I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 58



"Cynthia...syukurlah akhirnya kau sudah bangun...kami semua sangat mencemaskanmu. Kau sudah tidak sadarkan diri selama 3 hari..."Ucap Daniel merasa begitu lega.


"A-apa yang terjadi? Kita dimana sekarang?"Tanya Cynthia kebingungan.


"Kita sedang berada di istana milik Yang mulia Raja Hendry. Kita belum bisa langsung kembali ke rumah kita, karena kondisi kita sedang seperti ini."Jawab Daniel.


"Jadi begitu? Lalu mengapa aku bisa pingsan selama itu?"Tanya Cynthia lagi.


"Yang mulia Ratu Elizabeth mengatakan jika kau saat hendak membunuh Ratu Lilian, kau mengerahkan seluruh kekuatanmu yang sangat besar, itu sebabnya kau langsung tidak sadarkan diri."Jawab Daniel.


"Lalu apa yang terjadi dengan Ratu Lilian? Apa...dia sudah..."


Daniel mengangguk. "Iya, kau sudah berhasil membunuhnya. Di saat itu juga mayatnya langsung dibakar dan kita berdua diamankan disini karena kita berdua sama-sama tidak sadarkan diri waktu itu."


Cynthia menutup mulutnya tidak percaya kalau dia sudah berhasil membunuh Ratu Lilian. Rasanya dia menjadi kasihan dan bersalah. Belum pernah dalam seumur hidupnya dia melakukan sesuatu sampai membunuh seseorang. Baginya tindakan itu adalah hal yang paling kejam.


"Daniel...apakah dengan aku sudah membunuhnya, aku ini manusia yang buruk?"


"Tidak. Hal yang kau lakukan benar Cynthia. Jika kau tidak segera membunuhnya, entah apa yang akan terjadi dengan dunia ini. Tapi kita jangan merasa lega dulu, karena sebentar lagi masalah selanjutnya akan datang. Kemungkinan besar keluarga belah pihak Sang Ratu sebentar lagi akan datang. Mereka pasti akan balas dendam menyerang kita dengan sihir hitam yang mereka miliki."Ucap Daniel.


"Itu...hal yang gawat.."Gumam Cynthia menjadi khawatir.


"Cynthia, apa kau mau berjalan-jalan di luar? Pertama-tama kita sarapan terlebih dahulu. Ada hal yang ingin kutunjukkan juga."Ajak Daniel.


"Oh, baiklah."Ucap Cynthia menurut.


Beberapa saat kemudian di ruang makan...


"Nona Cynthia, selamat pagi. Syukurlah anda sudah siuman..."Sapa Elizabeth.


"Ah iya, terima kasih Yang mulia..."


"Mari semuanya kita nikmati makanannya."Ucap Hendry.


Cynthia entah kenapa jadi merasa canggung. Dia melirik ke arah Hendry karena penasaran dengan ekspresi Hendry saat ini. Dia khawatir karena dia sudah membunuh ibunya.


"Ehem...Nona Cynthia, kenapa anda melihat kearah saya terus? Apa anda tertarik pada saya?"Tanya Hendry yang ternyata sudah menyadari tatapan Cynthia kearahnya.


"Uhuk! Uhuk, uhuk!"Cynthia tersedak makanan yang saat ini sedang dikunyahnya. Dia begitu kaget dan malu saat Hendry bertanya.


Daniel dengan cepat memberikan segelas air kepada Cynthia. "Nih, minumlah dulu..."


Cynthia pun mengambilnya dan segera meminumnya.


"Pelan-pelan, Cynthia..."Ucap Daniel yang melihat Cynthia minum dengan terburu-buru.


Hendry berusaha menahan tawanya. Sementara Elizabeth dan Daniel meliriknya dengan tajam.


"Anu...maafkan saya Yang mulia...saya hanya...penasaran dengan suasana hati anda saat ini. Bukankah...waktu itu saya sudah...membunuh ibu anda...?"Tanya Cynthia sedikit takut.


"Haha, aku hanya bercanda, Nona. Aku tidak masalah sama sekali. Justru aku merasa lega. Yah, meskipun aku masih sedikit sedih karena mau bagaimanapun dia tetap ibuku. Dia melahirkanku walau dia tidak pernah memperhatikanku, memberiku kasih sayang dan hanya memanfaatkanku untuk keturunannya. Tapi dia pantas mendapatkannya karena dia memiliki hati yang sangat buruk..."Ucap Hendry menjadi murung.


Cynthia ikut tertunduk dan dia tidak tahu harus mengatakan apa.


Tiba-tiba Elizabeth menepuk bahu Hendry.


"Hey, sudahlah kita tidak perlu bersedih! Lagipula ibumu pasti sudah mendapatkan kehidupan yang lebih baik disana. Hari ini seharusnya kita merayakan kemenangan kita. Para warga sudah banyak yang berkumpul di luar untuk menyambut keberhasilan kita! Jadi ayo kita semangat!"Ucap Elizabeth memberi semangat.


"Anda juga Nona, anda jangan merasa bersalah karena sudah membunuh Ratu Lilian. Waktu itu anda benar-benar sangat keren! Anda bahkan menghancurkan seluruh bangunan istana Lewis! Kini kerajaan itu benar-benar sudah berakhir sekarang!"Ucap Elizabeth merasa begitu puas.


"Apa? I-istana Lewis sudah hancur?!"Tanya Cynthia kaget kemudian menatap kearah Daniel.


"Tadinya aku ingin memberitahukanmu, tapi dengan cara menunjukkannya secara langsung kepadamu. Tapi yang mulia Ratu sudah membocorkannya lebih dulu."Ucap Daniel.


"Haha, jika Nona Cynthia begitu penasaran, ayo kita keluar sekarang! Kita juga harus menyambut para warga yang sudah menunggu di luar."Ucap Elizabeth.


Beberapa saat kemudian, gerbang istana dibuka dan semua orang bersorak sampai membuat Cynthia kaget.


"Nona Cynthia! Terima kasih atas jasa anda! Berkat anda, kami tidak akan menderita lagi!"Teriak para warga.


Cynthia menjadi bingung dan gugup harus meresponnya. Dia hanya bisa membalasnya dengan tersenyum.


"Cynthia, lihat orang-orang ini. Mereka semua berteriak memberi dukungan kepadamu dan menganggapmu pahlawan mereka. Apakah kau merasa senang?"Tanya Daniel.


Senang...?


"Aku...tidak tahu, Daniel. Saat aku menyerang Ratu Lilian, aku tidak bisa mengingatnya sama sekali. Yang hanya kuingat, waktu itu aku sangat marah karena Ratu Lilian melukai anda. Lalu aku merasakan keanehan dalam diriku. Rasanya seluruh tubuhku memanas seperti terbakar api. Setelah itu, aku tidak ingat apa yang terjadi."Ucap Cynthia.


"Aku juga. Saat itu Ratu Lilian melemparku ke dinding dengan sangat kuat dan hampir membuat kepala dan tulang punggungku patah. Aku juga tidak sadarkan diri. Setelah diperiksa dokter, ternyata tulang punggungku memang sedikit retak. Tapi untunglah kepalaku baik-baik saja."Ucap Daniel.


"Apa masih terasa sakit?"Tanya Cynthia.


"Masih sedikit nyeri. Tapi dokter sudah memberikan salap di punggungku. Jadi sudah sedikit lebih baik."Jawab Daniel.


"Hey, kalian kenapa sibuk mengobrol sendiri sih? Bukankah katanya kalian mau melihat istana Lewis yang sudah hancur?"Ucap Elizabeth yang kesal.


"Sudahlah Lisbeth. Hal itu tidak terlalu penting. Setelah ini kita harus memberi sedekah kepada semua warga ini."Ucap Hendry.


"Ck, kita kan bisa menyuruh para bawahan kita untuk memberikannya."Ucap Elizabeth.


"Hmm, benar juga."Balas Hendry.


Mereka semua pun pergi ke tempat wilayah istana Lewis yang sudah hancur. Walau sekarang marga Lewis sudah berpindah ke Hendry, tapi selamanya istana itu akan jadi kenangan yang kelam.


Setelah mereka semua sampai disana, Cynthia membulatkan matanya masih tidak percaya dengan perbuatannya yang membuat istana Lewis hancur tidak bersisa. Di dalam hatinya dia masih merasa sayang dan sedih dengan istana yang cukup besar dan megah itu.


"Aku benar-benar tidak percaya sudah menghancurkannya...apa anda semua tidak ada yang merasa sayang dengan istana ini?"Tanya Cynthia.


"Tidak. Istana ini memang sangat megah dan cantik, tapi kami hanya mendapatkan kenangan buruk selama berada disini. Sebaiknya kita menguburnya saja dan membuat lahan baru yang lebih bermanfaat."Ucap Hendry memberi usul.


"Tumben sekali kau memberi masukan yang bijak? Aku punya usul kalau sebaiknya tempat ini dibagi dua. Yang satu untuk lahan pertanian, dan yang kedua untuk lahan pertenakan para warga. Jadi mereka bisa menghasilkan bahan makanan dengan lebih mudah."Ucap Elizabeth.


"Ah, ya boleh juga."Balas Hendry.


Tiba-tiba ada seseorang yang berlari dari belakang mereka dan mereka pun menoleh dengan waspada.


Ternyata yang berlari ke arah mereka hanya seorang gadis kecil. Dia adalah Celina.


"Huaaa...kakak!!"Teriak Celina menangis mengejar Cynthia.


Next....