
Di kereta kuda, Cynthia merasa gelisah setelah mendapat perubahan pada wajahnya dan reaksinya sudah disadari oleh Daniel dan juga Eden.
"Ada apa Cynthia? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?"Tanya Daniel.
"Uh, benar. Anda berdua tahu jika wajahku sudah berubah. Bagaimana aku harus menunjukkannya pada orang-orang rumah nanti? Terutama Celina! Dia pasti akan bertanya banyak hal kepadaku dan dia itu tidak mudah bisa dibohongi, meskipun dia hanya seorang anak kecil."Ucap Cynthia.
Eden yang ikut mendengar hanya memandang sambil berpikir.
Aku sangat penasaran akan wajah Nyonya yang sebelumnya seperti apa. Dia sampai sekaget itu, apa mungkin sebelumnya dia tidak...ah sudahlah, lupakan saja.
"Hmm, menurut saya anda harus mengatakan kejujurannya Nyonya. Anda tidak mungkin terus bisa menyembunyikannya apalagi saat ini tujuan kita adalah untuk mengalahkan Ratu Lilian dan menyelamatkan semua orang. Tapi kita butuh waktu yang tepat untuk mengatakannya agar mereka bisa percaya."Ucap Eden memberi usul.
"Jadi memang harus mengatakan yang sejujurnya ya?"Cynthia malah menjadi ragu.
"Sudahlah, untuk saat ini kita pikirkan soal kekuatanmu dulu. Kita tidak akan langsung pulang karena tugas kita belum selesai. Masalah tentang itu bisa kita pikirkan nanti."Ucap Daniel.
"Baiklah..."
"Tuan Kusir, apa kau tahu dimana tempat penginapan terdekat daerah sini?"Tanya Daniel kepada Tuan Kusir.
"Ah, ada satu tempat penginapan yang saya tahu. Kemungkinan jaraknya sekitar 5 kilo meter dari sini. Apa anda mau menginap disana?"Tanya Tuan Kusir.
"Benar, kami perlu mengistirahatkan diri disana. Kami tidak akan pulang sebelum tujuan kami selesai."Jawab Daniel.
"Apa tempat penginapannya bagus? Saya harap yang terpenting tempatnya nyaman dan berisi orang-orang baik."Tanya Eden.
"Ah, saya kurang tahu soal itu Tuan. Tapi saya cuma tahu jika tempat penginapan satu-satunya hanya di tempat itu."Jawab Tuan Kusir.
Tak lama kemudian mereka sampai di tempat penginapan yang dikatakan Tuan Kusir. Setelah melihat tempatnya, bangunannya tidak begitu bagus dan sedikit kumuh. Tapi saat melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
"Hei, Tuan Kusir apa benar hanya ini tempat penginapan terakhir disini?"Tanya Daniel tidak habis pikir karena sejujurnya dia sangat menyukai kebersihan.
"Benar Tuan. Kota ini sangat kecil dan hanya memiliki satu tempat penginapan disini. Para penduduk sangat jarang ada yang mau tinggal disini karena kota ini berada dipedalaman."Jawab Tuan Kusir.
"Saya akan periksa dulu. Kalian bisa tunggu disini jika mau."Ucap Eden mengajukan diri untuk bertanya kepada si pemilik penginapan.
Eden pun segera berjalan masuk ke dalam penginapan.
"Daniel, jika anda ragu mengapa kita tidak istirahat di kereta kuda saja seperti kemarin?"Tanya Cynthia.
"Aku takut kau merasa tidak nyaman Cynthia. Kereta kuda itu tidak nyaman untuk tidur dan ruangannya yang kecil dan panas."Ucap Daniel yang memikirkan kondisi istrinya.
"Aduh, astaga Daniel, aku tidak masalah kok! Lagipula kita hanya istirahat sebentar, bukan? "Ucap Cynthia.
"Tapi aku tidak mau kau merasa tidak nyaman Cynthia, karena kau seorang wanita."Ucap Daniel.
Cynthia merasa sedikit terharu dengan sifat Daniel yang sungguh perhatian kepadanya.
Sementara di tempat Eden...
"Permisi? Permisi...apa ada orang disini?"Tanya Eden memanggil sambil melihat sekitar. Tidak ada orang di tempat itu dan hal itu membuatnya sedikit aneh.
"Permisi? Apakah kami bisa menginap disini? Hei, kalau tidak ada orang lebih baik kami pergi dari sini...!"Ucap Eden menjadi kesal.
Cklek, Tiba-tiba terdengar suara pintu dan Eden bisa melihat pintu yang terbuka.
"Ah, maafkan saya Tuan! Maaf tadi saya tidak mendengar anda memanggil. Apa anda mau menginap disini?"Tanya si pemilik penginapan akhirnya.
"Apa anda si pemilik penginapan ini?"Tanya Eden memastikan.
"I-iya benar Tuan. Lebih tepatnya saya adalah pengganti dari pemilik sebelumnya."Jawab Si pemilik penginapan itu.
"Apa tempatnya memang seperti ini? Kalian tidak memiliki petugas kebersihan atau semacamnya? Tempat ini sangat kotor!"Ucap Eden melihat suasana penginapan itu.
"Maafkan saya Tuan, penginapan ini sangat jarang ada orang yang mau berkunjung jadi penginapan ini terlihat tidak terurus. Kami juga tidak memiliki cukup biaya untuk menggaji orang untuk membersihkan tempat ini. Jadi saya hanya bisa membersihkannya seadanya."Jawab Pria itu menjadi panik.
"Apa? Jadi itu berarti hanya anda seorang yang menjaga tempat ini?"Tanya Eden hampir tidak percaya.
"I-itu benar Tuan...jika anda benar-benar mau menginap disini, saya akan segera menyiapkan kebutuhan Anda."Ucap pria itu lagi.
Eden menghela napas panjang. Dia juga memeriksa jam di sakunya yang sudah menunjukkan pukul 10 lewat.
"Baiklah, tolong siapkan 2 kamar. Kami hanya akan menginap satu malam disini."Ucap Eden tidak punya pilihan lain.
Tuan Kusir bilang jika hanya penginapan ini satu-satunya yang ada di kota ini...
"Ah, baik Tuan, akan segera saya siapkan!"Ucap pria itu segera melakukan tugasnya.
Eden pun keluar dari penginapan lagi untuk menemui orang-orang yang sedang menunggu.
"Ah, itu Tuan Eden sudah datang!"Ucap Cynthia.
"Jadi bagaimana? Apa tempat penginapan ini bisa dipakai?"Tanya Daniel kepada Eden.
"Uh, saya tidak yakin tapi kita coba saja dulu. Saya sudah menyuruh si pemilik penginapan ini mempersiapkan dua kamar untuk kita."Jawab Eden.
"Hmm, baiklah."
"Kalau begitu ayo lebih baik kita masuk ke dalam."Ajak Cynthia.
Mereka semua pun masuk ke dalam penginapan itu. Mereka sempat melihat-lihat sekitar dan tempatnya benar-benar jorok. Tak lama si pemilik penginapan muncul.
"Tuan! kamarnya sudah siap untuk ditempati.."Ucap Pria itu. Dia sedikit kaget dengan dua orang baru yang dilihatnya. Satu pria dan satu wanita yang sama-sama mengenakan jubah dan topeng. Dia sempat mengira ada perampok yang datang untuk merampok tempat penginapannya. Tapi setelah diingat-ingat, dia mengenali si pria yang mengenakan topeng bahwa pria itu adalah Daniel, si pria buruk rupa.
"Baik, Terima kasih..."Jawab Cynthia ramah.
"Apa tempatnya sudah benar-benar kau bersihkan? Kami tidak bisa tidur di tempat yang kotor seperti ini. Aku akan membayar mahal sebagai gantinya."Ucap Daniel.
"S-sudah tuan! Jika anda membutuhkan sesuatu, tolong panggil saya saja. Kalau begitu selamat beristirahat!"Ucap Pria itu membungkuk lalu segera pergi meninggalkan para tamu.
"Kenapa tuan itu terlihat takut kepada kita?"Tanya Cynthia heran.
"Entahlah, mungkin karena kita berdua yang terlihat seperti perampok karena penampilan kita yang seperti ini?"Tanya Daniel terang-terangan.
"Apa?! Perampok? Itu sangat mengerikan!"
"Pfft, sudahlah Tuan, anda jangan mulai menakut-nakuti Nyonya lagi. Ayo sebaiknya kita harus segera beristirahat."Ucap Eden.
Keempat orang itu akhirnya masuk ke kamar mereka masing-masing. Daniel masih belum merasa yakin dengan kamar yang akan mereka tempati. Saat dia memeriksa, dia cukup terkejut karena kamarnya yang tidak begitu bersih dan tempat tidurnya yang terlihat tidak nyaman. Fasilitasnya benar-benar jauh dari kamar di kastilnya.
Sepertinya aku tidak akan bisa tidur malam ini...
Next...