I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 17



"Halo adikku. Apa kabar?"


"Ada perlu apa kau datang kemari?"Tanya Cynthia dengan dingin.


"Duh, sikap apa yang barusan kau tunjukkan itu kepadaku? Bukankah kau sekarang sudah menjadi Nyonya Duchess?"


"Aku tidak peduli. Bicarakan saja langsung intinya."


"Kenapa kau jadi seberani ini kepadaku? Aku datang kemari bukan untuk meminta uang suamimu kok. Malah aku kemari untuk memperingatimu! Aku tidak serendah dirimu Cynthia."Ucap Crystal ikut menatap dengan tajam.


"Kalau begitu katakanlah."Cynthia tetap tidak peduli dengan apa yang kakaknya katakan padanya.


"Baiklah. Aku Crystal, si gadis kembang desa. Sekarang ini memiliki seorang kekasih bernama Hendry Lewis, putra mahkota kerajaan Timur. Aku memperinga--"


"Tunggu! Apa-apaan itu?! Kau bilang dirimu itu kekasihnya putra mahkota?! Apa kau sudah tidak waras, kakak?"Tanya Cynthia tidak percaya.


"Ck! Sebenarnya aku malas untuk memberitahumu tapi aku terpaksa agar tidak ada yang tahu kalau kau itu adalah adikku! Bahkan termasuk putra mahkota! Kau pasti sudah tahu alasannya. Yaitu aku merasa malu memiliki adik yang tidak cantik, belum lagi sudah menjual dirinya kepada seorang pria buruk rupa yang terkutuk."Ucap Crystal tersenyum merendahkan.


Cynthia yang mendengar sempat mengepal tangannya merasa tidak terima dengan ucapan kakaknya yang begitu angkuh.


"Baik. Terserah saja. Aku juga tidak peduli. Yang penting aku sudah bahagia disini, kak. Lagipula saat putra mahkota menanyakan tentang nama belakangku, untung saja aku berbohong."


"Apa? Putra mahkota sempat bertanya padamu?!"


"Benar. Dia tanya apa nama belakangku dan aku jawab Louis. Aku hanya menjawabnya asal tapi aku tidak mengira jika dia tahu nama marga itu yang berasal dari kota A."


"Hmph, baguslah kalau begitu. Aku memperingatimu lagi bahwa kau harus merahasiakan hubunganku dengan putra mahkota. Kau mengerti?"


"Heh, tanpa kau beritahu juga aku tidak peduli karena itu bukan urusanku. Tapi aku penasaran, kenapa kalian berdua bisa berpacaran? Bukankah pengumuman baru saja datang kemarin bahwa dia akan segera bertunangan dengan putri Kerajaan Barat?"


"Asal kau tahu Cynthia, Putra mahkota sama sekali tidak menginginkan pertunangannya, karena dia sama sekali tidak mencintai putri dari Kerajaan Barat itu. Dia bilang bahwa dia itu mencintaiku karena aku penuh dengan kharisma. Bahkan dia menerima perbedaan umur kami yang cukup jauh. Waktu pesta ulang tahunnya kemarin, kami sengaja tidak memamerkan kemesraan kami karena untuk sementara waktu kami harus merahasiakan hubungan kami sampai Putra Mahkota berhasil membatalkan pertunangannya."


"Oh begitu? Ya sudah. Jadi kau datang kemari hanya untuk memberitahu hal yang tidak penting ini kepadaku?"


"Tidak penting katamu?! Aku juga tadinya tidak berniat untuk menemuimu! Tapi jika aku tidak berhati-hati, kau mungkin akan memberitahu semua orang bahwa aku adalah kakakmu!"Ucap Crystal menjadi kesal.


"Tapi aku sama sekali tidak ada kepikiran untuk memberitahu siapapun tentang hubungan kita, bahkan untuk menyebutkan tentang keluarga kita sekalipun. Aku bahagia tinggal disini dan Tuan Daniel bukanlah pria yang buruk. Dia luar biasa baik dan sangat--"Tiba-tiba ucapan Cynthia terputus.


Dia hampir menyebutkan bahwa Daniel sangat tampan, tapi dia mengurungkan niatnya jika lebih baik tidak ada yang mengetahui wajah asli paripurna suaminya.


"Sangat apa?"Tanya Crystal.


"Oh, maksudku dia sangat perhatian. Dia sama sekali bukanlah pria yang kejam atau jahat dan aku akui kalau aku begitu beruntung bisa menikah dengannya. Bahkan Celina juga jadi bahagia karena aku membawanya kemari."


Crystal terdiam mendengar penjelasan adiknya. Dia bisa melihat bahwa Cynthia memang begitu senang bisa tinggal di kastil mewah itu. Gadis itu bahkan jauh terlihat lebih segar dengan make up dan juga gaun mahal yang sekarang ini dikenakannya.


Tampaknya dia sudah mulai tidak waras. Pria terkutuk itu pasti sudah berbuat sesuatu kepadanya...


"Kalau begitu aku akan langsung pergi. Hanya itu yang kusampaikan padamu, dan kuharap kau tidak melakukan kesalahan, Cynthia."Ucap Crystal dengan tatapan tajam.


"Baik kak, aku mengerti. Selamat jalan dan hati-hati ya."Ucap Cynthia dengan senyum lebar menunjukkan bahwa dia lega jika kakaknya bisa segera pergi.


Akhirnya Crystal pergi dengan perasaan sebal melihat perubahan adiknya yang sudah berubah menjadi menyebalkan.


Setelah Crystal pergi, Cynthia baru bisa membuang napas panjang. Sesungguhnya dia sudah tidak sanggup untuk mendengar kakaknya yang mengatainya dengan buruk. Tapi jika dia tetap seperti dulu, Crystal sudah pasti akan menghinanya jauh lebih parah. Bukan hanya dia saja, tetapi Daniel juga pasti akan dihina.


Tak lama Celina datang menghampiri Cynthia.


"Kak Cynthia, tadi itu kak Crystal ya?"Tanyanya.


"Eh? Celina?! Kau sudah selesai menunggangi kudanya?"Tanya Cynthia kaget melihat kemunculan Celina yang tiba-tiba.


"Aku menunggu kakak untuk kembali. Tapi karena kakak tidak kunjung kembali, jadi aku meminta dayang Kyle untuk memberitahuku dimana kakak berada. Aku tidak sangka ternyata kakak menemui kak Crystal."


"Maafkan kakak, Celina. Kak Crystal tiba-tiba datang untuk menemuiku. Tidak ada hal yang penting. Dia cuma membanggakan dirinya lagi."Ucap Cynthia sedikit berbohong.


Celina diam saja. Dia seolah tahu jika kakaknya pasti menyembunyikan sesuatu darinya.


"Celina?"


"Aku dengar kok. Kalau itu alasannya datang kemari ya sudah. Aku sudah selesai menunggangi kuda, sekarang aku mau istirahat."Ucap Celina lalu berjalan ke kamarnya.


Cynthia sedikit heran dengan sikap adiknya barusan.


Malamnya, Cynthia sedang berada di kamarnya sambil membaca novel yang diberikan oleh pelayan Risa tadi. Dia tidak banyak melakukan kegiatan karena Daniel sendiri belum mengatakan apa-apa tentang apa yang harus dilakukannya sebagai seorang Duchess. Malam ini dia sedikit kecewa karena Daniel melewatkan makan malam bersama mereka. Kepala pelayan Felix menyampaikan padanya bahwa Daniel akan pulang lebih telat dari waktu yang di janjikan. Setelah makan malam, akhirnya Cynthia memilih bersantai sambil membaca novel hingga menunggu waktu tidur.


Wah, novel ini lumayan seru juga ya ceritanya...banyak misteri yang harus dipecahkan...


Cynthia begitu fokus membaca hingga dia tidak sadar jika sudah ada seseorang yang berada di kamarnya.


Seseorang itu menarik buku novel yang dipegang Cynthia.


"Serius sekali membacanya. Apa ceritanya seseru itu?"Tanya Daniel yang ternyata baru pulang.


"Eh? Daniel? Kenapa anda tidak memanggil tadi?"Tanya Cynthia kaget.


"Kukira kau akan langsung menyadari kedatanganku? Aku tidak sangka kau sama sekali tidak dengar suara langkah kakiku sampai kemari."


"Haha, maaf. Buku itu diberikan oleh Risa. Aku membacanya dan aku tidak mengira jika ceritanya lumayan seru. Aku tadinya bermaksud sambil menunggu anda untuk pulang, daripada aku merasa bosan..."Jawab Cynthia canggung.


"Bosan? Jadi kau merasa bosan selama disini?"Tanya Daniel.


"Eh, bukan begitu maksudku! Aku bosan karena tidak ada hal yang bisa aku lakukan disini. Bukankah aku sudah menjadi Nyonya Duchess? Seharusnya anda memberikan tugas untukku kan?"Tanya Cynthia.


"Ah, memangnya kalau sudah menjadi Nyonya Duchess akan memiliki tugas untuk melakukan sesuatu?"Tanya balik Daniel.


"Hah? Apa?"Cynthia malah bingung.


"Pfft, tidak semua Duchess memiliki tugas kok. Itu sebenarnya hanya sebutan untuk orang-orang bangsawan yang memiliki tingkat kedudukan. Jadi kau tidak perlu memikirkan tugas apa yang harus kau lakukan. Kau lebih bagus menjalankan tugas selayaknya istriku, benar kan?"


Next...