I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 19. Tidak sejalan



Nie Fuwei melirik Zhen akan seperti apa.reaksinya. Namun karena ekspresinya datar ia jadi sulit untuk mengetahui pria ini percaya atau tidak. "Jangan percaya kata katanya!? Aku sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan dia!" Ujar Nie Fuwei ingin menbuat Zhen percaya padanya.


Tapi sejujurnya Zhen tidak peduli mau gadis ini memiliki hubungan dengan Liubai atau tidak. Yang penting baginya adalah mereka tidak mengganggunya.


"Fuwei'er kenapa kau mengatakan itu? Aku mencintaimu kenapa kau malah berjalan dengan monster ini? Apa kau tahu dia siapa? Dia itu si pemilik elemen kegelapan yang menjijikan!? Kau tidak boleh dekat dekat dengannya atau kau akan kena sial." Ujar Liubai sembari menunjuk nunjuk Zhen. Dari kecil sampai sekarang dia benar benar tidak menyukai Zhen entah itu dari penampilan atau kekuatan.


Mereka berdua berdebat ini itu yang tidak Zhen mengerti. 'Cinta? Mereka bicara hal yang menjijikan itu didepanku dengan santai. Lebih baik aku pergi saja. Ini kan bukan urusanku, kenapa juga aku yang kena?' Pikir Zhen sembari berjalan meninggalkan mereka yang sedang bertengkar.


"Kemana kau akan pergi dasar sialan?! Semua ini gara gara kau yang membuat masalah!?" Saut Liubai ketika melihat Zhen meninggalkan tempatnya. Tapi orang yang dipanggilnya itu malah semakin menjauh dan tidak mendenvarkan hingga membuatnya geram. "Anj*ng ini, benar benar sudah kelewatan!?" Gerutu Liubai sangat geram kata katanya diabaikan. Dia melempar serangan listrik pada Zhen dari belakang untuk memberinya pelajaran.


Namun dengan cepat Zhen bisa menghindarinya dengan langkah bayangan. Dia melihat tajam Liubai yang menyerangnya. 'Gadis itu yang salah kenapa aku yang disalahkan? Kurasa otaknya benar benar tidak ada.' Pikir Zhen kesal.


"Tuan sudah disakiti berkali kali kenapa tidak menggunakan kekuatan asli tuan saja? Mereka itu memang pantas diberi pelajaran. Menyelahkan orang lain padahal belum tahu kebenarannya, bukankah tuan paling membenci hal yang seperti itu? Serangga serangga pengganggu memang pantas dibinasakan. Asalkan tidak ada yang melihat tuan pasti akan aman aman saja, percayalah padaku." Ujar kabut hitam pada Zhen.


Dari lubuk hati yang terdalam Zhen benar benar ingin membunuh mereka semua. Tapi dirinya masih belum memiliki keberanian melakukan itu. Dan lagi jika ia melakukan hal itu pasti Jun tidak akan mau lagi peduli padanya. Dia tidak ingin orang yang satu satunya peduli malah pergi meninggalkannya.


Saat melewati danau dihalaman belakang Ruby Radiant Palace, Jun melihat ada Zhen disana. Awalnya ia ingin menghampiri Zhen setelah pertemuan kelompok. Namun gidak disangkanya malah bertemu di danau. "Zhe…" Sapaannya berhenti ketika melihat aura membunuh yang kuat dimatanya. Anehnya orang orang yang mendapatkan aura membunuh itu tidak terasa kalau dirinya sedang mendapatkannya. Itu artinya tingkatan Zhen sangatlah tinggi hingga bisa membuat lawan tak sadar dengan aura membunuhnya.


Tapi yang jadi masalahnya adalah tatapan yang diberikan Zhen pada orang orang itu menandakan kebencian yang mendalam. Dia seakan bisa membunuh mereka kapan saja jika diganggu sekali lagi. 'Ini gawat! Jika aku membiarkannya begitu saja Zhen bisa menjadi 'orang itu' dalam sekejap. Aku harus menghentikannya!?' Jun segera menghampiri mereka agar tidak menyinggung orang yang salah.


Liubai berjalan mendekati Zhen dengan amarah memenuhi hatinya. "Apa? Kau tidak suka hah?!" Bentak Liubai sembari mendorong dada kiri Zhen. Dia juga meraih kerah Zhen dengan kasar.


'Menyebalkan, mati saja kau!?' Kabut hitan mengelilingi tangannya yang mengepal. Dia sudah tidak tahan lagi ingin membuat mulut pria gendut didepanya bungkam selamanya. Ketika tangannya akan terangkat menyerang seseorang menghentikannya.


"Ada apa ini?" Jun datang tepat ketika Zhen akan menyerang Liubai dengan kekuatan.aslinya. Dirinya bisa melihatnya saat tangan Zhen masih bersiap menyerang. Ketika dirinya ketahuan melihat tangan Zhen yang akan menyerang, dengan cepat Zhen menyembunyikan tangannya dengan tangan yang lain. Dia juga tampak gugup karena ketahuan oleh Jun.


"Yang Mulia, untunglah anda datang! Si be__ Zhen menggoda kekasihku!?" Liubai langsung memgadu pada Jun berharap kalau Jun membelanya. Matanya melirik licik Zhen yang saat ini kesal karena didahului.


Nie Fuwei segera angkat bicara karena yang dikatakan Liubai itu tidak benar, "Tidak Yang Mulia, apa yang dikatakan si gendut ini tidak benar!? Aku bahkan bukan kekasihnya. Dia hanya mengada ada karena aku menolak cintanya." Jelas Nie Fuwei juga mendekat pada Jun. Dia juga melihat sebal Liubai, "Lagipula ini hanya masalah kecil kenapa kau membesar besarkannya kemana mana?" Ujar Nie Fuwei dembari menyilangkan kedua tangannya.


"Fuwei'er, kenapa kau selalu membelanya?" Ujar Liubai mendekat pada Nie Fuwei, namun gadis itu menjauh darinya.


"Tentu saja aku membelanya, dia tidak bersalah dasar gendut!?" Balas Nie Fuwei masih kesal.


Mengurusi masalah masalah sepele seperti ini saja mereka membuatnya menjadi rumit. "Sudah sudah, aku tidak ingin kalian memperbesar masalah kecil seperti ini. Lebih baik kalian menyiapkan kelompok kalian masing masing untuk penyerangan beberapa hari lagi. Sekarang pergilah!" Ujar Jun tidak ingin ambil pusing.


"Baik Yang Mulia." Mereka pergi ketika melihat Jun yang sepertinya mulai kesal dengan tingkah mereka.


Nie Fuwei masih melirik Zhen yang tampak gugup. 'Ada apa dengannya?' Pikir Nie Fuwei bingung.


"Fuwei'er kenapa diam saja? Ayo!" Ajak Liubai sembari menarik tangan Nie Fuwei.


Seketika Nie Fuwei langsung mengambil kembali tangannya, "Jangan pegang pegang!?" Bentaknya galak sembari berjalan pergi.


"Kalau kau diet juga aku masih tidak akan suka dengamu!?" Balas Nie Fuwei masih galak.


Mereka pergi dengan obrolan yang konyol.


Perginya mereka berdua membuat Zhen semakin gugup. Dia takut Jun akan menjauhinya. 'B bagaimana ini? Kakak tidak akan meninggalkanku, kan? Aku juga melum menyerang Liubai sampai mati. Aku harap kakak tidak melihatnya.'


"Kenapa kau gugup sekali? Apa kau melakukan kesalahan?" Tanya Jun berpura puratidak melihat apapun. Dia tahu saat ini Zhen sedang mempermasalahkannya didalam kepalanya. Tatapan kaget didapatkannya dari Zhen. Tapi kemudian dia tersenyum senang.


"T tidak, aku tidak melakukan kesalahan apapun." Ujar Zhen senang karena ternyata Jun tidak melihatnya. "Tapi ada apa kakak kemari?" Tanya Zhen penasaran dengan Jun yang menghampiri twmpatnya.


"Aku hanya ingin mengatakan kalau kau sekarang berada di kelompokku dan bukan di kelompok Liubai."


"Benarkah?" Tanya Zhen penuh semangat. Dia senang karena akhirnya sekelompok.dengan Jun. Namun tiba tiba wajahnya langsung berubah dari senang jadi sedih.


Jun bertanya tanya apa alasannya. Beberapa saat yang lalu Zhen masih terlihat senang. Tapi sekarang malah terlihat sedih, "Ada apa lagi?"


"Ah, itu…" Zhen bertanya tanya apa jika ia mengatakan kalau sebaiknya jangan menyerang wilayah Raja Kucing Petir apakah Jun akan mendengarkannya. Dirinya agak ragu untuk mengatakannya meskipun Jun adalah satu satunya orang yang dirinya percayai.


"Katakan saja!" Ujar Jun sabar menunggu.


"A apakah rencana untuk menyerang wilayah Kucing Perir tidak bisa diganti ke wilayah lain?" Tanya Zhen masih ragu.


"Kenapa?"


"Tidak, aku hanya berpikir mereka adalah monster yang cukup ramah dan tidak pernah menggangu wilayah kita atau wilayah lain. Jadi, kita juga seharusnya tidak mengganggu mereka." Ujar Zhen. Dia tidak mengetakan kalau dirinya pernah ditolong oleh salah satu dari mereka.


Jun kaget Zhen bisa mengatakan hal seperti itu. Dia juga berpikir tidak seharusnya mereka menyerang wilayah monster yang tidak pernah menggangu mereka sama sekali. Tapi yang jadi masalah adalah Raja tidak suka keputusannya ditentang. "Zhen, aku mengerti dengan apa yang coba kau katakan. Tapi Ayah pasti tidak akan pernah mau mengubah keputusannya." Ujar Jun.


Zhen mengerti dengan apa yang dikatakan Jun. Raja memang tidak pernah mendengarkan orang lain dan terus menganggap dirinya benar. "Aku mengerti." Jawab Zhen memberikan senyum yang dipaksakan. Dia benar benar tidak bisa sejalan dengan Jun.


Bagaimanapun caranya wilayah Kucing Petir tidak boleh diserang.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...