
Elizabeth mulai mempraktekkan caranya. Begitu juga dengan Cynthia yang mulai fokus mengikuti arahan Elizabeth.
Sementara Hendry dan Daniel hanya menonton kedua gadis itu.
Setelah beberapa saat...
"Nah, aku sudah mempraktekan sebagian mantra kepadamu. Apa kau sudah bisa mengikutinya?"Tanya Elizabeth.
Cynthia mengangguk.
"Baiklah, sekarang mulai dengan mantra yang pertama. Mantra untuk mengangkat sebuah benda sekitar."
Cynthia pun mulai membaca mantra dan memejamkan matanya. Dia menunjuk ke sebuah kursi yang ada di dekatnya. Tiba-tiba dengan sendirinya benda yang ditunjuk Cynthia terangkat ke atas dan melayang. Dia pun mencoba melemparnya ke sudut. BRAK! kursi itu terlempar dengan cukup kuat.
"Wah, anda berhasil Nona!"Ucap Hendry kagum sambil bertepuk tangan.
"Yes! Akhirnya aku sudah bisa!"Ucap Cynthia merasa bangga.
"Jangan merasa senang dulu, Nona. Masih banyak lagi mantra yang harus kau hapal. Untung saja nenekku mengajariku, jadi apa yang sudah diajarkannya padaku jadi berguna untukmu."Ucap Elizabeth ikut bangga.
"Benar, terima kasih banyak Yang mulia Ratu. Berkat anda, saya sudah bisa mengetahui bagaimana cara menggunakan kekuatan saya."Ucap Cynthia.
Cynthia sempat berpikir buruk tentang Elizabeth yang menyukai Daniel. Tapi sifat Elizabeth sudah membuktikannya dan hal itu membuat Cynthia lega.
"Sama-sama. Nah selanjutnya..."
Cynthia terus membaca mantra yang telah diajarkan Elizabeth. Semuanya berhasil dia lakukan dan Cynthia sudah cukup percaya diri untuk bisa melawan Ratu Lilian.
"Kau sangat hebat, Nona Cynthia, aku mengakuinya."Ucap Elizabeth cukup kagum.
"Hehe, ini semua berkat anda yang mulia Ratu."
"Masih ada hal terakhir. Kau harus membuat Daniel terlepas dari kutukannya. Aku yakin kau pasti bisa melakukannya."Ucap Elizabeth.
Deg, Cynthia dan Daniel secara bersamaan merasa berdebar-debar saat mendengar ucapan Elizabeth.
"Apa yang dikatakan Lisbeth benar, Nona Cynthia. Aku yakin anda pasti bisa melakukannya!"Ucap Hendry.
"Ba-baiklah, akan kucoba."Jawab Cynthia lalu berjalan mendekat ke arah Daniel. "Daniel, aku akan mencoba melepas kutukan anda. Bolehkah aku membuka topeng anda?"Tanya Cynthia.
"Iya, baiklah..."Jawab Daniel menurut.
Cynthia sedikit berdebar saat wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Daniel. Apalagi saat ini wajah Daniel terlihat begitu tampan.
Tidak-tidak! Kau harus fokus Cynthia! Waktumu tidak banyak!
Cynthia menghela napasnya dan mulai fokus untuk membaca mantra.
Cahaya mulai menyinari wajah Daniel. Sementara Hendry dan Elizabeth hanya melongo saat melihatnya.
Beberapa saat kemudian, Cynthia kembali membuka matanya dan menoleh ke arah Hendry dan Elizabeth yang masih melongo.
"Ba-bagaimana yang mulia...? Apa saya sudah berhasil melepas kutukannya?"Tanya Cynthia.
"Ah...ehem, iya sudah. Selamat, kau berhasil Cynthia. Aku juga memberikan selamat kepadamu juga Daniel. Kutukannya sudah terlepas dan wajah aslimu sudah kembali."Ucap Hendry.
Cynthia hampir tidak percaya dengan apa yang didengarnya, begitu juga dengan Daniel. Daniel tidak sadar jika dia sudah meneteskan air matanya.
"Akhirnya...! Daniel...? Anda menangis?"Tanya Cynthia terkejut melihat air mata Daniel yang jatuh di pipinya.
"Terima kasih Cynthia, terima kasih...!"Ucapnya berulang kali.
"S-sama-sama Daniel...aku hanya menjalankan tugasku, karena anda suamiku. Syukurlah jika kutukannya benar-benar sudah lepas."Balas Cynthia memeluk Daniel.
"Wah, kalian memang benar-benar serasi. Si wanitanya sangat cantik, sementara si prianya sendiri juga sangat tampan. Bukankah pemandangan seperti ini begitu indah?"Puji Elizabeth melihat keharmonisan kedua pasangan suami istri itu.
"Aku merasa sangat lega dengan mereka yang akhirnya kembali mendapat jati diri mereka masing-masing. Sekarang hal yang harus kita lakukan adalah menghadapi Ratu Lilian."Ucap Hendry kembali serius.
"Lisbeth, aku ingin memberitahumu satu hal. Mungkin kau akan sangat terkejut setelah mendengar sebuah fakta dariku. Tapi kau harus tahu jika diriku ini adalah seorang anak yang dibuat makhluk iblis, jadi aku bukanlah seorang manusia yang murni. Kau tahu kalau ibuku itu mandul, kan?"Ucap Hendry menatap Elizabeth.
Elizabeth yang mendengar cukup terkejut dan dia sampai menutup mulutnya tidak percaya. Hatinya langsung terasa perih tapi hal itu justru membuat Elizabeth merasa lebih kasihan kepada Hendry.
Elizabeth terdiam sejenak sambil menundukkan pandangannya. Sementara Cynthia dan Daniel juga sama terkejutnya dengan Hendry yang pada akhirnya memberitahu istrinya sebuah fakta tentang dirinya.
"Sebenarnya...aku sudah tahu tentang itu, Hendry. Dan aku tidak mempermasalahkannya."Jawab Elizabeth membuka suara.
Hendry tersentak mendengar jawaban Elizabeth.
"Aku pasti tidak akan mau menikahimu dan memilih untuk kabur jika aku membencimu yang kau katakan kalau kau bukanlah manusia murni. Tapi menurut pendapatku, kau sangat manusiawi kok. Kau memiliki hati yang sangat baik, dan rapuh. Kau tidak peduli dengan pengorbanan yang sudah banyak kau lakukan selama ini. Jadi, kau jangan terus menyalahkan dirimu sendiri yang bukan manusia murni. Di mataku kau adalah manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan, seperti manusia pada umumnya. Malah banyak manusia yang sifatnya melebihi iblis, aku benar kan?"Ucap Elizabeth.
Hendry seketika terenyuh mendengar semua ucapan istrinya. Dia tidak menyangka jika Elizabeth dapat memberikan kata-kata yang indah dan bijak seperti itu kepadanya.
"Heh, kukira kau seorang wanita yang tidak peduli menilai orang seperti itu. Aku cukup terkesima dengan semua ucapanmu. Jadi kau benar-benar menerimaku apa adanya?"Tanya Hendry.
"Huh, aku malas mengulang ucapanku!"Ucap Elizabeth sebal.
"Pffft...!"Hendry hanya tertawa.
Cynthia dan Daniel yang sedari tadi menyaksikan mereka ikut tersenyum merasa bahagia.
"Nona Cynthia, masih ada hal lagi yang harus kau lakukan sebelum berhadapan dengan Ratu Lilian."Ucap Elizabeth.
"Eh, apa itu?"
"Kau tahu kan kalau kami berdua terkena tumbal sihir hitam? Kami meminta bantuanmu untuk menyembuhkan penyakit kami, Nona Cynthia."Pinta Elizabeth.
"Oh, baik! Akan saya lakukan sekarang!"Balas Cynthia dengan segera.
Percobaan terakhir Cynthia sudah berhasil melakukannya. Dia berhasil menyembuhkan penyakit kedua pasangan itu terlepas dari tumbal. Mereka berdua langsung berubah menjadi lebih sehat dan bugar.
Cynthia memandang kedua tangannya masih mengira dirinya bermimpi. Dia tidak pernah menduga bahwa mengagumi seorang penyihir di buku novel yang dia baca adalah hal yang sangat menguntungkan.
Kekuatannya sudah melakukan banyak jasa dan dewa juga sudah mengabulkan doanya memberikan hadiah yang paling besar yang pernah dia terima.
Beberapa waktu berlalu, Hendry kemudian menyodorkan sebuah baju besi untuk semuanya pakai, termasuk Cynthia.
"Kita harus memakai baju besi ini agar tidak mudah terluka. Sebagian para penjaga istana ada yang mendukung kita dan ikut masuk ke dalam tim kita. Jumlah mereka kira-kira ada 500 orang. Kita harus menyusun rencana dengan baik."Ucap Hendry.
"500 orang? Bukankah itu cukup banyak? Ternyata banyak juga yang membenci Ratu Lilian ya?"Tanya Cynthia tidak percaya.
"Jangan lupa penjaga dari negaraku juga, Nona. Pengikutku jumlahnya ada 300 orang meskipun masih belum cukup dibandingkan dengan milik Hendry sih."Sambung Elizabeth.
"Tidak apa. Yang penting kita sudah dapat cukup banyak pendukung untuk membantu kita. Kita harus benar-benar bisa menghancurkan Ratu Lilian dan membunuh makhluk iblis itu."Ucap Daniel.
Keesokan harinya, mereka mulai beraksi.
Next....