
Samar samar Shu Jiujiu membuka matanya dan melihat kakaknya sedang menatapnya dengan khawatir. Lehernya terasa dicekik seseorang dari belakang. Saat menengok ke belakang ternyata pria brengsek yang menenggelamkannya berada dibelakangnya sedang mencengkram belakang lehernya. "Kau, pria brengsek!? Lepaskan aku!?" Teriak Shu Jiujiu memberontak, namun tubuhnya begitu lemah untuk melawan pria dibelakangnya. "K kakak!? Tolong aku!? Dia ingin membunuhku tadi. Aku hampir mati olehnya di pemandian!" Ujarnya dengan suara memelas.
Shuwei membelalakkan matanya mendengar Zhen hampir membunuh adiknya. "Dia hampir membunuhmu?" Ujar Shuwei diiringi aura membunuh yang ditujukan untuk Zhen.
"Aku hanya ingin membuatnya pingsan, bagaimana bisa itu dikatakan sebagai pembunuhan?" Ujar Zhen memasang senyum diwajahnya.
"Omong kosong!? Kau menikmatinya saat aku kehabisan nafas didalam air. Bagaimana bisa itu bukan pembunuhan?" Ujar Shu Jiujiu kesal.
"Kalau itu pembunuhan itu berarti kau tidak akan bisa menggunakan mulut cerewetmu sekarang, Nona Shu!" Ujar Zhen melirik Shu Jiujiu dingin. Seketika gadis itu langsung membungkam mulutnya tidak bisa menyangkal perkataan Zhen. Dari balik penutup wajahnya terlihat seringai, "Karena bagimu itu pembunuhan maka akan kuperlihatkan seperti apa rasanya pembunuhan itu." Ujarnya disambut ketakutan diwajah wanita itu. Lalu berbisik ditelinganya, "Kau tenang saja?! Aku sangat ahli dalam hal ini, karena aku pernah mengalaminya sendiri." Bisiknya disertai senyuman diakhir kalimat.
Itu semakin membuat Shu Jiujiu kaget, dan tiba tiba terasa besi dingin ditenggorokannya. Dia melihat Zhen seperti menikmati ketakutan diwajahnya. "Kau, apa yang kau lakukan?" Ujarnya ketika belati ditangan Zhen mulai menggores lehernya dan mengeluarkan darah.
"Hentikan!?" Teriak Shuwei tidak bisa membiarkan adiknya dibunuh oleh pria misterius. "Apa yang kau inginkan?" Tanyanya.
"Jawab pertanyaanku dengan jujur, siapa atasanmu?" Pertanyaan pertama ditanyakan, tapi belati masih dileher Shu Jiujiu.
"Raja." Jawab Shuwei langsung.
"Bukan, tapi yang sebenarnya!" Ujar Zhen.
"………" Menjawab pertanyaan Zhen ini sungguh sangat sulit untuk dijawab.
Melihat Shuwei yang kesulitan menjawab membuat Zhen tidak sabar. Kemudian ia menggores lengan Shu Jiujiu, membuatnya mengeluarkan darah. "Agh!?" Teriak singkat Shu Jiujiu yang membuat Shuwei tak memiliki keraguan lagi.
"Nyonya Jiafen!? N Nyonya Jiafen atasanku!?" Jawabnya langsung tanpa sadar. 'Gawat, aku sudah berbicara terlalu banyak.' Pikirnya kalut.
Mendengar itu tidak membuat Zhen terkejut. Sudah diduganya jika wanita itu memiliki lebih banyak pengaruh didalam Klan. "Pertanyaan selanjutnya, apa kau tahu apa itu Istana Suci?" Tanya Zhen tidak tanggung tanggung.
Shuwei mengernyitkan dahinya ketika Zhen menanyakan tentang tempat itu. Itu adalah pengetahuan umum bagi semua orang, bagaimana mungkin pria itu tidak tahu. 'Apa dia itu hanya hidup didalam kamar dan tidak pernah keluar? Kenapa hal seperti ini saja tidak tahu?' Pikir Shuwei tepat sasaran. Terlihat Zhen akan bersiap ingin menyayat tangan yang lain, "Akan kuberitahu!?" Ujarnya cepat dan pemuda itu langsung menghentikan aksinya. "Itu adalah sekte besar di dunia atas. Biasanya disana hanya terkumpul orang orang kuat. Apa itu cukup? Sekarang lepaskan dia!?" Bujuk Shuwei.
Tampak Zhen sedang berpikir tentang Istana Suci ini. Jika hanya orang orang kuat yang bisa memasuki dunia itu, kenapa mereka susah payah mengawasi sampah seperti dirinya? 'Apa mereka juga mencoba membunuhku? Atau karena mereka mengetahui aku memiliki elemen kegelapan mereka langsung ingin membuangku ke dunia bawah? Tidak tidak, itu tidak boleh!? Jika aku dibuang kedunia bawah maka aku pasti akan berpisah dengan Kakak selamanya dan terkurung bersama para iblis disana. Aku harus membunuh orang orang itu sebelum mereka mengirimku ke dunia bawah.' Disaat Zhen sibuk dengan pikirannya, Shuwei mengendap endap menghampirinya.
Tak
Dia langsung memukul pergelangan Zhen membuat belati ditangannya jatuh, lalj menarik Shu Jiujiu ke peljkannya. Saat Zhen ingin mengambil tindakan tiba tiba ada yang memukul keoalanya dengan kerah hingga berdarah.
Duak
Dirinya langsung jatuh kebawah sembari memegangi kepalanya yang berdarah. Dua orang menjaga kedua tangannya dan Shuwei berlutut satu kaki untuk membuka kain diwajahnya.
"Hah, ternyata kau! Kau benar benar anak yang nakal ya, Zhen!?" Ujar Shuwei dengan smirk diwajahnya.
Zhen menatap tajam pria itu. Sekaraang mungkin hukumannya akan sangat panjang dipenjara bawah tanah.
"Bawa dia!?" Ujar Shuwei sembari membawa Zhen dibelakangnya.
"Tunggu!?" Panggil Shu Jiujiu sembari menghampiri Zhen, lalu…
Gadis itu menampar wajah Zhen dengan keras. Zhen yang masih terkejut menatap Shu Jiujiu bertanya tanya untuk apa tamparan ini. "Itu untuk nyawaku yang hampir hilang karena kau!?" Ujarnya sembari menunjuk tepat didepan wajah Zhen. Tapi tatapan pria itu makin bingung. Karenanya Shu Jiujiu sangat kesal dibuatnya. Sepertinya pemuda itu tidak memiliki rasa bersalah sama sekali. "Sudah, bawa dia!?" Ujarnya lagi. Dia melipat kedua tangannya jengkel.
"Adik Jiu, kau tidak perlu kesal lagi. Sampah itu akan diberi pelajaran yang pantas dipenjara." Ujar salah satu anak buah Shuwei.
"Penjara?" Tanyanya binggung.
"Ya, kau tenang saja… disana dia mungkin akan di pukul dengan balok seribu kali, dikurung didalam ruangan khusus ilusi, dan dibiarkan kelaparan sepuluh hari." Ujar orang itu.
Shu Jiujiu sedikit kaget dengan hukuman yang terbilang sangat kejam itu. "Bukankah itu… sedikit kejam?" Ujarnya hati hati.
"Kejam? Ha ha ha ha, mana mungkin. Ada yang lebih kejam lagi dari itu. Tapi hukuman yang kukatakan termasuk ringan. Yah, lagipula itu tidak akan iadi masalah untuknya karena dia terbiasa dengan semua itu." Lanjutnya.
"Apa maksudmu terbiasa?" Ujar Shu Jiujiu makin penasaran.
"Ya apalagi? Itu…" Orang itu menggantung ucapannya. Sepertinya dia baru saja menyadari kalau dia sedang mengatakan sesuatu yang penting dan rahasia. "Itu tentu saja rahasia. Emm aku harus pergi. Dan, jangan memberitahukan apa yang baru saja kukatakan!? Jia adik Jiu mengatakannya pada yang lain maka kau akan mendapatkan balasannya." Ujar orang itu yang kemudian pergi dengan cepat.
Shu Jiujiu sekarang memikirkannya, pantas saja Zhen mengatakan padanya saat berbisik kalau dirinya juga pernah mengalaminya. Ternyata itu alasannya.
...***...
Buk buk buk
Didalam ruangan dingin seorang pemuda mendapatkan hukuman seribu pukulan balok di punggungnya. Zhen hanya kenahannya seperti biasa. Setelah pukulan balok ia dimasukkan kedalam ruang ilusi. Itu adalah ruangan khusus yang bisa membuat seseorang gila dengan memperlihatkan ketakutan terbesar mereka. Sebelumnya Zhen belum pernah memasuki ruang ilusi ini.
"Semoga kau masih waras didalam!? Ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" Ujar salah satu orang yang mendorongnya masuk. Pintu tertutup dan memperlihatkan ruangan gelap.
Zhen duduk bersender kepintu yang sudah menyatu dengan kegelapan ruangan ini. Disini semuanya tidak terlihat dan hanya ada kegelapan dimana mana, membuat orang mudah gila memasukinya. Dirinya paing tahu apa ketakutan terbesarnya. Dijauhi oleh Jun. Tapi sepertinya bukan hanya itu…
Saat ia ingin menyisir rambutnya dengan tangan, ia melihat darah lengket ditangannya. Sontak Zhen sangat kaget. 'Tenang, tenanglah!? Ini hanya ilusi, benar ini hanya ilusi.' Pikirnya berusaha mengingatkan diri. Lalu ia berdiri ketika melihat bunga teratai disekitar. Lantai ditempat ini berubah menjadi seperti air namun berwana hitam. Zhen berjalan disekitarnya, awalnya terlihat indah. Tapi kemudian hujan darah dimana mana dan seblmua bungai berubah menjadi merah.
Satu persatu bunga tertarik kedalam. Zhen mundur beberapa langkah melihat teratai teratai itu masuk kedalam. Tubuhnya berbalik untuk melarikan diri, tiba tiba…
Jleb
Dirinya sudah menusuk seseorang. Zhen langsung mundur melihat siapa yang ditusuknya. Ternyata itu Jun. Kini terlihat ketakutan diwajahnya. Dan ia lupa kalau semua yang ada disini adalah ilusi belaka.
...~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...