I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 48. Jiwa spesial



Saat ini Zhen menunpang didalam kereta kuda seorang putri kekaisaran. Itu terjadi begitu saja.


BEBERAPA SAAT YANG LALU


"Tumpangan?" Zhen melirik kereta kuda mewah yang berhenti disampingnya. Sepertinya seseorang didalam sana tertarik akan dirinya. Zhen memperhatikan orang orang ini. Dilihat dari penampilan juga barang bawaan mereka sepertinya bukan rombongan biasa.


"Benar, Putri Mei Nian dengan berbaik hati memberikanmu dan wanita disampingmu tumpangan." Ujar kultivator itu.


"Katakan pada putri itu untuk memintanya langsung padaku." Ujar Zhen sembari berjalan pergi dari mereka diikuti gadis aneh dibelakangnya.


Si pria kultivator membelalakkan matanya terkejut dengan jawaban Zhen. Tidak disangkanya kalau jawaban Zhen adalah tolakan. Karena status orang yang dilindunginya putri maka orang orang otomatis akan berpikir 'putri bangsawan' dan tidak ada alasan untuk menolak. Tapi jawaban Zhen ini sungguh sangat lancang dan tidak sopan. "Tunggu, berhenti disana!? Berani sekali kau menolak permintaan Yang Mulia Putri Mei Nian!? Hei!?" Panggilnya pada Zhen. Karena tidak dihiraukan dia ingin melancarkan serangan ringan sebagai peringatan.


"Tunggu!?" Ujar deorang wanita sembari memegangi tangan pengawalnya tersebut. "Tuan, apakah tuan dan teman tuan ingin menumpang ke dalam kereta kuda putri ini?" Tanya seorang wanita cantik dengan gaun sutra dipakainya.


Zhen berbalik melihat wanita berambut coklat gelap, bermata biru gelap, bibir merah jambu. Dia memakai gaun sutra berwana biru gelap.


SAAT INI…


"Jadi namamu Zhen? Itu nama yang bagus!?" Ujar gadis didepan Zhen dengan senyum ceria diwajahnya.


Zhen hanya diam tanpa menjawab pertanyaan gadis itu.


"Kalau begitu siapa nama nona cantik ini?" Lanjutnya.


Seketika Zhen membulatkan matanya dengan pertanyaan gadis itu. Benar juga, dirinya tidak pernah terpikirkan untuk menanyakan nama gadis itu. Yang ia pikirkan hanya tumbal untuk dirinya agar bisa cepat kembali ke hutan hitam dan membunuh mereka. "Aku tidak tahu." Jawab Zhen sembari melirik gadis itu menantikan agar dia mengucapkan namanya.


Benar benar membuat Mei Nian terkejut, "Eeh? Kau berjalan bersamanya tapi tidak tahu namanya? Yang benar saja. Jadi nona, siapa namamu?" Tanya Mei Nian beralih ke gadis aneh.


Gadis itu hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi, "………Rahasia." Jawabnya dengan tampang serius.


Jawaban itu membuat keduanya kecewa dan bingung mengapa gadis itu tidak ingin menyebutkan namanya.


"Ehm, kenapa kau tidak ingin memberitahu namamu? Jika itu rahasia aku harus memanggilmu apa? Tidak mungkinkan, aku menganggilmu dengan 'hei' 'kau disana' bukankah itu tidak sopan? Bagaimana jika kau kuberikan nama samaran? Karena kau cantik dan sangat pendiam, Zi Yun? Itu nama yang bagus. Benarkan Zhen?" Ujar Mei Nian masih tersenyum ceria dihadapan Zhen.


Sejujurnya Zhen muak dengan senyuman gadis itu yang sok akrab dengannya. Mereka baru bertemu beberapa menit yang lalu. Tapi sikap gadis didepannya seperti mereka sudah berteman bertahun tahun lamanya. Itu sedikit membuatnya jengkel. 'Memuakkan.' Pikir Zhen sembari melihat datar Mei Nian.


Tapi sesekali dirinya memperhatikan leher gadis itu. Dari sudut pandangnya ia membayangkan bagaimana nantinya jika lehernya dogorok atau dicekik, apa dia masih bisa tersenyum ceria begitu? Meskipun itu cuma ilusi semata tapi itu berhasil membuat senyum samar diwajahnya.


Namun sepertinya senyum Zhen ini membuat Mei Nian salah mengartikan kalau Zhen sedang tersenyum dengan keramahannya. "Ah, iya aku lupa memperkenalkan diriku. Namamu Tang Mei Nian, Putri ke tiga Kaisar Tang." Salam kenalnya disertai senyum percaya diri. Dia yakin kalau kedua orang ini akan segera memberi hormat padanya.


'Kaisar? Bisa dimakan?' Pikir gadis aneh ngelantur tambah bingung.


Mereka berdua, benar benar tidak mengenal dunia.


Terlihat Mei Nian yang tersenyum tapi senyum yang dipaksakan, 'Sebenarnya apa yang mereka bingungkan?' Pikirnya juga bingung.


Berselang beberapa waktu, ternyata matahari sudah terbenam. Waktunya untuk mereka istirahat. Untungnya mereka sudah menemukan tempat yang bagus dan aman dari binatang buas. Para pelayan membuat makanan, sedangkan para kultivator mengistirahatkan kaki mereka.


Disekitar api tampak Zhen dengan Putri Mei Nian sedang mengobrol.


"Apa tujuanmu ke hutan hitam?" Tanya Mei Nian.


Zhen hanya melirik gadis disampingnya dingin. Tidak tahu memiliki maksud apa tapi dia selalu menempel padanya. "Kau tidak perlu tahu."Jawab Zhen dingin.


Mendapatkan jawaban dingin langsung membuat gadis itu terdiam. Kemudian dia melirik gadis aneh yang bersama Zhen. 'Mereka terlihat bersama tapi tidak mengenal satu sama lain? Aku rasa pembunuh ini tidak peduli pada sekitarnya. Aku adalah Tang Mei Nian, seseorang yang entah bagaimana berenkarnasi setelah kematian yang disebabkan oleh pria ini nanti. Seorang pria misterius yang tidak tahu siapa dan dari mana membasmi seluruh kekaisaran bagai membasmi semut. Karena itu aku harus membunuhnya lebih dulu sebelum dia membunuh kami. Aku harus menggunakan kesempatan dari dewa ini sebaik baiknya.' Pikirnya panjang lebar.


Jadi bisa disimpulkan kalau Mei Nian adalah seseorang dari masa depan yang mengetahui Zhen akan membasmi kekaisarannya. Karena dia dibereinkarnasi untuk kedua kali, dirinya ingin mencegah peristiwa itu terjadi.


Tanpa disengaja Mei Nian melihat gadis aneh disebrang api unggun terus menatap dirinya bahkan tanpa berkedip. Tatapannya begitu datar hingga tak bisa diartikan. Entah apa yang dilihatnya hingga tak berkedip, tapi tatapan itu mengganggunya. "Nona Zi Yun, ada apa kau terus melihatku? Apa ada sesuatu diwajahku?" Tanya Mei Nian memanggil gadis itu dengan nama samaran yang dia buat.


"………" Gadis itu tetap diam dengan pertanyaan Mei Nian. Apa yang gadis itu lihat saat ini tidak akan bisa dilihat oleh mereka. Karena apa yang dia lihat ada jiwa gadis itu. Jiwa nya sedikit spesial, itu hanya lahir seratus tahun sekali. Bisa dibilang jiwa spesial itu adalah sebab gadis itu bisa bereinkarnasi. Meskipun begitu, gadis aneh itu tetap diam.


Merasa pertanyaannya tidak dipedulikan Mei Nian tidak memedulikan lagi tatapan gadis itu yang masih menatapnya, 'Dasar aneh.' Pikirnya.


Jiwa Mei Nian memang spesial, tapi diatas itu masih ada yang lebih spesial dan istimewa. Jiwa paling langka yang pernah gadis itu temukan. Gadis itu melirik Zhen yang tengah menatap kosong kearah api.


'Apa aku lanjutkan membunuh saja? Disini ada banyak manusia yang bisa dijadikan tumbal untukku. Tapi bagaimana jika dia tahu aku sudah membunuh hampir sepuluh ribu jiwa? Bukankah dia akan kecewa padaku?' Pikir Zhen sedang rumit pada pikirannya sendiri. Ia khawatir jika perbuatannya ini kethuan olrh Jun. Bukankah itu akan membuatnya dalam bahaya? Jun akan memusuhinya dan menjauhinya. Ditambah lagi kekuatan Jun sangat kuat jika dibanding dirinya sekarang.


...~~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...