I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 25. Pengendali Monster



Di halaman kamarnya sendiri Zhen berlatih jurus pengendali Monster. Dibuku tercatat jika hanya elemen pemanggillah yang bisa menguasai jurus ini. Tapi karena Zhen bukan elemen pemanggil melainkan kegelapan, ia mengubah beberapa teknik didalamnya yang mengharuskan digunakan untuk elemen pemanggil. Setelah mempelajari jurusnya, Zhen mencoba memanggil beberapa hewan kecil untuk dijadikan percobaan.


Zhen duduk bersila dengan mata tertutup dan mencoba menggumankan sesuatu didalam kepalanya memanggil hewan hewan kecil yang ada disekitar. Saat ia merasakan ada satu yang mendekat, ia melihat seekor kelinci kecil ada dihadapannya. Senyum senang terukir diwajahnya, kemudian ia mencoba menempelkan tangannya ke kepala kelinci tersebut untuk membuatnya sepenuhnya berada di dalam kendali.


Namun ada yang aneh ketika Zhen menempelkan tangannya, kelinci itu bertingkah aneh dan keluar darah dari mata, hidung, telinga dan mulutnya. 'Kenapa jadi seperti ini?' Terlihat Jelas ia mulai panik ketika prosesnya tidak berhasil. Saat proses berada dipertengahan kelinci itu bergetar. Zhen langsung memalingkan wajahnya dan…


Crat


Darah merah membasahi sebagian wajah dan lehernya. "Sial!?" Umpatnya kesal. Ia pikir akan mudah mempelajari jurus ini. Tapi mempelajari jurus tanpa guru itu ternyata sangat sulit. Zhen mengusap wajahnya yang terkena noda darah. "Sepertinya aku tidak bisa berlatih disini." Ujarnya sembari membuang mayat kelinci tersebut ke danau untuk dijadikan makanan ikan. Kemudian melirik hutan yang tepat bersebelahan di sebrang.


'Tapi, aku buta arah. Bagaimana jika aku tidak bisa kembali? Sudahlah, akan kupikirkan setelah berhasil menguasai jurus ini.' Pikirnya kemudian berjalan memasuki hutan.


Ketika sudah memasuki hutan sinar matahari langsung tertutup oleh lebatnya hutan. Hingga terlihat seperti sore gelap. Untuk berjaga jaga Zhen memasang tanda untuknya bisa kembali jika tidak berhasil menguasai jurus ini hari ini.


Zhen berjalan memasuki hutan semakin dalam untuk menemukan monster disekitar. Tapi sebelum itu ia ingin mengubah lagi tehnik yang ada dalam jurus yang ia kuasai saat ini. Pertama, ia akan mengubah bagaimana pengendali monster memanggil monster. Zhen akan mengubahnya menjadi caranya sendiri meskipun membutuhkan waktu lama.


Kedua dan yang terakhir, ia akan mengubah jurus 'pengendali monster' menjadi 'pengendali pikiran monster'. Ada perbedaan besar diantara dua jurus ini. Pengendali monster, mengendalikan monster tanpa harus mengendalikan pikiran mereka melainkan membuat monster itu mau untuk dikendalikan. Berbeda dengan jurus pengendali pikiran yang akan Zhen ciptakan. Jurus ini mengacu pada mengendalikan pikiran monster yang ingin dikendalikan. Tentunya membuat para monster itu tidak sadar jika mereka sedang dikendalikan.


"Baiklah, aku akan mulai!" Zhen masih berdiri dan melentangkan tangannya menyebarkan Qi hitam ke beberapa tempat.


Beberapa monster yang terpengaruh oleh Qi hitamnya mulai mendekat. Beberapa monster tepat dihadapannya dalam pengaruhnya. Zhen tersenyum senang memperlihatkan gigi putihnya. Tapi senyumnya tidak berlangsung lama karena ia teringat sesuatu. 'Tunggu, aku pernah melakukan ini. Tapi kapan? Kenapa ingatanku buruk sekali?' Pikirnya merasa nostalgia dengan apa yang ia lakukan sekarang.


Matanya terbelalak ketika mulai mengingat kejadian beberapa puluh tahun yang lalu, "Benar, aku mengendalikan satu serigala untuk mencabik salah satu orang yang meminta tolong padaku. Karena hal itu aku di jadikan bahan taruhan melawan Raja Serigala Perak." Ujarnya cepat. Zhen kesal karena teringat kejadian kelamnya itu. Karena terlarut dengan kejadian masa lalu ia jadi lupa untuk mempertahankan jurusnya.


"Hm? Kenapa aku bisa ada disini?" Ujar seekor serigala berwarna biru pudar.


"Ada apa ini? Aku sedang memakan buruanku tapi kenapa tiba tiba ada bocah dari Klan kotor itu dihadapanku?" Ujar Beruang besar berperisai baja di dadanya.


"Hei, bocah! Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada disini?" Tanya seekor harimau belang besar berwarna putih dan bersayap.


Zhen kelihatan gugup menjawab pertanyaan mereka. "Itu… "


"Tapi, kau terlihat lezat setepah dicium dari dekat." Ujar si harimau. Dia memperlihatkan gigi bertaring tajamnya bersiap mengoyak.


Zhen langsung mundur beberapa langkah menjauhi mereka yang ingin memakannya.


"Ah, aku ingat bocah ini. Kau adalah bocah yang telah membunuh Rajaku dulu, iya kan?" Tanya seigala perak.


"Bau ini, kau iuga yang telah membunuh teman temanku." Ujar Beruang baja.


"Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan, tapi ayo bekerja sama untuk membunuh dan memakan dagingnya!?" Ujar Harimau putih bersayap. Dia menjilati bibirnya tidak sabar memakan Zhen.


Situasinya mulai diluar kendali, Zhen ingin mengendalikan mereka lagi namun Jurus ini memakan terlalu banyak Qi luar. Sedangkan Zhen tidak ingin menggunakan kekuatan aslinya sebisa mungkin.


Zhen langsung kembali menghindar dan membuat serangan itu mengenai Serigala perak. Satu musuh tumbang, Zhen beralih ke Beruang baja. Ia mengaluarkan pedangnya lalu menebas Beruang tersebut menjadi dua bagian. Dua musuh tumbang tinggal satu musuh tersisa.


Harimau putih bersayap mundur satu langkah, ternyata anak muda dihadapannya sangat lihai menghindar dan memanfaatkan serangan musuh. 'Sial, aku tidak mengira bocah ini sangat kuat bahkan tanpa menggunakan kekuatan aslinya. Aku harus kabur dari sini.' Dia ingin kabur dengan terbang mrnjauh dari Zhen. Namun Zhen tak akan membiarkan itu, dia melempar pedangnya hingga mengenai inti batu spiritual monster itu.


Bruk


Setelah menghabisi ketiganya ia pulang ke wilayahnya. 'Aku sudah menguasai jurus ini, hanya perlu menyempurnakannya lagi.' Pikirnya. Pulang dengan mengikuti jejak yang ia sendiri tinggalkan.


Dari kejauhan terlihat ada orang misterius yang memantau Zhen dari kejauhan. 'Luar biasa, bisa menghadapi monster tingkat menengah awal tanpa menggunakan kekuatan asli. Mungkin karena inilah tetua kedua tertarik padanya.' Pikir pria misterius itu. Tanpa disadari target yang dia perhatikan menghilang. "Kemana dia?" Ujarnya panik sembari melihat ke kanan kirinya.


"Mencariku?" Ujar Zhen tepat dibelakang pria tersebut.


Seketika pria itu berbalik…


Slassh


Tebasan mendadak mengenainya. Untungnya tebasan itu tidak mengenai organ vitalnya. 'Dia menebas tanpa ada keraguan, sungguh bocah yang kejam.' Pikirnya sembari memegangi dadanya yang berlumur darah.


Zhen memiringkan kepalanya memperhatikan orang itu ternyata verhasil bertahan. Lalu dia tersenyum memperlihatkan gigi putihnya, "Masih hidup? Kau ternyata memiliki nyawa yang banyak." Zhen berjalan mendekati orang tersebut. Namun setiap kali ia mendekat orang itu mundur menjauhinya. Langkahnya berhenti begitupun dengan orang itu. "Aku tidak akan membunuhmu, kau katakan saja siapa yang menyuruhmu mengawasiku? Bagaimana?" Tawarnya.


"Tidak, aku tidak akan mengatakannya." Orang misterius itu menelan sesuatu ke mulutnya. Tak lama tubuhnya melepuh dan membesar seperti balon. Zhen segera menghindar sebelum pria itu meledak.


DUARRR


Dia meledakkan dirinya sendiri atas kesetiaannya.


"Aahh sial, darahnya mengenaiku. Kalau begini kan aku terlihat seperti orang jahat nya." Ujarnya kesal.


Pluk


Sebuah tanda pengenal jatuh ke hadapan Zhen. Ia mengambil tanda tersebut dan melihat tanda yang sama dengan yang ia berikan pada Jun. 'Istana Suci? lagi lagi mereka. Sebenarnya kenapa orang orang itu terus mengawasiku?' Zhen membuang tanda itu dan menginjaknya hingga hancur.


...~~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...