
"Terima kasih telah menolongku!?" Ujar pemuda yang ditolong Zhen. Wajahnya babak belur dengan darah disudut bibirnya.
Zhen memperhatikan pakaian pemuda itu dengan pakaian ketiga pemuda yang dibunuhnya. Pakaian mereka sama, seperti berada dari tempat yang sama. 'Apa dia memiliki hubungan dengan mereka? Dilihat dari pakaiannya iya, tapi begaimana dengan hubungan yang lainnya?' Pikir Zhen. Dari pemuda itu Zhen merasakan adanya kesamaan dalam energinya. Tapi bedanya energi itu tidak semurni dirinya. "Darimana asalmu?" Tanya Zhen.
"Aku dari Sekte Iblis Merah." Jawab pemuda itu.
'Iblis Merah?' Pikir Zhen sembari tersenyum senang. "Berarti mereka dari tempat yang sama dengamu?" Unjuknya pada ketiga tulang belulang.
"Iya, tapi mereka sering memukuliku karena aku hanya sampah yang tidak bisa naik ke ranah air setelah bertahun tahun." Jelas pemuda itu sembari melihat ketiga tulang dengan pandangan benci.
Zhen sangat tahu rasanya bagaimana diperlakukan tidak adil seperti ini. Tapi itu sudah berlalu dengan mereka membunuh dirinya.
"Seperti janjiku, apa yang kau inginkan?" Tanya pemuda itu tidak lupa dengan janjinya.
Ini yang dari tadi Zhen tunggu tunggu. "Jika kau berasal dari Sekte Iblis Merah itu artinya kau tahu jalan ke sana. Bantu aku ke Sekte Iblis Merah dan akan memberikanmu kekuatan!?" Tawarnya disertai senyuman diakhir.
...***...
Di tengah keramaian terlihat dua orang gadis mencari keberadaan seseorang. Terutama Yu Yao yang panik Zhen tidak ada ditepi danau. Lalu terlihat dari kejauhan Zhen sedang bersama seseorang. Dirinya langsung menghampiri Zhen.
"Z Zhen!?" Panggil Yu Yao. Dia terlihat senang menemukan Zhen. Tapi senyumnya pudar ketika melihat Zhen bersama dengan salah satu murid Sekte Iblis Merah. Raut wajahnya langsung berubah menjadi khawatir.
Beberapa hari yang lalu dirinya berjanji akan mengantar Zhen ke tempat itu, namun meskipun begitu Yu Yao berusaha mengulur ulur waktu supaya Zhen tidak ke tempat menyeramkan itu. Niatnya ingin membuat Zhen masuk ke Sekte aliran putih. Tapi tidak disangkanya Zhen malah berhasil menemukan salah satu murid Sekte Iblis Merah.
"Z Zhen, ayo kita p pulang!?" Ajak Yu Yao sembari menarik tangan Zhen.
"Baiklah." Jawab Zhen tanpa bertanya lebih dulu.
Saat berjalan menuju jalan pulang, Yu Yao sesekali melirik Zhen. Dia sepertinya ingin menanyakan pasal Zhen yang bertemu dengan pria dari Sekte Iblis Merah. "S siapa dia?" Tanya Yu Yao.
Zhen melirik gadis disampingnya lalu kembali melihat jalan. 'Percuma saja aku menggunakan tarik ulur. Dia wanita yang keras kepala.' Pikirnya masih kesal dengan kejadian beberapa hari lalu. "Dia menolongku dari orang orang jahat. Jadi aku berterima kasih padanya." Jawabnya yang tentu saja bohong.
"D dia menolongmu?" Tanya Yu Yao heran.
"Ya."
Mereka telah sampai di kediaman Keluarga Wang. Setelah itu Zhen ingin kembali ke kamarnya.
"An M Mian, kau kembali s saja duluan!?" Ujar Yu Yao.
"Tapi…"
"A aku akan b baik baik saja." Dia berlari mengejar Zhen yang berjalan bukan ke arah kamarnya.
An Mian hanya tersenyum kecil melihat Yu Yao yang rela melakukan apapun untuk Zhen. Dia hanya takut jika Yu Yao akan sakit hati.
Yu Yao mengejar Zhen lalu sampai di sampingnya.
"K kau ingin k kemana?"
"Tentu saja ke kamarku."
"T tapi kamar Z Zhen ke sana!?" Ujar Yu Yao sembari menunjuk arah lain.
Zhen mulai terlihat canggung karena dirinya salah jalan, "Aku tahu, aku hanya ingin berjalan jalan sebentar." Ujar Zhen lalu berjalan mengikuti arah yang ditunjuk Yu Yao.
Mereka memasuki lorong dimana salah satu kamar disana adalah kamar Zhen. Sampai didepan kamar Yu Yao masih berada disini. "Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Zhen.
"K kau, jangan pergi ke S Sekte Iblis M Merah!? Di sana_"
Tanpa bisa diikuti oleh mata tangan Zhen sudah berada di leher gadis itu. Tanpa ekspresi ia mulai mengeratkan cekikannya dan mendorong Yu Yao ke dinding.
Terlihat wajah ketakutan diwajah Yu Yao. Dirinya tidak pernah melihat sisi Zhen yang ini. Tatapan pria itu seperti benar benar ingin membunuhnya.
Zhen mendekatkan wajahnya menatap gadis itu yang menatapnya dengan rasa takut. Perlahat ia memperlihatkan senyumnya, "Apa kau takut?" Bisik Zhen. Yu Yao tidak menjawab karena kesulitan dengan lehernya yang dicekik. Lalu beralih membisikkan sesuatu ke telinga gadis itu, "Aku memiliki keluarga bahagia, itu bohong. Keluargaku diserang, itu bohong, dan aku ingin balas dendam, itu benar. Aku akan membunuh siapapun yang menghalangi mencapai tujuanku tidak peduli itu kau atau keluarga ini, semuanya akan kubunuh." Ujar Zhen sembari melepaskan tangannya dan menjauhkan tubuhnya.
"Uhuk uhuk uhuk!?" Yu Yao memegangi lehernya setelah Zhen melepasnya. Terlihat ada bekas cekikan memerah di leher Yu Yao. Tidak disangkanya pria itu ternyata memiliki sisi jahat seperti ini. Tapi ajaibnya itu tidak mengurangi rasa sukanya. Sayangnya dia berpikir terlalu naif. Dia malah berpikir mungkin bisa membuat pria itu tobat dan menjadi pria yang baik.
Zhen memasuki kamarnya tanpa mengatakan apapun lagi. Malam ini ia berencana untuk pergi. Dirinya tahu kalau Yu Yao tidak akan mempan diperingti hanya dengan cekikan. Sebab gadis itu memiliki sifat pantang menyerah. Zhen hanya meninggalkan sekantung batu inti spiritual monster tingkat tinggi diatas meja sebagai ucapan terima kasihnya.
...***...
Terlihat dua orang pria berjalan memasuki gerbang hitam bertuliskan Sekte Iblis Merah diatasnya. Dari auranya saja sudah terasa suram nan menyeramkan. "Ini Sekteku. Kau harus menepati janjimu akan memberiku kekuatan jika aku membawamu kemari." Ujar Yirong, orang yang ditolong Zhen.
Zhen menarik tudungnya naik kedepan menutupi wajahnya sembari melihat ke Yirong, "Kau tenang dan tunggu didepan sini. Dan aku akan memberikan apa yang kau inginkan." Ujarnya lalu pergi masuk kedalam.
Yirong memperhatikan Zhen berjalan masuk kedalam. Tadi malam Zhen memberinya sebuah penawaran. Jika dia membawa Zhen ke Sektenya maka akan diberikan kekuatan yang selama ini diinginkannya. Dia juga sudah diberitahu kalau Sekte Iblis Merah akan dibinasakan oleh Zhen dari Tetua, Patriak, sampai seluruh muridnya akan dibunuh oleh pria itu.
Awalnya dia tidak mempercayainya. Tapi menilik dari kemampuan Zhen membunuh tiga orang yang membulinya, dia mulai sedikit percaya. Alasan kenapa dia rela Sektenya dibinasakan karena dia sudah lelah terus menerus dipanggil sebagai sampah dan dibuli. Bahkan para Tetua disini acuh tak acuh terhadap dirinya. Karena itu ini juga sebagai bentuk balas dendamnya meskipun tidak langsung dari tangannya.
Duarrr
Tiba tiba terdengar suara ledakan dari dalam yang hampir merobohkan sebagian bangunan.
...~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...