I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 6



Daniel sudah menduga bahwa Hendry akan segera mengetahui kabar pernikahannya.


"Iya, dia seorang wanita yang cantik."Jawab Daniel berkata jujur.


"Wow, aku tidak sangka jika gadis itu mau menikah dengan kakak. Apa alasannya tiba-tiba dia mau menikah denganmu? Kupikir kakak tidak akan pernah menikah selamanya."Ucap Hendry.


Dia sedang memprovokasiku ya?


"Tidak ada alasan. Dia cuma mau menerima lamaranku dan dia menyukaiku. Itu saja."Ucap Daniel singkat.


"Huh? Aku tidak percaya! Aku jadi semakin penasaran padanya apa yang membuatnya suka padamu."


"Ck, kalau tidak percaya ya sudah. Kau memanggilku kemari hanya untuk membicarakan ini? Kalau begitu lebih baik aku pergi."Ucap Daniel menjadi kesal.


"Kenapa harus pergi secepat ini? Masih banyak yang ingin aku tanyakan, padamu lho kak."Ucap Hendry sambil tersenyum samar.


"Heh, kau akan segera mengetahui jawabannya besok."Ucap Daniel.


"Jadi kau akan membawanya ikut bersamamu besok?!"Tanya Hendry.


Daniel tidak menjawabnya. Dia balik badan untuk berjalan pulang.


Hendry hanya tersenyum melihat kepergian Daniel begitu saja.


Huh, menarik!


Sementara itu di kastil, Cynthia yang masih berdiri di balkon mendengar suara ketukan pintu kamarnya.


"Kak, ini aku Celina!"Sahut Celina yang datang.


"Ah, iya tunggu sebentar!"Cynthia segera menyusul dan membuka pintu kamarnya untuk mempersilahkan Celina masuk.


Cynthia melihat Celina yang ternyata tidak datang sendiri. Dia bersama dengan seorang pelayan yang berada di sampingnya.


"Ah..."


"Selamat malam Nyonya, saya adalah Risa. Pelayan khusus untuk menjaga Nona Celina."Ucap Risa memperkenalkan dirinya.


"Senang berkenalan denganmu Risa. Ayo silahkan masuk."Ucap Cynthia.


"Wah, kamar kakak sangat besar dan cantik! Sama seperti kamarku!"Ucap Celina.


Celina mengelilingi kamar Cynthia untuk melihat-lihat.


"Kak, dimana kak Daniel?"Tanya Celina.


"Huh? Dia...sedang pergi. Mungkin sebentar lagi dia akan kembali."Jawab Cynthia.


Dia sedikit takut jika Celina menanyakan apakah mereka tidur bersama atau tidak.


"Pergi? Kemana?"Tanya Celina lagi.


"Uhm, kakak juga tidak tahu....pastinya itu adalah sebuah pekerjaan yang harus dilakukannya."Jawab Cynthia.


"Oh, begitu. Kak Daniel orang yang sangat baik ya kak. Dia mengizinkanku untuk tinggal di rumahnya yang besar ini. Dia memberiku kamar yang mewah dan gaun-gaun yang cantik. Dia juga memberi kita makanan yang enak! Pokoknya aku sangat menyukai kak Daniel!"Ucap Celina terlihat begitu senang.


"Iya, dia benar-benar sudah membantu banyak untuk kita. Itu makanya kau tidak boleh sampai merepotkannya lebih dari ini, Celina."Ucap Cynthia.


"Tentu saja kak. Aku akan jadi adik yang baik. Tapi aku sangat penasaran kenapa kak Daniel mengenakan topeng? Apa kakak tahu alasannya?"Tanya Celina pada akhirnya.


"Kakak...juga tidak tahu. Apa kau belum pernah dengar tentang kak Daniel sama sekali?"


"Tentu saja pernah dengar! Orang-orang bilang kak Daniel itu sosok yang telah dikutuk jadi buruk rupa karena suatu alasan. Mungkin itu sebabnya kak Daniel tidak mau menunjukkan wajahnya ya?"


"Nah, itu tahu."


"Tapi kan kita sudah jadi bagian dari keluarganya? Aku sudah jadi adik iparnya sementara kakak istrinya. Apa dia juga tidak mau memperlihatkan wajahnya kepada kita?"


Cynthia terdiam. Dia sempat memegang pundaknya merasa bingung harus menjawab apa.


Yah, sebenarnya dia sudah memperlihatkan wajahnya padaku sih...


"Nona, Tuan Daniel tidak ingin memperlihatkan wajahnya sembarangan. Dia khawatir jika orang-orang takut melihatnya."Akhirnya Risa yang menjawab.


"Celina, mungkin Kak Daniel belum merasa nyaman untuk memperlihatkan wajahnya kepada kita. Kakak yakin suatu hari nanti dia akan menunjukkannya pada kita..." Ucap Cynthia.


"Hmm, baiklah."


"Besok aku akan jalan-jalan ke kota dengan kak Risa. Kak Risa sangat baik padaku. Dia juga pandai bercerita dongeng, hehe."Ucap Celina memuji Risa.


"Ah, saya hanya membacanya dari buku, Nona..."Ucap Risa sedikit malu.


"Oh, kau suka membaca buku cerita?"Tanya Cynthia.


"Itu benar, Nyonya. Sejak kecil saya suka membaca buku. Terutama buku dongeng. Saya paling suka membaca buku dongeng tentang romansa."Ucap Risa.


"Begitu...aku juga suka membaca buku cerita, terutama novel. Kapan-kapan tunjukkan buku yang menarik untukku ya."Ucap Cynthia.


"Tentu saja Nyonya, saya akan menunjukkan salah satu cerita favorit saya."


Tak lama Dayang Kyle masuk. Dia melihat Celina dan pelayan Risa yang sedang berada di kamar Cynthia.


"Akhirnya kau sudah datang Kyle."Ucap Cynthia melihat kedatangan Kyle.


"Maafkan saya karena pergi meninggalkan anda, Nyonya. Tadi saya mendapat panggilan dari kampung halaman saya."Ucap Kyle.


"Oh begitu. Tidak apa-apa..."Ucap Cynthia terlihat santai.


"Iya Nyonya. Kalau begitu anda istirahatlah. Besok Tuan Daniel akan mengajak anda pergi ke acara pesta."


"Baik....aku akan segera pergi tidur. Nah, Celina kau juga pergilah tidur. Besok kau juga mau pergi jalan-jalan kan?"Ucap Cynthia.


"Iya, kalau begitu aku pergi. Selamat malam kak!"


"Selamat malam."


Celina dan Risa segera pergi dari kamar itu.


"Kalau begitu saya akan membantu mengganti pakaian anda, Nyonya."Ucap Kyle.


Kyle mulai membuka lemari dan memilihkan gaun tidur untuk Cynthia.


"Kyle, bisakah aku minta tolong satu hal padamu?"Tanya Cynthia.


"Tentu saja, Nyonya. Apa yang bisa saya bantu?"Tanya Kyle.


"Aku ingin kau..."


Cynthia memiliki sebuah rencana untuk kepergiannya bersama Daniel menuju acara pesta besok. Dia ingin besok menjadi hari yang spesial baginya.


Setelah selesai membantu Cynthia berganti pakaian, Kyle pamit untuk pergi.


Cynthia naik ke atas kasur dan mulai untuk tidur. Dia terus kepikiran dengan Daniel dan pernikahan mereka hari ini.


Kenapa Daniel tidak mau tidur seranjang denganku...? Apa dia cuma karena takut aku menganggapnya buruk? Padahal aku kan sudah bilang padanya kalau dia itu tampan. Apa dia tidak percaya? Percuma aku menikah kalau ujung-ujungnya aku tetap sendirian seperti ini....


Cynthia merasa kecewa namun dia juga senang. Dia kecewa dengan Daniel yang sepertinya masih menjaga jarak dengannya. Tapi dia senang dengan perlakuan Daniel yang perhatian kepadanya dan juga adiknya. Dia juga sudah menganggap hutang ayahnya lunas begitu saja dengan mudah.


Lama-kelamaan mata Cynthia terasa berat dan akhirnya dia jatuh masuk ke dalam mimpi. Di saat Cynthia sudah tidur, seseorang masuk ke dalam kamar Cynthia diam-diam.


Ternyata yang masuk adalah Daniel yang baru kembali pulang. Dia ingin sekedar melihat keadaan istrinya. Daniel merasa lega saat Cynthia sudah tidur dengan nyenyak. Dia membelai rambut yang sedikit menutup wajah Cynthia.


Sejujurnya dia merasa tidak nyaman memakai topeng. Tapi dia terpaksa demi membuat orang-orang tidak sakit mata ketika melihatnya. Dia pun membuka topengnya.


Cup. Daniel mengecup kening Cynthia merasa begitu sayang kepada gadis itu.


Cynthia, sekali lagi aku berterima kasih padamu karena sudah mau menikahiku. Suatu hari aku berjanji akan memberitahumu tentang diriku segalanya.


Daniel kemudian pergi. Cynthia yang masih tidur tanpa sadar tersenyum merasakan kehangatan.


Dan keesokan harinya adalah penantian menuju acara pesta.


Next....