I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 9. Penyebab masalah



Zhen membuka matanya tiba tiba dan kembali tersadar dari dirinya yang hampir kehilangan nyawa. Bisa dibilang sebelumnya ia hampir saja mati jika pria pucat itu tidak membangunkannya. Tidak tahu sudah berapa lama dirinya didalam penjara bawah tanah. Tapi yang pasti pemulihan tangan dan kakinya hampir sembuh. Itu artinya sudah beberapa hari ini Zhen tidak sadarkan diri.


Saat dia melihat tangan dan kakinya yang sudah tidak terborgol, Zhen bangun dan duduk sebentar. Memang tidak sesakit saat pertama, tapi rasa sakitnya tetap saja ada. Zhen memegangi lehernya, untuk sesaat dia merasakan kematian. Tapi sekarang dia sudah hidup kembali, itu artinya belum saatnya ia mati. Zhen menyeringai dengan mata yang melebar, "Ha ha ha… ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha___" Tiba tiba Zhen menghentikan tawanya. Dia menutupi wajahnya dengan tubuh yang bergetar.


...***...


Ditengah malam Jun masih mencari Zhen. Setelah hari dimana dirinya dan Zhen berpisah ia tidak bertemu lagi selama beberapa hari. Sejak hari itu dia tidak bertemu dengan Zhen selama beberapa hari. Ia berusaha mencari Zhen kemana mana, danau, taman, sampai dapur mungkin saja dia lapar. Tapi tidak juga kunjung ditemukan. 'Tidak mungkin kan dia mulai ingat siapa dirinya dan kabur dari sini. Semoga saja begitu, karena kalau tidak aku akan langsung membunuhnya.' Pikir Jun. Lelah mencari ia memutuskan untuk menunggu Zhen dikamarnya.


Dipenghujung perjalanannya dia menemukan bocah yang selama ini dicarinya. Terlihat wajah senang diwajah Jun, "Zh__" Tapi saat Jun ingin memanggil anak itu, terlihat sedikit aneh dengan kaki dan tangannya. Berjalan dengan kaki pincang dan tangan yang masih bergetar. Ditambah wajahnya yang terlihat pucat. Jelas sekali jika dia telah disiksa habis habisan. Jun langsung berlari ke arah Zhen dan memegangi tangannya yang akan membuka pintu.


Zhen kaget dengan genggaman tangan seseorang ditangannya. Saat melihat siapa orang itu dia membelalakkan matanya. 'K Kakak? Tidak, bagaimana ini? Dia melihatku dengan kondisi menyedihkan seperti ini. Kakak pasti tidak akan mau bermain lagi denganku dan dia akan meninggalkan aku selamanya. Tidak, tunggu, kakak adalah orang yang baik, dengan kondisiku yang menyedihkan ini dia pasti akan bersimpati. Dengan begitu dia akan terus bermain bersamaku dan akan mengelus kepalaku lagi selamanya.' Pikir Zhen dengan kecepatan dua kali lipat. Begitu juga dengan ekspresi wajahnya yang langsung berubah dari panik jadi lugu.


Dialihkannya pandangan matanya kebawah dengan sedikit kegelisahan di sana. "A aku terjatuh dari tempat tinggi dan kakiku patah. Tapi aku tidak apa apa, hanya sedikit sakit." Zhen tersenyum yang dipaksakan.


Mulai terlihat diwajah Jun kalau dia khawatir dengan Zhen. "Baiklah, kalau begitu aku akan mengobatimu." Ujar Jun sembari menarik tangan Zhen masuk kedalam kamar.


"Pfft!?"


Jun melihat Zhen diam diam. Hanya sekilas tapi dia mendengar suara yang ingin tertawa. Dia curiga kalau bocah itu mempermainkannya. Namun yang dia lihat adalah wajah polos tanpa dosa yang sedang cemas. 'Apa yang kupikirkan, mana mungkin bocah polos sepertinya mempermainkanku yang hidup lebih lama darinya.' Pikir Jun mengalihkan pandangannya.


Ketika Jun benar benar memalingkan pandangannya, Zhen menyeringai senang.


...***...


Beberapa hari kemudian


Didalam hutan yang gelap terlihat seekor serigala perak diatas batu besar. Berbulu tebal berwarna perak abu abu dan bermata emas. Tubuhnya sebesar rumah dan ekor yang panjang. Dia adalah raja dari golongan serigala perak dikawasan serigala yang bersebelahan dengan wilayah klan Guaiwu.


Saat sedang bersantai, datang seekor bawahan mendatanginya. Bawahan itu terlihat sangat terburu buru.


"Ada apa?" Tanya raja serigala perak.


"P pemimpin, Raja dari klan Guaiwu ingin bertemu!?" Lapor bawahan itu.


"Kenapa dia ingin bertemu denganku?"


"Tidak tahu Pemimpin."


"Baiklah, bawa bajingan itu kemari."


Tidak lama datang seorang pria yang tengah dibicarakan. Dia dikawal oleh bawahan Sang Gwi untuk menuju ke padanya. Setelah sampai bawahannya itu bergabung dengan serigala perak yang lain. Sang Gwi juga turun dari atas batu besar dan berjalan dengan gagah ke hadapan Ming Tianzhi. "Ada urusan apa Raja ini datang kemari?" Tanya Sang Gwi tanpa basa basi.


"Urusan apa? Aku pikir Sang Gwi yang hebat ini tahu aku datang karena urusan apa." Balas Tianzhi dengan sinis.


Sang Gwi benar benar tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Tianzhi. Akhir akhir ini dia tidak pernah membuat masalah dengan monster lain apalagi dengan Klan yang mirip manusia ini. "Aku tidak mengerti, apa maksudmu?" Tanya Sang Gwi.


"Beberapa hari yang lalu, salah satu bawahanmu membunuh anggota klanku. Bukan hanya itu, dia juga menerobos masuk ke dalam wilayahku."


"Itu tidak mungkin!? Meskipun kau bajingan tapi aku tidak pernah melanggar perjanjian. Jangan asal menuduh bawahanku!? Kalaupun bawahanku melanggar perjanjian itu berarti bawahanmulah yang melanggarnya lebih dulu." Sang Gwi langsung membalas dengan tegas. Dia melirik salah satu serigala yang beberapa hari yang lalu pulang dengan berbau darah klan Guaiwu. "Qiao, kemari!?" Panggil Sang Gwi pada serigala yang bernama Qiao itu.


Qiao maju dengan menundukkan kepalanya. Dia takut jika akan di hukum oleh Sang Gwi jika ketahuan menyerang salah satu klan Guaiwu.


"Katakan, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Sang Gwi.


Qiao menceritakan hal yang sebenarnya terjadi. Dia mengatakan jika beberapa orang dari klan Guaiwu memasuki wilayah serigala perak dan menantang lalu membunuh salah satu teman mereka. Jadi dengan marah dia menyerang orang orang itu bersama yang lainnya. Tapi salah satu orang berhasil kabur dan Qiao mengejarnya. Tapi orang itu berhasil kabur kedalam wilayahnya. Jadi Qiao tidak bisa masuk, tapi tiba tiba saja kepalanya terasa gelap dan tanpa sadar telah keluar wilayah dengan membunuh orang itu. Dan itulah yang sebenarnya terjadi.


"Bagaimana? Apa kau masih menuduh bawahanku? Orang orang mulah yang bersalah lebih dulu!?"


"Tapi bukankah tetap saja dia juga bersalah?" Ujar Tianzhi dengan smirk diwajahnya.


"Ggrrrr…" Sang Gwi menggeram tidak suka dihadapan Tianzhi. 'Dasar muka tembok! Dia bahkan tidak malu kalau sekarang sedang dipermalukan!?' Pikir Sang Gwi geram dengan pria menyebalkan dihadapannya. Meskipun sudah dijelaskan orang ini tetap mengakui dirinya tidak salah. Sungguh kepercayaan diri yang berada di luar batas.


Sebenarnya Tianzhi sudah tahu kalau kejadian sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang diceritakan. Tapi tahulah, dia hanya ingin mencari alibi menghabisi Sang Gwi dan merebut wilayahnya. "Jangan menggeram seperti itu, aku tahu kenapa bawahanmu llmelakukan hal itu." Ujar Tianzhi membuat serigala besar dihadapannya diam. Kemudian dia menarik keluar seseorang dibelakangnya keluar dengan paksa.


Tianzhi menarik kerah belakang baju seorang anak kecil dibelakang untuk maju ke depan.


Anak itu adalah Zhen yang kini tengah ketakutan karena di sekelilingnya dipenuhi banyak serigala. Belum lagi yang menarik kerahnya adalah seseorang yang cukup menakutkan.


"Dia adalah penyebab masalahnya!?"


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA....