I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 38. Kedatangan seseorang



"I ini adalah kamarmu." Ujar Yu Yao menunjukkan kamar Zhen.


Untuk sementara waktu Zhen akan tinggal di kediaman keluarga Wang. Ia melihat lihat sekeliling kamar, ternyata kamar ini cukup bagus dan luas. Intinya kamar ini lebih baik dari kamarnya yang dulu, bahkan pintunya sangat kuat. 'Hanya tinggal sedikit lagi tungku ku akan penuh. Wanita ini pasti tahu dimana tempat aku bisa membunuh orang.' Zhen berbalik menghadap Yu Yao.


"Yu Yao!?" Panggilnya pada gadis itu.


"Y ya?" Jawab Yu Yao kaget. Rasanya senang saat Zhen memanggil namanya.


"Apa kau tahu tempat aku mem… maksudku menemukan tempat orang orang jahat?" Tanyanya hampir saja keceplosan.


Yu Yao sedikit bingung dengan pertanyaan Zhen. "O orang orang j jahat? M mungkin sekte Ib iblis merah? Mereka s selalu melakukan perbuatan jahat setiap hari. T tapi Z Zhen jangan kesana!? Kata k kakak mereka sangat k kejam, bahkan mereka m membunuh perempuan d dan anak kecil yang t tidak berdaya." Jelasnya.


Mendengar mereka orang orang kejam membuat Zhen semakin tertarik. Itu malah bagus untuknya, semakin kejam orang itu maka semakin baik dirinya bukan? Setidaknya itu yang ia pikirkan. "Bagus. Lalu? Apa lagi perbuatan kejam mereka?" Tanya Zhen lanjut.


Sebenarnya Yu Yao bimbang ingin lanjut bercerita atau tidak. Zhen tampak seperti tertarik dengan Sekte Iblis Merah. "M mereka selalu b berbuat bejad dengan m memperkosa setiap g gadis, dan bahkan m mengadu m manusia sampai mati.…" Yu Yao melihat Zhen tersenyum senang mendengarnya. Tanpa sadar dia memegang tangan pemuda itu, "K kau tidak akan pergi k kesana kan?" Tanya Yu Yao khawatir.


Zhen melirik pegangan gadis itu, dengan cepat Yu Yao melepaskan pegangannya. "Apa urusannya denganmu aku pergi kesana atau tidak?" Tanya Zhen heran dengan gadis ini yang sepertinya menaruh kekhawatiran yang berlebihan padanya. Padahal mereka belum lama bertemu.


"Ah i itu, a aku hanya takut Z Zhen dalam bahaya." Jawabnya malu.


"Aku tidak akan dalam bahaya kau tidak perlu khawatir." Balasnya. Tapi jawaban Zhen tidak membuat Yu Yao puas. Gadis itu masih khawatir dengan Zhen. "Dan…" Zhen menggantung kata katanya sembari memperhatikan Yu Yao didepannya.


"K katakan saja j jika kau perlu bantuan." Ujar Yu Yao ramah.


Zhen menengok kekanan dan kekiri memastikan apa ada orang yang mendengar atau tidak. Lalu didekatkannya kepalanya ke telinga Yu Yao membuat gadis itu memerah malu. Tangannya menutupi apa yang ingin ia tanyakan sembari berbisik, "Bisakah kau mengantarku ke Sekte Iblis Merah?" Tanya Zhen.


"T tidak!?" Jawab Yu Yao langsung tanpa berpikir panjang. "Z Zhen akan d dalam bahaya jika ke sana." Ujar Yu Yao tegas. Sudah pasti dirinya menolak. Itu adalah tempat yang berbahaya. 'A apakah Zhen ingin balas d dendam dengan m masuk kesana? T tidak, aku tidak bisa m membiarkannya.' Pikir Yu Yao.


"Baiklah, kalau begitu aku akan akan bertanya pada yang lain saja." Zhen pergi berjalan keluar untuk bertanya pada yang lain, namun sebelum keluar Yu Yao mencegahnya keluar.


"T tunggu!? K kau ingin apa k ke sana?" Tanya Yu Yao.


Terukir senyum licik diwajah Zhen ketika rencana tarik ulurnya berhasil.


...***...


Hutan Hitam, Wilayah Klan Guaiwu, Ruby Radiant Palace.


Jun berada didalam kamarnya menatap keluar jendela yang memperlihatkan pemandangan. Saat ini didalam klan sedang tersebar dua rumor. Pertama, Zhen melarikan diri meninggalkan anggota kelompoknya melawan Raja Ular Emas. Dan kedua, Zhen meninggal. Dari kedua rumor itu tidak ada yang bisa membuat Jun percaya.


Rumor yang pertama Zhen tidak mungkin meninggalkan mereka meskipun ingin, karena pemuda itu pasti berpikir Jun akan membencinya jika melakukan hal jahat. Kedua, jika Zhen meninggal pasti akan terjadi sesuatu yang membuat kekacauan. Tapi keadaan saat ini sangat tenang dan damai.


"Mengumpulkan kekuatan?" Jawab Cahaya.


"Kenapa kau berpikir seperti itu?"


"Tentu saja untuk balas dendam pada Klan ini. Beberapa hari yang lalu orang itu mengirimmu ke dunia luar tiba tiba, memangnya untuk apalagi kalau bukan memisahkanmu dengan si jahat? Setelah kalian terpisah baru dia akan membunuh si jahat. Tapi karena orang orang disini bodoh mereka tidak tahu kalau si jahat belum mati dan malah sedang mengumpulkan kekuatan untuk membalas dendam." Jelas Cahaya panjang lebar.


Sekarang Jun sedikit percaya dengan alasan ini. Dia belum sepenuhnya percaya, tapi alasan ini lebih masuk akal. 'Jika Zhen mengumpulkan kekuatan dengan cepat, berarti… tungku?!?! Tidak tidak, itu tidak mungkin. Mana mungkin dia sekejam itu membunuh ribuan orang. Aku yakin dia sedang berlatih disuatu tempat dengan cara yang lebih normal.' Pikir Jun berusaha berpikir positif.


"Apa kau selalu berguman sendiri seperti itu?" Tanya seorang pria dari belakang Jun. Pria itu bukan dari Klan Guaiwu, melainkan dari dunia atas. Dia seorang pria berambut biru dan bermata biru dengan pakaian mewah panjang bercorak awan. Namanya Kang Muron.


Jun membalikkan tubuhnya mengernyitkan dahi ketika Kang Muron tiba tiba ada disini. "Apa menggunakan teleportasi Sekte mu lagi?" Tanya Jun.


Kang Muron hanya tersenyum dengan pertanyaan Jun. Sepertinya benar bila dia menggunakan formasi teleport yang diciptakan khusus oleh sektenya di dunia atas.


"Mau apa kau kesini?" Tanya Jun sedikit tidak senang dengan kedatangan Kang Muron. Dia seperti rubah tua yang licik.


"Jangan berpura pura bodoh, kau tahu maksud kedatanganku kesini. Aku mencari Zhen!?" ujarnya sembari duduk di kursi samping meja bundar.


Jun tersenyum ramah sembari berkata, "Sayangnya aku sudah membunuh seseorang yang kau awasi diam diam itu." Ujar Jun.


Kang Muron langsung menatapnya lama seperti mendeteksi apakah yang dikatakan Jun bohong atau tidak. "Kenapa kau membunuhnya? Bukankah kalian bisa menjadi keluarga? Dia hanya kesepian dengan semua orang menjauhinya. Aku yakin dia akan bisa menjadi lebih baik jika kau menjadikannya keluarga." Ujar Kang Muron memberi saran. Dirinya seperti orang yang paling mengkhawatirkan Zhen.


"Tentu saja karena dia membahayakan. Buat apa aku membiarkannya hidup hanya untuk menjadi penghancur dunia? Bukankah akan lebih baik jika dibunuh saja?" Ujar Jun masih dengan senyumnya. Dia tidak ingin menunjukkan wajah aslinya pada orang seperti Kang Muron.


Terlihat helaan nafas darinya lalu bangun, "Yah, kau benar. Seorang penjahat memang harus dimusnahkan. Kalau begitu aku tidak akan mengirim seseorang lagi kedepannya. Padahal aku berharap bisa mengubahnya selagi dia kehilangan semuanya." Ujar Kang Muron sembari mengeluarkan kertas kuning dengan tulisan dikertasnya.


Kertas itu tiba tiba terbakar api biru ketika Kang Muron menggumankan sesuatu. Ketika kertasnya hanya tinggal sedikit, "Jun, sepertinya kau masih tidak bisa berbohong." Ujarnya dengan senyum dan kemudian berteleportasi ke suatu tempat di dunia atas.


Senyum Jun seketika pudar ketika mengetahui Kang Muron tahu dirinya berbohong. "Orang itu benar benar menyebalkan."


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...