I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 26



Sejak Daniel terkena kutukan, para pelayan yang melihat Daniel berteriak histeris. Begitu juga para penjaga yang bekerja dengan Ruslan. Mereka semua bahkan mengundurkan diri dari pekerjaan mereka karena terlalu takut dengan rupa Daniel yang sangat mengerikan.


Ruslan sudah tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menyemangati keponakan satu-satunya itu. Dia cukup bisa merasakan apa yang Daniel alami apalagi orang-orang semua pada takut melihatnya.


Tapi untungnya, kepala pelayan Felix tetap setia. Walaupun sebelumnya dia sempat takut, namun dia masih memiliki hati nurani karena merasa kasihan dengan apa yang dialami Daniel. Dia tahu jika hal itu membuat Daniel sangat menderita apalagi dia juga tahu jika mendiang ibunya juga mengalami hal yang sama.


Daniel semakin menutup diri. Tentang dirinya terkena kutukan menjadi tersebar luas sampai ke istana. Tentu saja Sang Ratu kini jadi menang untuk kedua kalinya. Sang Ratu benar-benar sudah cukup puas. Dia semakin sesuka hatinya mengatur istana dan orang-orang tidak ada yang berkomentar tentang itu bahkan Sang Raja sekalipun. Dirinya sudah tidak begitu peduli dengan aturan istana yang sudah berantakan.


Hendry semakin menderita karena terus merasa bersalah. Dia pantang menyerah bagaimana cara untuk menebus kesalahannya dengan pantas agar Daniel tidak membencinya lagi. Bertahun-tahun Hendry terus belajar dan mencari tahu tentang ibunya. Sayangnya dia belum pernah bisa melihat makhluk iblis itu secara langsung.


Suatu hari dia memberanikan diri mencoba untuk mengunjungi Daniel.


Penjaga-penjaga baru yang terpaksa bekerja dengan Ruslan karena demi uang, Ruslan memberi upah besar sebagai jaminannya agar kastilnya tetap terurus dan bekerja dengan baik.


Hendry sudah ditolak para penjaga berkali-kali. Mereka sebenarnya ketakutan karena mereka sudah berani melarang seorang putra mahkota untuk berkunjung. Namun mereka lebih takut kepada Tuan mereka sebab jika tidak melakukan sesuai perintahnya, mereka akan dihukum siksa.


Hendry tetap tidak menyerah sampai Ruslan kesal dan turun tangan sendiri untuk menemui Hendry.


"Hei, apa kau tahu bahasa manusia? Lihatlah, padahal kau sudah tumbuh besar. Aku tahu jika kau seorang putra mahkota, tapi aku tetap tidak akan mengizinkanmu menemui anakku! Ingatlah bahwa semua ini perbuatanmu!"Tegas Ruslan masih dendam.


"Aku tahu paman. Permintaan maaf tidak akan cukup. Jadi aku ingin membicarakan hal ini kepada Kak Daniel dan paman juga boleh mendengar usulanku."Ucap Hendry. Pembawaannya tenang tanpa rasa takut atau gugup.


"Usulan apa? Kau mau berbuat licik lagi? Sebenarnya apa tujuanmu melakukan hal ini terhadap kami?! Kau pasti diperintahkan oleh ibumu yang b*ngsat itu lagi kan!"


"Tenanglah paman, aku bersumpah tidak melakukan yang aneh-aneh dan ini adalah kemauanku sendiri. Aku dan ibuku tidaklah akrab. Justru dia hanya memanfaatkanku saja. Waktu itu aku ingin menjelaskan jika waktu pertama kali aku datang kemari, aku tidak tahu apa-apa kenapa kak Daniel bisa terkena kutukan. Aku baru tahu jika ibuku diam-diam memasukkan sihir gelap di tubuhku."


"Ibuku sama sekali tidak menyayangiku dan begitu juga diriku. Aku sangat membencinya padahal aku tahu kalau dia adalah ibu kandungku. Aku juga ingin balas dendam, paman. Jadi tolong beri aku kesempatan untuk berbicara dengan Kak Daniel...."Ucap Hendry dengan tegas.


Ruslan cuma bisa diam. Dia masih kesal namun sempat menghela napas panjang.


"Ku beri kau waktu 10 menit untuk berbicara dengan anakku. Lewat dari situ jangan harap kau punya kesempatan untuk kedua kalinya."


"Baik, terima kasih banyak paman."


Ruslan mengantar Hendry ke kamar Daniel. Posisi kamarnya tidak berubah. Tetap sama seperti waktu pertama kali dia datang.


Ruslan membukakan pintunya dengan kunci cadangan. Dia tahu jika Daniel selalu mengunci dirinya di dalam kamar.


Cklek, pintu terbuka. Hendry terkejut karena Daniel terlihat seperti orang putus asa. Tatapannya kosong sambil melihat kearah buket bunga mawar di dalam pot.


"Daniel, Putra mahkota Hendry ingin berbicara sebentar denganmu...."Ucap Ruslan pelan. Dia sempat khawatir jika Daniel akan murka.


Daniel melihat kedatangan Hendry yang sudah sedikit lebih tinggi.


"Ah,....rupanya kau yang datang. Kenapa, kau ingin melihatku yang seperti hewan ini? Kau pasti mau menertawaiku setelah ini kan?"Ucap Daniel.


"T-tidak kak. Aku tidak mungkin seperti itu. Aku tahu aku tidak pantas dimaafkan, jadi sebagai gantinya tolong berikan aku kesempatan untuk menjadi budakmu."Ucap Hendry. Dirinya langsung bersujud di hadapan kakaknya.


"Sedang apa kau? Kau ingin mempermainkan aku lagi hah?"


"Tidak kak. Aku cuma ingin menebus kesalahanku. Kalau kakak berpikir aku tidak berguna, kakak salah. Aku bisa melakukan apa yang kakak inginkan mengenai istana dan juga ibuku. Kita akan lakukan segala cara dan bekerja sama untuk membunuh makhluk iblis itu dan memberikan ibuku hukuman yang pantas. Selama ini aku sudah mencari tahu tentang ibu dan makhluk iblis itu. Kakak tahu, aku juga ingin balas dendam kepada ibuku."


"Tidak, aku tetap tidak akan mau bekerja sama denganmu. Aku sudah tidak percaya kepadamu lagi."Ucap Daniel dingin.


Hendry sejenak terdiam. "Kakak tahu, sebenarnya kutukan kakak memiliki kekuatan rahasia. Kutukan kakak juga akan sembuh dan kita bisa mencari tahu caranya. Dan aku, kakak pasti tidak percaya bahwa aku sebenarnya bukanlah seratus persen anak manusia. Aku adalah anak yang dilahirkan dari makhluk iblis."


Daniel dan Ruslan semakin terkejut.


"Aku mengetahuinya dari bola mataku yang aneh dan hitam pekat. Aku membaca satu buku tentang sihir gelap. Aku tidak ingat dimana aku pernah membacanya, tapi aku ingat jika itu berkaitan dengan sihir gelap."


Hendry terus mengoceh mengenai makhluk iblis, sihir gelap dan juga kekuatan yang dimiliki Daniel.


Bagaimana bocah ini dapat mengetahui semuanya?!


Begitulah yang dipikirkan Ruslan dan Daniel.


"Jadi kakak bisa mengandalkanku. Aku akan tunjukkan bagaimana cara kakak bisa mengendalikan sihir kakak."Ucap Hendry. Dia sempat tersenyum merasa bangga.


*****


"Jadi, semenjak itulah putra mahkota Hendry bisa menurut kepadaku."Ucap Daniel setelah bercerita panjang lebar mengenai kisah masa lalunya.


Cynthia cuma bisa bengong dan tidak tahu harus berkata apa. Suaminya sudah mengalami pengalaman hidup yang luar biasa.


"Wah, sekarang semuanya baru masuk akal! Pantas saja Ratu Lilian dan Raja Heinrich terlihat aneh sewaktu kita di pesta dansa kemarin! Dan Yang mulia putra mahkota Hendry juga memanggil anda dengan sangat akrab, lebih tepatnya terlihat seperti anak yang penurut?"


"Pffft, benar. Sejujurnya aku masih tidak yakin apa aku bisa memaafkannya. Selama ini dia sudah membuktikan banyak hal kepadaku."Ucap Daniel.


"Kalau menurutku, anda sebaiknya dengarkan kata hati anda saja. Ngomong-ngomong tentang kekuatan yang anda miliki, jadi itu benar-benar ada?!"


"Iya, waktu itu sebenarnya benar kok jika kekuatanku untuk mengendalikan orang."


Cynthia merasa syok dan matanya langsung bergidik kearah Daniel.


"Hahaha, aku memang tidak bohong sepenuhnya kok. Aku melakukannya hanya untuk orang-orang yang berkhianat kepadaku dan melakukan kejahatan. Apa kau masih ingat kejadian di pesta waktu itu?"


"Ah, gadis yang tersedak minuman Wine?"


"Yup, benar. Aku sengaja melakukannya karena dia sudah berbicara buruk dibelakangmu."


Next....