I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 43. Si gadis aneh



Ditengah hutan tampak seorang pemuda berjubah hitam sedang luntang lantung sendirian. Pemuda itu adalah Zhen, ia memutuskan untuk kembali ke hutan hitam. Dirinya sudah tidak tahan ingin kembali dan melihat Jun. Tapi masalahnya ia tidak tahu arah menuju hutan hitam. Ini adalah hutan yang lain dan tidak tahu berada di bagian mana.


Bruk


Zhen duuk menyender ke pohon mengistirahatkan kakinya. Daripada jalan berputar putar lebih baik memutar otak mencari solusi. 'Sepertinya tidak ada pilihan lain selain meminta bantuan orang lain.' Pikir Zhen.


Trang trang


Terdengar suara pedang dari kejauhan. Itu artinya ada orang didekat sini. Terlihat raut senang diwajah Zhen. Tapi dimana orang itu bertarung?


"Aku punya ide." Ujar Zhen dengan senyum polosnya. Dia memejamkan matanya sembari mendengarkan lebih jelas kemara arah suara itu berasal. Bibirnya tersenyum puas karena berhasil mendeteksi asal suara, ia melentangkan tangan kanannya ke kanan. Energi besar berwarna hitam kebiruan muncul menghancurkan pohon pohon yang menghalangi pandangannya. Seketika itu membuat jalan untuknya lewat.


Zhen berlari melewati jalan yang ia buat. Di ujung jalan tampak seorang wanita syok dengan serangan yang baru saja terjadi membunuh monster didepannya. Wanita berambut merah dengan dengan bola mata biru gelap dan kulit semulus giok. Dia wanita yang cantik. Wanita itu melihat Zhen yang sudah ada memperhatikannya.


"A apakah kau yang menyerang monster itu?" Tanya wanita itu gugup.


"Ya, dan apa kau tahu hutan hitam?" Tanya Zhen langsung menanyakan arah jalan.


"Apa?" Sepertinya wanita itu kebingungan dengan pertanyaan Zhen.


Beberapa saat kemudian…


"Jadi kau ingin ke hutan hitam tapi tidak tahu jalan ke arah sana?" Tanya wanita itu sedikit tenang sekarang. Namanya Qing Yue, murid dari Menara Giok. Mereka duduk sembari membakar daging buruan yang baru dibunuh.


"Ya. Apa kau tahu jalannya?" Tanya Zhen.


Qing Yue tampak memperhatikan Zhen dari atas sampai bawah. Seorang pemuda aneh yang ingin ke hutan hitam, tempat paling berbahaya di dunia tengah. 'Apa urusan pemuda ini di hutan hitam? Apa dia kesana hanya untuk mencari mati? Penampilannya juga aneh.' Pikir Wanita itu.


"Aku tahu, tapi apa yang ingin kau lakukan disana?" Tanya Qing Yue penasaran.


"Itu bukan urusanmu!?" Tiba tiba jawaban Zhen begitu dingin.


"Baiklah, aku akan mengantarmu ke sana. Tapi aku punya satu syarat!?" Ujarnya tanpa takut.


"Apa?"


Terukir senyum diwajahnya menambah kecantikan dirinya, "Kau harus menemaniku ke Sekte Menara Giok. Baru aku akan mengantarmu ke hutan hitam." Ujar Qing Yue dengan senyum liciknya. 'Aku lihat dibalik tudungnya dia sangat tampan, kekuatannya juga bisa mengalahkan monster tingkat sepuluh. Itu artinya dia sangat kuat. Aku bisa memanfaatkannya sebagai kekuatanku mencapai posisi Patriak.' Pikirnya.


Zhen berpikir tentang syarat yang diajukan Qing Yue. Itu akan membuang waktu. Lebih baik dirinya mencari orang lain sebagai penunjuk jalan. Tapi untuk sementara ini ia ingin memanfaatkan wanita ini untuk keluar dari hutan. Zhen mendongakkan kepalanya dan memperlihatkan senyumnya pada Qing Yue, "Baiklah." Ujarnya yang tentu saja bohong.


Tempatnya saat ini adalah hutan di kekaisaran Qi. Ya, Zhen tidak berada di kekaisaran Tang lagi. Karena dirinya telah berjalan tanpa arah selama beberapa hari dan tanpa disadari sudah berada di kekaisaran Qi. Kedua kekaisaran ini berwilayah tetanggaan satu sama lain. Tapi hubungan mereka tidak baik hingga kerap kali pernah terjadi perang kecil kecilan.


Berjalan keluar hutan mereka mengikuti jalan setapak. Tidak lama mereka menemukan perkotaan. Hutan ini langsung terhubung dengan ibu kota kekaisaran Qi, "Ayo!?" Ajak Qing Yue.


Ketika mereka berjalan memasuki desa Zhen berpapasan dengan seseorang. Dia berjubah hitam dengan tudung menutupi kepalanya. Terlihat rambut putih keluar dari tudung. Mereka saling melewati dan ketika orang itu berjalan menjauh Zhen berhenti.


Matanya terbelalak kaget ketika baru menyadari sesuatu, 'Kakak? Itu pasti kakak. Dia datang mencariku, ya dia sangat peduli padaku jadi dia mencariku smpai ke sini. Aku harus bertemu dengannya dan mengatakan kalau mereka telah jahat padaku!? Benar, aku harus mengatakannya!?' Kakinya tiba tiba berlari menghampiri orang itu, lalu menarik tangannya. Terlihat senyum polos diwajahnya.


Tudung itu tersibak dan memperlihatkan wajah seorang gadis dengan ekspresi datar. Rambutnya memang berwarna putih namun dibawahnya sedikit kemerah merahan, matanya juga merah namun bukan keemasan, dan kulitnya pucat. Seketika senyum itu luntur dan terlihat kemarahan dimata Zhen, "Kau bukan kakak…" terlihat hasrat membunuh Zhen pada gadis itu.


Tapi ajaibnya gadis itu tampak biasa saja meski sudah diancam seperti ini. "Bukan kakak." Ujar gadis itu tiba tiba tidak jelas.


"Apa?" Zhen tidak mengerti apa maksud gadis itu.


Zhen tidak percaya jika gadis ini berusaha mengatakan kalau dirinya bukan kakaknya. Tapi kenapa harus dijelaskan? Sekali lihat juga Zhen langsung tahu. Apalagi dia wanita berwajah datar yang aneh. "Aku tahu!? Kau tidak perlu menjelaskan!?" Ujar Zhen sedikit membentak. Meski itu bukan salahnya entah mengapa dirinya kesal pada gadis ini.


"Zhen, apa kau menganalnya?" Tanya Qing Yue mendekati mereka.


"Aku tidak ke_"


"Kenal, Zhen!?" Selak gadis itu.


Perkataan gadis itu membuat Zhen bingung. Dirinya tidak pernah bertemu dengan gadis aneh ini, bagaimana bisa dia mengenal dirinya?


"Jika dia kenalanmu kenapa kita tidak sama sama saja?" Tanya Qing Yue menawarkan.


"Itu ti_"


"Usah!?"


Sekali lagi Zhen melihat gadis itu kesal. Seharusnya dirinya tidak menghentikan gadis aneh ini. "Kau…" Zhen menahan kekesalannya. Tapi gadis itu malah tersenyum jahat pada Zhen. Akan tetapi harus diakui, gadis aneh ini sangatlah cantik.


Dengan hati jengkel akhirnya Zhen berjalan bersama gadis itu. Disepanjang jalan mata Zhen selalu tertuju pada setiap kedai makan. Meskipun sudah makan daging buruan tapi tetap saja ingin makan lagi.


"Kita sebaiknya mampir ke kedai dulu?" Tanya Qing Yue setelah melihat Zhen selalu melihat kedai seperti anak kecil minta permen. Tawaran itu langsung disambut baik oleh mereka berdua. Berdua? Ya, gadis aneh itu juga selalu melihat kedai seperti Zhen. Qing Yue merasa seperti memiliki dua anak kecil.


Mereka bertiga masuk dan langsung menempati tempat duduk. Qing Yue memesan tiga porsi makan untuk tiga orang. Tidak lama makanan datang. "Silahkan dima…kan." Sebelum Qing Yue menyelesaikan kata katanya mereka berdua sudah memakan makanan mereka.


Terutama gadis aneh itu. Tidak hanya perilakunya yang aneh, bahkan makannya pun aneh. Pasalnya, gadis itu memakan memakai tangannya lanhsung. Tidak hanya itu, makannya juga sangat berantakan seperti tidak makan selama satu tahun. Semua lauk pauk diambil menggunakan tangan langsung digenggam dan dimaukkan ke mulut. Begitu pula dengan nasi dan sayur lainnya.


Sampai sampai semua orang memperhatikan mereka bertiga. Zhen tidak masalah dengan perhatian mereka, tapi Qing Yue merasa sangat malu.


Semua orang langsung membicarakan cara makan gadis gantik itu yang seperti hewan buas.


"Emh, nona!?" Panggil Qing Yue. Tapi gadis itu tidak mempedulikannya. Qing Yue sudah tidak tahan lagi menahan malu, "Aku akan ke toilet sebentar." Ujarnya sembari bangun dan berjalan pergi.


Tiba tiba sumpit yang menggapit daging mengarah ke gadis itu membuatnya berhenti makan. Saat melihat siapa itu ternyata dia Zhen, "Buka mulutmu!?" Ujar Zhen sembari menyodorkan dagingnya.


Seketika gadis itu langsung menurut disuruh membuka mulutnya. Zhen langsung memasukan daging itu kedalam mulutnya. Tapi setelah dagingnya masuk mulut gadis itu masih terbuka.


"tutup!?" Setelah kata kata Zhen diucapkan mulutnya langsung menutup. Zhen beralih memakan makanannya lagi.


Gadis itu masih menatapnya bingung. 'Jangan bilang dia belum mengunyah dan memakannya?' Pikir Zhen. "Kunyah lalu telan!?" Ujarnya lagi. Dan benar saja gadis itu menunggu aba abanya. Zhen langsung melonggo melihat tingkah gadis ini yang begitu penurut padanya. "Pfftt ha ha ha ba ha ha ha…" Tanpa sadar dirinya tertawa dengan tingkah gadis aneh ini.


Tiba tiba gadis didepannya memegang kedua pipi Zhen dengan senyuman diwajahnya, "Kau sangat manis!?" Ujarnya setelah melihat Zhen tertawa.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...