
Daniel membawa Cynthia ke dalam kamar dan membaringkan Cynthia di atas ranjang. Keduanya sudah merasa panas satu sama lain hingga mereka pun menghabiskan malam pertama di acara bulan madu pernikahan mereka.
Malam harinya, Celina sempat bertanya-tanya kemana kedua kakaknya pergi. Sejak sore tadi dia belum melihat keberadaan pasangan suami istri itu.
"Kak Risa, dimana kak Cynthia dan kak Daniel?"
Risa sedikit bingung untuk menjawabnya. Dia tidak mungkin bisa berkata sembarangan di depan anak yang masih berusia 10 tahun. Tampaknya Risa sudah mengetahui apa yang sedang pasangan suami istri itu lakukan di dalam kamar.
"T-tuan Daniel dan Nyonya Cynthia sedang mendiskusikan tentang pekerjaan, Nona....saat ini keduanya sedang tidak bisa diganggu."Jawab Risa terpaksa berbohong meskipun pada akhirnya gagap.
Celina sempat menatap curiga. "Hmm, benarkah? Apa harus selama itu? Jadi apakah aku harus menunggu kedua kakakku untuk makan malam?"
"Ah....Anda sudah lapar ya Nona? Kalau begitu anda makan terlebih dahulu saja. Saya akan menyiapkan makan malamnya untuk anda."Ucap Risa menyadari Celina yang sudah kelaparan gara-gara menunggu kedua kakaknya yang sedang menjalankan misi.
"Eh? Memangnya boleh? Apakah itu sopan jika aku makan lebih dulu tanpa menunggu kedua kakakku??"Tanya Celina sempat kaget.
"Saya rasa tidak apa Nona. Saya yakin Tuan Daniel juga tidak akan memarahi anda. Anda tidak boleh sampai menunda makan, daripada harus jatuh sakit nantinya."Jawab Risa.
"Hm, baiklah kalau begitu...."
Setelah makan malam, Celina langsung pergi ke kamarnya untuk segera beristirahat. Dirinya sangat kelelahan karena liburan yang panjang. Dia sempat menunggu kedua pasangan itu untuk keluar dari kamar, namun tidak kunjung muncul, pada akhirnya dia memilih beristirahat di kamarnya.
Sementara di kamar kedua pasangan itu, setelah melakukan kewajiban suami istri, Daniel tidur sambil memeluk Cynthia dari belakang. Jujur saja Cynthia tidak menyangka jika Daniel benar-benar buas dan tidak melepaskannya saat itu. Hampir sekujur tubuhnya dipenuhi kiss mark.
Setelah Daniel tadi menceritakan kisah masa lalunya, Cynthia masih belum percaya jika suaminya memiliki kekuatan mengendalikan orang lain. Dirinya sempat takut jika suatu hari Daniel akan mengendalikannya. Belum lagi Pangeran Putra Mahkota Hendry ternyata seorang anak yang terlahir dari makhluk iblis. Rasanya dia juga jadi ingin ikut balas dendam dengan perbuatan Ratu Lilian. Ditambah lagi negara mereka selalu penuh dengan masalah perekonomian dan orang-orang miskin.
Cynthia benar-benar merasa lelah. Dia bahkan tidak sanggup untuk bangkit karena merasakan bagian pinggangnya yang nyeri.
Huh, ini semua gara-gara anda, Daniel! Seluruh tubuhku sakit semua....hiks T-T.
Daniel tiba-tiba terbangun. "Istriku, kau sudah bangun? Kenapa cepat sekali?"Tanya Daniel saat menatap Cynthia yang masih membuka matanya.
"Aku memang sangat lelah, tapi aku juga lapar....Daniel."Ucap Cynthia terdengar lemas. Dia benar-benar lelah.
"Oh, benar juga! Tadi kita sudah melewatkan jam makan malam kita. Aku benar-benar bodoh tidak memberimu makan dulu, pantas kau terlihat lemas sekali. Kalau begitu aku akan memanggil pelayan untuk mengantarkan makanan."Daniel segera beranjak dari tempat tidur dan mengenakan pakaiannya kembali yang berceceran di bawah lantai.
Dih, lemas katanya?! Apa bukan karena anda yang terlalu liar?! Seharusnya anda tahu kalau ini adalah yang pertama untukku!
Setelah Daniel memanggil pelayan untuk mengantar makanan, Cynthia segera memakan makanannya begitu juga dengan Daniel. Cynthia tidak sempat mengenakan gaunnya kembali dan hanya menutupnya dengan selimut. Jadi dia langsung makan saja.
Daniel memperhatikan bagian pinggir bibir Cynthia yang ada noda makanan.
"Duh, Cynthia. Ada noda di dekat bibirmu. Kau makan seperti anak kecil saja ya..."Ucap Daniel.
"Eh? Benarkah? Maaf, aku tidak menyadarinya...."
Saat Cynthia hendak ingin membersihkannya, Daniel mendekat dan lansgung menyosor bibir Cynthia dan menjilat noda makanan itu.
Tentu saja Cynthia kaget dengan apa yang barusan suaminya itu lakukan padanya.
"Da-daniel!"Teriak Cynthia jadi malu.
Daniel tidak peduli. Sepertinya dia masih belum puas. Dia pun terus melanjutkan mencium bibir Cynthia. Sementara tangannya sudah mulai aktif kembali menggerayangi tubuh Cynthia yang tanpa busana sehela pun.
"Daniel...bukankah tadi kita sudah melakukannya...? Aku sudah lelah..."Keluh Cynthia.
Oh, TIDAK!!
Keesokan paginya, Daniel terbangun duluan dan melihat Cynthia yang masih tidur di sampingnya. Dia tersenyum puas karena setelah penantian lama akhirnya mereka melakukan malam pertama mereka dengan lancar.
Daniel mencium kening Cynthia lalu bergumam. "Terima kasih untuk yang semalam ya istriku....kau pasti sangat kelelahan...aku tidak akan pernah melupakan acara bulan madu kita yang spesial ini..."
Daniel kemudian beranjak dari tempat tidur. Dia mengutip pakaiannya yang berceceran di atas lantai dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Tak lama Cynthia terbangun. Baru bangun Cynthia langsung mengeluh merasakan tubuhnya remuk terutama bagian pinggangnya.
Aish...sepertinya aku tidak bisa bangun...?? Bagaimana ini?! Jika Celina sempat melihat kondisiku yang seperti ini dia pasti akan curiga! Argh!
Cynthia mengacak-ngacak rambutnya merasa panik. Dia lalu melihat ke samping dan tidak melihat Daniel di sampingnya.
Lho, dimana Daniel? Apa...dia pergi meninggalkanku begitu saja?!
Cynthia berusaha bangkit. Tak lama suara pintu kamar mandi terbuka dan Daniel keluar dari sana mengenakan handuk di pinggangnya.
"Oh, kau sudah bangun Cynthia? Apa masih sakit?"Tanya Daniel kemudian berjalan mendekat ke arah istrinya.
"Huh?"Cynthia seketika membelalakkan matanya saat melihat tubuh Daniel yang berdiri di hadapannya dengan jelas yang hanya mengenakan handuk di pinggang. Tadi malam dia tidak melihatnya begitu jelas karena terlalu sibuk melayani suaminya. Saat ini Cynthia bahkan menelan salivanya saat melihat tubuh bagus Daniel yang seperti pahatan itu.
"Cynthia? Kau melamun?"Tanya Daniel sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Cynthia.
"Oh, maaf! K-kenapa anda tidak membangunkanku?"Tanya Cynthia dengan wajah bersemu merah.
"Aku tidak tega membangunkanmu. Kau tidur seperti bayi. Aku tahu kau pasti sangat kelelahan sepanjang malam."Ucap Daniel sambil tersenyum.
"Ha ha...benar. Anda tadi malam sungguh bersemangat, ha ha...."
"Apa masih sakit? Tadi kau belum sempat menjawab pertanyaanku."Tanya Daniel.
"Ehmm...masih, hehe. Kelihatannya buatku berdiri sepertinya sedikit sulit..."Ucap Cynthia jadi malu.
"Maafkan aku. Lain kali aku tidak akan seperti itu lagi...Kalau begitu aku akan membantumu."Ucap Daniel.
"Eh?"
Daniel mulai mengangkat tubuh Cynthia dengan perlahan dan menggendongnya menuju ke kamar mandi. Dia membawa istrinya dengan balutan selimut.
"A-anda tidak perlu sampai membawaku ke kamar mandi! A-aku bisa mandi sendiri...!"Ucap Cynthia seketika panik.
"Tenang saja. Biarkan aku membantumu mandi. Kau tidak perlu malu, aku kan sudah melihat setiap inci tubuhmu."
Argh! Tidak perlu diberitahukan bisa kan, Daniel! Bikin malu saja!
Butuh waktu beberapa jam kedua pasangan itu untuk bersiap-siap. Cynthia merasa lega karena Daniel tidak meminta lagi, justru Daniel membantu memandikan Cynthia dengan lembut.
Saat kedua pasangan itu keluar kamar dan menuju ruang makan, sesuai dugaan bahwa Celina langsung menatap kesal.
Next....