I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 29



"ehem, darimana saja kakak dan kakak ipar semalam? Tega sekali kalian berdua meninggalkan anak kecil sepertiku sendirian disini..."Ucap Celina mendramatisir.


"Haah...jangan mulai lagi Celina. Pelayan Risa kan menemanimu. Kami tidak mungkin bisa seterusnya bersamamu, sementara kami...punya banyak kesibukan."Ucap Cynthia berusaha memberi alasan.


Daniel yang mendengar hanya melirik ke arah Cynthia dan ikut manggut-manggut.


Celina akhirnya diam dan hanya mendengus kesal. Mereka bertiga akhirnya segera menyantap sarapan mereka bersama.


Sementara di kediaman keluarga Martinez, William masih juga kekurangan uang. Dia tidak tahu lagi harus meminjam dengan siapa karena hutangnya yang lain juga sudah menumpuk. Sampai saat ini para penagih hutang sudah lelah dengan William yang selalu memberikan janji palsu.


Dia sempat berharap pada anak lelakinya yang saat ini juga masih pengangguran.


"Carl, ayah sudah tidak tahu lagi harus dimana mencari uang. Tidak ada yang mau menerima ayah bekerja lagi karena ayah sendiri juga sudah tua. Apa kau belum ada kemajuan apapun bahkan mencari sugar mommy sekalipun?"Ucap William terlihat sudah putus asa.


"Apa? Ayah ada-ada saja. Semiskin apapun diriku, aku tidak akan pernah mau menjadi budak para wanita kaya sampai mati. Aku begini juga masih punya harga diri! Kenapa ayah tidak minta saja kepada Kak Crystal? Sekarang ini dia pasti sudah kaya raya karena berpacaran dengan pangeran putra mahkota Hendry."Jawab Carl.


"Apa katamu? Crystal berpacaran dengan Putra Mahkota Hendry?! Apa kau tidak salah bicara? Bukankah Putra Mahkota Hendry sudah memiliki tunangan?!"Tanya William tidak percaya.


"Aku tadinya juga tidak percaya dengan apa yang ku dengar. Ada seorang teman yang memberitahuku bahwa kak Crystal berpacaran dengan pangeran Hendry secara diam-diam. Tapi dia juga menyampaikan bahwa jangan sampai ada yang tahu tentang hubungan mereka, kalau tidak mau mati."


"Benar-benar sulit dipercaya. Biarpun begitu, Crystal benar-benar putri yang bisa diandalkan. Dia bahkan bisa berpacaran dengan pangeran Hendry karena parasnya yang cantik. Tidak seperti kakak keduamu yang malah sudah berani melawan ayah dan menjadi sombong hanya gara-gara menikah dengan si Tuan buruk rupa."


"Oh ya tentang Kak Cynthia, ku dengar suaminya adalah seorang Duke terkaya. Dia bahkan memiliki usaha tambang permata yang ada di kota A."Ucap Carl.


"Sungguh?! Wah, dasar anak itu! Padahal suaminya sekaya itu, tetapi dia benar-benar tidak mau memberi keluarganya uang sepeserpun! Dasar anak kurang ajar!"Ucap William kembali murka.


"Kalau begitu, kenapa tidak minta kepada kak Crystal saja?"Tanya Carl.


"Kau bodoh ya? Ayah mana seberani itu dengan Putra Mahkota!"


"Hmm, kalau begitu begini saja. Jika ayah mau kak Cynthia memberikan kita uang, kita hanya perlu minta maaf padanya. Dia mungkin merasa diperlakukan tidak adil selama ini. Aku punya ide yang menarik...."Ucap Carl sambil tersenyum tipis.


Kembali di kediaman pasangan Auberon, saat ini Cynthia sedang bersantai di bawah pohon kelapa yang cukup rindang. Dia duduk di atas pasir beralaskan karpet. Dirinya sungguh rileks saat memandangi laut yang begitu indah di hadapannya.


Tak lama Daniel datang sambil membawa dua buah kelapa yang sudah siap diminum.


"Cynthia, ini ada minuman air kelapa untukmu."Ucap Daniel seraya memberikan buah kelapa kepada Cynthia.


"Oh, terima kasih Daniel!"


Daniel pun ikut duduk bersama istrinya di atas karpet tersebut.


"Dimana Celina?"


"Celina sedang bermain dengan Risa. Seperti biasa anak itu selalu lupa waktu kalau soal bermain."Jawab Cynthia.


"Haha, begitu ya? Mumpung masih disini, biarkan dulu dia main sepuasnya. Dua hari lagi kita akan kembali pulang. Saat itu aku harus melanjutkan pekerjaanku."


"Ah iya...ngomong-ngomong soal Putra Mahkota Hendry, apa anda tahu mengapa beliau bisa berpacaran dengan Kakakku? Sampai sekarang aku jadi sering memikirkannya. Bukankah beberapa hari lagi Putra Mahkota Hendry juga akan segera bertunangan? Tidak mungkin kan acara pertunangannya dibatalkan begitu saja?"


"Oh ya? Tujuan apa?"Tanya Cynthia penasaran.


"Entahlah, aku tidak tahu. Kakakmu itu bukanlah tipenya. Dia pernah mengatakan kepadaku bahwa dia ingin memiliki pasangan yang sebaya dengannya atau yang lebih muda darinya."


"Pfft, hahaha! Jadi begitu ternyata. Apa itu berarti kak Crystal hanya dimanfaatkan?"


"Heh, bisa jadi."


Tapi...apa yang bisa dimanfaatkannya dari kakakku?


Cynthia jadi kembali berpikir.


Dua hari kemudian, mereka pun kembali pulang ke kastil. Baru saja sampai di rumah, Daniel langsung saja melanjutkan pergi menuju tempat kerjanya yang ada di kota A sekalian mengurus beberapa berkas pemerintahan. Cynthia jadi merasa tidak enak karena Daniel sudah memaksakan dirinya menghibur Cynthia dan juga adiknya jauh-jauh sampai ke pantai yang ada di luar negeri.


Mulai sekarang kedua pasangan itu akan tidur di kamar yang sama dan Daniel tidak merasa takut atau khawatir lagi dengan pikiran Cynthia yang menganggapnya monster.


Sementara itu di waktu yang tidak pas, William dan Carl memutuskan untuk berkunjung ke kastil Auberon. Mereka terpaksa setelah berpikir cukup lama demi mendapat uang.


Baru saja sampai di depan gerbang, para pengawal melarang mereka berdua untuk memasuki wilayah kastil.


"Hey, apa-apaan kalian! Kenapa kalian tidak mengizinkan kami masuk? Apa kalian tahu siapa kami? Aku ini adalah ayah kandung Nyonya kalian, dan anak ini adalah adik kandungnya! Tolong biarkan kami masuk!"Ucap William marah.


"Maaf Tuan, anda berdua dilarang masuk. Ini adalah perintah dari Tuan Auberon."


"Apa...?"William seketika tidak bisa berkata-kata.


"A-ayah sebaiknya kita menyerah saja. Sepertinya kita tidak akan bisa lagi berharap kepada kakak maupun Tuan Auberon..."Ucap Carl mulai takut.


"Kenapa Tuan kalian melarang kami masuk? Aku kan ayah mertuanya. Aku sudah menikahkan putriku kepadanya, seharusnya dia tidak memperlakukanku seperti ini!"


"Tuan, perintah tetaplah perintah. Kami hanya menjalankan tugas sesuai yang diperintahkan Tuan kami. Anda sebaiknya harus segera meninggalkan kastil ini, atau kami terpaksa menarik anda berdua keluar dari sini."Ucap salah satu pengawal dengan tegas.


"Grrr...."William benar-benar murka. Dia bahkan sudah mengepal tangannya merasa ingin menghajar kedua pengawal yang sudah berani melarangnya masuk. Tapi karena masih mengingat nyawa, dia pun akhirnya menyerah.


Cynthia, benar-benar anak yang tidak tahu diuntung! Lihat saja jika aku melihatmu, Aku pasti akan menghajarmu habis-habisan!


Sementara itu Daniel yang sedang sibuk melakukan pekerjaannya, Hendry datang mengunjunginya.


"Halo, kakak, Bagaimana dengan liburan acara bulan madunya? Pasti menyenangkan ya? Aku jadi iri..."


"Kalau kau kemari hanya untuk meledekku, lebih bagus kau pergi saja dari sini."Ucap Daniel kesal.


"Hahaha, aku hanya bercanda kok kak. Aku masih penasaran mengapa kakak berniat menyembunyikan identitas istri kakak? Percuma saja kan disembunyikan jika ke depannya bakalan tahu juga."


"Haah..., Dengar ya, Yang mulia putra mahkota, aku berniat menyembunyikan identitas istriku karena dia adalah milikku. Aku tidak mau ada pria sembarangan yang mengetahui tentang istriku."


Next....