
JRAT!? JRAT!?
Satu persatu kepala orang orang itu ditebas dengan pedang merah kehitaman dan bergerigi disisi atas mata pedang. Darah mereka langsung terserap kedalam pedang seakan memberi makannya. Dan orang yang memegang pedang itu adalah seorang pemuda gila yang juga sangat jahat. Rambut hitam, mata semerah darah, wajah rupawan dan senyum yang jahat tapi menawan. Tapi kini wajahnya sedang dipenuhi darah sehingga yang terlihat adalah wajah penjahat.
"Hiii, t tolong maafkan aku!? Aku tidak ingin mati, aku mohon padamu. Aku sungguh menyesali perbuatanku dulu. Aku janji akan menjadi budakmu selamanya. T tapi tolong jangan membunuhku!?" Ujar seorang pria berbadan gendut dengan warna mata yang sama dengan pemuda yang membawa pedang, hanya saja warna matanya merah pudar. Dia memohon sambil berlutut di kaki pemuda itu.
"Apa kau sungguh menyesal?" Tanya pemuda itu menunjukkan wajah kenaifan.
Menilik dari pertanyaanya pria gendut itu tahu kalau pemuda yang saat ini sudah membunuh semua orang masihlah pemuda baik dan polos seperti dulu. Dia segera bangun dari berlututnya sembari memasang wajah bersalah. "Benar, aku sangat menyesal tolong maafkan aku Zhen!? Akan kulakukan apapun asalkan kau memaafkanku!?"
Pemuda bernama Zhen itu mulai menunjukkan wajah bersimpati pada pria gemuk itu. "Baiklah, aku memaafkanmu." Ujar Zhen dengan senyum diwajahnya.
Setelah mendapatkan penerimaan maaf dari Zhen, didalam hati pria gendut itu akan merencanakan balas dendam. "Terima kasih Zhen, terima ka__"
Slassh
Dengan senyuman diwajahnya Zhen menebas leher pria gendut didepannya. Karena kepalanya masih menempel di tubuh, Zhen mengambil kepala itu yang sudah tertebas dengan potongan yang rapi. "Tidak tidak, akulah yang berterima kasih. Terima kasih!?" Dengan darah yang masih mengalir ia meminumnya langsung dari kepala, "Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" Setelah darah tidak menetes lagi Zhen membuang kepala itu asal.
Tepat setelah ia membuang kepala itu terlihat seorang pemuda lain. Pemuda itu berambut putih dengan pakaian yang serba putih. "Hentikan perbuatanmu!? Jika kau terus melakukan ini, kau hanya akan tersesat semakin jauh. Kembalilah bersamaku dan menerima hukumanmu. Kau telah membunuh banyak anggota klan dan bahkan kau juga membunuh ayah. Jangan berbuat hal seperti ini lagi." Ujar pria berambut putih itu.
Zhen hanya menatapnya datar tanpa ekspresi. Zhen memiringkan kepalanya seperti tidak mmengenali pria berambut putih itu. Tapi setelahnya ia membelalakkan matanya setelah mengingat siapa dia. Wajahnya seketika berubah menjadi senang melihat pria itu, "Kakak!? Kau disini? Kau pasti ingin menolongku dari mereka kan? Aku tahu kau pasti khawatir padaku, tapi aku sudah menghabisi mereka sendirian. Sekarang kau harus memujiku!?" Ujar Zhen dengan senyuman senang diwajahnya seperti anak kecil yang meminta permen.
"T tapi aku melakukan ini untukmu. Mereka mencoba menjauhkanku darimu dan selalu menggangguku setiap hari. K kau harus percaya padaku, ya? ya?" Pinta Zhen seperti anak kecil.
Pria berambut putih dan bermata merah keemasan itu adalah Ming Jia Jun.
Dan…
Pria berambut hitam dengan mata semerah darah yang memanggil Ming Jia Jun dengan sebutan kakak adalah Ming Jia Zhen.
Mereka adalah kakak adik. Hubungan mereka sangat baik. Setidaknya sebelum peristiwa ini.
...~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...