
Zhen memasuki gerbang hitam, disana ada banyak orang yang menatapnya heran. Mereka memakai pakaian yang sama dengan pandangan yang sama.
"Siapa kau? Berani sekali memasuki wilayah kami. Apa kau sudah bosan hidup?" Tanya mereka. Tapi Zhen tidak menjawab dan hanya diam. Kemudian disini mulai banyak orang yang memperhatikannya dengan bringas.
Satu persatu Zhen memperhatikan mereka seperti menghitung jumlah mereka. Yirong bilang seluruh jumlah mereka ada seribu murid lebih. Itu sebenarnya masih kurang untuk memenuhi tungku. Karena Zhen membutuhkan sepuluh ribu korban. Dan sekarang baru setengah dari korban yang dibutuhkan. '*Aku pikir karena ini Sekte besar murid mereka akan beribu ribu, tapi ternyata hanya ada seribu. Benar benar mengecewakan*.' Pikirnya sedikit kecewa.
"Hei!! Apa kau mengabaikan kami?"
"Sudahlah, ayo kita bunuh saja dia!?" Ujar mereka penuh emosi.
'Mereka orang orang yang mudah tersulut emosi. Apa karena Qi negatif ini yang membuat mereka tidak berpikir dingin?' Pikir Zhen. Saat mereka ingin mengayunkan senjata andalan mereka ke Zhen, tiba tiba bayangan dibawah Zhen mengeluarkan banyak tangan hitam dan mencekik siapapun yang ingin membunuh Zhen. Qi Mereka juga terserap hingga membuat mereka bernasib sama dengan para korban sebelumnya. Setelah menjadi mayat kering tubuh mereka dilempar untuk membuat contoh pada yang lain.
Mereka melongo melihat hal mengerikan yang baru saja terjadi.
"I itu elemen kegelapan!?" Teriak salah seorang dari mereka yang menyadari kekuatan Zhen. Sontak semua murid berteriak dan panik karena pengguna elemen kegelapan ada didepan mereka.
Mereka sudah panik sehingga tidak bisa berpikir dengan jernih. Karena itu Zhen ingin menambah kepanikan mereka. Zhen berlutut satu kaki dengan tangan kanan ditempelkan ke tanah. Dirinya ingin menggunakan jurus rantai neraka bagian pertama, belenggu.
Duar duar
Tiba tiba rantai besar berujung runcing keluar dari dalam tanah yang menghancurkan semua bangunan. Rantai raksasa itu keluar masuk tanah menghancurkan setiap bangunan. Tujuannya adalah membuat orang orang didalam cangkang keluar semua.
Tidak lama semua murid dan beberapa orang yang berkuasa disini keluar setelah cangkang mereka dirusak. Keluar Pattiak dan keempat tetua sekte menghadapu Zhen.
Setelah muncul bos dari tempat ini Zhen berdiri dan tersenyum kecil melihat mereka.
"Siapa kau berani menghancurkan Sekteku?" Tanya Gu Xifan, Patriak Sekte Iblis Merah.
"Aku bukan siapa siapa. Yang aku inginkan hanya memenuhi tungku ku!?" Ujar Zhen membuat Gu Xifan mengernyitkan dahi.
"Hmph, sombong sekali kau ingin menjadikan kami sebagai korban persembahan!? Apa kau menganggap remeh kemampuan ku dan para tetua disini? Hanya karena elemen kegelapanmu kau begitu sombong dan angkuh!? Aku akan memberimu pelajaran hingga kau akan mengingat selamanya sampai diakhirat." Ujar Gu Xifan Mengernyitkan geram.
"Pfftt…" Zhen hanya bisa menahan tawanya melihat mereka menganggapnya sebagai bocah yang berlagak. Patriak Sekte disini berada di ranah alam kematian tingkat menengah, sedangkat para tetua rata rata berada di ranah surgawi, dan para murid disini masih dibawah immortal.
Jadi siapa yang sombong disini?
"Kep*rat!? Apa kau menertawakan kami? Patriak, ayo kita serang saja dia bersamaan!?" Ujar salah satu tetua tersulut emosi.
"Tenang, dia hanya ingin membuat kita emosi. Kalian menonton saja dari sana biar aku yang menghadapinya dan memberinya pelajaran!?" Ujar Gu Xifan sembari maju ke depan.
Mereka mulai menjaga jarak untuk keselamatan masing masing.
Pertarungan atara pemuda misterius dengan Patriak Sekte Iblis Merah di mulai.
"Majulah duluan, aku akan memberimu kesempatan untuk menyerang." Ujar Gu Xifan.
Terlihat senyum Zhen yang memperlihatkan giginya. Tanpa komplen apa apa Zhen langsung menuruti perkataan Gu Xifan untuk mengirit waktunya. Gerakannya begitu cepat sehingga tak bisa diikuti oleh mata bahkan Gu Xifan sendiri kesulitan mengikutinya. Tanpa disadari Zhen sudah ada didepan mata dan menendang ulu hatinya.
Duak
Gu Xifan terpental menjauh kebelakang menabrak para muridnya yang menonton. Mereka langsung melongo tak percaya kalau Zhen baru saja menendang Patriak mereka.
Gu Xifan bangun dengan darah muncrat di mulutnya. Tak disangka dan tak diduga, bocah yang dia remehkan ternyata seorang ahli praktisi. "Kau, kau seorang ahli Yuzhou?" Tanya Gu Xifan dengan mata yang sudah melotot.
Sontak itu membuat geger yang lain. Sebuah pertanyaan besar, ahli Yuzhou seorang bocah? Kok bisa? Dari wajah wajah bodoh mereka bertanya begitu. Mereka semuapun menelan ludah mereka bersamaan.
Dasi sini Gu Xifan menggertakkan giginya, "KALIAN SEMUA!? SERANG DIA!?" Teriaknya marah menunjuk Zhen sebagai sasaran.
Menuruti apa kata Ketua sekte, mereka berlari mengeluarkan senjata mereka lalu menyerang Zhen. Dengan cepat Zhen menghindar dan menyerang. Seperti biasa caranya membunuh tidak manusiawi.
Beberapa tetua menggunakan formasi andalan mereka, Jeratan Iblis Merah. Keempat tetua berdiri masing masing tepat seperti posisi arah mata angin. Mereka menyatukan kekuatan mereka untuk membentuk sebuah formasi. Terbentuk sebuah formasi bentuk belah ketupat ditengah Zhen berdiri. Dan terdapat pola dalam formasi mereka. Kemudian muncul sosok iblis merah berah menjerat Zhen kedalam genggamannya. Beberapa murid lain yang terjebak bersama Zhen juga ikut tertangkap dan mereka langsung terlalap api dari formasi.
Formasi mereka membuat tubuh Zhen seperti akan terbakar.
"Kalian juga bentuk formasi untuk menjeratnya!?" Ujar salah satu tetua.
Murid murid itu langsung mengikuti instruktur tetua. Mereka membentuk kelompok dan membuat formasi Jeratan Iblis Merah. Berpuluh puluh formasi berada dibawah Zhen dan berpuluh puluh Iblis Merah menjeratnya. Tubuh Zhen mulai tidak terlihat karena ada banyak iblis yang menjeratnya.
Wajah senang mulai tampak pada wajah mereka karena berhasil membuat Zhen terjerat.
Tapi mulai terlihat pula para iblis itu berubah warna menjadi hitam. Satu persatu juga murid murid yang membuat formasi diselimuti Qi merah kehitaman. Tubuh mereka seperti terbakar dengan dan mulai mengering. Diiringi dengan teriakan mereka satu persatu.
"Aaagghh!?"
"Aaagghh!?"
"Aaagghh!?"
Para tetua mulai panik dan tidak bisa berpikir jernih. Lalu satu persatu juga para tetua mulai terbakar dengan Qi merah kehitaman.
'Ini, apa yang terjadi?' Pikir salah satu tetua bingung.
Iblis iblis yang menutupi Zhen mulai menyisih dan memperlihatkan Zhen yang tersenyum senang memperlihatkan gigi rapihnya. Dia membalikkan semua serangan mereka melalui para iblis iblis ini dengan menguasai mereka. Karena iblis iblis ini terhubung dengan mereka jadi ia menyerap Qi kehidupan mereka melalui formasi mereka sendiri.
Zhen berjalan keluar dari formasi menghampiri satu tetua yang masih dalam kesarannya meskipun sudah sekarat. Ia hanya jongkok diam memperhatikan akhir dari hidup tetua tersebut.
"Si a pa ka u?" Tanya tetua itu pennasaran.
"Menurutmu siapa aku?" Tanya Zhen balik. Mata merahnya terlihat , satu garis dengan dibawah mata kehitaman.
Mata tetua itu terbelalak dan terpikirkan satu nama yang dilupakan dunia, 'Raja Yama?!'
...~~~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...