnya kita dipertemukan seperti ini. Aku juga belum sempat menceritakan tentang ayahku yang diputuskan jabatannya sebagai Count."Ucap Cynthia.
"Benar juga. Aku penasaran bagaimana ayahmu bisa tidak menjadi count lagi."
"Itu karena...ayahku sering melakukan korupsi. Para mentri sudah pusing menghadapi ayahku, pada akhirnya dia dipecat sebagai seorang count. Dia juga sudah sempat di penjara dan di keluarkan sebagai orang biasa yang tinggal di desa. Tapi yang membuatku kesal, uang yang selama ini dia kumpulkan malah dihabiskan untuk judi. Itu sebabnya ibuku menjadi depresi dan dia pun akhirnya meninggal."Ucap Cynthia teringat masa lalunya.
"Ah, jadi begitu ya. Ayahmu seperti tidak punya pikiran ya. Aku saja panas mendengarnya karena sampai sekarang ayahmu tidak berubah."Ucap Daniel.
"Haha, tapi sekarang aku sudah tidak bersamanya lagi dan itu membuatku tenang. Dia tidak akan menyiksaku lagi dan Celina juga sudah aman disini. Jika waktu itu aku membiarkan Celina tetap tinggal di rumah ayah, kemungkinan besar ayah akan menjual putrinya sendiri."Ucap Cynthia.
"Hmm, aku mengerti."
"Ini semua berkat anda, suamiku. Jika anda tidak menyelamatkanku saat itu, mungkin aku akan tetap menderita selamanya bersama ayahku yang gila itu. Meskipun awalnya anda menikahiku sebagai ganti hutang ayahku, tapi anda tetap memperlakukanku dengan sangat baik. Aku sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan anda. Itu makanya aku juga ingin menjadi berguna meskipun aku tidak sepintar atau secantik wanita lain. Aku benar-benar ingin pergi ke kolam suci dan ikut membalas dendam perbuatan Ratu Lilian dan menyelamatkan Yang mulia putra mahkota Hendry juga tentunya!"Ucap Cynthia.
Daniel cukup terharu dengan perkataan Cynthia. Dia jadi semakin tidak tega untuk membiarkan Cynthia pergi ke kolam suci sebagai penyelamat kutukannya. Itu tidak beda jauh dengan Cynthia yang menjadi korban demi sebuah kutukan dan balas dendam.
Next....