I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 27. Titik kejam



"Maaf aku harus membuatmu meminta maaf pada Nona Shu." Ujar Jun merasa bersalah.


"Tidak apa apa, lagipula aku yang salah." Tapi bohong. Zhen sama sekali tidak merasa bersalah. Tapi tetap saja ia tidak bisa mengatakan ini padanya.


"Baiklah, ini sudah malam. Aku harus kembali!?" Ujar Jun pergi meninggalkan taman.


Zhen masih tersenyum saat Jun belum pergi jauh, namun ketika sudah tidak terlihat lagi senyumnya hilang seperti ditelan bumi. "Kenapa kau masih disini?" Tanya Zhen pada Nie Fuwei yang masih ada dibelakangnya bersembunyi.


"Bukankah aku sudah bilang, aku akan datang lagi?!" Ujarnya sembari keluar dari semak semak. Dia melirik Zhen dari atas sampai bawah lalu tersenyum jail, "Kau, ternyata jadi jinak ya didepan Kakakmu. Sebelumnya wajahmu seperti ini 'Kenapa kau kesini?' lalu berubah menjadi 'Kakak sudah datang?' Wa ha ha ha ha ha ha ha… ternyata kau memiliki dua wajah!?" Nie Fuwei meniru nirukan ekspresi wajah Zhen saat Jun belum datang dan setelah Jun datang. Dari yang dingin sampai yang ceria. Tapi tawanya harus berakhir ketika melihat Zhen menatapnya tidak suka.


"Sudah? Kalau begitu pergilah." Ujarnya kembali dingin.


Nie Fuwei serasa seperti diterpa badai saljudengan ucapan Zhen. "T tunggu, aku hanya bercanda." Dirinya merasa canggung. Pria disampingnya ini sangat mudah marah seperti seorang gadis. Dia berjalan beriringan disampingnya. "Ehm, kau ingin kemana?" Tanya Nie Fuwei bingung dengan arah Zhen berjalan.


"Tentu saja ke kediaman ku."


Jawabannya sedikit tidak tepat untuk Nie Fuwei, "Tapi aranya terbalik. Seharusnya kesana!?" Ujarnya sembari menunjuk arah sebaliknya.


Zhen berhenti lalu menengok kekanan dan kekiri ia berjalan. Dan melihat Nie Fuwei yang tersenyum bingung melihatnya. Tanpa bertanya lagi ia berjalan mengikuti arah yang ditunjuk gadis itu.


Sedangkan Nie Fuwei sendiri hanya tersenyum sembari menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Zhen. 'Sebegitu tidak maunya kah dia meminta tolong padaku?' Pikirnya tidak habis pikir. Mereka kembali berjalan bersama.


...***...


Dimalam hari Zhen memakai pakaian serba hitam dan keluar dari kamar lalu menyelinap keluar dengan langkah bayangan yang sangat cocok digunakan saat tengah malam. Tubuhnya jadi seperti bayangan hitam yang bercampur dengan malam. Dia meloncati atap atap rumah tanpa bersuara.


Ditangannya ada peta dan memperlihatkan dihadapannya sebuah kediaman besar. Golden Butterfly Palace. Zhen memasui tempat itu dan mencari cari ruangan seseorang. Didepannya ada sebuah pintu besar yang terlihat seperti ruangannya yang ia cari. Ia membuka pintu itu secara terang terangan itu kemudian ditutupnya lagi. Tapi didalamnya adalah sebuah pemandian besar.


Ada banyak asap hangat dimana mana, juga beberapa dekorasi bambu juga batu disekitar.


"Kyaaa!?" Teriak seorang wanita yang berdiri didalam air hangat dan sudah berpakaian warna putih.


Zhen langsung memutar mepalanya dan melihat siapa wanita berisik itu. Ternyata dia adalah Shu Jiujiu, gadis jahat yang harus membuatnya menunduk. Zhen ingat jika Nie Fuwei pernah mengatakan kalau dia adalah adik dari Shuwei, tetua keempat yang sekarang. Dari balik penutup wajahnya Zhen tersenyum licik karena terpikirkan suatu ide. Ia berjalan mendekati gadis itu kemudian berjongkok dipinggir pemandian, "Oy!?" Panggilnya seperti memanggil kucing. Ditambah lagi tangannya melambai lakbai seperti mengisyaratkan untuk mendekat.


Shu Jiujiu masih tak bergeming dari tempatnya. Dia menatap Zhen dengan was was kalau kalau pria itu berbuat sesuatu. 'Suaranya, aku seperti pernah mendengarnya!? Dimana ya? Portur tubuhnya juga terlihat akrab.' Pikirnya sembari memperhatikan Zhen.


Karena tidak juga menghampirinya Zhen hanya bisa bertanya dari kejauhan. Lelah dengan posisi kaki seperti ini ia menurunkan kakinya hingga menyentuh air dan duduk diatas batu pemandian. Ia memperlihatkan sebuah peta pada Shu Jiujiu, yaitu tempat ruangan pribadi Shuwei. "Kau bisa melihatnya? Aku mencari tempat Kakakmu!? Jika kau tahu maka beritahu aku!" Ujar Zhen sembari menunjuk ruangan yang disilang merah.


Zhen metnatap Shu Jiujiu lalu tersenyum licik, "Entahlah, mungkin membunuhnya. Itu tergantung bagaimana dia akan menjawab pertanyaanku." Ujar Zhen membuat Shu Jiujiu membelalakkan matanya. Sepertinya gadis itu diam diam ingin menyerangnya, tapi pergerakannya terhalang oleh kegelapan yang sudah menjeratnya.


Shu Jiujiu terlihat panik dengan tubuhnya yang tidak bisa bergerak.


"Pfftt…" Zhen tersenyum memperlihatkan giginya. Ia menundukkan kepalanya lalu mendongakkan wajahnya melihat Shu Jiujiu. Senyumnya pudar, lalu bangun dari duduknya dan berjalan menuju gadis itu.


Tepat dihadapannya terlihat jelas mata merah darah pria itu yang membuatnya teringat seseorang yang baru ia temui. "Kau adalah…"


BYURRR


Zhen menenggelamkan gadis itu menekan kedua bahunya untuk tidak bisa keluar dari dalam air yang setinggi lututnya. Terdengar suara berontak dari kaki dan tangannya yang terendam air. Dari dalam air Shu Jiujiu melihat mata merah pria yang menenggelamkannya. Terlihat jelas melalui matanya kalau saat ini pria itu sedang menikmati penderitaannya. 'Dia… sudah kuduga, bukanlah orang baik.' Pikirnya sebelum kehilangan kesadaran.


Karena Shu Jiujiu sudah tidak memberontak Zhen menarik rambut wanita itu membuatnya keluar dari air. Zhen memperhatikan wajah gadis itu, "Sepertinya ini cukup." Ujarnya lalu beralih menarik kerah belakang gadis itu dan menggeretnya keluar dari air.


Dibawanya keluar dari ruangan itu. Kemudian menelusuri lorong yang sepi. Sepertinya semua orang sudah tidur. Seperti biasa Zhen menempelkan tangan kirinya ke setiap pintu kayu kertas. Karena disetiap pintu dipenuhi ornamen jadi membuat suara ketukan di setiap pintu. Tepat diujung lorong terdapat belokan. Dan saat akan berbelok terdengar suara yang membuatnya tertarik.


"Siapa itu?" Tanya seseorang dari dalam kamar yang masih menyala.


Zhen menolehkan kepalanya ke kamar itu, terukir senyum miring diwajahnya yang tertutup kain. Firasatnya mengatakan jika kamar inilah yang ia cari. Dibukanya pintu kamar dan memperlihatkan seorang pria berambut coklat keemasan dengan mata coklat terang yang duduk didepan meja kerja.


Pria itu langsung berdiri ketika melihat Zhen masuk dengan membawa gadis yang sama sekali tak asing dimatanya, "Jiu'er!?" Teriaknya kaget. Lalu perhatiannya beralih ke pria yang menyeret adiknya itu. "Siapa kau?" Tanya pria itu yang bernama Shuwei.


Zhen memajukan kepalanya sedikit sembari memperhatikan pria didepannya, "Apa kau yang bernama Shuwei?" Tanya Zhen tanpa basa basi.


"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, kenapa kau tidak mengembalikan gadis ditanganmu padaku?" Balasnya sembari melirik Shu Jiujiu.


"Dia?" Zhen mengangkat Shu Jiujiu dengan memegangi belakang lehernya dan memandangi wajahnya. Jika diperhatikan wajah perempuan ini sedikit mirip dengan pria yang ada dimeja kerja. "Kau tidak perlu menjawabnya, aku yakin kau orangnya." Ujar Zhen sembari melirik Shuwei dengan senyum jahat dibalik penutup wajahnya.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...