I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 19



Seminggu kemudian, Daniel benar-benar melaksanakan janjinya mengenai bulan madu bersama istrinya. Saat ini Jantung keduanya berdetak dengan kencang seolah sudah tidak sabar untuk menunggu penantian yang sudah lama itu.


Mereka bangun subuh-subuh untuk bersiap-siap menuju perjalanan panjang.


Celina bahkan diajak sekedar untuk liburan bersama ke suatu tempat yang indah dan menyenangkan untuk dikunjungi. Tak lupa Dayang Kyle dan juga Pelayan Risa yang juga ikut untuk mengurus kedua majikan mereka.


"Kak! Kita akan pergi kemana?!"Tanya Celina heboh.


"Hmm, kakak juga kurang tahu. Tapi kata Daniel, kita akan pergi ke negara lain."Ucap Cynthia.


"Oh begitu? Asyik! Akhirnya bisa jalan-jalan ke luar negeri!"Ucap Celina kegirangan.


Tak lama Daniel muncul.


"Hei, apa kalian semua sudah bersiap-siap? Kita harus pergi sekarang."Ucap Daniel.


"Sudah! Para pelayan juga sudah mengemas barang-barangnya."Jawab Cynthia. Dia memakai gaun yang senyaman mungkin untuk perjalanan panjang mereka hari ini.


"Baiklah. Ayo kita berangkat sekarang. Kita akan naik kereta api dan itu membutuhkan waktu sekitar 1 hari untuk sampai kesana."


Mereka semua kemudian berangkat menaiki kereta kuda dan perjalanan menuju stasiun memakan waktu sekitar setengah jam.


Sesampai di stasiun mereka pun melanjutkan perjalanan dengan kereta api.


Di dalam kereta api....


"Ehm, Cynthia bagaimana perasaanmu? Apa kau senang hari ini?"Tanya Daniel.


"Tentu saja! Ini adalah impianku bisa pergi liburan seperti ini. Aku juga tidak pernah menyangka bisa pergi ke luar negeri. Rasanya seperti mimpi..."Ucap Cynthia terlihat begitu bahagia. Dia memandang bukit-bukit yang ada di luar jendela.


"Benarkah? Jadi kau memang belum pernah pergi ke luar negeri sebelumnya?"


"Belum...yang hanya pernah pergi cuma ayah dan ibuku saja. Mereka pergi karena pekerjaan. "Jawab Cynthia.


"Ah, begitu...memangnya ayah dan ibumu bekerja sebagai apa sebelumnya?"


"Mereka itu...tadinya adalah seorang Count dan Countess, hanya saja saat itu ada masalah besar yang pernah dilakukan ayahku, jadinya gelar ayahku di cabut..."Ucap Cynthia menjadi gugup.


Daniel terdiam sejenak merasa terkejut saat mendengar kedua orang tua Cynthia ternyata memiliki gelar Count. Meskipun gelar itu yang paling rendah, dia pikir Cynthia hanyalah seorang anak dari keluarga biasa saja tanpa adanya gelar bangsawan.


"Jadi...kedua orang tuamu dulunya adalah seorang count?"


"Itu benar....mereka cukup sering pergi ke luar negeri untuk memeriksa beberapa saham pertanian yang ada di desa."


"Lalu...jika aku boleh tahu, kenapa ayahmu sampai di cabut gelar bangsawannya?"


Cynthia sedikit lama untuk menjawab. Ada perasaan takut yang ada di ekspresinya. Daniel menyadari Cynthia yang sepertinya belum bisa menjawab alasannya.


"Kalau kau belum siap mengatakannya tidak apa. Aku akan selalu menunggu sampai kau benar-benar siap untuk menceritakannya kepadaku. Kau tidak perlu khawatir hal yang lainnya karena aku percaya padamu, Cynthia."Ucap Daniel.


Cynthia seketika tersenyum. "Baik, terima kasih Daniel..."


"Kau tahu Cynthia, kau sendiri sudah begitu setia untuk menunggu aku menceritakan tentang diriku. Sebenarnya aku memang sedikit keberatan karena aku takut kau akan menganggap cerita hidupku sungguh sadis. Disamping itu aku juga dihadapkan dengan sihir jahat yang membuatku jadi seperti ini."


Deg, Cynthia tidak percaya jika Daniel ternyata terkena sihir hitam.


"Apa sekarang kau mau mendengarkan cerita hidupku?"Tanya Daniel yang sepertinya sudah siap.


Cynthia sempat menelan salivanya saat Daniel menawarkan diri untuk menceritakan tentang dirinya.


"Ah, Aku siap mendengarkan."Ucap Cynthia terlihat gugup.


"Eh, iya ya? Ha ha...baiklah, janji ya?"Ucap Cynthia menjadi salah tingkah.


"Janji!"


Tak lama Celina muncul entah darimana. Padahal dia sebelumnya sedang tertidur di bangku paling depan.


"Janji apa sih? Apa jangan-jangan kalian berjanji untuk membuat adik untukku??"Tanya Celina dengan polosnya.


Kedua pasangan itu seketika terdiam.


"Celina! Apa katamu?! Dasar tidak sopan! Kupikir kau tidur di tempat dudukmu!"Ucap Cynthia menjadi marah besar.


"Eh? Apa aku salah? Seharusnya kedua pasangan yang sudah menikah itu kan punya anak? Aku ingin sekali segera memiliki adik untuk kuajak bermain tahu!"Jawab Celina.


"Apa?!"


"Baiklah, sesuai permintaanmu tuan putri, kami pasti akan membuat adik untukmu."Ucap Daniel terlihat tenang.


Cynthia seketika melotot ke arah Daniel merasa begitu shock.


"Horee!! Aku akan segera punya adik keponakan!"Ucap Celina melompat kegirangan.


"Celina, jaga sikapmu! Kau tidak boleh melompat-lompat di dalam kereta api! Nanti kalau kau jatuh bagaimana?! Sekarang kembalilah ke tempat dudukmu. Dan kakak peringatkan kau jangan menguping pembicaraan orang lain sembarangan karena itu tidak sopan!"


"Cih, kakak sungguh menyebalkan!"Ucap Celina kemudian berlari ke tempat duduknya kembali.


Daniel cuma bisa melongo dengan istrinya yang sangat galak ketika marah. Tapi tetap saja imut baginya.


"Cynthia, apa kau tidak terlalu berlebihan kepada adikmu?"


"Tidak tuh. Anak itu sudah 10 tahun. Seharusnya dia sekarang sudah tahu bagaimana caranya bersikap apalagi di depan seorang Duke!"


"Baiklah. Tapi kuharap kau tidak terlalu keras padanya, Cynthia."Ucap Daniel.


Cynthia diam saja. Pikirannya jadi berlarian kemana-mana apalagi saat mengingat perkataan Daniel yang mau mengabulkan permintaan adiknya.


Ahh! Dia serius?! Apakah memang sudah saatnya?! Apa yang kupikirkan?! Dasar perempuan mesum!


Daniel yang memerhatikan ekspresi Cynthia yang cepat berubah membuatnya jadi heran dan sedikit cemas.


Apa yang dipikirkannya? Kenapa dia terlihat gelisah begitu? Apa dia masih kesal dengan adiknya??


Beberapa jam lagi kereta api akan segera sampai ke tujuan. Saat ini hari sudah gelap dan mereka semua beristirahat di dalam kereta api itu.


Keesokan paginya, ada seseorang yang menyentuh bahu Cynthia lalu menyenggolnya dengan pelan. Cynthia pun terbangun dan membuka matanya.


"Cynthia, maaf aku telah mengganggu tidurmu. Tapi lihatlah ke samping jendelamu, pemandangan di luar sana."Ucap Daniel sambil menunjuk ke arah jendela yang ada di samping Cynthia.


Cynthia sempat menguap karena masih mengantuk. Dia bahkan masih setengah sadar karena baru bangun. Dan dia pun mengikuti arah tangan Daniel.


Saat Cynthia melihat ke luar jendela, dirinya langsung membelalakkan matanya melihat pemandangan luar biasa.


Lautan terbentang dengan sangat luas. Airnya begitu biru dengan pasir yang sangat halus dan putih di pinggirnya.


"Wah, cantik sekali! Ini di pantai?!"


Next....


Halo para readers, maafkan Author karena jarang sekali update. Author hanya bisa update ketika benar-benar ada waktu dan meluangkannya sebisa mungkin minimal satu episode. Author jarang update karena memiliki urusan keluarga. Ibu Author sedang sakit. Saya harap para readers bisa memakluminya dan saya berterima kasih sekali lagi karena para readers sudah mau setia membaca karya saya. Salam hangat dari Author GEMINIE.