
"Gawat! Di ibukota ada perang yang sangat besar! Teriak salah satu penjaga kastil dengan panik. Dia baru saja mendapat kabar dari keluarganya yang tinggal disana dan mengatakan jika para prajurit istana sedang melawan makhluk iblis yang tiba-tiba muncul.
"Apa?! Perang besar apa?"Tanya yang lain.
"Ratu Lilian ternyata selama ini memiliki makhluk iblis! Dia menggunakan sihir hitam untuk balas dendam! Katanya dia bahkan akan membunuh kita semua!"Ucap penjaga itu begitu panik.
Semua orang yang mendengar berita buruk itu langsung heboh dan panik. Mereka berlarian kesana kemari tanpa tujuan dan arah.
"Kak Risa, a-apa yang terjadi? Kenapa semua orang panik?"Tanya Celina yang menjadi takut melihat orang-orang pengurus kastil itu.
"Itu...kata salah satu penjaga, di ibukota ada Perang besar. Para prajurit istana melawan makhluk iblis yang dimiliki oleh Ratu Lilian. Selama ini ternyata Ratu Lilian memiliki sihir hitam, Nona."Jawab Risa.
"Apa?! Sihir hitam? Jadi itu benar-benar ada?"Tanya Celina yang tidak percaya.
"Saya juga tidak menyangka jika sihir hitam masih ada sampai sekarang. Satu-satunya kekuatan yang dapat menyeimbangi sihir hitam adalah sihir putih. Tapi saya dengar sihir putih katanya sudah punah dan sangat sulit untuk mencari orang dengan kekuatan itu, Nona..."Jawab Risa lagi.
Celina menjadi semakin bingung. Dia juga merasa takut dengan semua orang yang panik tanpa bisa melakukan apa-apa. Dan yang paling dia cemaskan adalah, kedua kakaknya yang sudah tidak kembali selama 6 hari.
"Kak Risa, kumohon beritahu aku dimana Kakakku pergi! Aku yakin kak Risa pasti tahu kemana tujuan mereka pergi kan?"Tanya Celina sambil menarik gaun Risa.
Risa yang menatap Celina merasa tidak tega. Jika dia tahu kemana kedua majikannya pergi, dia pasti akan memberitahu Celina. Risa pun hanya menggelengkan kepalanya tidak tahu.
"Maaf, Nona. Saya juga tidak tahu kemana mereka pergi. Mereka tidak mau memberitahu saya bahkan semua pelayan dan penjaga yang ada disini. Sepertinya mereka memang sengaja ingin merahasiakannya dari kita..."
Celina sangat kecewa dengan jawaban Risa. Dia menundukkan kepalanya lalu menangis.
"N-nona...!"Risa pun jadi panik dengan Celina yang menangis.
Tak lama Dayang Kyle datang menghampiri mereka.
"Nona Celina, saya tahu kemana tujuan mereka pergi."Ucap Dayang Kyle.
Celina langsung menaikkan dagunya mendengar ucapan Kyle.
"Benarkah? Kemana mereka?"
"Nyonya Cynthia sempat memberitahu saya bahwa mereka pergi ke kolam suci karena Nyonya Cynthia berkata dia memiliki sihir putih yang diturunkan dari mendiang kakek kalian. Mereka pergi ke kolam suci untuk mendapatkan jati diri Nyonya Cynthia yang sebenarnya."
Celina yang mendengar tentu saja sangat syok. Dia tidak pernah menduga jika kakaknya memiliki kekuatan sihir putih. Terdengar masuk akal baginya karena sejak dulu dia tidak pernah ingin mempercayainya sebab dia sendiri belum pernah menyaksikannya.
Kini dia jadi tahu semakin jelas mengapa kedua kakaknya belum kunjung pulang.
"Berarti kakakku sedang melawan makhluk iblis itu! Benar kan?! Tolong siapa saja selamatkan kakakku!"Teriak Celina menjadi panik.
Semua orang yang mendengar merasa bingung karena mereka sendiri tidak tahu harus melakukan apa.
Celina menjadi kesal karena semua orang hanya diam saja dengan kebingungan.
"Jika kalian semua tidak ada yang bisa melakukan apa-apa, lebih baik antar aku kesana menemui kakakku! Aku ingin bertemu dengannya!"Teriak Celina lagi.
"T-tapi nona, keadaan disana sedang sangat berbahaya! Sebaiknya kita disini saja untuk sementara..."Jawab Kyle.
"Tidak! Aku tidak mau membiarkan kakakku melawan makhluk iblis itu sendirian! Kumohon, tolong antar aku kesana!"Ucap Celina sambil menangis.
Kembali lagi di istana timur, di tengah-tengah Cynthia masih berusaha untuk melawan makhluk iblis, Ratu Lilian memiliki peluang untuk memanggil para prajurit setianya untuk membunuh pasukan milik Hendry. Mereka semua keluar dari gerbang khusus, dan mulai membidik panah ke arah pasukan Hendry. Ada beberapa yang sudah berhasil di panah dan mereka mati.
"Kalian jangan diam saja! Serang!"Teriak Hendry tidak mau menyerah.
Cynthia pun menyadari para prajurit setia Ratu Lilian sudah muncul dan menyerang balik pasukan mereka. Dia tidak tega saat beberapa pasukannya sudah tertembak panah.
Cynthia pun menggunakan kekuatan di sela-sela itu dan menyerang prajurit itu.
Mereka semua terpental dari kuda yang mereka tunggangi dan langsung mati. Cynthia terpaksa melakukannya daripada mereka nantinya bangun lagi untuk menyerang.
Hendry yang menyaksikan Cynthia ikut membantu mereka merasa kagum dan tertolong.
Cynthia merasa kesal karena musuhnya tidak habis-habis. Apalagi nanti dia harus melawan Ratu Lilian juga.
Aku ingin sekali rasanya mengerahkan seluruh kekuatanku untuk membunuh mereka semua, tapi jika aku melakukannya dengan sekaligus, orang lain pasti akan ikut terluka...bagaimana ya caranya?
Tiba-tiba Cynthia melihat ada yang melambaikan tangan dari bawah. Saat ini Cynthia sedang berusaha mengelak makhluk iblis yang juga terbang untuk menyerangnya.
Bukankah itu peramal Dennise..?
Cynthia cukup terkejut karena yang melambaikan tangan ternyata adalah peramal Dennise. Wanita itu mengarahkan sesuatu yang ingin ditunjukkannya tapi Cynthia tidak bisa melihatnya dengan jelas karena dia sibuk melawan makhluk iblis di hadapannya.
"Argh, sial! Kau menggangguku saja! Enyalah kau!"Ucap Cynthia marah langsung menggunakan kekuatannya sehingga makhluk itu langsung terhempas ke tanah.
Secepatnya Cynthia turun untuk menemui pertama Dennise.
"Peramal Dennise!"Ucap Cynthia.
"Nyonya, ikuti arahan saya! Anda harus memancing makhluk iblis itu ke menara Ring yang ada disana. Setelah anda sampai disana, anda harus memutar cincin besar yang terpasang di atas menara itu dan mengarahkannnya ke makluk iblis agar dia bisa masuk. Menara itu bisa mengurungnya dan tidak akan bisa kembali lagi. Tapi anda harus berhati-hati untuk tidak ikut masuk ke dalam cincin itu. Saya yakin anda pasti bisa!"Ucap Peramal Dennise memberikan semangat.
"Begitu ya? Oke, terima kasih banyak Dennise! Aku pasti akan membalas kebaikanmu!"Ucap Cynthia begitu lega karena akhirnya dia sudah tahu bagaimana cara untuk menangkap makhluk iblis itu.
Cynthia melihat makhluk iblis itu sudah bangkit kembali dan saat ini dia benar-benar murka. Dia mengerahkan kekuatannya menjadi lebih besar dan tubuhnya juga ikut membesar.
Cynthia sempat menelan salivanya merasa sedikit ngeri saat melihat perubahan makhluk iblis itu.
"Hei, kau ayo kemari! Datang dan tangkap aku! Dasar jelek, weee!"Goda Cynthia meledek makhluk iblis itu.
"Aaaaarghhhh!!"
Makhluk iblis itu tentu saja semakin murka dengan ejekan Cynthia. Secepatnya dia mengejar Cynthia untuk menangkapnya. Sementara Cynthia juga secepatnya menghindar dan berusaha untuk mencapai menara Ring.
Ya ampun, suaranya hampir memekakkan telinga seluruh bumi...
Daniel dan Hendry merasa heran mengapa Cynthia pergi ke menjauh dari wilayah istana. Mereka berdua sama-sama melihat sepertinya Cynthia sedang memancing makhluk iblis itu menuju menara Ring.
"Ya, bagus Cynthia! Kau pasti bisa!"Teriak Eden yang ikut memerhatikan.
"Kenapa dia membawa makhluk itu kesana?"Tanya Daniel cemas.
"Mendiang Tuan George pernah bilang kalau makhluk iblis bisa terkurung jika dia masuk ke dalam cincin menara itu. Menara itu bukan hanya menara biasa, melainkan menara penjara dan tidak akan bisa kembali jika sudah masuk kesana."Jawab Eden.
Next....