
Malamnya, mereka semua berkumpul di meja makan untuk makan malam. Cynthia merasa jika Daniel malam ini tidak begitu banyak bicara dan sedikit dingin.
Ada apa dengannya? Apa telah terjadi suatu masalah?
"Kak, besok aku ingin pergi ke kota lagi untuk menemui Steven. Bolehkah aku pergi kesana lagi? Aku juga sudah berjanji kepadanya untuk bertemu dengannya lagi besok."Ucap Celina kepada Cynthia.
"Tentu saja. Daniel, Celina boleh pergi ke kota lagi kan?"Tanya Cynthia.
"Eh, iya..."
Cynthia merasa sepertinya Daniel tadi sedang melamun.
"Yeay! Terima kasih Kak Cynthia dan kak Daniel!"
Sesudah siap makan malam...
"Cynthia, mari ikut denganku sebentar."Ucap Daniel tiba-tiba.
"Eh? Baiklah."
Mereka berdua beranjak dari kursi dan Daniel mengajak Cynthia ke suatu tempat. Sementara Celina masih berada di kursi ditemani oleh Risa.
"Kak Risa, ada apa dengan kak Daniel? Dari tadi Kak Daniel cuma diam saja, ya kan?"Tanya Celina yang peka.
"Huh? Maaf Nona, saya juga tidak tahu..."
Daniel menyuruh Cynthia masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu. Cynthia sempat kaget dengan apa yang di lakukan Daniel dan pikirannya seketika melayang kemana-mana.
"Daniel...?"
"Duduklah."Pinta Daniel agar Cynthia duduk di sofa.
Cynthia mendengar perintahnya dan mereka berdua pun duduk di sofa.
"Cynthia, aku penasaran. Apakah kau ini memiliki keturunan sihir atau semacamnya?"Tanya Daniel.
"Huh? Apa? Keturunan sihir?"Cynthia malah bingung dengan pertanyaan yang diberikan Daniel.
Ck, sudah kuduga pasti Cynthia tidak tahu apapun soal yang berbau sihir!
"Aku...tidak tahu Daniel. Tapi kurasa tidak karena aku tidak merasa jika aku punya sihir. Aku juga belum pernah dengar kalau keturunan dari keluargaku juga punya sihir."Jawab Cynthia.
"Begitu ya...?"
"Kenapa anda tiba-tiba menanyakannya? Aku tahu jika sihir itu pasti ada hubungannya dengan kutukan yang ada pada diri anda kan?"
"Iya...kukira kau tidak akan tertarik dengan cerita seperti ini?"Tanya Daniel cukup kaget dengan respon yang diberikan Cynthia.
"Siapa bilang? Justru aku sangat berharap ingin punya sihir. Aku sering dengar kalau dunia ini dipenuhi dengan berbagai macam sihir. Aku juga sering membaca novel tentang sihir. Karena itu juga aku menjadi tertarik dan suka pada hal yang berbau sihir!"
"Eh...be-begitu rupanya..."Daniel tidak sangka jika Cynthia sangat bersemangat saat membahas tentang sihir. Dari tampang gadis itu, gadis itu seperti cuek dan masa bodoh. Tapi dia cukup merasa lega karena sepertinya dia semakin siap untuk menceritakan tentang dirinya kepada Cynthia.
"Kenapa Daniel? Apa ada sesuatu yang berhubungan dengan kutukanmu?"
"Aku juga melihat anda yang terus melamun sejak di meja makan tadi. Pasti ada hal yang sedang anda pikirkan kan?"Tanya Cynthia.
Wah, ternyata anak ini juga peka ya...
"Ehm...benar. Aku kira kau itu punya sihir atau semacamnya karena kau melihat rupaku yang tidak seperti monster. Aku menganggap itu sangat aneh karena aku sendiri masih melihat diriku buruk rupa di cermin. Felix si kepala pelayan juga melihat hal yang sama."Ucap Daniel.
"Kepala pelayan Felix? Jadi dia sudah pernah melihat rupa anda?"
"Iya, dialah yang pertama kali melihat diriku yang seperti ini. Aku sudah mengalami hal ini selama 15 tahun. Dan Felix sudah menemaniku selama itu..."Jawab Daniel.
"Wah, luar biasa! kepala pelayan Felix sepertinya benar-benar setia kepada anda..."
Daniel kemudian membuka topengnya.
Cynthia mengangguk. "Itu benar! Aku mana mungkin berani berbohong Daniel. Jika aku bisa melukis, aku akan melukisnya untuk anda."Ucap Cynthia.
"Pfft, haha kau tidak perlu sampai melukisnya untukku. Begini saja, kau katakan padaku bagaimana rupaku seperti yang kau lihat sekarang."
"Baik!"Cynthia tampak bersemangat. Dia mulai menyentuh wajah Daniel lagi dengan jari kecilnya memastikan kembali apa yang dilihatnya nyata.
"Mohon izinkan aku untuk menyentuh anda sekali lagi..."
Daniel paling tidak bisa saat momen seperti ini. Dia tahu jika Cynthia sudah menjadi istrinya dan dia sudah boleh melakukannya dengan istrinya. Tetapi rasa cemasnya masih belum hilang dan takut jika dia sampai hilang kendali.
Daniel cuma bisa menelan ludah dengan apa yang dilakukan Cynthia apalagi saat ini wajah mereka saling berhadapan dengan begitu dekat.
"Rambut anda begitu hitam dan berkilau. Alis anda juga sangat bagus. Mata anda yang sebiru laut benar-benar indah. Hidung anda yang mancung, bibir anda yang cantik seperti bibir perempuan. Rahang anda yang begitu kokoh dan sangat manis ketika tersenyum..."Ucap Cynthia dengan mata yang begitu tulus mengatakannya.
Ah, sialan! Kenapa dia harus menjelaskannya sedetail itu?! Aku jadi semakin tidak bisa menahan diriku!
Daniel memegang tangan Cynthia yang menyentuh wajahnya. Dia mendekat ke arah wajah Cynthia lalu menyentuh wajah Cynthia dengan tangannya.
"Cynthia, bolehkah aku menciummu?"Tanya Daniel tiba-tiba. Saat ini dia hanya terfokus pada bibir Cynthia yang kecil itu.
Kini tubuh keduanya sudah memanas. Cynthia dapat melihat dengan jelas wajah serta telinga Daniel yang sudah merah total.
Cynthia mengangguk dengan malu-malu jika dia mengizinkan Daniel untuk menciumnya. Daniel yang melihat Cynthia mengangguk langsung membulatkan matanya.
Dia pun mulai mencium Cynthia. Mereka saling berciuman dengan dalam. Daniel tangannya mulai memeluk pinggang Cynthia. Mereka berdua jatuh ke dalam momen itu dengan cukup lama.
Setelah ciuman panas itu selesai, Daniel segera memundurkan tubuhnya.
"Sudah, sampai disini dulu ya Cynthia. Kau...kembalilah ke kamarmu."Ucap Daniel.
"Eh...? Oh...ba-baik. Kalau begitu selamat malam, Daniel."Ucap Cynthia sempat terbodoh sejenak. Dia kemudian segera beranjak dari sofa untuk pergi.
"Iya, selamat malam Cynthia."Balas Daniel.
Cynthia kemudian pergi dengan perasaan campur aduk.
Saat Cynthia sudah meninggalkan Daniel, pria itu memukul sofa merasakan hatinya seperti melayang-layang diatas awan. Rasanya dia ingin melompat setinggi-tingginya sekarang ini.
Aku...aku benar-benar sudah menciumnya!! Argh!!
Sementara Cynthia, dia masuk ke dalam kamarnya masih bengong dengan apa yang baru saja terjadi padanya.
Aahhh aku dicium Daniel! Akhirnya aku dicium sama manusia yang paling tampan sedunia!!! Ahh bisa gila aku!!!
Cynthia malah lompat-lompat kegirangan. Dia bahkan berlari dan menjatuhkan dirinya di atas kasur sambil berguling-guling. Jika ada yang lihat tingkah dia sekarang ini, mungkin orang lain akan menganggap dirinya gila.
Tok, tok, tok....suara ketukan pintu membuyarkan kehebohan Cynthia.
"Ya?"Sahut Cynthia.
"Nyonya ini saya Kyle, apakah anda sudah mau tidur sekarang?"Tanya Kyle.
"Oh, iya!"Cynthia cepat-cepat membuka pintu agar Kyle bisa masuk untuk menyiapkan pakaian tidur untuknya.
"Silahkan masuk, Kyle."
"Nyonya, sebelum itu ada sebuah surat untuk Nyonya dari Tuan William Martinez."Ucap Kyle.
"Apa?"Cynthia kaget. Baru saja dia merasa bahagia karena suaminya menciumnya hari ini. Sekarang ini dia malah ditampar lagi dengan secarik kertas dari ayahnya yang tidak tahu diri.
Next.....