I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 33



Sesampai di taman kota, sesuai janji Celina bertemu dengan Steven. Celina tidak sangka jika Steven masih setia menunggu di bangku taman tersebut. Padahal dia tadi sudah cukup terlambat karena menunggu kedua kakaknya bersiap-siap dan itu sungguh membuatnya kesal. namun dia mengernyit merasa heran karena ada seseorang yang sedang bersama dengan Steven di bangku itu.


"Hei, itu bukankah yang mulia putri Elizabeth, tunangannya Yang mulia pangeran Hendry?"Tanya Cynthia yang ikut memperhatikan.


"Iya, benar. Aku sendiri kaget kalau kakak bocah itu ikut juga."Jawab Daniel.


"Jadi...itu adalah kakaknya yang mulia pangeran Steven? Cantik sekali..."Ucap Celina terpesona.


"Tapi kenapa kakaknya tiba-tiba ikut bersama dengan yang mulia pangeran itu?"Tanya Cynthia begitu penasaran.


"Sudahlah Cynthia, biarkan adikmu menemui pangerannya dulu."Ucap Daniel menggoda Celina.


"Ih, kakak bicara apa sih! Sudahlah aku pergi sekarang, kalian berdua jangan ada yang ikut denganku! Cukup awasi saja dari jauh atau lebih bagusnya lagi kalian kembali pulang saja!"Ucap Celina.


"Anak ini!"Cynthia ikut kesal.


"Hehe, oke baiklah."Jawab Daniel.


Celina pun berjalan menemui Steven yang sedang menunggu di bangku taman bersama Elizabeth. Sementara kedua pasutri itu tetap bersembunyi di dalam kereta kuda yang bersembunyi dekat pepohonan yang rindang. Namun dari situ mereka cukup bisa mendengar.


"S-selamat siang yang mulia pangeran Steven...! Dan salam juga yang mulia putri Elizabeth! Maafkan atas kedatangan saya yang terlambat...! Anda berdua pasti sudah menunggu lama..."Ucap Celina panik.


"Ah, Celina. Akhirnya kau datang juga. Tidak apa-apa. Lagipula kami sendiri belum terlalu lama disini."Ucap Steven merasa senang.


"Jadi ini gadis kecil yang bernama Celina itu? Nama belakangnya Martinez kan?"Tanya Elizabeth membuka suara.


"Uh, b-benar..."


"Lalu, jika begitu kamu pasti adiknya Nona Crystal kalau tidak salah kan?"


Celina cuma bisa diam. Sementara di dalam kereta kuda, Cynthia yang ikut mendengar juga cukup merasa kaget. Apakah alasan Elizabeth datang adalah bermaksud untuk mengintimidasi Celina?


"Ya-yang mulia putri kenal dengan kakak saya?"Tanya Celina balik.


"Iya benar. Dia....adalah seorang wanita yang sangat cantik. Tidak heran jika adiknya juga cantik."Jawab Elizabeth tersenyum penuh makna.


"Be-begitu ya? Kak Crystal memang sangat populer, tapi....sudah lama aku tidak bertemu dengannya..."Ucap Celina lagi.


"Huh? Kenapa?"Tanya Elizabeth penasaran.


"Kak, sudahlah! Jangan mengajak Celina bicara terus! Saat ini yang seharusnya mengajak bicara adalah aku karena aku yang memintanya kemari!"Ucap Steven kesal.


"Oh, maaf. Aku hampir lupa. Silahkan nikmati waktu kalian. Ingat 15 menit lagi, kita sudah harus kembali."Ucap Elizabeth.


"Ini semua gara-gara kakak tahu, waktunya jadi terkuras banyak!"


Elizabeth hanya tertawa. Sepertinya dia memang suka menjahili adiknya itu. Elizabeth akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua.


"Uh, kemana yang mulia putri pergi?"Tanya Celina heran.


"Sudah, jangan pedulikan dia. Daripada itu Celina, akhirnya kita bisa bertemu lagi! Kau tahu, aku sendiri tidak percaya bahwa kita akan bertemu lagi. Kukira kedua orang tuaku akan benar-benar melarangku untuk bertemu denganmu. Namun, sayangnya..."Ucapan Steven terhenti.


"Kenapa?"


"Mungkin kita tidak akan bertemu lagi untuk ke depannya."Ucap Steven menjadi sedih.


"Apa?"


"Bulan depan kakakku sebentar lagi akan menikah dengan Yang mulia Pangeran Hendry. Setelah pesta pernikahannya selesai, aku pasti akan langsung kembali ke asal negaraku."Jawab lagi Steven.


"Ja-jadi begitu ya? Sayang sekali....berarti ini pertemuan kita yang terakhir?" Tanya Celina ikut sedih.


"Tidak, masih ada beberapa kali lagi kita bisa bertemu untuk menghabiskan waktu bersama. Mungkin sampai 3 pertemuan lagi? Aku berencana untuk menghabiskan waktu bersamamu sebaik-baiknya."


"Ah, begitu ya...."Celina jadi bingung antara harus sedih atau senang.


Sementara itu Elizabeth berjalan mengelilingi taman. Dia sempat melihat kereta kuda yang terparkir dekat pepohonan dan merasa familiar dengan kereta kuda itu.


Ah, ini pasti kereta kuda milik Tuan Daniel kan!


Elizabeth tanpa ragu langsung berjalan menghampiri kereta kuda itu.


Cklek, Daniel membuka pintu. Dia langsung mengenakan topeng begitu juga dengan Cynthia. Cynthia sempat cemas mengapa Elizabeth menghampiri kereta kuda milik mereka.


"Ah, sudah kuduga anda akan di dalam!"Ucap Elizabeth.


"Yang mulia putri Elizabeth? Mengapa anda disini?"Tanya Daniel.


"Tidak apa. Aku kemari menemani adikku ke taman. Dia sedang berbicara dengan seseorang. Aku merasa bosan lalu melihat ada kereta kuda milik anda yang terparkir disini."


"Jadi begitu ya? Ingatan anda sungguh tajam ya yang mulia..."Ucap Daniel cukup merasa kaget dengan Elizabeth yang bisa-bisanya menandai kereta kuda miliknya. Padahal desain kereta kuda miliknya tidak begitu mencolok.


Sementara Cynthia yang belum sempat menyapa sama sekali jadi overthinking dengan sikap putri Elizabeth yang sungguh mencurigakan.


"Hehe, ngomong-ngomong siapa itu yang di belakang anda?"Tanya Elizabeth yang sempat melihat Cynthia yang masih berada di dalam kereta kuda.


"Ah, ini kenalkan namanya Cynthia. Dia adalah istri saya."Ucap Daniel lalu memperlihatkan sosok Cynthia.


"Salam yang mulia putri...senang bertemu dengan anda."Ucap Cynthia.


"Apa? Istri?! J-jadi anda sudah menikah?! Tidak mungkin!"Ucap Elizabeth merasa begitu terkejut.


"Iya, saya sudah menikah, yang mulia putri, sekitar dua bulan lalu."


Elizabeth langsung memperhatikan Cynthia dari bawah sampai atas dengan seksama. Dirinya sempat mengernyit mengapa istrinya juga harus memakai topeng seperti Daniel. Dia jadi tidak bisa melihat wajahnya.


"Kenapa anda juga memakai topeng?"Tanya Elizabeth kepada Cynthia.


"Saya hanya mau mengikuti suami saya saja."Jawab Cynthia asal.


"Benarkah?"


"Itu benar yang mulia putri. Lagipula saya yang menyuruhnya untuk mengenakan topeng agar wajah cantiknya tidak bisa sembarang dilihat oleh pria lain."Sambung Daniel.


Cynthia yang mendengar cuma bisa menahan malu.


Duh, dia lagi bicara apa sih?!


"J-jadi begitu? Sayang sekali ya...aku ternyata sudah terlambat..."Gumam Elizabeth sedih dan kedua orang itu mendengarnya.


Huh? Apa maksud ucapannya itu?!


Cynthia langsung mengira jika putri Elizabeth menaruh perasaan kepada suaminya.


"Aku jadi tidak bisa melihat wajah istri anda, kalau begitu. Padahal aku sangat penasaran ingin melihat wajahnya. Jadi aku sendiri juga tidak boleh?"Ucap Elizabeth lagi.


Tidak boleh! Anda pasti akan langsung menghina wajahku saat sudah melihatnya!


"Haha...maaf ya Yang mulia putri, tetap tidak bisa."Ucap Daniel menolak.


Elizabeth jadi semakin heran mengapa dirinya tidak boleh melihat istrinya. Padahal dia sendiri sudah lebih dulu melihat wajah Daniel yang tanpa topeng.


Apa yang sebenarnya mereka sembunyikan dariku?


"Huh, ya sudahlah jika kalian tidak bisa. Aku tidak akan bisa memaksa lagi jika begitu. Tapi ngomong-ngomong apa yang sedang kalian lakukan disini? Bukankah Tuan Daniel seharusnya bekerja sekarang?"Tanya lagi Elizabeth.


"Ah kami...itu..."


"Kakak! Ayo kita pulang sekatang!"Teriak suara Steven yang memanggil Elizabeth dari jarak sedikit jauh.


"Oh, mereka sudah selesai rupanya. Kalau begitu aku harus pamit. Sampai ketemu lagi Tuan Daniel dan Nyonya Cynthia!"Ucap Elizabeth izin pergi.


"Iya, yang mulia putri, Hati-hati..."Ucap Daniel dan Cynthia hanya membungkuk.


Setelah Elizabeth pergi...


"Daniel, anda harus menjelaskan hal ini kepadaku."


Next....