
Cynthia dan Eden yang mendengar pertanyaan Daniel cukup terkejut. Mereka berdua saling memandang merasa bingung.
"Daniel...anda tidak ingat aku? Ini aku Cynthia, istri anda! Apa jangan-jangan...anda lupa ingatan?! Bagaimana bisa?!"Tanya Cynthia tidak percaya.
"Kau Cynthia? Tidak mungkin! Aku tidak melupakan wajah istriku, dan aku masih mengingatnya dengan sangat jelas!"Ucap Daniel masih belum percaya.
"Tapi aku benaran is-"
Eden kemudian mendekat dan berbisik ke arah telinga Cynthia.
"Nyonya, sepertinya Tuan Daniel tidak mengenali anda? Apakah anda merasakan ada perubahan pada diri anda, Nyonya?"Tanya Eden memastikan.
"Eh, apa? Perubahan pada diriku?"Tanya Cynthia jadi semakin bingung.
Dia kemudian meraba wajahnya lalu melihat ke pantulan air kolam suci.
"Kyaaa! Ini sungguh benaran wajahku?! Tidak mungkin!"Cybthia malah teriak merasa heboh dengan perubahan wajahnya yang drastis.
"Hei, jadi kau benaran Cynthia?! Mengapa wajahmu bisa berubah begitu?"Tanya Daniel yang ikut kaget.
"Aku memang Cynthia! Tapi aku tidak tahu jika wajahku bisa berubah jadi secantik ini! Rasanya aku sendiri merasa tidak pantas untuk mendapatkannya..."Ucap Cynthia menjadi rendah diri.
"K-kenapa anda bilang begitu? Bukankah itu malah bagus? Berarti selama ini wajah anda yang asli adalah yang sekarang ini, benar bukan? Kekuatan anda ternyata menyembunyikan paras anda selama ini. Tapi saya tidak tahu apa alasannya..."Ucap Eden yang berusaha berpikir.
"Hu..hu...jika memang begitu aku bahagia sekali...aku masih tidak percaya bahwa aku bisa menjadi sangat cantik seperti ini...aku merasa aku benar-benar diberi hadiah yang paling indah dari dewa..."Ucap Cynthia menangis merasa begitu terharu.
Daniel yang mendengar pun langsung memeluk Cynthia dengan erat. Dia lebih lega karena Cynthia selamat saat berada di kolam suci dan berhasil keluar dari sana.
"Cynthia, aku sangat bersyukur kau akhirnya selamat..."Ucap Daniel.
"Ah...aku sendiri masih belum percaya jika kekuatanku sudah muncul begitu saja. Awal menyelam sih kupikir aku langsung tenggelam tapi tiba-tiba ada cahaya yang mengelilingiku, dan perubahan langsung terjadi. Sekarang aku mendapatkannya. Aku bahkan bisa menyembuhkan anda yang tidak sadarkan diri tadi."Ucap Cynthia.
"Baiklah, karena Nyonya sudah berhasil menyelesaikan misinya, hal kedua yang harus kita lakukan adalah membuat rencana agar bisa memasuki wilayah kerajaan."Ucap Eden.
"Tidak, sebelum itu hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengecek kekuatan yang dimiliki Cynthia. Kita kan belum tahu kekuatan apa saja yang bisa dilakukannya."Ucap Daniel.
"Anda benar juga...tapi salah satu kekuatan menyembuhkan sudah terbukti ada pada kekuatan Nyonya."Ucap Eden yang ikut.
menyaksikan.
"Benar! Aku ternyata mendapat kekuatan untuk menyembuhkan dan itu sangat luar biasa!"Ucap Cynthia merasa begitu bangga.
"Tunggu, sepertinya kita melupakan sesuatu..."Ucap Daniel yang baru menyadari jika kusir kuda masih ikut bersama mereka. Dia melihat Kusir kuda yang sedang celingak-celinguk. Sepertinya dia baru saja mendengar semua obrolan mereka.
"Tuan kusir! Bisakah kau datang kemari?"Panggil Daniel.
"Ah, y-ya Tuan?"Kusir itu pun dengan cepat menghampiri.
"I-iya saya sudah melihat dan mendengar semuanya Tuan...maafkan saya..."Ucap Kusir kuda itu menunduk dengan ketakutan.
"Daniel, sudahlah! Anda jangan menakut-nakutinya begitu! Dia hanyalah orang tua. Tuan kusir, apa anda bisa merahasiakan apa yang sudah anda saksikan tadi? Anda tidak boleh mengatakannya pada siapapun selamanya, jika anda berharap sihir hitam bisa dikalahkan."Pinta Cynthia.
"Saya tidak akan mengatakannya pada siapapun, Nyonya. Saya bersumpah! Saya juga berharap sihir hitam bisa dikalahkan karena selama ini yang kita ketahui, kita sedang dikendalikan oleh sihir tersebut. Saya juga ingin Ratu Lilian segera putus jabatannya dari seorang Ratu karena dia tidak pantas karena sudah mengorbankan banyak orang. Dia pantas mati!"Ucap Kusir kuda itu ikut marah.
"Bagus! Sekarang kita mendapat satu pendukung!"Sorak Cynthia merasa lega.
"Kalau begitu, ayo kita kembali ke kota secepatnya dan melakukan rencana untuk masuk ke wilayah kerajaan."Ucap Eden.
Sementara itu di kastil kediaman Auberon, Celina merasa begitu penasaran seolah dia sudah mengetahui apa yang kedua kakaknya rencanakan. Sudah 2 hari kedua kakaknya tidak pulang dan itu membuatnya sangat kesepian, contohnya saat melakukan sarapan di pagi hari. Dia hanya sarapan sendirian. Para pelayannya tidak ada yang berani ikut sarapan bersamanya dan mau tidak mau hanya dia sendirian dan itu membuatnya sangat canggung.
"Kak Risa, bolehkah aku tanya sesuatu pada kakak?"Tanya Celina.
"Silahkan, Nona."
"Apa kakak tahu sesuatu tentang kepergian Kakakku dan kakak ipar?"Tanya Celina.
Deg, Risa sedikit gugup dengan pertanyaan Celina. Dia sendiri tidak tahu kemana tujuan kepergian kedua majikannya. Tapi jika dia jawab seperti itu, Celina akan mengira dia berbohong.
"Bukankah waktu itu Nyonya sudah menjawabnya Nona? Mereka bilang mereka pergi karena ada pekerjaan yang harus mereka lakukan selama beberapa hari."Jawab Risa seadanya.
"Iya, tapi pekerjaan apa? Aku tahu jika kakak ipar memiliki usaha tambang permata. Tapi apa Kakakku harus ikut bekerja juga?"Tanya Celina merasa begitu penasaran.
"Maaf Nona, mengenai pertanyaan itu saya juga kurang tahu. Anda bisa menanyakannya langsung pada Nyonya atau Tuan saat mereka sudah kembali nanti. Apa anda merasa kesepian Nona? Jika memang begitu, anda bisa mengajak saya bermain bersama anda."Ucap Risa ramah.
"Hmm, baiklah. Untuk saat ini lanjutkan dulu pekerjaanmu, baru kita pergi bermain."Ucap Celina.
"Baik, Nona."
Setelah Risa pergi meninggalkannya, Celina pun berjalan masuk ke kamarnya. Dia pun mengambil buku tentang sihir putih di atas meja belajarnya. Dia tidak sengaja melihat ada salah satu buku terjatuh di bawah lantai di ruang perpustakaan pada hari itu. Waktu itu dia masih ingat dengan jelas bahwa Risa saat itu sedang membawa buku-buku tentang sihir putih dan masuk ke dalam kamar Cynthia.
Saat ini buku yang dipungutnya adalah buku tentang sihir hitam. Dia tidak tahu isi tulisannya dan itu membuatnya sakit kepala. Dia yakin sekali jika kedua kakaknya pasti sedang melakukan sebuah rencana yang tidak diketahuinya.
Celina merasa sedih karena dia pikir Cynthia tidak akan menyembunyikan apapun lagi darinya. Jika seperti itu, dia merasa terasingkan.
Aku yakin sekali jika kakak pasti sedang melakukan sesuatu tanpa sepengetahuanku di luar sana! Apalagi pembahasannya tentang sihir seperti ini. Aku tahu sih kalau kakak dulunya adalah penggemar novel sihir, tapi aku tidak sangka jika dia masih menyukainya saat ini. Kenapa dia tidak mau memberitahuku?! Apa aku sudah dianggap tidak berguna lagi olehnya? Benar-benar jahat!
Di Kerajaan Timur pula, tiba-tiba ada berita duka tentang kematian Raja Heinrich. Dia dinyatakan meninggal karena penyakit Stroke yang dialaminya. Semua masyarakat tentunya merasa sangat syok dengan berita mengerikan itu. Mereka jadi lebih ketakutan karena Ratu Lilian akan mendapat kuasa yang lebih besar sebab kepemimpinannya sudah berpindah ke tangannya.
Sepertinya dengan kekuasaannya saat ini, Orang-orang sebentar lagi akan dijadikan budak siksa olehnya.
Next....