I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 37



Di kereta kuda...


"Dasar peramal gila! Bisa-bisanya dia mengatakan hal yang tidak masuk akal begitu?!"Ucap Daniel begitu emosi.


"Daniel, anda coba tenanglah dulu. Kurasa Dennise tidak seberani itu berbohong kepada kita...siapa tahu jika kolam suci satu-satunya jalan untuk membuktikan diriku memiliki sihir putih, ya kan?"Ucap Cynthia.


"Meskipun begitu, aku tetap tidak mengizinkanmu pergi kesana. Apa kau sudah pernah dengar tentang misteri kolam suci di Gunung Freesea? Sudah ratusan korban menyelam di kolam itu dan tidak pernah ada tanda-tanda kembali korban tersebut. Mereka hanyut begitu saja seperti ditelan air. Bahkan sampai ada yang bilang bahwa kolam itu bukanlah kolam suci melainkan kolam kematian."Ucap Daniel.


"Tapi...Dennise kan sempat bilang kalau yang menyelam di kolam itu hanya orang-orang biasa. Sementara aku memiliki kekuatan sihir putih. Apa anda tidak mau membiarkan aku mencobanya?"


"Awalnya aku sendiri tidak yakin kalau kau benaran memiliki sihir putih. Hanya karena kau tidak melihatku buruk rupa, apa itu bisa langsung menjadi jaminan jika kau memang memiliki keturunan sihir putih? Lagipula aku berharap jika kita bisa mencari jalan lain, daripada mengorbankan nyawa seperti itu."


Cynthia tersenyum merasa terharu karena Daniel begitu mengkhawatirkan keselamatannya.


"Kenapa kau tersenyum?"Tanya Daniel heran.


"Aku tersenyum karena merasa terharu jika anda sangat mengkhawatirkanku sampai seperti ini. Jujur saja aku belum pernah dikhawatirkan orang lain seperti anda."Ucap Cynthia.


"Heh, Kau lagi-lagi bicara aneh, Cynthia. Sudah pasti aku mengkhawatirkanmu karena kau istriku!"Ucap Daniel.


"Hahaha, iya ya, benar juga..."Cynthia malah tertawa.


"Untuk saat ini, lebih baik kita cari jalan lain dulu. Aku harap kita bisa memiliki petunjuk lain."Ucap Daniel.


Cynthia hanya mengangguk dengan ucapan Daniel.


Mereka kembali ke kastil, namun mereka tidak sadar jika kereta kuda milik Hendry ternyata mengikuti mereka.


"Yang mulia pangeran Hendry? Kenapa kau mengikuti kami?!"Tanya Daniel kaget.


"Lho, jadi kalian tadi tidak menyadariku yang mengikuti kalian?"Tanya balik Hendry.


"Daripada itu, kenapa yang mulia pangeran mengikuti kami?"Tanya lagi Daniel.


"Aku masih penasaran tentang yang diucapkan peramal itu tadi. Aku tidak sangka ternyata istrimulah yang memiliki kekuatan itu!"Ucap Hendry.


"Kami sendiri masih belum yakin, yang mulia pangeran. Daniel sama sekali tidak mengizinkanku untuk pergi ke kolam suci yang ada di gunung Freesea, karena katanya sangat berbahaya."Sambung Cynthia.


"Apa yang dikatakan suamimu benar, Nona Cynthia. Kolam itu sungguh mematikan. Kurasa memang hanya orang-orang yang memiliki kekuatan dewa yang bisa melaluinya."Ucap Hendry.


"Sudahlah, untuk saat ini lebih baik kita tunda dulu pencariannya. Kita akan melanjutkannya besok. Dan yang mulia pangeran, kau sebaiknya kembalilah ke istana, sebelum ibumu mencarimu. "Ucap Daniel sambil memegang kepalanya merasa pusing.


"Ugh, tolong jangan singgung dia lagi. Aku benar-benar malas kalau soal dia. Ibuku itu gila. Tapi baiklah, aku akan kembali. Aku juga berniat untuk membantu kalian karena aku juga harus membayar perbuatanku."Ucap Hendry.


"Anu, yang mulia pangeran Hendry. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan. Saya harap anda tidak tersinggung dengan pertanyaan saya..."Ucap Cynthia.


"Kalau begitu tanyakan saja."Ucap Hendry santai.


"Apakah anda....sungguh anak yang diciptakan makhluk iblis? Ah, maaf jika saya sudah menanyakan hal yang tidak penting!"Ucap Cynthia sedikit takut.


Hendry terdiam sejenak. "Daniel yang memberitahumu ya?"Tanya balik Hendry.


"Benar, aku yang memberitahunya."Daniel menjawab.


"Pfft, haha! Itu benar. Aku memang anak yang diciptakan iblis. Menyedihkan bukan? Kalian tahu jika ibuku itu mandul, jadi dia menggunakan sihir hitam untuk bisa melahirkan seorang anak. Tapi tentu saja seorang anak yang sudah lahir itu pasti akan dicap buruk dan membawa sial. Aku yakin sekali jika ada orang lain yang mengetahui diriku yang seorang anak ciptaan makhluk iblis, mereka pasti akan langsung membakarku hidup-hidup."


Daniel dan Cynthia hanya diam saja. Cynthia merasa begitu sedih saat mendengar pernyataan Hendry.


"Aku akan melakukan apapun untuk membantu kalian, dan aku bersumpah untuk hal itu. Kalau begitu aku kembali dulu. Sampai jumpa besok!"Ucap Hendry pamit.


"Terima kasih banyak yang mulia pangeran dan selamat jalan! Berhati-hatilah yang mulia..."Balas Cynthia.


Malamnya di dalam kastil...


Pelayan Risa mendatangi Cynthia.


"Permisi Nyonya Cynthia..."Panggil Risa.


"Anu...bolehkah saya menanyakan sesuatu kepada Anda? Tadi saya tidak sengaja mendengar obrolan anda dengan yang mulia pangeran..."


Deg, Cynthia seketika berkeringat dingin karena ternyata sudah ada orang lain yang mendengar percakapan mereka tadi. Padahal dia sudah memastikan bahwa di sekitar mereka tadi tidak ada orang lain dan mereka berbicara cukup pelan.


Yang saat ini dia lebih khawatirkan adalah Pangeran Hendry yang ternyata seorang anak makhluk iblis.


"Kalau begitu apa yang sudah kau dengar?"Tanya Cynthia.


"Saya mendengar bahwa yang mulia pangeran Hendry ternyata..."


Cynthia merasa sudah tidak bisa menyembunyikan apapun lagi. "Kau harus bersumpah jika kau tidak boleh mengatakan apa yang sudah kau dengar kepada siapapun!"Ucap Cynthia memperingati.


"Ah, baik Nyonya! Saya tidak akan mengatakannya kepada siapapun! Saya memegang sumpah saya..."Ucap Risa membungkuk.


"Bagaimana kau bisa mendengar percakapan kami? Padahal tadi aku sudah memastikan jika tidak ada orang lain yang berada disana."Tanya Cynthia.


"Ma-maaf...saya tadi berjalan melewati halaman itu setelah kembali dari mengantar surat."Jawab Risa.


"Mengantar surat?"


"Iya, saya mengirim surat kepada orang tua saya yang ada di kampung halaman. Mereka menanyakan kabar saya dan tadi itu saya sedang membalas surat mereka."


"Oh, jadi begitu..."


"Tolong maafkan saya Nyonya, saya tahu saya sudah bersikap tidak sopan karena mendengar hal yang seharusnya saya tidak boleh dengar!"Ucap Risa masih menyesal.


"Aku tidak bisa apa-apa lagi jika kau mendengar semuanya. Tapi aku harap kau tidak memberitahu siapapun, selamanya..."Ucap Cynthia.


"Iya, Nyonya. Saya tidak akan memberitahu siapapun...saya bersumpah."


"Baiklah, aku memaafkanmu."


"Terima kasih banyak Nyonya...saya tidak akan pernah melupakan kebaikan anda ini..."


"Iya. Ah sebelum kau kembali, ada satu permintaan yang ingin aku berikan padamu."Ucap Cynthia.


"Anda bisa meminta apapun pada saya...."


"Aku ingin kau mencarikanku sebuah buku yang menjelaskan tentang sihir putih. Kau bawa semua buku-buku yang menjelaskan tentang sihir putih. Tapi kuharap kau bisa memberikannya kepadaku secara diam-diam, mengerti?"Pinta Cynthia.


"Baik, Nyonya. Saya mengerti dan saya akan melakukan sesuai perintah anda!"Jawab Risa.


"Bagus. Aku percaya padamu Risa."


Setelah Risa keluar dari kamar Cynthia, tak lama Daniel masuk ke dalam kamar dan mengetahui jika Risa baru saja keluar dari kamar mereka.


"Cynthia, mengapa pelayan adikmu tadi datang kemari?"Tanya Daniel.


"Oh, anda sudah kembali rupanya Daniel. Tolong anda jangan marah ya. Risa ternyata tidak sengaja mendengar obrolan kita tadi..."Ucap Cynthia pelan.


"Apa?! Lalu apa yang kau katakan padanya?"


"Aku bilang padanya kalau dia tidak boleh memberitahu siapapun. Dan dia bersumpah tidak akan memberitahunya."Jawab Cynthia.


"Kalau begitu, apa dia juga tidak mendengar kau yang memiliki sihir putih?"Tanya lagi Daniel


"Sepertinya tidak...dia tidak ada bilang."


"Haa, syukurlah."Ucap Daniel merasa lega.


Apa?


Next....