I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 46. Benar dan salah



Wei Shuji melihat Zhen penuh dengan keserakahan. Dia langsung mendekati pemuda itu mengelus pipinya sembari mendekatkan wajahnya. "Kau tenang saja, selamanya kau akan menjadi milikku!?" Ujarnya dengan senyum licik.


Dibelakang wanita itu Zhen membentuk belati dengan kekuatannya untuk menusuk wanita ular ini.


"Ingin menusukku? Sayangnya kau tidak akan bisa melepaskan diri meskipun aku terbunuh!? Lagipula kau monster, untuk apa dibiarkan keluar dan membunuh semua orang?" Ujarnya dengan wajah horor.


Zhen tidak menusuk wanita ini dan malah memikirkan perkataannya. "Kalian manusia yang jahat." Jawab Zhen.


"Pfft ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha haah…" Wanita itu tertawa lepas sembari melepaskan tangannya dari wajah Zhen dan sedikit menjaga jarak. "Kau mengatakan kami jahat seakan apa yang kau lakukan bukanlah kejahatan!? Benar benar lucu sekali." Ujarnya sembari mengusap air mata yang keluar dari sudut matanya karena terlalu lucu. 'Dia mulai terlihat gelisah, sepertinya mengungkit jahat dan buruknya seseorang mempengaruhinya. Ternyata dia masih bocah!?' Pikir Wei Shuji.


Perkataan Wei Shuji membuat Zhen kepikiran. Karena apa yang dikatakannya sedikit masuk akal. 'Apa aku salah? Mereka yang lebih dulu ingin membunuhku. Kenapa aku yang… salah? Ini tidak benar, sama sekali tidak benar. Mereka hanya ingin menyalahkanku atas kejahatan mereka. Pasti begitu, dulu juga mereka menyalahkanku terus menerus meskipun aku tidak melakukan apapun.' Pikir Zhen.


"Aaggrrhh!?"


Tiba tiba terdengar suara teriakan dari luar yang membuat mereka berdua kaget.


DUAK DUAK BRAK!?


Pintu seketika hancur menjadi berkeping keping oleh seseorang. Dari ambang pintu terlihat seorang gadis berwajah datar menggeret kerah baju penjaga yang kesakitan. Gadis itu menyipitkan matanya tidak suka dengan posisi Wei Shuji yang menyenderkan tubuh pada Zhen.


Seketika Wei Shuji langsung berdiri melihat penjaganya dikalahkan oleh wanita itu. "Siapa kau?" Tanyanya waspada.


"………" Gadis itu hanya diam tanpa suara sembari melepaskan pria yang diseretnya. Dia berjalan mendekat tanpa mempedulikan pertanyaan wanita itu.


Karena geram pertanyaannya diacuhkan Wei Shuji melemparkan serangan pada gadis itu.


Duar duar duar


Bola api secara beruntun keluar dari tangannya menyerang gadis itu tanoa henti. Akan tetapi gadis itu dapat menghindar dengan sangat cepat seakan itu bukan apa apa. Dan langkah yang digunakannya adalah 'langkah bayangan'.


Zhen membelalakkan matanya terkejut dengan langkah yang digunakannya. 'Gadis aneh itu kenapa bisa mengusai langkah bayangan? Siapa dia?' Pikir Zhen bingung.


Tiba tiba saja gadis itu sudah ada didepan dan menyuing ulu hati Wei Shuji sekuat tenaga karena berani bersender ke Zhen. Seketika Wei Shuji langsung memegangi ulu hatinya kesakitan. Belum selesai dengan itu dia juga menjambak rambut Wei Shuji yang kemudian menamparnya berkali kali.


Plak plak plak plak plak plak plak PLAK!?


Brak


Dan tamparan terakhir membuat gigi wanita itu copot dan menabrak dinding.


Gadis itu mengibas ngibaskan tangannya yang dipenuhi bedak.


"Kau kau!? Tunggu saja nanti!?" Wei Shuji lari mencari bantuan.


Setelah Wei Shuji pergi gadis itu langsung memeriksa rantai yang mengikat Zhen. Sepertinya dia memperkirakan terbuat dari besi jenis apa ini.


'Apa yang dia lakukan?' Pikir Zhen.


Setelah selesai, gadis itu melihat Zhen. "Kekuatan, masuk rantai!?" Ujar gadis itu yang sama sekali tak dimengerti Zhen. Melihat Zhen tak mengerti ucapannya gadis itu mempraktekan apa yang dikatakannya. Dirinya memasukkan Qi nya kedalam rantai membuat warna rantai berubah menjadi memerah.


"Maksudmu aku harus memasukkan kekuatanku ke rantai ini?" Tanya Zhen memastikan. Gadis itu hanya menjawab dengan anggukkan. "Berapa banyak?" Tanya Zhen mencoba mempercayai gadis itu.


"Banyak sekali." Jawabnya.


Zhen memasukkan Qi kedalam setiap rantai. Membuat rantai rantai itu memerah dan semakin memerah.


Semua rantai itu seketika jebrol. Dan seketika pula itu membuat senyum diwajah Zhen. Ia melihat gadis itu dengan senyum diwajahnya. Gadis itu juga tersenyum senang melihat Zhen senang. Tiba tiba Zhen berhenti tersenyum ketika gadis itu juga tersenyum padanya. "Ayo pergi!?" Ujarnya dingin.


Mereka keluar dari tempat itu. Ketika sudah keluar ternyata dirinya disambut dengan banyak orang yang mengincar kepalanya. Tapi itu tidak membuatnya gentar maupun takut. Dirinya merasa senang karena korbannya datang sendiri. "Kau tunggu aku disini!? Ini akan segera selesai." Ujar Zhen dengan senyum percaya dirinya.


Dia berlari kearah mereka dengan disambut ratusan panah. Dengan panah sebanyak ini dirinya berusaha untuk tidak terkena panah dan senjata lainnya. Khawatir mereka akan memberi racun lagi. Satu persatu mereka mayi terkoyak dengan darah yang mengalir masuk ke mulut Zhen. Sudah dirinya duga ia memang menyukai warna, bau dan rasanya.


Dipihak musuh mereka mulai kelabakan karena tahanan berbahaya lepas kendali.


"Cepat cari obatnya!?" Ujar Wei Shuji panik. Mereka semakin terdesak meskipun dengan jumlah sebanyak ini.


"M maaf Nona muda, tiba tiba semua obat untuk monster itu menghilang!?" Ujar pria itu.


"APA?!" Habis sudah, obat untuk melumpuhkan Zhen sudah hilang.


Siapa kira kira yang membuangnya?


Gadis aneh sedang menunggu Zhen dibalik tiang besar. Tangannya memegang beberapa obat halusinogen didalam beberapa kendi kecil. Dengan sengaja dirinya menjatuhkan kendi kecil itu ke tanah membuat benda itu pecah dan memperlihatkan bubuk putih. Dia juga menginjak injak bubuk itu hingga tersebar kemana mana. Dengan begitu Zhen tidak akan kalah kali ini.


Setelah semuanya selesai sekarang hanya tinggal Wei Shuji. Ia berjalan menghampiri wanita itu yang berjalan mundur ketakutan melihatnya. Seperti hari itu ia dipenuhi darah dimana mana. 'Aku tidak tahu apa yang aku lakukan benar atau salah. Yang kutahu hanya aku suka membunuh mereka.' Pikirnya sembari melihat Wei Shuji dengan tatapan dingin.


Tanpa aba aba Zhen membentuk pedang besar yang melayang diatasnya dan kemudian melaju ke arah Wei Shuji.


Jleb


Wei Dingyu langsung menjadikan tubuhnya sebagai perisai unyuk adiknya.


"KAKAK!?" Teriak Wei Shuji melihat kakaknya melindungi dirinya.


Setelahnya Zhen langsung menarik pedangnya. Tidak disangkanya Wei Dingyu akan berkorban untuk adiknya. Itu mengingatkannya pada Jun.


"KEP*RAT!?" Dengan penuh amarah Wei Shuji mengayunkan pedangnya dan diarahkan pada Zhen.


Trang


Sekali tangkis Zhen membuang pedang ditangan wanita itu. Lalu disambung dengan tebasan vertikal. Wanita itu langsung mati dalam sekali tebasan olehnya. Zhen membuang pedang ditangannya. Akhirnya mereka mati semua ditangannya yang dipenuhi darah.


Akhir yang lagi lagi sama.


Zhen berbalik dan melihat gadis aneh itu masih menunggunya tepat disebrang. Terlihat dia melirik semua mayat dan berakhir melihatnya. Ia berpikir mungkin gadis itu akan ketakutan melihat dirinya membunuh banyak orang seperti ini. Seperti yang terjadi pada mereka yang pernah bertemu dengannya.


Akan tetapi bukan ekspresi ketakutan diwajahnya. Dia melihat Zhen dengan tatapan yang melembut dan senyum yang hangat. Itu benar benar membuat Zhen tidak bisa mengerti isi kepala gadis itu.


Dan itu membuatnya merasa tidak nyaman.


...~~~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...