I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 6. Awal dari mulainya perselisihan



Kakek Luan sedang fokus memeriksa jasad pria yang diserang monster. Sepertinya pria itu telah melanggar salah satu aturan yang ditetapkan oleh klan untuk tidak pergi ke dalam hutan tanpa adanya perintah. Tapi meskipun begitu para monster itu juga bersalab karena mengejar sampai ke wilayah klan Guaiwu.


"Bagaimana?" Tanya seorang pria yang berambut putih, namun dia terlihat sangat dewasa. Dia adalah Raja dari klan Guaiwu. Ming Tianzhi.


"Seperti yang dilihat, ini memang serangan monster. Ditambah lagi monster tingkat menengah. Tapi, kenapa mereka melanggar aturan yang ditetapkan." KakekLuan sungguh merasa janggal dengan kejadian ini. Meskipun para monster itu bodoh, tapi mereka tidak mungkin melanggar kesepakatan antar wilayah. Pasti ini semua ada pemicu dan dalangnya. "Yang Mulia, ini pasti__"


"Pastinya mereka ingin merebut wilayah kita. Sejak dulu, bukankah mereka selalu seperti itu? Ganas dan liar. Meskipun memiii pemikiran tapi mereka tetap saja bodoh. Berani sekali mengancamku dengan hal seperti ini." Ujar Tianzhi memiii pemiirannya sendiri.


"Tapi aku rasa mereka tidak akan melakukan hal seperti ini tanpa ada sebab." Ujar Kakek Luan tetap pada pendiriannya.


Tianzhi melihat Kakek Luan dengan pandangan tidak suka. "Maksudmu aku salah paham?" Tanya Tianzhi dingin.


"Tidak, bukan itu maksudku…" Tianzhi terus melihat Kakek Luan dengan dingin. Sepertinya Kakek Luan zudah tidak bisa lagi memberikan pendapat. "Maafkan saya, sepertinya saya salah Yang Mulia." Ujar Kakek Luan sembari menundukkan kepalanya. Raja yang sekarang bukan lagi Raja yang dulu. Kakek Luan merasa kalau Tianzhi tahu yang sebenarnya hanya saja ia menutupinya untuk memulai perselisihan dengan para monster supaya bisa merebut wilayah mereka.


Karena wilayah klan Guaiwu sekarang bisa di bilang lebih kecil dari pada wilayah wilayah ras lain. Oleh sebab itu sepertinya Tianzhi ingin memulai perang melalui kejadian ini. Dan jika mereka menang maka wilayah para monster itu bisa menjadi wilayah klan Guaiwu.


"Persiapkan beberapa anggota, kita akan berangkat menemui salah satu raja mereka." Perintah Tianzhi yang kemudian melangkah pergi dari tempat itu.


"Baik, Yang Mulia." Ujar Kakek Luan yang tampak kecewa dengan keputusan Tianzhi.


...***...


Seperti yang Jiafen katakan, Zhen hanya berdiam diri didalam kamar dan tidak keluar. Tanpa melakukan apa apa itu tidak menyenangkan dan membosankan. Sekali kali dia ingin mencoba sesuatu yang baru. "Melakukan apa, ya?" Ujar Zhen seperti memikirkan sesuatu. "Main tahan nafas ah." Ujarnya sembari tersenyum polos.


Zhen pernah melihat Mubai dan teman temannya melakukan hal ini saat bermain. Siapa yang bertahan sangat lama mereka pemenangnya. Karena sepertinya seru Zhen juga ingin ikut memainkannya. Tapi seperti yang kalian tahu tidak ada yang ingin menjadi temannya. Jadi dia hanya melakukannya seorang diri dan kemudiN tertawa sendiri seperti ada seseorang yang bermain dengannya. Dia menarik udara melalui hidung mungilnya dan menahan udara selama beberapa menit.


Pats


"Akh!?" Zhen memegangi kepalanya yang tiba tiba terasa sakit. Dan sebuah ingatan seperti muncul. Ingatan itu memperlihatkan seorang pria dewasa melakukan sebuah kultivasi. "Ingatan apa itu?" Dia bingung mengapa ada ingatan seperti itu dikepalanya. Zhen merasa kenal dengan pria itu tapi sayangnya ia tidak ingat. Karena merasa penasaran, Zhen mencoba apa yang dilakukan pria yang ada didalam ingatannya yaitu kultivasi.


Dia duduk tegap, kaki disilangkan, tangan diatas lutut dan mata terpejam. Dia menarik nafas perlahan lalu menahannya, kemudian dibuang secara perlahan namun masih menyimpan nafas. Perlahan energi yang penuh kehidupan memasuki tubuhnya yang kecil dan mengalir ke seluruh tubuh. Energi energi ini masuk ke dalam sebuah bola kecil emas yang terdapat di suatu tempat dalam tubuhnya. Sepertinya bola kecil ini adalah rumah bagi semua energi ini. Karena semua energi kehidupan tersimpan didalamnya.


Tap tap tap


Kaki kecilnya segera berlari keluar kamar dan memuntahkan semua isi perutnya. "Hoek!? Hooek!?" Keluar cairan hitam dari mulutnya. Setelah semua muntahan itu selesai Zhen merasa lemas. Dia tidak tahu apa semua cairan itu. "Apa… itu?" Tanya Zhen.


"Itu adalah semua racun yang ada dalam tubuh tuan. Sepertinya makanan yang selama ini tuan makan mengandung racun. Meskipun tidak ganas tapi bisa membunuh secara perlahan." Ujar kabut hitam menjawab Zhen.


Secara alami Zhen membulatkan matanya. Racun? Jadi selama ini ia diracuni? Sepertinya orang orang itusangat menginginkan kematiannya hingga makanannya pun diracuni. Padahal selama ini ia sudah berusaha menjadi anak baik dan patuh untuk semua orang agar mereka mau menerima keberadaannya. Saking syoknya mendengar kenyataan itu membuat Zhen tidak bisa bereaksi apapun. Dia hanya memasang wajah syok sekarang.


Kabut hitam melambai lambaikan tangan abstraknya ke hadapan Zhen. Namun bocah itu tidak sekalipun berkedip. "Sepertinya tuan sangat syok mendengarnya, tapi mau bagaimana lagi? Kenyataannya begitu." Ujar kabut hitam.


Zhen melihat kabut hitam didepannya, "Tidak, itu tidak mungkin. Mereka tidak mungkin melakukan itu padaku!? Kau pasti berbohong, kan?" Ujarnya tidak mau menerima kenyataan. Dadanya terasa sakit mendengar kenyataan ini.


"Aku berbohong pada tuan? Itu sangat tidak mungkin. Aku adalah bagian dari tuan, mana mungkin aku membohongi tuanku sendiri. Dengar ini tuan…" Kabut hitam berpindah tempat ke belakang Zhen dan memegangi kedua pundak dan berbisik ditelinganya, "Sekeras apapun tuan mencoba, mereka tidak akan pernah menerimamu. Karena yang mereka inginkan hanya kematianmu, tuanku." Bisik Kabut hitam di telinga Zhen yang semakin membuatnya merasa sesak.


Dia berdiri dan masuk kedalam kamar lalu menutup pintunya rapat rapat. Duduk dipojokan lemari dan menangis disana. Padahal selama ini Zhen memiliki harapan klau mereka akan menerimaa keberadaannya suatu hari nanti dan tidak mempermasalahkan apakah ia memiliki atribut kegelapan atau tidak. Tapi kenyataan ini rasanya terlalu pahit melebihi kopi.


Dan saat inilah Zhen mulai berpikir kalau tidak ada gunanya lagi menjadi anak baik jika semuanya jahat padanya. Lebih baik menjadi jahat saja sekalian dari pada menjadi seseorang yang baik namun terus disakiti. '… Itu benar, kenapa juga aku harus jadi anak baik seperti ini? lebih baik aku jadi jahat saja. Toh menjadi jahat lebih menyen__'


"Kenapa kau menangis?" Tanya seseorang pada Zhen. Suaranya terdengar seperti anak berusia sepuluh tahun. Saat Zhen mendongakkan kepala keatas terlihat seseorang yang sangat bersinar dan banyak dikelilingi cahaya yang hangat. Dimata Zhen cahaya itu sangat indah. Anak itu berambut putih panjang sebahu, memiliki bulu mata putih yang lentik, bibir sediki merah muda berpaduan dengan kulit putih bersih dan mata berwarna merah keemasan.


Sangat berbeda dengan ciri ciri Zhen yang bertolak belakang. Hanya dari warna rambut mereka saja sudah sangat jelas berbeda. Meskipun keduanya sama sama bibit unggul tapi anak berambut putih itu terasa lebih seperti malaikat. Sangat berkebalikan dengan Zhen yang lebih mirip raja iblis.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...