I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 44. Jalan bahaya



Zhen menampik tangan gadis aneh itu yang memegang kedua pipinya. Lalu diusap kedua pipinya yang sudah kotor oleh gadis itu. Kini wajahnya membuat ekspresi aneh, "Kau sangat jorok." Ujarnya. Tiba tiba ia merasa nostalgia dengan kejadian saat ini. Dimana ia pernah mengalaminya?


"Kau bilang kau mengenalku, kalau begitu kau pasti tahu aku tinggal dimana bukan?" Tanya Zhen sembari mengusap pipinya yang kotor.


"Ya. Hitam!?" Ujar gadis itu singkat.


Sejujurnya Zhen tidak tahu gadis itu bicara apa, tapi mari ditebak. "Kau tahu arah ke hutan hitam?" Tanyanya langsung.


Gadis itu mengangguk mengiyakan pertanyaan Zhen. Terlihat wajah senang Zhen muncul.


Beberapa saat kemudian…


Qing Yue kembali setelah beberapa menit. Tapi sesaat setelah dirinya kembali kedua orang aneh itu menghilang entah kemana. Dia melihat ke sekeliling siapa tahu dirinya salah meja. Tapi mereka tidak ada. Seorang pelayan menghampiri dirinya.


"Permisi nona, jika nona mencari dua orang itu mereka sudah per pergi."


"Apa? Kemana mereka pergi?" Tanya Qing Yue kesal.


"Maaf nona, pelayan ini tidak tahu."


Qing Yue tadinya ingin berjalan keluar mencari meberadaan Zhen. Tapi pelayan yang bicara padanya menahan kepergiannya.


"Nona, kau belum membayar makananmu dan mereka berdua!? Jadi kau harus bayar untuk tiga orang!?" Ujar pelayan itu sembari memberikan catatan pesanan mereka yang bertambah. Hal itu langsung membuat Qing Yue terbelalak kaget karena mereka menambah porsinya menjadi sepuluh porsi.


Dengan hati jengkel Qing Yue memberikan beberapa koin perak pada si pelayan. 'Berani mempermainkanku? Tunggu saja!?' Pikir Qing Yue dengan tangan yang mengepal erat.


"Ah, Nona! Ini dari pria tampan yang bersamamu. Katanya ini hadiah untukmu karena sudah menolongnya!?" Ujar si pelayan sembari memberikan kotak dengan pita merah diatasnya. Dia pergi setelah memberikan kotak itu.


"Hadiah?" Qing Yue sedikit bingung dengan hadiah Zhen. Dia pikir pria itu tidak seromantis penampilannya yang suram dan aneh. Tanpa membuang waktu dia membuka kotak yang katanya hadiah.


Namun ketika Qing Yue membuka hadiahnya matanya terbelalak kaget dengan kaki mundur beberapa langkah. Wajhnya terlihat sangat ketakutan ketika membuka kotak. Itu karena 'hadiah' yang diberikan Zhen berupa kepala seseorang yang seperti mumi dengan rambut panjang. Yang lebih mengerikan lagi adalah kepala itu masih hidup!?


Zhen membuat jiwa orang itu terkunci didalam kepalanya dengan rasa sakit yang seperti neraka. Mata melotot yang seperti akan keluar melirik Qing Yue sembari berkata, "T o lo ng!? To lo ng!?" Pintanya dengan suara yang serak dan kesakitan.


Qing Yue sangat ketakutan setengah mati melihat kepala itu. Disamping kepala itu terdapat surat. Qing Yue memberanikan dirinya mengambil surat itu dengan tangan yang gemetar. Dia membacanya dalam hati yang mengatakan, ''Apa kau suka hadiahnya? Aku paling menyukai benda itu makanya kuberikan padamu. Ini hanya kata kata kuno yang sering dikatakan orang orang, jika kau berani membuat masalah denganku maka akan kujadikan kepalamu seperti kepala Patriak Sekte Iblis Merah!?" Kata kata itu langsung membuat Qing Yue ragu untuk memberi pelajaran.


Dia segera menutup kotak tersebut dan membawanya untuk membebaskan jiwanya.


...***...


Zhen saat ini sedang memperhatikan gadis aneh ini menggambar diatas tanah. Entah apa yang sedang digambarnya, tapi sepertinya yang sedangdigambar adalah kekaisaran Qi, hutan, kekaisaran Tang, Laut dan yang terakhir berakhir ke hutan lagi namun hutan yang lebih besar.


Untuk posisi laut itu berada di tengah antara kekaisaran Qi dan hutan besar. Zhen memperhatikan gambar yang seperti anak kecil ini. Ia mulai menyimpulkan kalau sekarang gadis itu sedang menggambar peta untuk posisi mereka saat ini. "Dimana kita sekarang?" Tanya Zhen.


Gadis itu lalu menuliskan kata 'Aku' dan 'Suamiku' di gambar kekaisaran Qi. Dia menunjuk nunjuk tulisan itu pada Zhen.


Zhen mengernyitkan kedua alisnya melihat kata 'Suamiku' dengan gambar love disampingnya. "Siapa 'suamiku'?" Tanyanya memastikan.


"Zhen!?" Jawabnya dengan wajah datar yang serius.


Seketika Zhen terbelalak kesal melihat gadis ini begitu blak blakan menyebut ia adalah suaminya. "Kau…" Geramnya pada gadis ini. Dirinya ingin langsung membunuh wanita ini. Tapi sayangnya hanya dia satu satunya yang mau mengantarnya secara suka rela tanpa syarat. Dengan cepat dirinya langsung menghapus kata 'suamiku' dengan kata 'Zhen'.


Sedangkan Zhen hanya bisa meredam kekesalannya. "Baiklah, aku tidak akan mengganti katanya. Sekarang cepat jelaskan bagaimana caranya ke hutan hitam!?" Ujarnya yang akhirnya menyerah.


Gadis itu mendongakkan kepalanya melihat Zhen dengan tatapan tajam, "Jangan ganti!?" Ujarnya yang sudah berekspresi serius.


"Iya!?" Jawab Zhen garang.


Setelah itu si gadis aneh bangun. Dia melanjutkan mencoret coret gambar. Coretan pertama adalah garis lurus dari kekaisaran Qi melewati laut dan berakhir ke hutan besar yaitu hutan hitam. Coretan kedua adalah garis melingkar dari kekaisaran Qi melewati hutan kecil, kekaisaran Tang dan berakhir ke hutan hitam.


Jadi bisa dikatakan kalau menuju hutan hitam ada dua jalur. Dan jalur yang pertama adalah yang tercepat.


Zhen hanya terdiam dengan penjelasan gadis itu. Melewati laut adalah satu satunya hal yang tidak diinginkannya. "Lewati jalan melingkar saja!?" Ujar Zhen. 'Sambil aku mencari korban lagi.' Pikirnya sembari tersenyum licik.


"Kalau begitu, ayo berangkat!?" Ajak Zhen pada gadis itu. Mereka berangkat menuju hutan hitam.


...***...


Perbatasan hutan Kekaisaran Qi dan Kekaisaran Tang, terlihat ada beberapa kelompok orang kuat diatas ranah alam kematian. Mereka adalah orang orang yang dikumpulkan untuk membunuh satu orang.


"Ji'er, apa kau yakin orang yang membuat mu seperti ini akan melewati jalan ini? Aku pikir kita tidak boleh percaya begitu saja pada informasi yang belum jelas asal usulnya." Ujar Wei Dingyu kakak dari wanita bercaping hitam Wei Shuji. Mereka mendapatkan, kertas kecil berisi informasi dari seseorang yang tidak menuliskan namanya dua hari lalu. Dikertas itu tertulis kalau orang yang membuat Wei Shuji menjadi tua akan melewati perbatasan hutan.


Dikertas itu juga tertulis bagaimana cara membunuh Zhen. Bahkan dibarengi dengan dikirimnya informasi ada puluhan senjata kelas atas yang dikirimkan untuk membunuhnya. "Kakak tidak perlu khawatir. Aku yakin orang yang mengirim informasi adalah orang yang menaruh dendam pada bocah itu!? Ha ha ha ha kakak, ini adalah kesempatan bagus untuk kita membunuhnya. Kau tidak inginkan adik kesayanganmu memiliki wajah jelek? Aku harus membuatnya mengembalikan wajah asliku!?" Ujar Wei Shuji bulat pada keputusannya.


Wei Dingyu menatap adiknya dengan tatapan yang tak bisa diartikan. "Baiklah, terserah kau saja." Ujarnya. Lalu pergi meninggalkan Wei Shuji.


Tidak lama seseorang keluar dari dalam hutan. Dia mendatangi Wei Shuji. "Lapor Nona, ada dua orang yang menuju kemari. Ciri cirinya seperti yang Nona Wei katakan." Lapor bawahannya.


Dari balik capingnya terlihat senyum puas diwajahnya. "Bagus, bagus sekali. Kalian bersiap siaplah ke posisi kalian masing masing!" Ujar Wei Shuji dengan senyum liciknya.


Mereka berlari ke posisi mereka yang sudah ditentukan.


Didalam hutan.


"Kapan kita akan sampai?" Tanya Zhen sudah berjalan dua hari tanpa henti. Tentu saja dirinya sangat letih, apalagi gadis ini jarang sekali bicara. Jika bicara kata kata yang keluar hanya sepatah dua kata dan itupun disingkat.


"Sebentar lagi." Jawabnya singkat.


'Beberapa jam yang lalu kau juga mengatakan itu.' Pikir Zhen kesal. Tidak lama dirinya melihat bahwa sebentar lagi mereka akan keluar hutan. Terlihat raut senang diwajahnya saat melihat jalan keluar. "Itu jalan keluar?!" Ujarnya sembari melihat gadis itu dengan senyum polosnya.


Gadis itu juga terlihat senang melihat Zhen senang.


...~~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...