
"Nasib anda sungguh malang sekali Tuan. Saya berniat membantu anda, tetapi anda harus melakukan sesuai apa yang saya katakan."Ucap Peramal Dennise.
"Tunggu, sebelum itu, apa benar kau pernah berguru dengan seseorang yang memiliki kekuatan sihir putih?"Tanya Daniel.
Peramal Dennise tersenyum. "Iya Tuan. Beliaulah yang menemukan dan merawat saya. Beliau menjadikan saya anak angkatnya dan saya pun berguru dengannya walau saya tidak memiliki kekuatan sihir tersebut. Beliau adalah seorang pria yang bijaksana, berhati lembut dan selalu jujur. Satu-satunya orang yang memiliki sihir putih terakhir di dunia. Sayangnya Beliau sudah meninggal sejak belasan tahun yang lalu. Tetapi beliau sempat menikah lalu memiliki seorang anak perempuan. Anak perempuan itu bernama Sarah Felantino."
"Anda bisa mencarinya di keluarga barunya. Salah satu keturunannya memiliki sihir putih sesuai dengan apa yang saya ramal."Sambung Dennise.
Deg. Tentu saja Daniel langsung terpikir Cynthia. Sejak menikah dengan wanita itu, Daniel selalu memiliki firasat aneh. Daniel sudah tahu jika Sarah Felantino adalah nama dari ibu kandung Cynthia yang sudah meninggal sejak 6 tahun yang lalu karena Cynthia sempat menceritakan tentang keluarganya.
"Hei, apa kau sungguh yakin jika salah satu anak dari wanita yang bernama Sarah itu memiliki kekuatan sihir yang sama?"Tanya Daniel memastikan.
Peramal Dennise mengangguk penuh yakin. "Saya sudah benar-benar yakin bahwa salah satu dari anak-anaknya memiliki sihir tersebut. Tetapi saya tidak bisa melihat lebih jauh lagi siapa diantara mereka yang memilikinya. Anda harus mencari tahu lebih lanjut agar kutukan anda bisa hilang. Anda juga bisa sekaligus melakukan balas dendam."
"Baiklah, kuharap kau memang tidak menipuku. Ini upahmu. Kau bisa bilang jika jumlahnya kurang. Aku akan menambahinya."Ucap Daniel sambil melempar sekantung koin emas di atas meja Dennise Morph.
"Tidak perlu Tuan. Saya tidak membutuhkan ini. Anda lakukan saja apa yang harus anda lakukan. Ambil saja uangnya kembali."Ucap peramal Dennise menolak.
Daniel mengernyit merasa heran. "Kenapa? Aku ikhlas memberikannya kepadamu."
"Terima kasih Tuan, tetapi saya tetap tidak bisa menerimanya. Silahkan ambil uangnya kembali."Ucap Peramal Dennise.
"Baiklah, jika itu maumu."Ucap Daniel akhirnya mengambil kantung koin itu lagi dan memasukkannya ke dalam kantung jasnya.
Daniel pun pergi meninggalkan Peramal Dennise Morph.
"Semoga berhasil Tuan!"Ucap Peramal Dennise.
Daniel hanya membalas dengan anggukan.
Dasar wanita tua yang aneh.
Sementara itu di kastil, Cynthia mendatangi kamar Celina. Dia mengetuk kamar itu berkali-kali namun tidak ada sahutan dari dalam. Para pelayan mengatakan jika Celina memang sedang berada di kamarnya.
Anak ini semakin lama semakin durhaka saja ya?
"Celina, mau sampai kapan kau mau menyembunyikan surat itu? Kakak akan memberimu dua pilihan, dengarkan ucapan kakak atau kau terpaksa kembali pulang ke rumah ayahmu. Pilih yang mana?"Tanya Cynthia dengan ancaman.
Tak lama Cklek, pintu pun terbuka. Tentu saja Celina lebih memilih untuk tidak di usir karena dia sudah merasa bahagia tinggal di kastil dan hidup berkecukupan. Ekspresinya terlihat kecut karena sebal dengan kakaknya.
"Kakak mau apa lagi sih? Surat ini dikirim oleh Yang mulia Pangeran Steven! Apa kakak sudah puas?"Ucap Celina kesal.
"Pelayan Risa sudah memberitahuku lebih awal. Kalaupun tidak, aku pasti akan segera mengetahuinya cepat atau lambat. Sini berikan aku kertasnya."Ucap Cynthia.
"Apa? Kenapa? Apa kakak mau membacanya? Tolong jangan berlebihan seperti ini kakak!"Ucap Celina tidak terima.
"Kakak tidak berlebihan! Sudah berapa kali kukatakan kalau kalian berdua tidak boleh berteman?! Kakak hanya takut jika kau mendapat masalah dengan Kerajaan barat. Apa kau sendiri tidak takut? Kerajaan barat itu memiliki budaya masih ortodoks!"
Cynthia mengambilnya dan segera membaca surat itu.
Yang terhormat, Nona Celina Martinez
Maafkan atas kesalahanku pada hari itu di taman kota karena telah menunjukkan sikap yang tidak pantas. Sejujurnya sejak hari itu aku sangat menyesalinya bahkan sampai sekarang. Namun aku juga ingin menyampaikan bahwa aku merasa sangat senang bisa berkenalan dengan Nona Celina. Anda benar-benar seorang teman yang baik dan ramah. Tetapi aku malah bersikap sebaliknya kepada Anda. Aku benar-benar minta maaf atas sikapku yang kasar kepada anda. Hanya itu saja salam dariku. Oh ya, kakakku juga meminta salam kepada Kakak anda dan juga Tuan Daniel. Setelah ini temui aku di taman lagi siang ini dan aku menunggu kedatangan anda. Hanya saat itu aku baru bisa menemui anda. Kuharap anda datang. Salam hangat dari Steven Hubert.
Setelah Cynthia membacanya, Entah kenapa hatinya sedikit kesal saat membaca Pangeran Steven ingin bertemu dengan adiknya. Lebih anehnya lagi kakak pangeran itu juga meminta salam kepadanya dan juga suaminya. Padahal mereka sekalipun belum pernah bertemu.
"Hei, kakak ingin tanya padamu, katanya Yang mulia pangeran Steven menyuruhmu datang ke taman kota untuk bertemu. Apa kau tetap mau pergi menemuinya?"
"Sejujurnya aku ingin. Tetapi aku tidak mungkin pergi kesana tanpa izin dari kakak....aku sudah yakin jika kakak pasti tidak akan mengizinkanku pergi. Aku hanya takut jika kakak benar-benar akan memarahiku gara-gara surat yang dikirim oleh Yang mulia pangeran Steven..."Jawab Celina menunduk.
Cynthia seketika jadi tidak tega saat melihat raut wajah adiknya yang terlihat sedih. Seharian ini entah kenapa suasana hatinya sedikit buruk. Dia juga tidak yakin apakah dia sanggup untuk memberitahu adiknya mengenai mendapat keponakan untuk adiknya karena Daniel sendiri belum ingin memiliki anak.
"Celina, maafkan Kakak. Hari ini perasaan kakak sedang kurang bagus jadi kakak marah-marah tidak jelas kepadamu. Jika kamu tanya alasannya mengapa, kakak juga tidak tahu. Jika kau sungguh-sungguh ingin pergi kesana, boleh saja. Kali ini aku mengizinkanmu untuk menemui yang mulia pangeran Steven."Ucap Cynthia.
Seketika mata Celina berbinar-binar saat Cynthia memberikan izin untuknya. "Benarka-"
"Tetapi, syaratnya kakak harus ikut denganmu. Hati kakak tidak akan bisa tenang jika kau pergi sendirian kesana."
"Apa? Tapi kan pelayan Risa menemaniku."Ucap Celina kaget.
"Tidak bisa. Kakak tetap harus ikut!"Ucap Cynthia bersikeras.
"Ikut? Memangnya kalian akan pergi kemana?"Tanya suara Daniel yang baru kembali.
"Daniel? Anda sudah pulang?? Mengapa Anda pulang lebih cepat?"Tanya Cynthia terkejut.
"Yah, hari ini aku tidak memiliki banyak pekerjaan. Para bawahanku sudah mengerjakan semuanya. Jadi kalian hari ini akan pergi?"
"Oh iya, Celina tadi mendapat surat dari Yang mulia pangeran Steven. Anda bisa membacanya."Ucap Cynthia langsung memberikan surat itu kepada Daniel.
Daniel pun membacanya.
"Hmm, jadi yang mulia pangeran Steven ingin mengajak bertemu? Tumben sekali?"Tanya Daniel.
"Yang mulia pangeran Steven hanya ingin bertemu denganku! Aku juga ingin sekali bertemu dengannya. Tolong izinkan aku ya kakak....kumohon!"Ucap Celina sampai memohon.
"Hahaha, baiklah kau boleh pergi kesana. Kakakmu katanya ikut kan? Itu artinya kakak juga harus ikut!"Ucap Daniel.
"Apa?!"Celina merasa sangat terkejut.
TIDAK!! T-T
Next....