I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 14



"Cih, aku juga tahu kok! Sudahlah, kakak tidak perlu terlalu memikirkanku. Sebentar lagi aku juga akan melupakannya. Yang lebih bagus kakak urus suami kakak saja. Jadi pergi sana."Ucap Celina.


"Hei, tapi bukankah tadi kau sempat menangis? Memangnya kakak akan diam saja melihatmu menangis seperti itu? Haa...ya sudahlah, terserah kau saja..."Ucap Cynthia akhirnya pergi.


Cynthia pun masuk ke kamarnya sambil menggerutu karena begitu kesal dengan sikap adiknya.


"Huh, padahal aku kan cuma memberitahu kebenarannya. Kenapa dia tiba-tiba marah seperti itu? Apa karena dia sudah puber?!"


"Hahaha, mungkin saja begitu."Sahut Daniel yang sedang berada di kamar Cynthia juga. Dia duduk di atas kasur milik Cynthia.


"Eh?!"Cynthia merasa kaget karena tiba-tiba sudah ada orang lain saja yang berada di kamarnya.


"Apa aku mengagetkanmu?"Tanya Daniel.


"Iya, kupikir siapa atau mungkin bisa saja Kyle yang masuk ke kamarku. Ternyata anda..."Ucap Cynthia.


"Maaf kalau aku membuatmu kaget. Sini kemarilah."Ucap Daniel menyuruh Cynthia untuk duduk di sampingnya.


Cynthia pun mendengar perintahnya.


"Hei tunggu, sebelum itu kunci dulu pintunya."


"Ah, baik..."Cynthia terpaksa balik badan lagi untuk mengunci pintu kamarnya.


Setelah itu Cynthia duduk di samping Daniel sesuai perintah Daniel.


Daniel pun membuka topengnya. Tak lama dia menjatuhkan dirinya di kasur milik Cynthia.


"Ada apa, Daniel? Kelihatannya anda lelah sekali ya..."Ucap Cynthia.


"Tidak kok, hari ini aku banyak bersantai."


"Begitu? Oh ya Daniel, aku penasaran. Bukankah anda seorang duke yang terkenal paling kaya di negeri ini? Lalu bagaimana anda bisa menjadi kaya?"Tanya Cynthia seperti biasa yang selalu penasaran.


Daniel kemudian tersenyum. "Karena kau bertanya, aku akan memberimu rahasia yang selama ini kusimpan."Ucap Daniel.


"Eh? Rahasia?"


Apakah sudah waktunya?


"Iya. Karena yang kau tahu aku punya kutukan, aku jadi memanfaatkannya. Aku tidak hanya sekedar dikutuk menjadi buruk rupa tetapi juga jadi memiliki sihir. Energinya tidak begitu besar sih, tapi setidaknya aku bisa mudah mendapatkan uang dari kekuatanku ini."


"Eh sungguh? Jadi anda punya kekuatan menciptakan uang?!"


"Haha, bukan. Tapi aku bisa mengendalikan orang."Ucap Daniel.


Seketika Cynthia terpaku saat mendengar Daniel yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan orang lain. Dipikir-pikir itu cukup menakutkan. Dia tidak bisa membayangkan jika suatu hari nanti dia melihat kemarahan Daniel yang sesungguhnya. Dan entah kenapa juga dia tiba-tiba teringat dengan seorang gadis yang tersedak wine saat pesta kemarin.


"Cynthia, kenapa kau diam saja?"Tanya Daniel.


"Eh? Tidak, aku cuma sedikit kaget karena kekuatan anda itu cukup luar biasa..."Jawab Cynthia.


"Yah...memang luar biasa sih. Tapi aku sendiri tidak menginginkannya. Jika aku sedang marah, aku langsung merasa tidak terkendali..."


Kini Cynthia menjadi semakin merinding dengan ucapan Daniel.


"Kalau begitu bagaimana caranya anda bisa mendapatkan uang?"Tanya Cynthia.


"Mudah saja. Aku membuat orang-orang yang suka menghinaku membayar perbuatan mereka dengan uang. Aku hanya berbuat begini pada orang-orang yang pernah jahat padaku saja kok. Dan senangnya, mereka membayarnya. Itu masih jauh lebih baik daripada aku membunuh mereka kan?"


"Begitu? Lalu...bagaimana dengan ayahku? Bukankah dia malah sudah meminjam uang dengan anda sekitar 10.000 Gold?"


"Hmm, syukurnya aku tidak pernah mendengar ayahmu menghinaku. Itu makanya aku meminjamkannya uang. Tapi aku tidak tahu jika dia membicarakanku dari belakang..."


"Ka-kalau begitu...jika dia memang pernah membicarakan anda dari belakang, bagaimana?"


"Aku tidak masalah. Asalkan omongannya itu tidak sampai ke telingaku. Tapi jika demikian, aku terpaksa mengendalikannya..."


Cynthia akhirnya terdiam. Baru kali ini dia bisa melihat sosok Daniel yang begitu menakutkan. Dia tidak bisa membayangkan jika suatu hari dia berani mengkhianati Daniel.


Tidak, aku tidak akan melakukannya. Dia sudah cukup banyak membantuku....


"Pffft, hahahaha!"Tiba-tiba Daniel tertawa kencang.


"Hei, kenapa tiba-tiba anda tertawa? Apa yang lucu?!"Tanya Cynthia malah semakin panik.


"Kenapa serius sekali? Aku ini cuma bercanda kok. Lagipula mana mungkin aku benar-benar mengendalikan orang untuk mendapatkan uang. Kau percaya pada omonganku tadi? Hahaha, lucu sekali!"


Cynthia cuma melongo. Dia tidak mengira jika Daniel bisa bercanda di saat seperti ini. Dia akhirnya malu sendiri karena sudah berhasil ditipu.


"Ah, kukira anda benaran mengatakannya! Bagaimana aku tidak percaya kalau anda mengatakannya dengan tampang serius begitu?!"Ucap Cynthia jadi sebal.


"Hahaha, maaf kalau begitu. Aku akan menjawabnya dengan benar kali ini. Aku bisa menjadi kaya karena aku memiliki tambang berlian di kota A. Kau pasti tahu tambang permata yang terkenal di kota itu kan?"


"Eh, iya. Aku sering dengar kalau permata-permata yang ada di tambang itu sangat mahal dan cantik. Jadi itu milik anda?"


"Iya, dulu ayahku adalah seorang pengusaha tambang permata. Tapi sekarang aku yang menggantikannya."


"Ternyata begitu..."


Kalau kupikir-pikir aku tidak tahu siapa saja keluarga Daniel. Dia sama sekali tidak memberi tahuku apapun mengenai keluarganya. Yah, tapi setidaknya satu informasi saja cukup bahwa ayahnya ternyata seorang pengusaha tambang permata...


"Oh ya, tapi apakah anda benaran memiliki kekuatan atau semacamnya?"Tanya Cynthia lagi.


"Hmm, aku tidak tahu."Jawab Daniel.


"Hah? Tidak tahu?"


"Iya, aku tidak tahu karena aku tidak merasa jika aku punya sihir. Ini sudah malam, sebaiknya kau pergi tidur Cynthia."Ucap Daniel kemudian segera beranjak dari kasur.


"Tunggu dulu, Daniel. Aku...aku ingin kau..."Cynthia begitu malu untuk mengatakannya.


"Ingin aku apa? Apa kau perlu sesuatu?"Tanya Daniel.


"Ah, tidak. Tidak jadi. Maaf, Daniel. Anda juga pergi tidurlah sana."Ucap Cynthia akhirnya mengurungkan niatnya.


Ah, aku ini kenapa sih?! Aku tidak boleh seperti ini! Huaa...malu banget aku!


"Begitu? Ya sudah, kalau begitu aku kembali ke kamarku dulu."Ucap Daniel lalu dia memakai topengnya kembali.


"Iya, Daniel. Selamat malam."Ucap Cynthia.


"Selamat malam."Balas Daniel kemudian segera berjalan ke luar.


Cynthia yang melihat kepergian Daniel merasa kecewa. Dia tidak ingin Daniel pergi dari sisinya.


Huh, dasar tidak peka! Apa aku harus merasakan kegalauan ini setiap malam?! Menyebalkan!


Cynthia menjadi gerutu di dalam hatinya karena tidak mendapatkan sesuai apa yang diharapkannya.


Sementara Daniel berhenti di depan pintu dan dia berbalik lagi berjalan ke arah Cynthia.


"Eh, Daniel? Ada apa? Apa...ada yang ketinggal--?"


Daniel membuka topengnya kembali dan segera menyerang Cynthia dengan ciuman.


Cynthia sempat kaget dengan apa yang dilakukan Daniel. Akhirnya dia ikut merasakan ciuman Daniel dan mereka berdua saling tenggelam dalam momen itu.


Setelah ciuman yang lama itu, Daniel pindah tempat untuk mencium leher Cynthia.


"Da...daniel.."Cynthia merasa geli dengan yang dilakukan Daniel namun dia juga merasa ketagihan.


"Aku tahu kau pasti tadi menginginkan ini kan?"Bisik Daniel mendekatkan bibirnya di telinga Cynthia.


Cynthia terdiam dan dia jadi begitu malu dengan bisikan Daniel.


"Apa malam ini aku boleh tidur disini?"


"Eh?"Cynthia akhirnya membalas dengan anggukan.


Next....