
Cynthia begitu panik akan Daniel yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Dia pun langsung bergegas turun dari kereta kuda dan Eden sempat menghentikannya.
"Nyonya! Tunggu, Nyonya!"
Cynthia berusaha berlari ke pintu masuk utama istana. Tapi tiba-tiba ada yang menutup mulut Cynthia dan menariknya ikut bersama mereka.
"Emphh! Emphh!"Cynthia memberontak berusaha untuk melepaskan diri. Ada dua orang yang menangkap dan menggeretnya ke suatu tempat. Topengnya yang saat ini dikenakannya pun terlepas.
Dua Pengawal yang menggeretnya cukup terpesona dengan wajah Cynthia yang sangat cantik.
"Shhh, tenanglah Nona Cynthia..! Anda harus ikut kami. Majikan kami memerintahkan kami untuk segera membawa anda kepada beliau."Ucap seorang pengawal yang memegang Cynthia. Dia sempat kesusahan saat memegang Cynthia yang berusaha memberontak.
Seketika Cynthia langsung ketakutan. Dia mengira jika Ratu Lilian yang memerintahkan kedua pengawal itu untuk menangkapnya. Kemungkinan besar Daniel juga sudah ditangkap oleh Ratu Lilian.
Tidak, tidak! Aku tidak boleh takut! Aku kan sudah memiliki kekuatanku! Aku harus bisa melawan mereka!
Cynthia berusaha fokus, namun sayangnya dia tidak tahu bagaimana cara menggunakan kekuatannya. Dia belum bisa mengetahui jenis kekuatan apa saja yang bisa digunakannya dan semua mantra yang sudah diucapkannya tidak berefek pada kekuatannya sama sekali.
Argh, dasar sialan!
Tidak ada pilihan lain lagi, Cynthia pun akhirnya bisa pasrah dibawa oleh kedua pengawal itu.
Mereka membawa Cynthia naik ke atas tangga yang cukup tinggi lantainya hingga kaki Cynthia terasa keram karena sudah menaiki banyak anak tangga.
Dia ingin sekali berbicara dan bertanya pada kedua pengawal yang membawanya, namun sialnya salah satu pengawal itu membungkam mulutnya.
Akhirnya sampai di lantai terakhir, mereka membawa Cynthia ke sebuah ruangan dengan pintu besi yang cukup besar menjulang tinggi. Saat Cynthia memandangnya, dia menelan salivanya mulai berpikir negatif jika dia akan segera dibunuh di dalam sana.
Pintu terbuka dan Cynthia cukup kaget dengan dua orang yang dikenalinya berada dalam di ruangan itu. Dua orang itu juga sama kagetnya saat melihat wajah Cynthia.
"Hei, sekarang kalian sudah boleh melepaskan temanku. Seharusnya kalian jangan memperlakukannya dengan kasar seperti itu!"Ucap Elizabeth kesal.
"Ma-maafkan kami yang mulia Ratu, kami hanya takut ketahuan oleh penjaga yang lain dan cepat-cepat membawa Nona kemari."Ucap Pengawal itu takut.
"Baiklah, sekarang kalian boleh segera pergi."Ucap Hendry.
"Baik, kami permisi yang mulia Raja.."Ucap kedua pengawal itu permisi.
Cynthia hanya bengong dengan situasi yang terjadi saat ini. Dia juga melihat Daniel yang berada di ruangan itu duduk dengan bawaan yang masih tegang.
"Wah, wah akhirnya rasa penasaranku sudah terjawab. Setelah Anda membuka topeng, aku tidak pernah menduga jika wajah anda sangat cantik lebih dari dugaanku, Nona Cynthia."Ucap Elizabeth cukup terkesima saat melihat wajah Cynthia.
"Sebenarnya apa yang terjadi?!"Tanya Cynthia tidak mempedulikan pertanyaan Elizabeth.
"Hehe, maaf ya Nona Cynthia, anda pasti sangat kaget dengan yang barusan terjadi kan? Kami terpaksa segera membawa kalian kesini agar baginda Ratu Lilian tidak menyadari keberadaan kalian. Jika sampai ketahuan, kalian akan segera dimusnahkan olehnya."Ucap Hendry.
"Saya...mengerti yang mulia, tapi Saya tadi sempat berpikir jika kami berdua akan ditangkap oleh Baginda Ratu Lilian! Saya bahkan mengira jika ruangan ini ruangan eksekusi!"Ucap Cynthia masih dengan wajah pucat.
"Pffft, hahaha! Begitu ya? Untung saja kami lebih cepat menghentikan Daniel, jika kami tidak segera menghentikannya kemungkinan besar dia akan langsung dimusnahkan oleh baginda Ratu Lilian."Ucap Elizabeth.
"Dia begitu murka dengan kematian Yang mulia baginda Raja..."Ucap Cynthia menjadi sedih.
"Kami semua juga. Tidak ada yang tahu dengan jelas dengan penyakit yang dialami mendiang ayah kami, aku sendiri juga jarang bertemu dengan beliau dan aku cukup menyesalinya."Ucap Hendry memegang kepalanya terlihat begitu sedih.
"Anu, yang mulia Raja, apa anda sakit? Wajah anda terlihat sangat pucat, dan anda juga terlihat kurusan."Ucap Cynthia terlihat khawatir.
"Oh, ini bukan apa-ap.."
"Bukan apa-apanya?! Kau jangan bersikap sok kuat lagi, Hendry! Kau itu sudah terkena tumbal makhluk iblis milik ibumu. Kau sudah mengalami penyakit separah ini, tapi kau tetap mau menyembunyikannya. Apa kau mau ku hajar hah?!"Ucap Elizabeth begitu marah.
Cynthia dan Daniel saling memandang kaget ke arah Hendry yang ternyata tumbalnya sudah berefek di tubuhnya.
"Aduh, memangnya kau siapa yang berani mengatakan hal itu kepadaku, Elizabeth?"Ucap Hendry jadi kesal.
"Ya karena aku adalah Ratumu, jadi aku berani mengatakan hal ini! Daniel, lihat adikmu sudah terkena tumbalnya! Meskipun aku tidak mencintai pria bodoh ini, tapi aku juga tidak mau melihatnya sampai mati. Kita harus segera melakukan sesuatu!"Ucap Elizabeth.
Daniel hanya diam saja dengan kebingungan. Perasaannya masih berantakan dan dia masih begitu murka akan perbuatan Ratu Lilian.
"Kau ini ya...!"Hendry hanya kesal dengan Elizabeth yang mengatakan dirinya pria bodoh.
"Hei, apa kau lupa kalau kau juga sudah ditumbalkan ayahmu sendiri hah? Memang kebetulan saja aku mendapatkan penyakitnya lebih cepat darimu!"Ucap Hendry lagi.
Elizabeth kemudian menangis.
"Elizabeth...ma-maafkan aku, aku tidak bermaksud mengatakannya..."Hendry langsung merasa bersalah.
Cynthia bisa melihat bahwa keluarga kerajaan yang saat ini dia lihat cukup berantakan. Dia kemudian mendekati Daniel yang hanya diam sedari tadi.
"Daniel, mau sampai kapan anda mau duduk diam seperti itu?! Kita harus bertindak secepatnya! Aku yakin jika mendiang baginda Raja meninggal karena sudah sempat dijadikan tumbal sebelumnya. Anda bisa mengandalkanku, anda tidak lupa kan jika aku sudah mendapatkan kekuatannya?"Ucap Cynthia.
Hendry pun menoleh saat mendengar Cynthia mendapatkan kekuatan.
"Tunggu, anda bilang apa Nona? Anda sudah mendapatkan kekuatan?!"
"Iya, benar. Mendiang Kakek saya bernama George, dan dia memiliki kekuatan sihir putih. Beruntungnya kekuatan miliknya diturunkan padaku."Ucap Cynthia sumringah.
"Jadi begitu? Sudah kuduga apa yang diucapkan peramal Dennise waktu itu benar! Kita harus memberikannya hadiah sebagai tanda terima kasih kepadanya nanti! Berarti Anda juga sudah sempat pergi ke kolam suci?"Ucap Hendry begitu senang.
"Benar, tapi...saya masih belum tahu bagaimana cara menggunakan kekuatan saya ini. Setiap mantra yang saya pelajari sudah saya ucapkan semua, tapi tidak ada satupun yang berefek pada kemunculan kekuatan saya, yang mulia..."Ucap Cynthia menggaruk kepalanya.
"Hmm, tenang saja. Aku tahu bagaimana caramu bisa menggunakan kekuatanmu."Ucap Elizabeth yang mendengar.
"B-benarkah yang mulia?"
Elizabeth mengangguk. Ini rahasia ya, dulu mendiang nenekku juga memiliki kekuatan sihir putih lho. Meskipun kekuatannya tidak diturunkan padaku, tapi dia tetap memberitahuku cara melakukannya. Mau aku ajarkan bagaimana caranya?"Ucap Elizabeth mengajukan diri.
"Apa kau yakin itu bisa?"Tanya Hendry merasa kurang yakin.
"Aku sendiri tidak yakin sih. Tapi setidaknya dicoba dulu kan? Semoga saja berhasil..."
"Baiklah, kalau begitu tolong ajarkan saya
bagaimana caranya yang mulia Ratu..."Ucap Cynthia menjadi serius.
Next...