I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 31



Saat Daniel sudah pergi bekerja, Cynthia berencana untuk menemui adiknya. Rasanya sudah lama dia tidak meluangkan waktunya bersama adiknya sejak menikah. Dia juga ingin menghilangkan rasa sedihnya setelah meminum obat kontrasepsi sesuai perintah Daniel.


"Kyle, apa kamu tahu dimana Celina?"Tanya Cynthia kepada Dayang Kyle di sampingnya.


"Nona Celina sedang ada di taman bersama Pelayan Risa, Nyonya."Jawab Kyle.


"Oh, kalau begitu tolong antarkan aku kesana. Aku ingin menemuinya."Pinta Cynthia.


"Baik, Nyonya. Mari ikuti saya...."


Sesampai di taman, Cynthia melihat Celina yang sedang duduk di bangku taman sambil senyum-senyum sendiri dengan secarik kertas yang sedang di bacanya. Sementara Risa sedang duduk di sampingnya sambil bersenandung kecil.


"Celina, apa yang sedang kau lakukan? Surat apa yang kau baca sampai kau senyum-senyum sendiri seperti itu?"Tanya Cynthia.


"Eh? K-kakak? Ah, ini bukan apa-apa kok...!"Ucap Celina secepat kilat langsung menyembunyikan suratnya di balik punggungnya.


"Hmm, lalu kenapa harus disembunyikan begitu? Tampaknya....ada sesuatu nih?"Tanya Cynthia merasa curiga.


"Ih, sudah kukatakan kalau surat ini tidak penting! Ah, kakak aku ingin pergi untuk buang air kecil sebentar!"Ucap Celina langsung berlari dengan cepat memasuki rumah.


"Hey, tunggu!"


"Nona Celina! Tunggu saya!"Ucap Risa seketika panik saat Celina pergi berlari meninggalkannya begitu saja.


"Tunggu Risa! Kamu berhenti disitu."Pinta Cynthia. Risa pun menurut.


"Apa yang di sembunyikan anak itu? Dan mengapa dia senyum-senyum begitu saat membaca surat itu? Lalu siapa yang sudah mengirim surat kepadanya?"Tanya Cynthia beruntun. Dia merasa tidak sabar karena sikap adiknya yang sudah membuatnya khawatir.


"Uhh...., anu yang mengirim surat adalah Yang mulia pangeran Steven Hubert, Nyonya..."Ucap Risa terpaksa menjawab. Tadinya Celina sudah memintanya untuk merahasiakan perihal surat itu untuk tidak memberitahukannya kepada Cynthia. Tetapi dia tentu tidak akan seberani itu kepada Nyonya besar.


"Apa? Dari yang mulia pangeran Steven? Kenapa dia tiba-tiba mengirim surat kepada adikku? Bukankah Celina mengatakan mereka sudah tidak akrab lagi?"Tanya Cynthia terkejut.


"Saya juga kurang tahu, Nyonya. Nona Celina terlihat senang sekali saat tukang pos memberikan surat yang dikirim dari Yang mulia pangeran Steven. Nona membacanya namun saya tidak tahu apa yang dikatakan Yang mulia pangeran di dalam surat itu."Ucap Risa.


"Jadi begitu ya? Terima kasih kau sudah memberitahuku Risa."Ucap Cynthia.


"Dengan senang hati, Nyonya."


Cynthia jadi sedikit khawatir kepada Celina jika suatu saat Celina mendapat masalah dengan keluarga kerajaan barat.


Tidak bisa kubiarkan! Aku harus berbicara kepada Celina!


Sementara itu di istana, seseorang datang melapor kepada Hendry mengenai informasi yang di minta oleh Hendry.


"Yang mulia Pangeran, saya datang untuk memberikan informasi mengenai keluarga Martinez."


"Kalau begitu jelaskan."


"Seorang pria bernama William Martinez adalah seorang ayah dari keempat anak-anaknya. Istrinya bernama Sarah Felantino dan sudah meninggal sejak 6 tahun yang lalu akibat penyakit yang dideritanya. Nama anak-anaknya antara lain adalah Crystal, si putri pertama, Cynthia putri kedua, Carl putra ketiga dan Celina anak ke em--"


"Tunggu sebentar, kau bilang Cynthia?"


"Iya Yang mulia, Cynthia Martinez. Putri kedua William Martinez yang tidak terlalu menonjol di antara keluarganya. Katanya dia seorang putri yang tidak diperlakukan adil oleh keluarganya."


"Hmm, begitu ya. Lalu?"


"Mereka sekeluarga tinggal di desa Rosevie. Desa yang tidak terlalu luas wilayahnya dan berada sedikit jauh dari kota."


"Apakah wanita bernama Cynthia itu sudah menikah?"Tanya lagi Hendry.


"Sudah kuduga!"Ucap Hendry merasa lega karena rasa penasarannya selama ini sudah terjawab.


Kak, aku minta maaf sebesar-besarnya kepadamu karena sudah tidak menuruti perintahmu. Aku hanya sangat khawatir kepadamu. Apakah jangan-jangan Nona Cynthia itu memiliki kekuatan sesuai apa yang dikatakan si peramal itu?


"Lalu apakah kau tahu apa alasan mereka berdua bisa menikah? Bagaimana bisa wanita itu mau menikah dengan kakakku?"Tanya Hendry.


"Tetangga mereka tidak ada yang tahu mengenai hal itu, yang mulia. Mereka hanya tahu jika keduanya menikah secara mendadak."


"Mendadak? Jadi begitu ya? Aku jadi semakin penasaran...."Ucap Hendry menjadi galau.


Haah....kalau aku punya kesempatan, aku ingin sekali berbicara berdua dengan Nona Cynthia...semoga dia bisa membantu. Ternyata selama ini Crystal sudah berani berbohong kepadaku. Bisa-bisanya dia setega itu tidak menganggap adiknya sama sekali. Tampaknya dia memang harus diberi hukuman karena sudah berani menipu seorang pangeran...


Hendry seketika ekspresinya berubah karena menyesali dirinya yang sudah berpacaran dengan Crystal.


"Hei, siapkan kereta kuda. Hari ini aku ingin menemui Nona Crystal."Perintah Hendry.


"Baik, yang mulia Pangeran. Akan segera kami persiapkan."


Di kediaman Daniel pula, di sela-sela dia sedang bekerja, dia terus kepikiran dengan ucapan Hendry kemarin malam. Antara percaya atau tidak perihal salah satu keluarga Martinez yang memiliki kekuatan istimewa.


"Felix."Panggil Daniel kepada Felix yang tidak begitu jauh di tempatnya.


"Iya Tuan?"


"Apakah kau ada mengenal seorang peramal yang ada di daerah kota?"


"Uh, ada Tuan. Ada beberapa orang yang mengakui dan bekerja sebagai peramal di daerah kota. Salah satunya yang saya pernah kenal adalah peramal wanita bernama Dennise Morph. Dia dikenal seorang peramal yang bisa mengetahui isi hati seseorang. Ada juga yang bilang jika dia pernah belajar dengan seorang guru yang memiliki kekuatan sihir putih."


"Sihir putih? Itu dia! Sihir itu satu-satunya yang cuma bisa menyembuhkanku dan membunuh makhluk iblis itu!"Ucap Daniel langsung heboh.


"Aku sudah mencari ke seluruh buku namun belum bisa menemukan seseorang yang memiliki sihir putih tersebut. Apakah kau tahu dimana tempat wanita peramal itu?"Ucap Daniel.


Lho, bukankah Tuan mengatakan jika Tuan tidak mempercayai seorang peramal? Ternyata Tuan kali ini benar-benar bertekad untuk menyembuhkan kutukannya ya...


Felix kemudian tersenyum. "Saya mengetahui jika peramal Dennise tinggal di..."


Felix mulai menjelaskan alamat tempat tinggal sang peramal.


Sepulang kerja, sesuai rencana Daniel mendatangi si peramal itu. Tadinya dia merasa takut dan tidak percaya. Namun kali ini dia setidaknya harus mencari tahu tentang sihir putih.


"Halo Tuan, anda pasti Tuan Daniel si orang tampan itu kan?"Ucap Peramal itu.


"Uh, tidak...aku."


Apa-apaan sih orang ini! Apa dia sengaja menghinaku?


"Oh maaf Tuan, saya tidak bermaksud menghina anda. Maafkan saya karena saya adalah orang buta. Saya sudah buta sejak lahir tetapi untungnya ada seseorang yang sudah mau merawat saya dengan suka rela. Tetapi saya berkata jujur jika anda adalah pria yang sangat tampan."Ucap peramal itu sambil tersenyum.


"Jangan mengada-ngada. Bagaimana bisa kau mengatakan kalau diriku tampan jika kau sendiri buta? Jangan berani-beraninya menipuku!"Ucap Daniel kesal.


"Hohoho...saya tidak seberani itu Tuan. Apakah anda terkena kutukan? Sepertinya begitu ya?"


"Benar, aku terkena kutukan sihir hitam. Jadinya aku berubah menjadi buruk rupa seperti monster."


Next....