I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 36



Setelah permintaan maaf itu, Cynthia masih belum merasa yakin jika dirinya benar-benar memiliki kekuatan sihir putih hanya karena dia tidak melihat Daniel yang buruk rupa. Masih ada Crystal dan Carl yang belum melihat sosok Daniel yang tidak mengenakan topeng. Tapi jika dia mempertanyakannya lagi dia takut akan dikira tidak memikirkan perasaan Daniel.


"Cynthia, ada apa? Sepertinya kulihat akhir-akhir ini kau sering melamun?"Tanya Daniel yang muncul.


"Eh, bukan apa-apa kok Daniel...uhm, jadi bagaimana selanjutnya tentang peramal yang anda katakan itu?"Tanya Cynthia berusaha membuat topik.


"Nah, aku baru saja mau menyampaikannya kepadamu. Daripada merasa tidak yakin dirimu memiliki sihir putih atau tidaknya, lebih baik kita temui peramal itu langsung. Kurasa dia bisa tahu hanya dengan bertemu denganmu."Ucap Daniel.


"Benar juga...ide anda sungguh cemerlang! Kenapa aku tidak kepikiran kesitu ya?"Ucap Cynthia.


"Haha, kalau begitu ayo segera bersiap. Lebih cepat lebih baik kan?"Ajak Daniel.


"Haha, baik!"


Mereka berdua pun pergi ke tempat peramal itu. Sesampai disana, beruntungnya mereka bisa bertemu dengan peramal itu lagi, namun mereka malah bertemu dengan pangeran Hendry yang juga berada disana.


"Ya-yang mulia pangeran Hendry..?!"Tanya Daniel tidak percaya.


"Eh? Kakak juga mampir kesini? Apa kakak sudah percaya dengan apa yang aku katakan waktu itu?"Tanya Hendry dengan cepat menghampiri Daniel. Dia juga melihat Cynthia yang ikut bersama Daniel.


"Ternyata Nona Cynthia juga ikut ya...senang bertemu dengan anda lagi, Nona Cynthia."Ucap Hendry dengan ramah.


"Senang bertemu dengan anda lagi yang mulia pangeran..."Balas Cynthia sambil membungkuk.


"Apa yang sedang kau lakukan disini?"Tanya Daniel.


"Kakak sendiri sedang apa disini? Oh, apa jangan-jangan kakak akhirnya mau menyelidiki tentang keluarga Martinez yang memiliki sihir putih?"Tanya Hendry blak-blakan.


Deg, entah kenapa Cynthia merasa sangat gugup. Untungnya dia sudah mengenakan topeng untuk berjaga-jaga.


Pangeran Hendry jangan sampai tahu wajahku! Aku akan sangat malu dan semakin tidak percaya diri...


"Aku sedang apa disini itu bukan urusanmu."Ucap Daniel dingin.


"Kak, kenapa kau menjadi sosok yang dingin lagi? Bukankah kita sudah sepakat untuk bekerja sama? Tentu saja hal ini juga urusanku!"Balas Hendry.


Daniel memilih diam karena dia tidak mungkin terus melawan seorang putra mahkota. Dia pasti akan terkena masalah karena sudah berani melawan seorang putra mahkota.


"Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang sedang kau lakukan disini?"Tanya lagi Daniel.


"Bukankah sudah jelas? Tentu saja untuk mencari tahu tentang kekuatan sihir putih sama seperti yang kalian lakukan. Aku juga sekalian ingin tanya tentang ramalan cinta kepada Dennise, apakah aku dan Putri Elizabeth serasi apa tidak."Ucap Hendry berbisik dekat telinga Daniel.


"Hah, dasar kau ini....jadi kau ingin mencoba untuk berhubungan dengan putri Elizabeth?"


"Yah, aku hanya memastikan kalau dia memang jodohku. Tampangnya sih lumayan, tapi aku belum terlalu mengenal sifatnya seperti apa. Dan itulah yang sangat aku khawatirkan!"


Daniel memilih diam dan dia sungguh tidak ingin membahas tentang hubungan asmara orang lain.


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita temui Dennise sekarang!"Ucap Hendry.


Kedua orang itu pun akhirnya mengikuti langkah Hendry meskipun keduanya merasa keberatan.


Sesampai di dalam, Dennise langsung menyadari jika ada yang bertamu ke tempatnya


"Halo Dennise. Senang bertemu dengan anda lagi!"Sapa Hendry ramah.


"Selamat datang Yang mulia pangeran. Senang bisa bertemu dengan anda lagi. Ini adalah suatu kehormatan bagi saya anda mau berkunjung kemari lagi."Balas Dennise.


"Dan senang bertemu dengan anda lagi Tuan Daniel."Ucap Dennise tidak melupakan Daniel.


"Kalau saya boleh tahu, siapa yang anda bawa Tuan? Sepertinya anda membawa seseorang ya?"Tanya Dennise.


"Oh, aku mengajak istriku bersamaku kesini. Namanya Cynthia Martinez."Jawab Daniel.


"Martinez? Jadi anda sudah menikah dengan seseorang dari keluarga Martinez?! Saya...cukup terkejut."Ucap Dennise tidak percaya.


"Iya, itu benar. Belum lama ini kami menikah, Kira-kira baru sekitar 3 bulan."Jawab lagi Daniel.


"Kalau begitu bolehkah saya memegang tangan istri anda? Saya hanya berniat memastikan saja."Tanya Dennise.


"Tentu. Anda boleh memegang tangan saya."Cynthia menjawab.


Cynthia pun mengulurkan tangannya agar Dennise bisa memeriksanya. Dennise pun memegang tangan Cynthia dan ekspresinya langsung kaget.


"Anda adalah orangnya! Anda memiliki kekuatan sihir putih milik Tuan George!"Teriak Peramal itu kegirangan.


Ketiga orang yang ada disana hanya melongo dengan apa yang dikatakan Dennise.


"Apa kau sungguh mengatakan kebenarannya? Jangan mencoba berani menipu kami!"Tanya Daniel merasa tidak yakin.


"Percayalah pada saya Tuan! Saya bersumpah! Saya rela dihukum jika apa yang saya katakan itu bohong. Jika anda mau melihat buktinya, anda berdua harus pergi ke kolam suci yang ada di gunung Freesea."Ucap Peramal itu.


"Kolam suci di gunung Freesea?"Tanya Pangeran Hendry.


"Hei tunggu, sebelum itu aku ingin tahu bagaimana kau bisa langsung tahu jika istriku memiliki kekuatan sihir putih. Apa yang kau rasakan saat memegang tangannya? Bisa kau jelaskan padaku?"Tanya Daniel sangat penasaran.


"Uh...bagaimana menjelaskannya pada anda ya? Saya sendiri tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa kepada anda, tetapi yang bisa saya rasakan, tangannya sungguh dingin seperti es. Rasa tenang mulai menyelimuti diri saya ketika memegang tangannya dan ada sesuatu yang kuat dari dalam dirinya."Jawab Dennise.


"Lalu, apa yang harus kami lakukan di kolam suci?"Tanya Hendry ikut penasaran.


"Nyonya harus mencoba menyelam di kolam itu. Kolam itu cukup dalam dan belum ada yang bisa memastikan berapa ukuran kedalaman kolam tersebut. Beberapa orang awam sudah mencoba menyelam ke dalamnya, namun setelah itu tidak ada yang kembali lagi ke dasarnya dan menghilang begitu saja seperti buih laut. Tapi Tuan George sudah berkali-kali menyelam di kolam itu dan tidak pernah terjadi apapun dengan dirinya di kolam itu."


Cynthia sedikit kaget dengan penjelasan Dennise. Dia tidak punya pengalaman berenang sekalipun. Dia tentu saja merasa takut apalagi Dennise mengatakan jika kolam suci itu tidak terkira kedalamannya.


BRAK! Daniel tiba-tiba memukul meja.


"Berarti kau menyuruh istriku untuk uji coba? Apa-apaan itu! Bukankah yang kau katakan sudah jelas kalau istriku memiliki kekuatan sihir putih? Kenapa dia harus menyelam di kolam suci segala? Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya? Apa kau mau bertanggung jawab?!"Ucap Daniel murka.


"Daniel...anda tenanglah dulu..."Ucap Cynthia berusaha menenangkan Daniel.


"Ini bukan hanya sekedar uji coba Tuan, Nyonya ketika masuk akan langsung terlihat sosok jati dirinya. Nyonya justru akan jauh lebih kuat dari sebelumnya. Anda juga pasti akan pangling saat melihat perubahan yang ada pada Nyonya. Percayalah pada saya, Tuan."Ucap Dennise.


Daniel hanya diam, kemudian dia tak lama menarik tangan Cynthia untuk mengajak keluar dari sana.


"Ayo kita pergi saja dari sini, Cynthia."


"Eh, apa? Tapi..."


Cynthia akhirnya menurut. Dia lebih takut berhadapan dengan Daniel meskipun dia merasa tidak enak kepada Dennise.


Mereka berdua pun terpaksa keluar dan Cynthia pamit dengan menundukkan kepala kepada Dennise.


"Hey, kalian tunggu aku!"Panggil Hendry.


Next...