I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 5



Sebelum menuju ruang makan, Daniel mencoba untuk berdandan serapi mungkin dari hari biasanya. Dia bahkan memakai parfum. Dia tidak mau dinilai buruk oleh istrinya dan hatinya langsung berdebar-debar saat bertemu dengan Cynthia. Gadis itu sudah menjadi perempuan yang sangat spesial baginya. Namun dia tetap memakai topeng karena masih belum mau memperlihatkan wajahnya sembarangan.


Aku harus menampilkan yang terbaik!


"Felix, bagaimana tampilanku?"Tanya Daniel meminta pendapat Felix si kepala pelayan.


"Anda sudah sangat tampan, Tuan. Setelan ini sangat cocok untuk anda."Ucap Felix.


"Begitu ya."Daniel mencoba untuk bersikap lebih percaya diri dan dia mulai berjalan menuju ruang makan diikuti oleh Felix.


Sesampai di ruang makan, Daniel melihat Cynthia yang sudah duduk di kursi makan bersama Celina. Sesuai perintahnya, Cynthia benar-benar duduk di samping kursinya.


Felix menarik kursi agar Daniel bisa duduk. Daniel menengok ke arah Cynthia dan melihat penampilan baru dari istrinya.


Jantungnya seketika serasa mau berhenti saat melihat penampilan Cynthia yang begitu cantik dan anggun. Apalagi saat ini Cynthia juga ikut memandang wajahnya yang masih mengenakan topeng.


Haa...lama-lama jantungku bisa lepas dengan hanya memandangnya seperti ini. Lalu kenapa pula dia memandangi aku terus sih?! Argh!


Meskipun masih tertutup topeng, pastinya wajah Daniel sudah semerah tomat.


"Ehm...kau hari ini sangat cantik, Cynthia."Puji Daniel akhirnya. Entah kenapa dia begitu gatal untuk ingin mengucapkannya kepada Cynthia.


Haa...akhirnya kuucapkan juga.


"Eh, Terima kasih Daniel. Anda juga sangat tampan...."Puji balik Cynthia malu-malu.


Keduanya jadi merasa salah tingkah satu sama lain hingga Celina yang melihat jadi ingin menggoda mereka.


"Kalian kenapa malu-malu kucing begitu sih? Bukankah kalian sudah jadi pasangan kekasih? Kenapa tidak sekalian ciuman saja?"Tanya Celina.


Tentu saja kedua pasangan itu kaget dengan perkataan Celina.


"Celina! Darimana kau dapat kata-kata seperti itu?! Dasar tidak sopan!"Ucap Cynthia marah.


"Hehe, maaf. Habisnya kalian membuatku gemas."Ucap Celena nyengir.


Daniel cuma bisa terdiam. Sepertinya rasa malunya sudah tidak bisa ditahan lagi. Wajahnya yang sudah merah total untungnya di tutup oleh topeng andalannya.


"Ehem, kalau begitu ayo kita segera makan."Ucap Daniel.


Beberapa menit setelah makan....


"Cynthia, besok kita akan mendatangi sebuah acara pesta di istana Timur. Acaranya tentang penyambutan ulang tahun putra mahkota Hendry Lewis yang ke 23 tahun."Ucap Daniel.


"Huh? Acara pesta? A-aku juga diundang?"Tanya Cynthia kaget.


"Iya, tentu saja kau diundang. Sekarang kau kan sudah jadi istriku, Nyonya Auberon."


Cynthia tersipu saat mendengar Daniel memanggilnya dengan sebutan Nyonya Auberon.


"Aku hanya kaget, soalnya aku belum pernah menghadiri pesta sebelumnya..."Ucap Cynthia.


"Tidak apa-apa. Kita disana cukup hadir saja dan tidak berlama-lama. Aku sendiri juga masih punya urusan lain yang harus dilakukan besok."


"Ah, baik..."


"Jadi kakak akan pergi ke pesta besok? Apa aku boleh ikut? Aku juga ingin pergi ke pesta."Ucap Celina yang ikut mendengar.


"Maaf Celina, kamu tidak bisa ikut. Tidak ada anak-anak yang diundang ke acara itu."Jawab Daniel.


"Oh begitu..."Celina langsung murung.


"Maaf ya Celina....kalau begitu besok pelayan Risa akan menemanimu bermain sepuasnya. Kamu juga boleh pergi keluar jalan-jalan ke kota besok."Tambah Daniel. Dia merasa tidak tega saat melihat tampang sedih seorang anak kecil.


Seketika mata Celina berbinar-binar saat Daniel mengizinkannya untuk pergi jalan-jalan ke kota.


"Siapa pelayan Risa? Apakah dia pelayan khusus Celina?"Tanya Cynthia.


"Benar. Dia adalah pelayan khusus Celina untuk menjaga Celina. Dia bisa dipercaya dan sangat suka dengan anak-anak."Ucap Daniel.


"Benarkah? Baguslah. Kami jadi terlalu merepotkan anda, Daniel."Ucap Cynthia lagi-lagi merasa segan.


"Tidak masalah Cynthia. Lagipula itu adalah kemauanku sendiri. Bukankah dia adikku juga?"


"Hehe, iya...."


Malam harinya, Cynthia berniat menemui Daniel. Dia mendatangi kamar Daniel dan mengetuk pintu beberapa kali. Namun tidak ada sahutan dari dalam sama sekali hingga Cynthia menyerah. Tak lama kepala pelayan Felix muncul yang mengagetkan Cynthia.


"Ahh!"Cynthia merasa syok saat Felix tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya tanpa terdengar suara.


"Ada apa Nyonya? Apa telah terjadi sesuatu?"Tanya Felix jadi panik.


"T-tidak ada. Aku cuma kaget karena bapak tiba-tiba berdiri di belakangku..."Ucap Cynthia jadi malu.


"Ah, maafkan saya telah mengagetkan anda Nyonya. Tapi tolong anda panggil saja saya Felix. Saya lebih nyaman jika anda memanggil saya dengan sebutan itu."Ucap Felix sambil menunduk hormat.


"Ah, iya....anu Felix, apakah Daniel ada di kamarnya?"Tanya Cynthia akhirnya.


"Oh, Tuan Daniel sedang pergi keluar sebentar Nyonya. Sebentar lagi beliau akan kembali."Jawab Felix.


"Oh, begitu...."Cynthia merasa sedikit kecewa. Padahal hari ini masih banyak yang ingin dia bicarakan kepada Daniel. Dia juga ingin berterima kasih dan bertanya apa alasan Daniel mau menikahinya.


"Iya, Nyonya. Apakah Nyonya butuh sesuatu? Saya akan menyampaikannya kepada Tuan Daniel."Ucap lagi Felix.


"Tidak ada, terima kasih, Felix. Kalau begitu aku kembali ke kamar dulu."Ucap Cynthia hendak berjalan kembali ke kamarnya.


"Baik, Nyonya. Selamat malam, Nyonya."


"Selamat malam, Felix."


Felix memerhatikan Cynthia yang berjalan masuk ke dalam kamar. Dia tersenyum lega ke arah gadis itu.


Syukurlah anda datang kemari Nyonya. Tuan Daniel terlihat begitu senang dengan kehadiran anda. Semoga anda bisa menyembuhkannya....


Cynthia masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu. Tidak ada Dayang Kyle saat itu dan entah pergi kemana dia.


Cynthia lalu berjalan ke arah balkon dan melihat pemandangan atas. Ada banyak bintang yang bersinar dan langit malam jadi terlihat lebih cantik.


Kira-kira kemana Daniel pergi ya? Kuharap setelah ini dia mau memberitahuku segalanya....


Daniel benar-benar pria yang baik. Tidak hanya tampan tapi dia juga sangat perhatian dan penyayang. Bahkan dia tahu cara membuat adikku senang. Sepertinya ini benar-benar keberuntunganku disini....


Hah! Kak Crystal pasti akan menyesal seumur hidup karena sudah menolak Daniel. Daniel itu tampan dan sangat tajir. Dia bahkan juga seorang bangsawan seperti yang kak Crystal inginkan. Semoga saja kedepannya tidak ada hal yang tidak diinginkan....


Sementara itu, Daniel pergi menuju ke suatu tempat untuk menemui seseorang. Ternyata dia menemui Hendry Lewis, si putra mahkota yang besok akan berulang tahun.


Hendry berdiri di atas jembatan sambil memandangi bintang yang bersinar di atas langit. Dia melihat kedatangan Daniel yang baru sampai dengan kereta kuda.


"Ah, akhirnya kakak sudah datang."Ucap Hendry.


"Sudah kubilang berapa kali, jangan panggil aku kakak. Ada perlu apa kau memanggilku malam-malam begini?"Tanya Daniel.


"Ayo, temani dulu aku disini sebentar."


Daniel dari bawaannya terlihat malas untuk menanggapi Hendry. Dia tadinya tidak ingin datang dan sempat sudah berniat mengobrol dengan Cynthia malam ini.


"Kak, aku sudah tahu kalau kakak baru menikah hari ini. Siapa wanita itu kak? Apakah dia cantik?" Tanya Hendry.


Next....